Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Critical Control Point (CCP) in Frozen Surimi Production in PT. Bintang Karya Laut, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah Nur Fais; Gunanti Mahasri
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 8 No. 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.42 KB) | DOI: 10.20473/jmcs.v8i3.21159

Abstract

Indonesia has vast water area (5,8 million km2) as well as abundant fisheries production (10,83 million tones in 2010). This needs to be balanced with the proper processing of diversivication, one of wich is surimi. Surimi is intermediet product in the form of minced meat wich has undergone washing, pressing, and freezing. Surimi has inherent limitations prone to degradation affected by characteristics raw material as well as errors in the production process. Hazard analysis critical control point (HACCP) management system can be applied to prevent damage due to improper production process. One of the principles of hazard analysis critical control point (HACCP) is the analysis of the critical control poin (CCP),which focuses on hazard mitigation at the critical point of a production process. The methods used in the field practice is descriptive method. Data collection method involves collecting primary data and secondary. Primary data in the form of interviews, observation, and active participation. Surimi productions process in PT. Bintang Karya Laut consists of the receipt of raw materials, washing I, weeding, washing II, the separation of meat, leaching, filtering and pressing, mixing, printing and packaging, freezing, metal detecting, packing and labeling, and storage of frozen. Frozen surimi production in PT. Bintang Karya Laut is ± 7.500 tons/year of row material 30.000 tons. Based on hazard analysis, critical control point (CCP) on the production process of frozen surimi in PT. Bintang Karya Laut are on the three stages : receipt of raw materials, metal detection, and frozen storage. Problems that become obstacles in the process of analysis critical control point (CCP) in PT. Bintang Karya Laut is the limited tools to detect danger at any point of the critical control point (CCP).
INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNTUK MEMBENTUK KARAKTER MODERAT DAN TOLERAN SISWA DI ERA DIGITAL Nur Fais; Riska Aprilia; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk karakter siswa yang moderat dan toleran di era digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis konten dari berbagai sumber yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam pengembangan karakter siswa melalui internalisasi nilai-nilai multikultural, seperti toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Nilai-nilai ini dapat diterapkan melalui pendekatan yang kontekstual, kolaboratif, berbasis nilai, serta melalui dialog, debat konstruktif, studi kasus, dan simulasi sosial. Selain itu, guru PAI perlu bersikap adaptif terhadap kemajuan teknologi digital agar dapat membimbing siswa dalam menyeleksi informasi dan memahami ajaran agama secara moderat. Kehadiran era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk memanfaatkan media digital dalam pembelajaran yang interaktif, inklusif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PAI menjadi fondasi penting bagi terbentuknya siswa Muslim yang beriman, berwawasan luas, menghargai perbedaan, serta mampu hidup rukun di tengah masyarakat yang beragam
TRADISI PERNIKAHAN ADAT JAWA: STUDI LAPANGAN TRADISI PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA BUMIRESO, KECAMATAN WONOSOBO KABUPATEN WONOSOBO Tia Hanny Hapsari; Takhta Alfina; Nur Fais; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6716

Abstract

Pernikahan dalam ajaran Islam diposisikan sebagai ibadah yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan, dengan tujuan membentuk rumah tangga yang dilandasi ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan. Bagi masyarakat Jawa, pernikahan tidak sekadar dimaknai sebagai penyatuan dua individu secara sah, melainkan juga sebagai peristiwa adat yang mengandung nilai budaya, makna simbolik, serta warisan kearifan lokal yang terus dipertahankan. Rangkaian adat pernikahan Jawa meliputi beberapa prosesi, seperti nontoni, lamaran, siraman, midodareni, akad nikah, hingga panggih, yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat. Keberadaan prosesi adat tersebut memunculkan kajian mengenai keselarasan antara praktik budaya dan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan adat pernikahan tradisi Jawa dari sudut pandang Islam serta memahami bentuk perpaduan antara nilai budaya Jawa dan ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap pelaksanaan upacara pernikahan adat Jawa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kesesuaian adat dengan prinsip-prinsip Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pernikahan Jawa pada umumnya dapat diterima dalam Islam selama tidak mengandung unsur kemusyrikan, kepercayaan mistis, maupun praktik yang bertentangan dengan ajaran akidah dan hukum Islam. Oleh karena itu, pelestarian adat pernikahan Jawa dapat terus dilakukan selama dimaknai sebagai simbol budaya dan diselaraskan dengan nilai-nilai keislaman.