Articles
Designing Student Apartments With Green Building Concept on Ismail Harun Street
Dwira Nirfalini Aulia;
Nida Andini Putri Tanjung
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 4 No. 1 (2020): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.642 KB)
|
DOI: 10.32734/ijau.v4i1.3859
Apartments with green building concept are vertical dwellings that are built using the basic rules of green building namely energy efficiency and renewable energy, efficient use of air, use of environmentally friendly materials, use of waste and materials, improvement of good indoor air circulation, and sustainable development and smart growth. This concept is used as a fulfillment of housing needs for students around Universitas Negeri Medan, which is environmentally friendly. The concept of green building is expected to reduce household pollution generated from student apartments, which can reduce the quality of the surrounding environment and also reduce the costs of maintenance and operation of the apartment, which can have an impact on the quality of resident’s life. In the process of designing this apartment, the writer uses a quantitative-correlative approach to find what is needed by the apartment user. The process of designing an apartment with this concept will produce an environmentally friendly building that can save water use up to 53.28%. This student apartment is equipped with a solar power plant that can save PLN electricity use by up to 33%. Each apartment unit and room in the management office is also designed with natural light and natural air circulation in mind to reduce the use of electricity and air conditioning. This apartment also utilizes human waste by processing it into biogas using dome reactors.
The New Fisher Village in Belawa, Medan With Green Architecture
Sofia Idris Sofia;
Dwira Nirfalini Aulia
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 8 No. 2 (2024): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ijau.v8i2.6655
Abstract. The existence of coastal areas appears to be overlooked and undervalued. A place that should have good qualities and potential has turned into a slum, with a lot of rubbish, ill inhabitants, and a poor socioeconomic level. The Sebrang Belawan Fisherman's Village in Medan is one of the coastal instances. Every year, the average number of residents grows, causing the neighborhood to become increasingly slum due to its lack of organization. Through the utilization of natural energy and community empowerment in the principles of Green Architecture, the coastal area should be a location for public space that may revive the existence and distinctive culture of the fishing village community. As a result of some of these factors, project planning in this area is undergoing the process of developing Belawan's coastal area using a green architecture strategy as a solution to the difficulties that exist in this area. The significance of Green Architecture as a strategy for creating environmentally-friendly public spaces and other supporting structures in order to address issues such as slums, garbage, and a community's low economic status. As a result, this region will show a well-kept village, a vacation destination, and a place with significance in the local community and beyond.
Children's Library with Behavioural Architecture Approach in Medan City
Raihanah Zahra Damanik;
Dwira Nirfalini Aulia
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v2i5.1285
These days, literacy-based child advancement is exceptionally vital and a quality program. During their development period, children and youths require excitement and an environment that can fulfill their physical and mental needs according to their age. The need for a perusing culture in Indonesia is caused by low levels of education in children and young people, causing human assets in Indonesia to be uncompetitive due to a need for science and innovation aptitudes. One quality that can be used to energize interest and make strides is proficiency in understanding current formative needs, not as it were through print collections but through very advanced collections. Perusing books from an early age creates a child's creative energy and positively affects their level of inventiveness, presently and in the future. In any case, there is no set to encourage it, so it is vital to construct a children's library in Medan City, which is anticipated to be a casual instruction center with the capacity to organize and encourage cognitive exercises and potential educational abilities, learning resources and play facilities with a climate that's able to specific instructive, inventive, communicative and engaging characters.
PENATAAN UTILITAS DI KORIDOR SEI RAMPAH
Dwira Nirfalini Aulia;
Fauzi Al Huda
Jurnal Koridor Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.783 KB)
|
DOI: 10.32734/koridor.v9i1.1307
Penataan utilitas di Koridor Sei Rampah sangat memberikan pengaruh terhadap koridor jalan tersebut. Terkait dengan aspek utilitas, pemerintah daerah setempat sudah memilki kebijakan terkait penataan utilitas. Perencanaan infrastruktur sebuah wilayah sangat di dukung dengan adanya keberhasilan menyangkut penataan utilitas. Utilitas dirasa sangat diperlukan karena merupakan hal penting dalam penataan sebuah kota. Jika utilitas tidak di tata dengan sebaik mungkin dikhawatirkan akan menimbulkan genangan air yang terjadi pada saluran kota. Dan yang paling di khawatirkan genangan air ini apabila terus di biarkan akan menimbulkan penyakit pada masyarakat setempat dan sebagian orang yang melintasi koridor tersebut. Pertumbuhan ekonomi sebuah daerah akan bergerak naik seiring majunya penataan utilitas di daerah tersebut.
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN AKTIVITAS PENGGUNA KORIDOR PADA KORIDOR SEI RAMPAH
Dwira Nirfalini Aulia;
Fabiani Novitasari
Jurnal Koridor Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.446 KB)
|
DOI: 10.32734/koridor.v9i1.1314
Koridor Sei Rampah yang terletak di jalan arteri lintas Sumatera merupakan penunjang kehidupan sosial dan ekonomi yang ditandai dengan aktivitas yang cukup tinggi. Bangunan di sepanjang koridor terdiri dari ruko lama dan ruko baru yang mempunyai kondisi perkerasan yang tidak baik serta penggunaan jalur pejalan kaki yang tidak efisien. Ruko-ruko baru mempunyai garis sampadan bangunan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir sekaligus jalur pejalan kaki dan sudah menggunakan material yang baik. Namun jalur pejalan kaki pada ruko baru kurang dimanfaatkan dengan baik karena banyak pedagang kaki lima yang menggunakannya sebagai area jualan. Identifikasi terhadap koridor Sei Rampah bertujuan untuk mewujudkan jaringan pejalan kaki yang aman, nyaman, serta dilengkapi dengan perabot jalan seperti lampu, tempat sampah, tempat duduk, halte, papan reklame dan lain lain sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih senang berjalan kaki serta bisa dilalui oleh semua orang termasuk para penyandang cacat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis yang lebih menonjolkan proses dan makna perspektif subjek. Dari hasil penelitian maka diperoleh rumusan hasil pengamatan perilaku pengguna koridor yang kemudian dapat ditentukan kebutuhan fasilitas pejalan kaki dan dimensi perabot jalan yang akan dikembangkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur oleh pemerintah daerah Kota Sei Rampah maupun dari pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Dengan menerapkan pedoman penataan jalur pejalan kaki berdasarkan aktivitas pengguna koridor diharapkan dapat menciptakan jalur pejalan kaki yang baik pada koridor Sei Rampah.
IDENTIFIKASI FAKTOR TRANSFORMASI HUNIAN PADA PERUMAHAN JOHOR INDAH PERMAI MEDAN
Syahri, Devy N.;
Waginah;
Aulia, Dwira Nirfalini
Jurnal Koridor Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.835 KB)
|
DOI: 10.32734/koridor.v8i2.1336
Seiring dengan pemahaman akan rumah layak huni, rumah sebagai lingkkungan terdekat manusia harus memenuhi syarat layyak huni dimana penghuni dapat melakukan kegiatannya secara aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan. Pada dasarnya perumahan terencana sudah dibangun dengan bentuk yang sama dan teratur, namun pada perumahan Johor Indah Permai sebagian besar penghuni telah melakukan perubahan pada rumahnya saat ditempati. Perubahan tersebut dapat mengindikasikan adanya kekurangan/ketidakpuasan penghuni terhadap rancangan rumah yang disediakan karena perbedaan karakter dari setiap penghuni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses transformasi fisik dan non fisik pada perumahan tersebut, mengetahui faktor-faktor penyebab perubahan, dan utnuk mengetahui adanya kearifan lokal pada faktor-faktor tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan studi literatur dan survei lapangan. Survei lapangan meliputi pengamatan, wawancara dan observasi langsung terhadap delapan penghuni rumah di perumahan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pertambahan kebutuhan yang disebabkan oleh pertumbuhan keluarga atau pertambahan saudara, serta status pendidikan penghuni yang relatif tinggi mempengaruhi tingat pendapatan ang mendorong dan memicu penghuni dalam melakukan perubahan ruang untuk mencerminkan jati diri penghuni yang ingin memiliki rumah yang berbeda dari rumah sekitarnya.
TIPOLOGI PERUMAHAN TERENCANA BERDASARKAN KRITERIA LAYAK HUNI
Chairini, Rizka;
Widyasari, Mutiara;
Aulia, Dwira Nirfalini
Jurnal Koridor Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.239 KB)
|
DOI: 10.32734/koridor.v8i2.1339
Perumahan terencana memiliki keterkaitan dengan tipologi. Dalam sebuah kawasan perumahan, tipologi akan mengarah pada upaya mengelompokan atau mengkelaskan suatu bangunan berdasarkan fungsi. Dan pengaruh pola jalan (paths), pola jalur pejalan kaki (pedestrian), pola parkir (parking), hingga pola ruang privat dan ruang publik (private space and public space). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipologi pada perumahan layak huni, mengungkapkan aktivitas dan interaksi sesama warga serta adanya keterkaitan dengan perilaku warga perumahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dan pembagian kuesioner dengan menggunakan tema eksplorasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif, dimana peneliti menyajikan data dengan tabel, grafik, diagram serta presentase. Proses analisa data dilakukan dengan pengumpulan data secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga pola perumahan terencana yang terdapat di Kota Medan, yaitu pola grid-kluster, kluster dan juga grid. Dalam suatu kawasan perumahan terjadi pengelompokan bangunan berdasarkan fungsi. Area komersil terletak di dekat akses masuk menuju kawasan perumahan. Selain itu, dalam satu blok kawasan rumah terdapat tiga hingga empat tipe rumah. Pola perumahan juga dapat berpengaruh pada perilaku serta aktivitas dan interaksi warganya. Adanya ruang publik serta ruang terbuka memungkinkan terjadinya interaksi antar warganya maupun masyarakat dari luar perumahan.
PEREMAJAAN FASAD ARSITEKTUR RUKO PECINAN UNTUK MEMPERKUAT CITRA VISUAL PADA KORIDOR SEI RAMPAH
Dwira Nirfalini Aulia;
Marisa Hajrina
Jurnal Koridor Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.447 KB)
|
DOI: 10.32734/koridor.v9i2.1372
Koridor Sei Rampah merupakan jalan lintas Sumatera yang terletak di pusat Kota Sei Rampah. Koridor perdagangan dan jasa ini didominasi oleh deretan ruko pecinan yang dahulunya merupakan kawasan perdagangan rempah-rempah oleh etnis Thionghoa. Hal ini dapat menjadikan ciri khas wajah arsitektur kota pada koridor Sei Rampah. Namun faktanya terdapat beberapa bangunan ruko pecinan yang telah direnovasi, tidak terawat, dan bahkan dibiarkan kosong hingga rusak. Selain itu terdapat pula bangunan ruko – ruko baru bergaya arsitektur modern yang tidak harmonis dengan bangunan lama, fenomena - fenomena fisik tersebut di khawatirkan akan menghilangkan kekhasan visual pada koridor Sei Rampah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk peremajaan fasad bangunan ruko pecinan sebagai bangunan mixed–use yang dapat menjadikan acuan untuk mengembalikan ciri khas dalam koridor dan untuk mendesain fasad ruko yang baru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui teknik analisis karakter visual pada bangunan ruko pecinan, yang mengamati unsur-unsur warna, tekstur, pola, style dan skala bangunan. Penelitian ini berupa suatu pedoman yang digunakan untuk mengarahkan kepada pemilik bangunan dalam peremajaan desain fasad bangunan ruko pecinan yang ada di koridor agar tidak menghilangkan citra visual dalam koridor Sei Rampah. Sehingga nantinya mampu menciptakan sebuah koridor dengan deretan bangunan yang harmonis dan menarik.
Redevelopment of Kampung Hindu in Kesawan Area, Medan with the Behavioral Architecture Approach
Pane, Putri Sahara;
Aulia, Dwira Nirfalini
Jurnal Koridor Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (874.612 KB)
|
DOI: 10.32734/koridor.v11i01.3831
Based on Medan City Government 2012, slum areas in Medan City are currently estimated to reach 22.5% of the total area of ​​Medan City, which consists of 88,166 housing units or 13.62% of the total houses in Medan City. Moreover, this has an impact on public health. Responding to this problem, the need to design a residence by rebuilding a residential area would be better by not abandoning the customs and culture of the people in the area. The project location is in Medan, Kampung Kelurahan Kesawan. The design method that is carried out is the choice of design location and approach to problem-solving design or design stages. It expects that the results of the design can provide suitable space and occupancy for the community, such as the construction of high-rise villages and community areas.
Designing Behavioral Mental Health Rehabilitation Center in Medan
Tiffany Marchel Lie;
Dwira Nirfalini Aulia
Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain Vol. 1 No. 6 (2024): November : Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/abstrak.v1i6.348
The advancement of technology and changes in lifestyle have become triggers for deviant behavior, potentially causing mental health issues. Mental health is an increasingly crucial aspect of societal well-being. Optimal mental health impacts individuals' awareness of their potential, their ability to manage life pressures stably, productive performance in work, and active participation in community life. The negative stigma in society towards individuals with mental disorders further exacerbates the number of affected individuals. In Indonesia, this issue is gaining more attention due to its impact on the quality of life for individuals and society as a whole. Mental disorders necessitate a holistic and innovative approach to rehabilitation efforts. Therefore, it is essential to establish specialized rehabilitation centers for individuals with mental disorders, providing support in both physical and mental recovery processes. Well-designed and functional spaces play a key role in enhancing the psychological well-being of individuals, creating an environment that is safe, comfortable, and preserves privacy. By adopting the Behavioral Architecture approach in design, it is expected to create an environment that meets the needs of patients and positively influences the behavior, perceptions, and feelings of everyone involved in the activities.