SRIYANTO SRIYANTO
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KOMPOSISI MUSIK KONTEMPORER “STUBBORN SHUNT” TERISNPIRASI DARIKESENIAN GANDANG TIGO KABUPATEN AGAM Faisal Faridh Adhyaksa; Elizar Elizar; Sriyanto Sriyanto
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v3i1.3791

Abstract

Karya komposisi musik karawitan yang berjudul Stubborn Shunt ini terinspirasi dari kesenian Gandang tigo di Kabupaten Agam. Terdapat empat lagu yaitu Tigo-tigo, Panjang, Pararakan dan Cindangkuang. Satu jenis lagu yang menjadi pemicu ide dalam penggarapan karya adalah Pararakan, spesifikasinya pada fenomena musikal anak mintak ka induak, sehingga munculnya ide terhadap dua elemen listrik yang berbeda. Rumusan penciptaan yang diajukan dalam penciptaan karya seni ini yaitu; bagaimana pencapaian ide karya “Stubborn Shunt” bisa terwujud dalam bentuk komposisi musik yang bersumber dari tabrakan dua elemen listrik yang diungkapkan melalui musik elektronik dengan pendekatan kontemporer. Pelahiran karya kontemporer ini adalah upaya mewujudkan tawaran baru dalam bentuk garap yang bersumber dari kesenian Gandang tigo yang mana dalam penggarapan karya ini memakai komponen perangkat elektro yang diungkapkan dalam bentuk karya komposisi musik elektronik. Berdasarkan rumusan penciptaan diatas karya yang dihasilkan berupa: Bagian satu menyajikan ‘tabrakan’ dua elemen listrik yang berdeba yang telah digabungkan dengan visual art. Bagian dua menghadirkan karakteristik musikal yang bersifat “bertabrakan” hasil ide tabrakan arus listrik.
KOMPOSISI MUSIK ‘BALAPOH’ TERINSPIRASI DARI KARAKTER KUAIAN DENDANG LAMBOK MALAM PADA KESENIAN SALUANG PAUAH KOTA PADANG Boby Fernandes Eka Putra; Rafiloza Rafiloza; Sriyanto Sriyanto
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v3i1.3792

Abstract

Saluang pauah merupakan alat musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di Nagari Pauah, Kecamatan Kuranji,Kota Padang. Pertunjukan saluang pauah biasanya disajikan pada malam hari selepas isya sampai menjelang subuh. Adapun permainan saluang pauah ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti acara perhelatan ataupun acara adat lainnya. Bentuk gaya musikal serta irama yang dibawakan bersumber dari patri nada dan dialek lokal.Artinya secara aspek musikal, nada saluang pauah terdiri dari scale minor diatonis. Uniknya dalam penyajian kesenian tersebut di atas dendang dan saluang tidak bermain secara synchronism, melainkan terdapat bentuk gerak irama berlawanan yang unik. Karya ini terinspirasi dari kesenian tradisi saluang pauah, dimana saluang pauah mempunyai salah satu ciri khas yaitu dendang lambok malam. Dendang tersebut mempunyai keunikan tersendiri seperti kuaian (respon spontanitas) yang membuat komposer sangat tertarik dalam menggarap karya dengan judul “Balapoh”.