Subarsyah Subarsyah
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

METODA PSEUDO-GRAVITY DALAM ANALISIS KELURUSAN DAN PATAHAN DI SEKITAR TINGGIAN ASAHAN, PERAIRAN SELAT MALAKA. Subarsyah Subarsyah; Yusuf Adam Priohandono
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.513 KB) | DOI: 10.32693/jgk.7.2.2009.172

Abstract

Melalui teori medan dalam metoda magnetik dan gaya berat, ambiguitas yang muncul merupakan suatu faktor yang menyulitkan dalam penerapan kedua metoda ini. Terlebih pada penerapan metoda magnetik yang memiliki efek polaritas positif dan negatif. Beberapa teknik dan metoda telah diterapkan dalam melakukan analisis dan pengolahan data anomali magnet untuk mengatasi masalah ambigutas ini dengan tujuan mempermudah dalam melakukan interpretasi. Salah satu metodanya yaitu transformasi data anomali magnet ke dalam data pseudo-gravity. Metoda ini akan diterapkan dalam analisis dan pengolahan data anomali magnet di sekitar Tinggian Asahan dalam hal ini untuk menganalisis kelurusan dan patahan yang muncul di area ini. Hasil transformasi akan dibandingkan dengan data skunder berupa ketebalan sedimen dan patahan di area yang sama. Hasil penerapan metoda ini memperlihatkan adanya indikasi kelurusan ataupun patahan muncul, yang tidak terlihat jelas pada data aslinya yaitu anomali magnet. Kata Kunci : Transformasi, Pseudo-Gravity, Tinggian Asahan. Through potential field theory in magnetic and gravity methods, ambiguity that presented is the difficult factor in the application of both methods. Moreover the application of magnetic method which involve the effect of positive and negative polarity are more complicated. Some techniques and methods have been used to overcome problem of ambiguity in order to make easier interpretation. One of the techniques is the transformation from anomaly magnetic to pseudo-gravity data. This method will be used within analysis and processing anomaly magnetic data at Asahan Arch to analyze lineaments and faults that appear in this area. Transformation result will be compared with another data which is secondary data about sediment thickness and fault at the same area. This technique shows that indication of fault more clearly than the original data or anomaly magnetic data. Key Words: Transformation, Pseudo-Gravity, Asahan High.
DESAIN SURVEI METODA MAGNETIK MENGGUNAKAN MARINE MAGNETOMETER DALAM PENDETEKSIAN RANJAU Subarsyah Subarsyah; Ketut Gede Aryawan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.785 KB) | DOI: 10.32693/jgk.7.1.2009.168

Abstract

Magnetometer memiliki kemampuan untuk mendeteksi objek logam (besi) dengan tingkat deteksi yang berbeda tergantung sensitivitas dan akurasinya. Kalibrasi merupakan salahsatu cara dalam menentukan daya deteksi dari sebuah magnetometer dimana hasilnya dapat digunakan dalam desain survei pendeteksian ranjau. Data hasil kalibrasi yang digunakan dalam paper ini adalah kalibrasi terhadap magnetometer Geometrics G-877. Prosedur kalibrasi dilakukan dengan cara melewatkan objek logam besi batangan pada 5 lintasan dengan jarak lintasan berbeda masing-masing 2, 3, 4, 5, dan 6 meter terhadap sensor magnetometer. Hasil kalibrasi menunjukan bahwa kemampuan deteksi sampai 5 m dilihat dari respon anomali magnetnya. Sehingga untuk desain survei dengan menggunakan 2 sensor magnet yang sejenis maka spasi lintasan 10 m dan jarak masing-masing sensor 2 m sementara kedalaman sensor dipertahankan 1 meter di atas dasar laut. Kata Kunci: magnetometer, kalibrasi, variasi harian. Magnetometer has ability to detect metal object (iron) with different level of detection, that depend on its sensitivity and accuracy. Calibration is one way in determine detection level of magnetometer where this procedure can be used to arrange survey design for mine detection. The result of calibration that will be used in this paper was calibration on Geometrics type G-877. Calibration procedure was done by passing plate iron object on 5 line with different distances 2,3,4,5 and 6 meters from magnetometer sensor. The result show that detection level up to 5 meters based on respond of anomaly magnetic and the survey design can be arranged in case using 2 sensor of magnetometer the line spacing will be 10 m and distance between both sensor 2 meter and depth sensor must be kept 1 meter above seabed. Keywords: magnetometer, calibration, diurnal variation.