Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Gambaran Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Utama Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Pekanbaru Hardianty, Yetty; Ernawaty, Juniar; Sabrian, Febriana
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2633

Abstract

Pelayanan keperawatan professional memiliki kualitas yang memberikan kepuasan lebih dari yang diharapkan pelanggan atau pasien. Kepuasan berarti kekecewaan atau kesenangan yang dialami seseorang setelah membandingkan hasil kinerja pelayanan keperawatan dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien rawat inap di RSU Arifin Achmad Pekanbaru yang dirancang secara deskriptif sederhana dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 84 responden dengan menggunakan tekhnik proportionate random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kepuasan pasien. Analisis yang digunakan adalah univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi umur dan jenis kelamin pasien serta kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (72,6%) merasakan kepuasan dalam pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari hasil kuesioner kepuasan pasien di rumah sakit bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan, diperlukan evaluasi perawat professional guna tercapainya kepuasan pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.
The Influence of Health Education and Tele-nursing on Folic Acid Adherence in Pregnant Women at Puskesmas Payung Sekaki Ananda, Tiara; Guna, Stephanie Dwi; Nopriadi, Nopriadi; Sabrian, Febriana; Herlina, Herlina
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5551

Abstract

Folic acid is essential for supporting maternal health and fetal development, with a daily requirement of 400 mcg. Folic acid deficiency can cause maternal anemia and fetal growth and development disorders. However, compliance of pregnant women in taking folic acid supplements is still low, due to lack of knowledge and forgetting to take supplements. To improve compliance, health education and telenursing efforts can be applied as an effective solution. This study used a quantitative approach using the one group pretest posttest method. The sample in the study amounted to 34 pregnant women who were taken using non-probability sampling technique with purposive sampling type. The analysis used used the Wilcoxon statistical test. After being given health education and telenursing on the level of compliance of pregnant women drinking folic acid, the results showed an increase in the average compliance between pretest and posttest. The average value before being given health education and telenursing was 2.7353 (SD = 1.24307), after being given health education and telenursing the average increased to 6.7500 (SD = 1.88997). The results of the Wilcoxon test analysis showed that there was an effect of health education and telenursing with the results of p value (0.000) α (0.005). Providing health education and telenursing has an effect on increasing the compliance of pregnant women in consuming folic acid at Puskesmas Payung Sekaki.
The Effect of Animated Educational Videos on Adolescents' Knowledge of Reproductive Health in Efforts to Prevent Stunting Lestari, Intan; Agrina, Agrina; Sabrian, Febriana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5485

Abstract

Stunting is a growth disorder in children caused by inadequate nutrition, affecting their physical and cognitive abilities. One contributing factor to stunting is early marriage, which is closely related to a low understanding of adolescent reproductive health. This study aims to analyze the effect of animated educational video media on adolescents' knowledge of reproductive health in efforts to prevent stunting. This quantitative study uses a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test arrangement. Data collection uses total sampling with 66 respondents. The research is conducted at SMPN 5 Satap Kunto Darussalam. The measurement tool is a validated and reliable questionnaire on reproductive health, sexuality, and teenage pregnancy prevention. The data is analyzed using the Wilcoxon test. The results show an increase in adolescents' knowledge before and after the intervention with animated educational video media. Statistical tests confirm that the intervention is effective in improving adolescents' average knowledge regarding reproductive health, with a p-value of 0.000 ( α 0.05). Animated educational video media effectively improves adolescents' knowledge about reproductive health in efforts to prevent stunting. This media can serve as a useful tool for adolescents to enhance knowledge and actions related to reproductive health and stunting prevention.
Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting Ilma, Hikmawati; Agrina, Agrina; Sabrian, Febriana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1720

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi ketika Tinggi Badan (TB) anak lebih pendek dari rata-rata anak seusianya disebabkan oleh masalah asupan nutrisi dan pola makan yang tidak sesuai dalam waktu cukup lama. Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Panjang Badan atau Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U)  dalam standar antropometri penilaian status gizi anak. untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita stunting. penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 59 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat. mayoritas balita stunting berusia 25-59 bulan (69,5%), berjenis kelamin laki-laki (54,2%), TB sangat pendek (59,3%), BB sangat kurang (52,5%), mayoritas usia ibu balita stunting 20-35 tahun (74,6%), bekerja sebagai IRT (86,4%), berpendidikan terakhir SMA/sederajat (64,4%). Hasil penilaian pola makan balita stunting menunjukkan sudah dalam kategori tepat (79.7%) dengan pemberian jenis makanan dalam kategori tepat (67,8%), jumlah makanan dalam kategori tepat (69,5%), dan jadwal makan dalam kategori tepat (76,3%). Pola makan balita di wilayah kerja Puskesmas Rejosari termasuk dalam golongan tepat. Pola pemberian makan yang sudah tepat namun balita masih mengalami stunting dapat saja terjadi karena riwayat pola makan tidak tepat terdahulu sehingga asupan nutrisi pola makan yang tepat sekarang belum mampu sepenuhnya menunjang pertumbuhan balita stunting. Keterbatasan ekonomi, konsumsi vitamin dan mineral masih menjadi faktor penghambat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi balita stunting.
Perbandingan Karakteristik Faktor Risiko pada Daerah Sporadis dan Endemis di Pekanbaru Olivia, Archel; Sabrian, Febriana; Arneliwati, Arneliwati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1770

Abstract

DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Penyebaran DBD tidak merata di semua wilayah. Beberapa daerah mengalami secara sporadis, yaitu selama tiga tahun terdapat kasus DBD namun tidak berurutan, dan endemis, yaitu secara teratur muncul atau umum di populasi tertentu dalam suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingan karakteristik faktor risiko DBD pada daerah sporadis dan endemis di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Partisipasi penelitian adalah penderita DBD dari wilayah binaan puskesmas Payung Sekaki dan Harapan Raya dari tahun 2021-2023. Sampel diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat laporan DBD pertahun, lembar observasi, dan observasi lingkungan. Berdasarkan uji Chi-Square, didapatkan perbedaan signifikan terhadap usia (p value=0,001). Pada karakteristik lingkungan didapatkan perbedaan signifikan pada tempat penampungan air yaitu ember (p value=0,000) dan kolam (p value=0,001), pada sanitasi lingkungan yaitu kulit buah (p value=0,000), lubang pohon (p value=0,000) dan selokan (p value=0,005), dan jarak antar rumah (p value=0,000). Terdapat perbedaan antara karakteristik responden yaitu usia, dan karakteristik lingkungan yaitu tempat penampungan air (ember, sumur), sanitasi lingkungan (kulit buah, lubang pohon, selokan), dan jarak antar rumah.
Gambaran Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Utama Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Pekanbaru Hardianty, Yetty; Ernawaty, Juniar; Sabrian, Febriana
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2633

Abstract

Pelayanan keperawatan professional memiliki kualitas yang memberikan kepuasan lebih dari yang diharapkan pelanggan atau pasien. Kepuasan berarti kekecewaan atau kesenangan yang dialami seseorang setelah membandingkan hasil kinerja pelayanan keperawatan dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien rawat inap di RSU Arifin Achmad Pekanbaru yang dirancang secara deskriptif sederhana dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 84 responden dengan menggunakan tekhnik proportionate random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kepuasan pasien. Analisis yang digunakan adalah univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi umur dan jenis kelamin pasien serta kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (72,6%) merasakan kepuasan dalam pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari hasil kuesioner kepuasan pasien di rumah sakit bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan, diperlukan evaluasi perawat professional guna tercapainya kepuasan pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.
Literature Review Peran Perawat Dalam Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di Puskesmas Karina, Cindy; Sabrian, Febriana; Agrina
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27775

Abstract

Introduction: : Nurses play an important role in the implementation of public healthefforts (PHEs) because they are directly involved in the delivery of health services tothe community. However, research in research related to the overall role of nurses inimplementing PHEs is still limited and requires further exploration, so a literaturereview was conducted to look at the overall role of nurses and present existing evidencebased and show gaps related to the role of nurses in the implementation of PHEs inPrimary health care. Objective: This literature review aims to identify the rolesperformed by nurses and see the involvement in implementing PHEs comprehensivelythrough the results of research that has been done. Methods: This literature review wascarried out with a search strategy stage by applying keywords and screening adjusted tothe inclusion and exclusion criteria, then the results of data extraction were presented inthe form of a PRISMA scheme. Results: The results of a search of 27 articles showedthat nurses have diverse roles in the implementation of PHEs in Primary health care,namely as educators, case finders, care giver, collaborators, coordinators, counselors,and role models. However, the most dominant role implemented is the role as aneducator. The results of the article identification also show that nurses contribute moreto PHEs, namely health promotion efforts. Conclusion: Nurses are mostly involved andcarry out the role of educator but the role of nurses as counselors and role models needsto be studied more deeply. Also, it is necessary to conduct a deeper study related to PHEssuch as complementary health efforts which are part of a holistic approach in improvingpublic health status.Keywords: Role of nurses, public health efforts (EPH), Primary Health CareReferences: 66 (2006-2025)