Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Efektivitas diskusi problem based learning di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Rifal Akbar; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5854

Abstract

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara telah menerapkan Problem Based Learning (PBL) sebagai metode pembelajaran sejak tahun 2007. PBL bertumpu pada proses diskusi, dimana mahasiswa akan dihadapkan pada permasalahan dalam kehidupan nyata yang akan ditemukan pada saat menjadi dokter. Diskusi PBL mampu membantu mahasiswa menjadi lebih aktif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mendorong pembelajaran yang mendalam, sehingga dapat menjadi modal utama dalam menjalankan profesi di masa depan. Studi deskriptif dengan desain cross sectional untuk mengetahui efektivitas diskusi PBL di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan menggunakan kuesioner Tutorial Group Effectiveness Instrument (TGEI) yang telah divalidasi dalam bahasa Indonesia. Kuesioner mencakup aspek kognitif, aspek motivasi, dan aspek demotivasi. Responden adalah 108 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang sedang mengikuti blok kegawat daruratan medik. Hasil studi menunjukan mayoritas responden yaitu sebanyak 79 (73,1%) orang menilai bahwa diskusi PBL yang berjalan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara sudah efektif. Jika dilihat dari ketiga aspek yang dijadikan dasar penilaian efektivitas, 75 (69,4%) orang memberikan penilaian baik untuk aspek kognitif, 74 (68,5%) orang memberikan penilaian baik untuk aspek motivasi, dan 60 (55,6%) orang memberikan penilaian kurang baik untuk aspek demotivasi.
Gambaran pemilihan strategi coping terhadap stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Merlyn Priscilla; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7848

Abstract

Stres adalah perubahan perilaku dan emosi seseorang yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Prevalensi stres pada mahasiswa fakultas kedokteran cukup tinggi. Stres harus diatasi dengan strategi coping karena banyak dampak buruk terjadi akibat stres yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi coping terhadap stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara agar mereka lebih memahami manfaatnya dalam penanganan stres. Studi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden studi sebanyak 184 mahasiswa Angkatan 2017 yang mengikuti blok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner ways of coping dan kuesioner lainnya  untuk menilai faktor – faktor terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi coping yang paling sering digunakan oleh mahasiswa FK yaitu accepting responsibility (48,4%), sedangkan yang paling sedikit, yaitu confrontive coping (1,6%). Hal ini sesuai dengan dimensi budaya yang ada di Indonesia, yaitu feminity dan restraint. Seseorang dengan usia,  kepribadian, dan status ekonomi yang berbeda dapat memilih strategi coping yang berbeda pula, namun tidak tergantung dengan jenis kelamin. Hasil studi ini memberikan informasi bagi responden dan institusi mengenai pentingnya pemilihan strategi coping dalam mengatasi stres, agar dapat mengambil langkah selanjutnya yang berdampak positif.
Hubungan self efficacy dengan pencapaian akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Edward Edwin; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9723

Abstract

Self efficacy adalah hasil proses kognitif berupa keputusan, keyakinan, atau pengharapan seorang individu terhadap kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan atau mencapai hasil kinerja tertentu. Self efficacy merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pencapaian akademik mahasiswa. Belum banyak ditemukan studi tentang hal ini di Indonesia terutama di Fakultas Kedokteran. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan pencapaian akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini merupakan studi analitik dengan metode potong lintang pada 93 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Academic Self Efficacy Scale yang telah tervalidasi dan di analisis dengan uji Fisher Exact. Hasil studi didapatkan tingkat self efficacy sedang pada 78 (38,9%) mahasiswa dan tinggi 15 (16,1%) mahasiswa. Pencapaian akademik (IPK) 14 dari 15 mahasiswa (93,3%) yang memiliki IPK baik dengan self efficacy tinggi, sementara 69 dari 78 (88,4%) mahasiswa dengan IPK yang baik dengan self efficacy sedang, dengan p = 0,494 (p>0,05). Kesimpulan studi ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara self efficacy dengan pencapaian akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
Kemampuan manajemen waktu mahasiswa tahap profesi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Carine Nadia Hanafi; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11740

Abstract

Kemampuan manajemen waktu penting bagi mahasiswa untuk melakukan perencanaan belajar, memrioritaskan pekerjaan yang lebih penting dan persiapan ujian. Mahasiswa kedokteran tahap profesi memiliki kegiatan yang sangat padat dan lebih rentan terhadap ketidakteraturan waktu. Namun studi tentang kemampuan manajemen waktu pada mahasiswa kedokteran tahap profesi masih sangat sulit ditemukan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan manajemen waktu dan gambarannya berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap profesi. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan metode potong lintang pada 112 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap profesi yang sudah menyelesaikan semua mata kepaniteraan. Kemampuan manajemen waktu dinilai menggunakan kuesioner skala manajemen waktu yang telah divalidasi dalam Bahasa Indonesia. Kemampuan manajemen waktu responden terbagi dalam tiga kategori,  21 orang (18,8%) tergolong kategori tinggi, 89 orang (79.5%) kategori sedang dan 2 orang (1,8%) termasuk dalam kategori rendah. Mahasiswa berjenis kelamin perempuan dan yang memiliki motivasi diri dalam pembelajaran cenderung menunjukkan manajemen waktu yang lebih tinggi. Mayoritas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap profesi memiliki kemampuan manajemen waktu sedang.
Hubungan persepsi mahasiswa tentang lingkungan pembelajaran dengan kejadian burnout di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik Eirene Priscilla C. Simatupang; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13720

Abstract

Burnout merupakan sindrom dari kelelahan emosional, depersonalisasi dan menurunnya prestasi. Kejadian burnout merupakan masalah yang masih banyak ditemui pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya burnout salah satunya adalah lingkungan pembelajaran. Kondisi lingkungan pembelajaran yang buruk dapat menjadi stresor bagi mahasiswa. Stres yang dialami secara terus menerus akan menimbulkan burnout. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan persepsi mahasiswa tahap akademik terhadap lingkungan pembelajaran dengan kejadian burnout di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar). Studi ini menggunakan metode analitik dengan desain potong lintang. Sampel studi adalah 174 mahasiswa yang diambil secara cluster random sampling. Pengambilan data dengan kuesioner Dundee Ready Educational Enviromental Measure (DREEM) untuk menilai persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk menilai kejadian burnout. Hasil studi menunjukkan persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran mayoritas lebih banyak positif dibanding negatif, yaitu sebanyak 162 orang (93,1%). Sebagian besar responden, 108 orang (62,1%), mengalami kejadian burnout. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara persepsi terhadap lingkungan pembelajaran dengan kejadian burnout (nilai p =0,635; PR=1,628). Selain itu, masing-masing aspek persepsi terhadap lingkungan pembelajaran dan burnout menunjukkan tidak ada hubungan, kecuali pada satu aspek yaitu persepsi terhadap staf pengajar (nilai p=0,007; PR=1,159). Oleh karena itu, mahasiswa harus dapat mengidentifikasi stresor dan segera mengatasinya agar tidak jatuh pada keadaan burnout, student support system dioptimalisasi, dan selanjutnya dapat diteliti mengenai pengaruh peningkatan peran staf pengajar yang berkontribusi memberikan suasana positif baik secara akademik maupun non akademik terhadap kejadian burnout pada mahasiswa.
Hubungan kecanduan internet dengan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik Tamara Muliani; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17754

Abstract

Kecanduan internet adalah penggunaan internet secara berlebihan yang tidak dapat dikendalikan. Kecanduan internet merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada tahap akademik. Studi ini menggunakan studi analitik metode potong lintang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Subyek studi berjumlah 242 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling dengan komposisi 179 perempuan dan 63 laki-laki yang berada dalam tahap akademik dengan berbagai rentang usia. Data diperoleh menggunakan kuesioner YIAT (Young Internet Addiction Test) yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebanyak 194 mahasiswa (80,2%) mengalami kecanduan internet dan sebanyak 202 mahasiswa (83,5%) mendapatkan prestasi akademik yang baik. Pada studi ini didapatkan bahwa sebanyak 99 mahasiswa (51%) lebih sering membuka konten non ilmiah seperti, jejaring sosial, hiburan maupun game online. Pada studi ini juga ditemukan bahwa perempuan lebih banyak yang mengalami kecanduan internet, yaitu sebanyak 140 orang (72,2%). Kelompok usia terbanyak yang mengalami kecanduan adalah mahasiswa yang berusia 19 tahun, yaitu sebanyak 66 orang (34%). Hasil studi ini didapatkan nilai p=1 (p>0,05) yang berarti kecanduan internet tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Hal ini dapat berhubungan dengan konten apa yang dibuka selama bermain internet.
Eksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik Angelica Novianti; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17849

Abstract

Motivasi adalah suatu dorongan yang terjadi pada diri seseorang, baik secara sadar maupun tidak untuk melakukan suatu aktivitas dengan tujuan tertentu. Motivasi dibutuhkan untuk meningkatkan semangat belajar sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Tujuan studi ini untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi dalam motivasi belajar mahasiswa pada pendidikan kedokteran tahap akademik di Universitas Tarumanagara. Studi ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan Focus Group Discussion (FGD) terhadap mahasiswa dan wawancara terhadap staf pengajar. Hasil FGD dan wawancara ditranskripsikan dan dianalisis. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Dari hasil studi diperoleh bahwa faktor yang dapat meningkatkan motivasi yaitu cita-cita, menjaga harga diri, rasa tanggung jawab, cara pandang terhadap orangtua, dan gambaran profesi dokter. Faktor yang dapat menurunkan motivasi yaitu kelelahan, homesick, keinginan untuk bersosialisasi melalui gadget. Faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan motivasi yaitu kondisi sarana prasarana, hasil ujian, strategi pembelajaran, cara mengajar staf pengajar, sumber bacaan, teman, dan tingkat kesulitan materi. Kesimpulan studi ini, motivasi berperan sebagai pendorong untuk belajar.