Ferry Safriadi
Department Of Of Urology, Faculty Of Medicine Universitas Padjadjaran/Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Cancer

Penanganan Metastasis Tulang dan Bone Loss pada Penderita Kanker Prostat FERRY SAFRIADI
Indonesian Journal of Cancer Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v6i3.206

Abstract

Kanker prostat merupakan keganasan non-kulit terbanyak di negara barat atau keganasan keempat terbanyak pada pria setelah kanker kulit, paru, dan usus besar.Di negara maju, stadium awal ditemukan pada 75% penderita. Di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada periode 2004-2010 ditemukan 57% kasus masih terbatas di organ dan locally advanced. Sedangkan sisanya, 43% termasuk stadium lanjut dari 320 kasus kanker prostat.Kanker prostat adalah keganasan di bidang urologi yang paling sering bermetastasis ke tulang sampai 70% kasus. Penyulitnya berupa nyeri hebat, fraktur patologis, sindrom kompresi tulang belakang, dan hiperkalsemia. Insidensi penyulit sekitar 46,1% mengakibatkan peningkatan biaya perawatan dan memperburuk prognosis pasien.Androgen Deprivation Therapy merupakan terapi kanker prostat yang telah bermetastasis. Terapi ini sendiri menyebabkan osteopenia atau osteoporosis.Bifosfonat merupakan obat yang paling banyak dipakai saat ini untuk terapi metastasis tulang. Bifosfonat menghambat secara langsung aktivitas osteoclast dan secara tidak langsung melalui osteoblast. Denosumab merupakan opsi terapi terkini pada kasus metastasis tulang dan lebih baik dari asam zoledronat.Kata kunci: kanker prostat, metastasis tulang, bone loss, terapi.
Prostatektomi Radikal: Morbiditas dan Mortalitas di RSUP dr. Hasan Sadikin, Bandung Ferry Safriadi
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.169 KB) | DOI: 10.14414/ijoc.v7i1.275

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu jenis keganasan tersering pada pria. Prostatektomi radikal merupakan terapi pilihan pada kanker prostat yang masih organ confined. Tindakan ini merupakan tindakan operatif dengan derajat kesulitan tinggi, sehingga risiko morbiditas atau mortalitas harus menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi morbiditas, mortalitas pasien, dan faktor yang berperan.Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data dari rekam medis dan status khusus pasien kanker prostat yang telah menjalani operasi prostatektomi radikal dari 2005 sampai 2011 di RS Hasan Sadikin. Analisis univariat dilakukan dengan Chi-square untuk menilai faktor yang berperan terhadap morbiditas dan mortalitas.Sebanyak 90 pasien sebagai subjek penelitian. Usia rerata subjek 62,99 + 5,32 tahun, nilai PSA 31,89 + 29,13 ng/ml, volume prostat 53,24 + 29,13 ml, skor Gleason paling banyak ditemukan pada rentang 2-6 sebesar 58,9%. Rerata lama operasi 236,74 + 89,78 menit dengan jumlah perdarahan sebanyak 874,22 + 573,46 ml dan transfusi 318,11 ml.Morbiditas mayor ditemukan pada 8 kasus (0,08%); 6 kasus termasuk klasifikasi modikasi Clavien derajat 3 dan 2 kasus derajat 5. Analisis statistik tidak menunjukkan adanya kaitan antara usia, PSA, volume prostat, skor Gleason, dan stadium T terhadap terjadinya morbiditas dan mortalitas.Kesimpulannya, morbiditas pada penelitian ini sebesar 0,06% dan mortalitas 0,02%. Faktor usia, PSA, volume prostat, skor Gleason, dan stadium T tidak bermakna secara statistik. Penapisan pra-operasi yang baik akan mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas, selain faktor pengalaman operator.Kata kunci: kanker prostat, prostatektomi radikal, morbiditas, mortalitas.
Characteristics of Kidney Cancer Patients At Hasan Sadikin Hospital, Bandung Ardiansyah, Novan; Safriadi, Ferry
Indonesian Journal of Cancer Vol 17, No 4 (2023): December
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v17i4.1125

Abstract

Background:  Kidney cancer accounts for 5% and 3% of all malignancies in men and women, respectively, representing the 7th most common cancer in men and the 10th most common cancer in women. In Asia, especially in Indonesia, the incidence of kidney cancer has not been widely reported. Therefore, researchers intend to investigate the characteristics of Kidney Cancer at Hasan Sadikin Hospital, Bandung, during the period 2015–2019. Methods: This research is a descriptive retrospective study taken from the medical records of patients with kidney cancer in the Department of Urology, Universitas Padjadjaran, Hasan Sadikin Hospital. The study was conducted from June 2019 until all the medical record data for the sample were fulfilled. The data included age, gender, and histopathological findings. Results: From the data collection, it was found that there were a total of 126 patients with kidney cancer, occurring in 83 male patients (65.8%) and 43 female patients (34.2%). The age group 0–10 years dominated the occurrence of kidney cancer, with 32 out of 126 patients (25.4%), followed by the 41–50 age group with 30 patients (23.8%), and the 21–30 age group had the fewest diagnoses of kidney cancer. A total of 78 patients (61.9%) were diagnosed with Renal Cell Carcinoma (RCC). Clear cell RCC was more common, with 64 cases (50.7%), compared to papillary RCC with 13 cases (10.3%) and Chromophobe RCC with 1 case (0.8%). The most commonly found kidney cancer was Wilm’s tumor, with 33 patients (26.1%), occurring in individuals under 20 years of age. Conclusion: This study found that kidney cancer is more common in males than in females. RCC is the most frequently diagnosed type, with clear cell subtype being predominant, especially in patients over 40 years of age. Wilm’s tumor dominates kidney cancer cases in individuals under 20 years of age.