Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS SISTEM PENYELENGGARAAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KOTA TANGERANG Khoirul Anwar; Elza Nanda Ersella; Juwita Cahaya Permana; Fitri Ayuningsih; Lutfi Dhiyah Ulhaq; Miftahul Jannah; Sri Irawati
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v5i2.178

Abstract

Hospital food preparation management is a series of activities that begin with menu preparation, food requirements planning, budget planning, food procurement, receiving and storage, food preparation, distribution, storage, reporting, and evaluation. The purpose of this study is that researchers want to know the description of the implementation of nutrition activities which include planning, procurement, reception, storage, processing, and distribution of food to patients in the nutrition department of Regional Hospitals (RSUD). Tangerang. Hospital nutrition services (PGRS) including patient nutrition services are a series of activities to fulfill the nutritional needs of patients through disease-appropriate food. The implementation of hospital nutrition services was adapted from the 2013 Hospital Nutrition Service Guidelines (PGRS) for patient nutrition in hospitals. The type of research used by program managers in organizing food service at Tangerang City Hospital is descriptive research. The subjects of this study were recruited from the nutrition division of patients at Tangerang City General Hospital. This study used questionnaires and observations to collect data. 52.9% of respondents thought that the tasks and work skills were appropriate, around 52.9% of respondents felt comfortable at work and about 41.2% of respondents thought it was good if the warehouse provided an opportunity for employees to rest. Part of the planning process, where there are several assumptions according to the guidelines for Hospital Nutrition Services (PGRS), where there are availability menus, instruction menus, item menus, food ingredients to be processed, food processing equipment, and quality control. rules and standards of use.
Sugary Food and Beverages Consumption, Family History, and Primary Dysmenorrhea in Undergraduate Students, Faculty of Public Health, Universitas Indonesia Raihani Ramadhan; Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Diah Mulyawati Utari; Khoirul Anwar
Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/ijphn.v4i1.7388

Abstract

Primary dysmenorrhea is the most common gynecological problem experienced by women of reproductive age and can interfere with daily activities. Therefore, the aim of this study was to determine the prevalence and differences in the proportion of primary dysmenorrhea based on individual factors (duration of menstrual bleeding, family history, physical activity, stress) and diet (breakfast habits, frequency of saturated fat consumption, omega-3 consumption, iron consumption, frequency of consumption of dairy products, caffeine consumption, and frequency of consumption of sugary foods and beverages). This study used a cross-sectional design and involved 150 regular undergraduate students in the 2019-2022 batch of Faculty of Public Health Universitas Indonesia who were selected with a systematic random sampling technique. Data were collected by filling out an online questionnaire and analyzed with chi square test and multiple logistic regression. Results showed that 61.3% of female students experienced primary dysmenorrhea. Bivariate analysis showed that there was a significant difference (p value < 0.05) in the proportion of primary dysmenorrhea based on family history, caffeine consumption, and frequency of consumption of sugary foods and beverages. Multivariate analysis showed that the frequency of consumption of sugary foods and drinks (OR = 4.8) and family history (OR = 4.7) were the two most influencing factors associated with the incidence of primary dysmenorrhea. This study shows that the frequency of consumption of sugary foods and beverages and family history increase the risk of primary dysmenorrhea.
Pengaruh Edukasi Pencegahan Stunting dengan Media Buku Saku Digital dan Video Animasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita di Posyandu Merah Delima, Kota Tangerang Vivien Carin; Aisya Rahma Juwandhi; Khoirul Anwar; Ardani Setyowati; Yuni Pradilla Fitri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JAMSI - Januari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1047

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kompleks di Indonesia. Salah satu penyebab masalah stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi anak yang menyebabkan ibu melewatkan beberapa hal penting yang harus dilakukan. Penyuluhan edukasi gizi tentang stunting menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu-balita mengenai gizi dan stunting. Program GERAY CETING (Gebang Raya Cegah Stunting) merupakan program kelanjutan penyuluhan stunting dengan inovasi media buku saku digital, video animasi, metode ceramah dengan powerpoint, serta praktik penyajian makanan tinggi protein. Perolehan data dari kuesioner pre-test dan post-test diolah menggunakan aplikasi komputer Microsoft Excel LTSC 2021 dan IBM SPSS Statistics 27. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-balita yang signifikan dengan nilai p=0.008 (p<0.05) dan nilai rerata pre-test 5.46±1.26, serta nilai rerata post-test 5.92±1.38. Sikap ibu-balita juga mengalami peningkatan, tetapi tidak signifikan dengan nilai p=0.07 (p>0.05) dan nilai rerata pre-test 25.61±2.10, serta rerata post-test 25.84±1.14. Program penyuluhan edukasi gizi tentang stunting dengan menggunakan media buku saku digital, video animasi, dan metode ceramah dengan powerpoint terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu-balita.
CORRELATION OF SLEEP QUALITY ON NUTRITIONAL STATUS AND THE INCIDENT OF ANEMIA IN STUDENTS AT MTS AL-MUKHSIN Tiara Anggita; Khoirul Anwar
Journal of Global Nutrition Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v3i2.68

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin value is <12 g/dL and often occurs in adolescent girls due to many factors such as lack of nutritional intake which can also affect the nutritional status of adolescents. The purpose of this study was to analyze the relationship between sleep quality, protein intake, vitamin C and iron to nutritional status and the incidence of anemia in female students at MTs Al-Mukhsin. The study was conducted at MTs Al-Mukhsin in July 2023 with a sample size of 55 subjects from classes VIII and IX using simple random sampling technique through a cross sectional approach and analyzed using the Spearman rank correlation test. Based on descriptive analysis 54,5% had good nutritional status, 67,3% of subjects had poor sleep quality, 45,5% had anemiat. The results of Spearman rank correlation analysis between sleep quality and nutritional status showed no relationship (p = 0,143). The results of the analysis of sleep quality with the incidence of anemia showed no relationship (p = 0,215). The conclusion of this study is that there is no significant relationship between sleep quality and nutritional status and the incidence of anemia in female students at MTs Al-Mukhsin.
Pendampingan Gizi di Katering Makanan Bayi Baby Lahap Untuk Mendukung Pencegahan Stunting Firlia Ayu Arini; Almira Nuraelah; Avlya Quratul Marjan; Ibnu Malkan Bahrul Ilmi; Khoirul Anwar; Nur Intania Sofianita
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Prevalensi Stunting di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 21,6%. Di Kabupaten Karawang, menurut hasil pemantauan status gizi oleh Dinas Kesehatan pada tahun 2020, desa yang memiliki prevalensi stunting di atas 10% sebanyak 64 desa.  Salah satu upaya percepatan penurunan stunting yaitu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat.  PT. Baby Lahap Indonesia yang berlokasi di Karawang merupakan perusahaan katering yang memproduksi MPASI untuk balita dan telah memiliki pelanggan tetap. Namun produk katering Baby Lahap belum menyertakan label gizi pada produk frozen food yang diproduksi berbentuk gorengan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pendampingan gizi pada PT Baby Lahap dalam produksi MPASI, agar melengkapi produk dengan label gizi dan menyesuaikan menu katering dengan pedoman gizi dan kebutuhan gizi anak. Metode: Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu webinar, melakukan pendampingan pembuatan label gizi, pelatihan membuat menu MPASI, dan penyuluhan bagi tenaga pengolah makanan di katering Baby Lahap. Hasil: Pada kegiatan webinar terdapat peningkatan rerata pengetahuan gizi pada peserta. Tim pengabdi melakukan uji lab untuk menganalisis kandungan gizi pada 5 produk PT Babylahap dan hasilnya disajikan dalam bentuk label gizi. Kegiatan lainnya yaitu memberikan alternatif menu MPASI yang tidak berbentuk gorengan, dan tim pengabdi memberikan 5 menu baru yang terdiri dari 5 menu selingan dan 1 menu lauk hewani.
Pemberdayaan Masyarakat untuk Program Kampung Iklim (PROKLIM) Berbasis Digital di Kelurahan Kedaung Depok Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Khoirul Anwar
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Kelurahan Kedaung memiliki angka proklim yang masih rendah dan masih terdapat masalah stunting di wilayah tersebut. Sehingga perlu dilakukan kegiatan yang dapat secara bersamaan menyelesaikan dua masalah tersebut. Melaksanakan Proklim bersamaan dengan edukasi dan pemenuhan gizi masyarakat melalui bank sampah digital. Metode: Kegiatan berlangsung dari bulan Agustus sampai Oktober 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari beberapa tahap yaitu 1. focus grup discussion terkait kondisi wilayah, 2. Pembuatan aplikasi bank sampah, 3. Pembentukan pengurus bank sampah yang dilanjutkan dengan pembekalan dan pelatihan pemilahan sampah, 4. Pembangunan bank sampah, 5. Pelatihan budidaya Maggot, 6. Pemasangan Biopori, 7. Pelaksanaan bank sampah. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan beberapa yaitu 1. Pengurus bank sampah sudah terbentuk, 2. Aplikasi bank sampah ECA sudah tersedia, 3. Bank sampah sudah berhasil dibangun, 4. Aktifitas setor dan tarik tabungan bank sampah sudah berjalan, 5. Masyarakat berhasil mengolah sampah organik sebanyak 280 kg menggunakan maggot, 6. Sudah tersedia 15 titik lubang serapan yang baru.
Pembentukan Konselor Sebaya EGI-KIARA sebagai Dukungan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Kota Sibolga Bibi Ahmad Chahyanto; Ivonna Hasfika; Khoirul Anwar; Khairunnisa Lubis; Yayuk Susilo
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 2 No 02 (2023): Eastasouth journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v2i02.167

Abstract

Saat ini banyak masalah kesehatan, mental, maupun sosial yang ditemukan pada remaja di Indonesia. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan Pemerintah dalam mencegah dan menangani masalah remaja yaitu melalui pendekatan teman sebaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sibolga membuat kegiatan inovasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat (PPM) melalui pembentukan Konselor Sebaya EGI-KIARA sebagai dukungan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Sasaran langsung dari kegiatan PPM ini adalah remaja yang berasal dari SMA/sederajat wilayah kerja Kota Sibolga berusia 15 – 18 tahun dan duduk di kelas X – XI. Kegiatan inovasi PPM yang dilakukan ini dilaksanakan secara terencana dan sistematis mulai dari tahap persiapan, pelaksanakan dan diakhiri dengan tahap evaluasi pada tahun 2019 di Kota Sibolga. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan inovasi PPM telah berhasil dilaksanakan sehingga terbentuknya 6 remaja putra dan 6 remaja putri Konselor Sebaya EGI-KIARA Kota Sibolga Tahun 2019. Direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk terus mengembangkan kegiatan inovasi PPM yang melibatkan remaja.
Analisis Sensori Formulasi Brotowali (Tinospora Crispa) dengan Apel Manalagi (Malus Sylvestris Mill) sebagai Minuman Fungsional Khoirul Anwar; Irene Nuariza Prasetyo
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 5, No 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v5i1.25138

Abstract

Saat ini telah banyak minuman fungsional yang berkembang dan dimodifikasi dari bahan alami seperti rempah. Minuman fungsional merupakan minuman yang memiliki fungsi fisiologis yang bermanfaat bagi kesehatan. Brotowali dan apel manalagi merupakan salah satu tanaman obat di Indonesia. Pemilihan bahan tersebut didasarkan karena brotowali memiliki kandungan flavonoid yang tinggi dan memiliki efek antidiabetes serta apel manalagi memiliki kandungan antioksidan dan serat tinggi yang dapat memperlambat penyerapan glukosa darah.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dan tiga taraf dalam tiga kali pengulangan. Faktor perlakuannya yaitu perbandingan brotowali : apel manalagi 1:2, 1:1, dan 2:1. Penelitian menggunakan uji statistik ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian, F1 menjadi formulasi paling disukai dari aspek aroma, warna, dan rasa
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK SECARA BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Kery Utami; Khoirul Anwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35833

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di tengah kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang telah melampaui kapasitas seperti TPA Cipayung Depok. Kegiatan ini bertujuan mendampingi komunitas dalam mengolah sampah sisa makanan dari rumah tangga dan dapur makanan bergizi gratis (MBG) secara berkelanjutan melalui pemanfaatan maggot (Black Soldier Fly/BSF). Pendampingan dilakukan melalui pelatihan langsung (ceramah dan praktik) budidaya maggot dan penyediaan fasilitas penunjang. Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pengurus program lingkungan di tingkat komunitas (mitra sasaran) yang beranggotakan 25 warga. Evaluasi dilakukan dengan penimbangan sampah harian dan maggot hasil panen, serta observasi secara langsung dan laporan grup whatsapp (daring), dengan analisis data deskriptif yang berfokus pada volume sampah dan dampak sosial ekonomi. Hasilnya, tim mitra sasaran mampu mengolah 200-300 kg sampah makanan per hari dan menjual minimal 75 kg maggot per bulan. Program ini juga mencakup hilirisasi maggot menjadi pakan pelet ikan secara mandiri. Program ini membuktikan efektivitas metode biokonversi maggot dalam mengurangi volume sampah dan memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas.Abstract: Organic waste management remains a significant environmental challenge, particularly with Final Processing Sites (TPA) exceeding capacity, such as the Cipayung Depok Landfill. This activity aims to assist communities in processing food waste from households and nutrition meals program kitchen sustainably through the use of maggots (Black Soldier Fly/BSF). The assistance is provided through direct training (lectures and practice) on maggot cultivation and the provision of supporting facilities. This program is a cross-sector collaboration involving local government, academics, and environmental program administrators at the community level (target partners) with 25 members. Evaluation is carried out through daily weighing of waste and harvested maggots, as well as direct observation and online WhatsApp group reports, with descriptive data analysis focusing on waste volume and socio-economic impacts. As a result, the target partner team is able to process 200-300 kg of food waste per day and sell a minimum of 75 kg of maggots per month. This program also includes independent downstream processing of maggots into fish pellet feed. This program demonstrates the effectiveness of the maggot bioconversion method in reducing waste volume and providing sustainable economic added value to the community.