Saepuloh Saepuloh
Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5 Bogor 16610, Tlp./Fax (0251) 8633378/8633413

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Sokanandi, Arya; Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Saepuloh, Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis kayu kurang dikenal andalan setempat mengacu pada kayu yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi terbatas hanya satu atau dua penggunaan seperti sebagai kayu gergajian dan kayu perdagangan.  Upaya diversifikasi diperlukan untuk memberikan nilai tambah pada jenis kayu tersebut. Salah satu kemungkinan penggunaan tersebut adalah sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kemungkinan pemanfaatan 10 spesies kayu kurang dikenal andalan setempat, yang terdiri pangsor (Ficus Callosa Willd.), Jengkol (Pithecellobium rosulatum Kosterm.), Petai (Parkia speciosa Hasak), manii (Maesopsis eminii Engl.), balsa (Ochroma grandiflora Rowlee), ki cauk (Pisonia umbellifera (Forst) Seem.), Huru manuk (Litsea monopelata Pers.), ki renghas (Buchanania arborescens Blume), ki Bonen (Crypteronia paniculata Blume) dan ki hampelas (Ficus Ampelas Burm f.), sebagai bahan baku bioetanol.  Penilaian awal terhadap bahan baku pembuatan bioethanol memerlukan data / informasi tentang sifat dasar dari setiap jenis kayu, terutama komposisi kimia, yang dilihat melalui analisis kimia kayu sesuai dengan standar, yaitu Norman Jenkin, Indonesia National Standart (SNI) dan TAPPI. Hasil analisis pada 10 jenis kayu menunjukkan bahwa kandungan selulosa bervariasi 42,03-54,95% , lignin 22,66-35,20% , pentosan 15,36-17,15% , kadar air 3,95 -10,99% , kadar abu 0,56-2,89%, kadar silika  0,12-0,84% . Kelarutan dalam air dingin 1,29-5,55% , kelarutan dalam air panas 4,41-11,19% , kelarutan dalam alkohol - benzena 2,95-4,60% dan kelarutan dalam NaOH 1% 10,35 - 22,89%. Untuk pembuatan bioetanol, diharapkan kayu memiliki kandungan selulosa, pentosan, dan kelarutan dalam NaOH 1% yang tinggi , dan secara bersamaan memiliki kandungan  lignin, abu dan silika, kelarutan dalam air dingin, air panas dan alkohol benzene yang rendah. Dilihat dari kriteria tersebut dan dibantu oleh interpretasi statistik, menunjukkan bahwa 8 dari 10 jenis kayu mempunyai prospek yang bagus sebagai bahan baku bioetanol, yaitu dari yang paling berprospek adalah  berturut-turut ki rengas, manii, petai, jering, balsa, ki hampelas, ki cauk, dan hurumanuk. Sementara itu, ki bonen dan pangsor  tidak cocok untuk bioetanol sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.  
KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Sokanandi, Arya; Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Saepuloh, Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis kayu kurang dikenal andalan setempat mengacu pada kayu yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi terbatas hanya satu atau dua penggunaan seperti sebagai kayu gergajian dan kayu perdagangan.  Upaya diversifikasi diperlukan untuk memberikan nilai tambah pada jenis kayu tersebut. Salah satu kemungkinan penggunaan tersebut adalah sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kemungkinan pemanfaatan 10 spesies kayu kurang dikenal andalan setempat, yang terdiri pangsor (Ficus Callosa Willd.), Jengkol (Pithecellobium rosulatum Kosterm.), Petai (Parkia speciosa Hasak), manii (Maesopsis eminii Engl.), balsa (Ochroma grandiflora Rowlee), ki cauk (Pisonia umbellifera (Forst) Seem.), Huru manuk (Litsea monopelata Pers.), ki renghas (Buchanania arborescens Blume), ki Bonen (Crypteronia paniculata Blume) dan ki hampelas (Ficus Ampelas Burm f.), sebagai bahan baku bioetanol.  Penilaian awal terhadap bahan baku pembuatan bioethanol memerlukan data / informasi tentang sifat dasar dari setiap jenis kayu, terutama komposisi kimia, yang dilihat melalui analisis kimia kayu sesuai dengan standar, yaitu Norman Jenkin, Indonesia National Standart (SNI) dan TAPPI. Hasil analisis pada 10 jenis kayu menunjukkan bahwa kandungan selulosa bervariasi 42,03-54,95% , lignin 22,66-35,20% , pentosan 15,36-17,15% , kadar air 3,95 -10,99% , kadar abu 0,56-2,89%, kadar silika  0,12-0,84% . Kelarutan dalam air dingin 1,29-5,55% , kelarutan dalam air panas 4,41-11,19% , kelarutan dalam alkohol - benzena 2,95-4,60% dan kelarutan dalam NaOH 1% 10,35 - 22,89%. Untuk pembuatan bioetanol, diharapkan kayu memiliki kandungan selulosa, pentosan, dan kelarutan dalam NaOH 1% yang tinggi , dan secara bersamaan memiliki kandungan  lignin, abu dan silika, kelarutan dalam air dingin, air panas dan alkohol benzene yang rendah. Dilihat dari kriteria tersebut dan dibantu oleh interpretasi statistik, menunjukkan bahwa 8 dari 10 jenis kayu mempunyai prospek yang bagus sebagai bahan baku bioetanol, yaitu dari yang paling berprospek adalah  berturut-turut ki rengas, manii, petai, jering, balsa, ki hampelas, ki cauk, dan hurumanuk. Sementara itu, ki bonen dan pangsor  tidak cocok untuk bioetanol sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.  
KUALITAS ARANG 6 JENIS KAYU ASAL JAWA BARAT SEBAGAI PRODUK DESTILASI KERING Hastuti, Novitri; Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Mahpudin, Mahpudin; Saepuloh, Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.337-346

Abstract

Enam jenis kayu asal Jawa Barat yaitu ki hiur (Castanopsis acuminatissima A.DC.), tunggeureuk (Castanopsis tunggurut), huru pedes (Cinnamomum iners Reinw.Ex Bl.), huru koja (Litsea angulata Bl.), ki kanteh (Ficus nervosa Heyne)  dan kelapa ciung(Horsfieldia glabra Warb) di destilasi kering pada suhu 450°C -500°C selama 5 jam di retort destilasi. Destilat dari destilasi kering berupa arang, ter dan asap cair dihitung rendemennya. Hasil penelitian menunjukkan kualitas arang dari 6 jenis kayu memenuhi standar Indonesia tentang arang kayu dan briket arang kayu dengan nilai kalor berkisar 6743-6795 kal/g, kadar karbon terikat berkisar 79,42%-82,37%. Rendemen arang berkisar 27,43%-33.55%.  Hasil analisis korelasi Pearson atas kadar lignin dan berat jenis kayu terhadap nilai kalor arang menunjukkan bahwa kadar lignin memiliki korelasi yang signifikan terhadap nilai kalor arang. 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF Saepuloh, Saepuloh; Suhayat, Dede; Permana, Enda
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v3i2.4559

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan metode eksperimen dalam hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Adapun subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 1 Katapang. Hasil penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil belajar setiap aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Besarnya peningkatan hasil belajar pada aspek kognitif ditunjukkan dengan nilai gain yang dinormalisasi sebesar (0,48) dengan kategori sedang. Selain itu hasil belajar siswa pada aspek psikomotor dan afektif mengalami peningkatan, terlihat dari hasil belajar aspek psikomotor dan afektif pada siklus II sebesar (92,9) sangat terampil dan (85,8) sangat baik. Hasil ini lebih besar dari rata-rata hasil belajar aspek psikomotor dan afektif pada siklus I sebesar (65,6) kurang terampil dan (67,9) baik. Metode pembelajaran eksperimen juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Hal ini dibuktikan dengan rata-rata presentase aktivitas belajar siswa yang muncul mulai dari tahap penelitian pra-tindakan sampai tahap penilaian siklus II mengalami peningkatan. Rata-rata presentase aktivitas belajar siswa tiap tahapan penelitian sebagai berikut: penelitian pra-tindakan sebesar (39,5%) dengan kategori rendah, penelitian siklus I sebesar (59,2%) dengan kategori cukup, dan penelitian siklus II sebesar (76,3%) dengan kategori tinggi.
A LEGAL PROTECTION FOR CONSUMERS FOR NON-CONFORMITY OF GOODS PURCHASED ONLINE THROUGH THE SHOPEE APPLICATION IS LINKED TO LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION Saepuloh, Saepuloh; Maulana, Ihsan
ASWAJA: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2024): Aswaja: Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Pergunu Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the existence of e-commerce buying and selling, it allows people to make more efficient buying and selling where the parties do not need to meet in person, therefore consumers cannot see and touch directly the goods they want to buy but only see through photos displayed by the seller on the internet. However, as regulated in Article 4 of the Consumer Protection Law No. 8 of 1999, namely Consumers or buyers have rights including comfort, security, and safety in consuming products or services and choosing them according to the exchange rate and conditions according to the agreement, but in reality many consumers experience losses due to e-commerce buying and selling transactions such as the goods that arrive in the hands of consumers do not match the photos of the goods on the internet. This study aims to determine (1) legal protection against non-conformity of goods purchased through the Shopee application according to Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, (2) dispute resolution when the goods we buy do not match what is stated in the Shopee application. The type of research used in this study is the empirical legal method with a quantitative approach and data collection techniques through interviews as primary data and collection of library data contained in books, articles or journals and legislation related to the problem being studied. The conclusion that can be drawn is that the public does not understand well about consumer rights that must be protected in order to avoid losses from business actors and the Consumer Protection Law only regulates traditional buying and selling such as in the market while the ITE Law regulates electronic transactions only, not specifically written for buying and selling in detail.
The Development of Interactive Learning Media to Improve Students' Motivation on Trigonometry Saepuloh, Saepuloh; Priyadi, Rudi; Ratnaningsih, Nani
Jurnal Inovasi Matematika Vol 4 No 2 (2022): Inovasi Matematika (Inomatika)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.38 KB) | DOI: 10.35438/inomatika.v4i2.327

Abstract

The problem found by the researchers was the lack of student motivation in learning mathematics. Teachers must try to create innovations to make learning fun, that is, through learning media. Learning media that can create motivation and student activity is interactive learning media in the form of multimedia with Articulate Storyline. This study aimed to develop and analyze the effectiveness of using interactive learning media developed using Articulate Storyline in the learning motivation view. This research includes development research with a 4D model from Thiagarajan. It consists of define, design, develop, and dissemination stages. The study was conducted at MA Assa’adah Jamanis Tasikmalaya. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and tests. Data analysis techniques are validity, practicality, and effectiveness analysis. The study results stated that the learning media was feasible based on the validation of material experts and media experts and student responses. Learning motivation increased seen from before and after using interactive media created using Articulate Storyline. There is also an increase in student learning outcomes based on the average pre-test and post-test results. The use of these learning media can increase students' learning motivation to participate in learning. Interactive media are recommended as a learning resource or learning media that can be combined with varied learning models/methods.
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pagoda (Brassicaee narinosa L.) Saepuloh, Saepuloh; Isnaeni, Selvy; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i1.500

Abstract

Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung unsur hara baik hara makro atau mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari limbah ternak berupa kotoran ternak yang mengadung unsur hara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2020 di screen house Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tanaman, warna daun, berat basah, dan berat kering. Dosis pupuk yang optimal yaitu pukan ayam 168 g tan-1 + pukan kambing 281 g tan-1, pada parameter tinggi tanaman dan diamater tanaman sedangkan dosis pukan ayam 168 g tan-1 + pukan kambing 168 g tan-1 pada parameter jumlah daun, berat basah, dan berat kering.
THE PRINCIPAL LEADERSHIP IN IMPROVING TEACHERS' TEACHING CREATIVITY AT MTS AL WATHON PURWAKARTA. Syarifudin, Denden; Saepuloh, Saepuloh
ASWAJA: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2026): Aswaja: Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Pergunu Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the principal's leadership performance in enhancing teaching creativity and its influence on teacher creativity. This study used a qualitative descriptive approach, with the principal as the primary informant and teachers as supporting informants. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested using source triangulation, time triangulation, and technical triangulation. The results showed that the principal of MTs Al-Wathon Purwakarta implemented a democratic leadership style to enhance teacher teaching creativity. This was reflected in the principal's ability to lead, integrate human resources, and create a work climate in accordance with National Education Standards. Teacher teaching creativity was proven to increase when school leadership aligned with teacher expectations and was supported by internal and external factors, such as the principal's leadership habits, the provision of praise and rewards, and opportunities for teacher development through workshops and seminars. The principal's leadership also impacted teachers' enthusiasm and motivation to become professional educators, serving as role models, creating stress-free working relationships, and improving student achievement in both academic and non-academic aspects.