Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Gambaran Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Utama Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Pekanbaru Hardianty, Yetty; Ernawaty, Juniar; Sabrian, Febriana
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2633

Abstract

Pelayanan keperawatan professional memiliki kualitas yang memberikan kepuasan lebih dari yang diharapkan pelanggan atau pasien. Kepuasan berarti kekecewaan atau kesenangan yang dialami seseorang setelah membandingkan hasil kinerja pelayanan keperawatan dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien rawat inap di RSU Arifin Achmad Pekanbaru yang dirancang secara deskriptif sederhana dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 84 responden dengan menggunakan tekhnik proportionate random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kepuasan pasien. Analisis yang digunakan adalah univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi umur dan jenis kelamin pasien serta kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (72,6%) merasakan kepuasan dalam pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari hasil kuesioner kepuasan pasien di rumah sakit bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan, diperlukan evaluasi perawat professional guna tercapainya kepuasan pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.
Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting Ilma, Hikmawati; Agrina, Agrina; Sabrian, Febriana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1720

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi ketika Tinggi Badan (TB) anak lebih pendek dari rata-rata anak seusianya disebabkan oleh masalah asupan nutrisi dan pola makan yang tidak sesuai dalam waktu cukup lama. Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Panjang Badan atau Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U)  dalam standar antropometri penilaian status gizi anak. untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita stunting. penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 59 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat. mayoritas balita stunting berusia 25-59 bulan (69,5%), berjenis kelamin laki-laki (54,2%), TB sangat pendek (59,3%), BB sangat kurang (52,5%), mayoritas usia ibu balita stunting 20-35 tahun (74,6%), bekerja sebagai IRT (86,4%), berpendidikan terakhir SMA/sederajat (64,4%). Hasil penilaian pola makan balita stunting menunjukkan sudah dalam kategori tepat (79.7%) dengan pemberian jenis makanan dalam kategori tepat (67,8%), jumlah makanan dalam kategori tepat (69,5%), dan jadwal makan dalam kategori tepat (76,3%). Pola makan balita di wilayah kerja Puskesmas Rejosari termasuk dalam golongan tepat. Pola pemberian makan yang sudah tepat namun balita masih mengalami stunting dapat saja terjadi karena riwayat pola makan tidak tepat terdahulu sehingga asupan nutrisi pola makan yang tepat sekarang belum mampu sepenuhnya menunjang pertumbuhan balita stunting. Keterbatasan ekonomi, konsumsi vitamin dan mineral masih menjadi faktor penghambat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi balita stunting.
Perbandingan Karakteristik Faktor Risiko pada Daerah Sporadis dan Endemis di Pekanbaru Olivia, Archel; Sabrian, Febriana; Arneliwati, Arneliwati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1770

Abstract

DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Penyebaran DBD tidak merata di semua wilayah. Beberapa daerah mengalami secara sporadis, yaitu selama tiga tahun terdapat kasus DBD namun tidak berurutan, dan endemis, yaitu secara teratur muncul atau umum di populasi tertentu dalam suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingan karakteristik faktor risiko DBD pada daerah sporadis dan endemis di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Partisipasi penelitian adalah penderita DBD dari wilayah binaan puskesmas Payung Sekaki dan Harapan Raya dari tahun 2021-2023. Sampel diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat laporan DBD pertahun, lembar observasi, dan observasi lingkungan. Berdasarkan uji Chi-Square, didapatkan perbedaan signifikan terhadap usia (p value=0,001). Pada karakteristik lingkungan didapatkan perbedaan signifikan pada tempat penampungan air yaitu ember (p value=0,000) dan kolam (p value=0,001), pada sanitasi lingkungan yaitu kulit buah (p value=0,000), lubang pohon (p value=0,000) dan selokan (p value=0,005), dan jarak antar rumah (p value=0,000). Terdapat perbedaan antara karakteristik responden yaitu usia, dan karakteristik lingkungan yaitu tempat penampungan air (ember, sumur), sanitasi lingkungan (kulit buah, lubang pohon, selokan), dan jarak antar rumah.
Gambaran Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Utama Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Pekanbaru Hardianty, Yetty; Ernawaty, Juniar; Sabrian, Febriana
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2633

Abstract

Pelayanan keperawatan professional memiliki kualitas yang memberikan kepuasan lebih dari yang diharapkan pelanggan atau pasien. Kepuasan berarti kekecewaan atau kesenangan yang dialami seseorang setelah membandingkan hasil kinerja pelayanan keperawatan dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien rawat inap di RSU Arifin Achmad Pekanbaru yang dirancang secara deskriptif sederhana dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 84 responden dengan menggunakan tekhnik proportionate random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kepuasan pasien. Analisis yang digunakan adalah univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi umur dan jenis kelamin pasien serta kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (72,6%) merasakan kepuasan dalam pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari hasil kuesioner kepuasan pasien di rumah sakit bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan, diperlukan evaluasi perawat professional guna tercapainya kepuasan pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.
Literature Review Peran Perawat Dalam Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di Puskesmas Karina, Cindy; Sabrian, Febriana; Agrina
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27775

Abstract

Introduction: : Nurses play an important role in the implementation of public healthefforts (PHEs) because they are directly involved in the delivery of health services tothe community. However, research in research related to the overall role of nurses inimplementing PHEs is still limited and requires further exploration, so a literaturereview was conducted to look at the overall role of nurses and present existing evidencebased and show gaps related to the role of nurses in the implementation of PHEs inPrimary health care. Objective: This literature review aims to identify the rolesperformed by nurses and see the involvement in implementing PHEs comprehensivelythrough the results of research that has been done. Methods: This literature review wascarried out with a search strategy stage by applying keywords and screening adjusted tothe inclusion and exclusion criteria, then the results of data extraction were presented inthe form of a PRISMA scheme. Results: The results of a search of 27 articles showedthat nurses have diverse roles in the implementation of PHEs in Primary health care,namely as educators, case finders, care giver, collaborators, coordinators, counselors,and role models. However, the most dominant role implemented is the role as aneducator. The results of the article identification also show that nurses contribute moreto PHEs, namely health promotion efforts. Conclusion: Nurses are mostly involved andcarry out the role of educator but the role of nurses as counselors and role models needsto be studied more deeply. Also, it is necessary to conduct a deeper study related to PHEssuch as complementary health efforts which are part of a holistic approach in improvingpublic health status.Keywords: Role of nurses, public health efforts (EPH), Primary Health CareReferences: 66 (2006-2025)
Festival Kesehatan Masyarakat: Optimalisasi Pemantauan Tekanan Darah dan Glukosa sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Tesa, Auliana; Arneliwati, Arneliwati; Sabrian, Febriana; Arnando, Rifky; Rachmadi, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1034

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Deteksi dini dan edukasi gaya hidup sehat menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi dan menurunkan prevalensi PTM di tingkat komunitas. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko PTM melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan dan pengelolaan PTM. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2025 di Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru. Sebanyak kurang lebih 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 120 menit. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, penyampaian edukasi kesehatan, serta diskusi interaktif. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi tekanan darah dan kadar gula darah peserta. Hasil: Dari 43 responden yang diperiksa, sebanyak 34.9% mengalami hipertensi dan 27.9% memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL. Mayoritas responden adalah perempuan (74.42%) dan berada pada kelompok usia 22–39 tahun (60.47%). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mengidentifikasi risiko PTM di komunitas dan meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya pencegahan PTM di tingkat lokal.