Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Menggali Konsep Belajar dalam Islam Rusuli, Izzatur
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v14i1.401

Abstract

Learning is a fundamental need for humans to enhance their quality of life. Islam places great importance on learning and has its unique concepts regarding it. This study aims to comprehensively explore the concept of learning in Islam, including its definition, the virtues of learning, the objectives of learning, the ethics of learning, the principles of learning, and the factors influencing learning success. This is a qualitative research study utilizing a literature review approach. The data analysis technique used in this research is content analysis. The results show that learning is a process of seeking knowledge and then applying it to become a perfect human being. A Muslim individual who seeks knowledge in Islam is granted the virtues of being elevated in rank, facilitated in the path to paradise, and prayed for. The objective of learning in Islam is to draw closer to Allah. The ethics of learning in Islam involve paying attention to one's intentions, being earnest, avoiding laziness, recognizing one's abilities, and having aspirations. Islam also outlines principles of learning, including intention (niyyah), motivation (al-hathth), gradual progression (tadarruj), reward (thawab), repetition (takrir), focus (tarkiz), attention (ihtimam), active participation, and time management. Factors influencing learning success include a heart purified from sins and piety. In conclusion, learning in Islam is not limited to worldly matters but also greatly emphasizes the spiritual aspect.
Variasi Pembelajaran Anak Usia Dini di Masa Pandemi Rusuli, Izzatur; Rezeki, Rita; Rambe, Syarifah Aini
Early Childhood Islamic Education Journal Vol. 4 No. 01 (2023): Early Childhood Islamic Education Journal
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58176/eciejournal.v4i01.1392

Abstract

Pandemi covid-19 telah memberikan dampak terhadap seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan pada anak usia dini. Anak usia dini memerlukan bimbingan secara langsung untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya agar siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru TK IT Cendekia Takengon di masa pandemi covid-19 dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi yang dilakukan kepada kepala sekolah, wakil kurikulum dan guru TK IT Cendekia Takengon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru adalah menerapkan pembelajaran daring dengan cara mengirimkan materi pelajaran melalui grup whatsapp. Variasi yang kedua adalah menerapkan pembelajaran luring dengan tiga cara, yaitu home visit (kunjungan ke rumah), tatap muka secara shift (bergantian) dan les di salah satu rumah peserta didik. Kendala yang dihadapi pada pembelajaran tersebut adalah adalah kurangnya kerjasama dengan orang tua, sulitnya menentukan media pembelajaran yang tepat, kendala teknis, memakan banyak waktu, adanya pengurangan waktu belajar, pengulangan materi pembelajaran dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi guru di Taman Kanak-Kanak agar dapat melakukan pembelajaran yang dapat menstimulasi perkembangan anak secara langsung dengan tetap mempertimbangkan kondisi pandemi seperti ini.         
A Critical Study on Work Attire for Female Medical Personnel in Regards to MUI Decree Number 4 of 2009 Daud, Zakiul Fuady Muhammad; Rusuli, Izzatur; Fata, Ahmad Khoirul
Saree: Research in Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v7i2.6011

Abstract

Covering the entire body except for the face and palms is the rule of aurat for Muslim women according to Islam, that aimed at preserving their dignity and honour. However, certain professions require Muslim women to expose some of their forearms, leading to the issuance of a decree by the Indonesian Ulema Council (MUI) regarding its permissibility. This paper aims to critically analyse the MUI decree on the attire of female medical personnel and provide alternative solutions to ensure that they do not expose any part of their aurat. This paper is a literature review utilizing content analysis. The findings of this paper indicate that the MUI decree number 4 concerning the attire of female medical personnel in 2009 contains two decisions: one regarding the ideal coverage of aurat for women and another regarding the permissibility of exposing some parts of the aurat during duty. The Sharia objectives contained in the first decision are aimed at preserving religion and life, while those in the second decision are aimed at safeguarding life and property. A solution to prevent female medical personnel from exposing their forearms is by using long sleeves or gloves. The implication of this paper is that MUI is expected to provide alternative options to maintain aurat in any circumstance. AbstrakMenutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan adalah aturan aurat bagi perempuan Muslimah menurut Islam dalam rangka menjaga kemuliaan dan kehormatannya. Namun demikian, dalam pekerjaan tertentu menuntut perempuan muslim untuk membuka sebagian lengannya sehingga MUI mengeluarkan fatwa tentang kebolehannya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis fatwa MUI tentang pakaian tenaga medis perempuan dan memberikan alternatif solusi agar tenaga medis tersebut tidak membuka sebagian auratnya. Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang menggunakan analisis isi dalam analisanya. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa fatwa MUI nomor 4 tentang pakaian tenaga medis perempuan tahun 2009 mengandung dua putusan, yaitu tentang aurat perempuan yang seharusnya dan tentang kebolehan membuka Sebagian aurat ketika menjalankan tugas. Maqasid syariah yang terkandung pada putusan pertama adalah dalam rangka menjaga agama dan jiwa, sedangkan maqasid pada putusan kedua dalam rangka menjaga jiwa dan harta. Solusi yang bisa dilakukan agar tenaga medis perempuan tidak membuka sebagian lengannya adalah dengan menggunakan manset atau sarung tangan panjang. Implikasi dari tulisan ini adalah diharapkan MUI memberikan alternatif pilihan untuk tetap menjaga aurat dalam kondisi apa pun.