Amirullah
Politeknik Negeri Lhokseumawe

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Of Artificial Intelligence And Software Engineering

Pengenalan Jenis Ikan Cupang Menggunakan Metode YOLO Munawarah Nasution; Mahdi Mahdi; Amirullah Amirullah
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v3i2.4588

Abstract

Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang menarik, warna dan motifnya yang beragam membuat ikan ini banyak diburu penggemar untuk menghiasi keindahan rumah ataupun hanya sekedar kesenangan. Banyaknya jenis saat ini juga menjadi masalah baru bagi orang awam untuk mengenali jenis Ikan cupang. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti merancang Sistem Deteksi pengenalan jenis ikan cupang dengan menerapkan Metode You Only Look Once (YOLO) ini bisa dijadikan solusi. Penerapan sistem ini memungkinkan untuk mendeteksi jenis ikan cupang. Perancangan sistem dilakukan melalui perancangan Use Case Diagram, activity diagram dan flowchart. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemograman python dengan menggunakan algoritma YOLO, library Tensorflow dan library PyQT5. Dataset menggunakan 200 data yang di ambil dari google.dengan pembagian 150% untuk data training dan 50% untuk data uji .Hasil output dari sistem ini berupa perhitungan objek sesuai dengan jenisnya dan divisualisasikan. Akurasi yang dihasilkan untuk pendeteksian jenis ikan cupang menggunakan data uji berupa foto adalah ikan cupang halfmoon 29%, ikan cupang double tail 44%, ikan cupang plakat 55%, dan ikan cupang crown tail 38%. Hasil keseluruhan pengenalan jenis ikan cupang menggunakan metode yolo 85%.Kata kunci— Jenis, Ikan, Cupang, YOLOAbstractThe betta fish are is of the interesting ornamental fish, the various colours and motifs make the fish is hunted by many people to decorate the beauty of their home or just for fun. The large number of types is also a new problem for ordinary people now to recognize the types of betta fish. Based on these problems, the researchers designed a Detection System for recognizing betta fish species by applying the You Only Look Once (YOLO) method which could be used as a solution. The application of this system makes it possible to detect the type of betta fish. System design is carried out through designing Use Case Diagrams, activity diagrams and flowcharts. This system was built using the Python programming language using the YOLO algorithm, Tensorflow library and PyQT5 library. The dataset uses 200 data taken from Google, with a division of 150% for training data and 50% for test data. The output results from this system are in the form of object calculations according to their type and visualized. The resulting accuracy for detecting betta fish types using test data in the form of photos is 29% for halfmoon betta fish, 44% for double tail betta fish, 55% for plaque betta fish, and 38% for crown tail betta fish. The overall result of recognizing Betta fish species using the Yolo method was 85%.Keywords— Type, Fish, Betta, YOLO
Sistem Penilaian Mahasiswa Terhadap Fasilitas Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe Menggunakan Natural Language Processing Muhammad Icshan; Huzaeni Huzaeni; Amirullah Amirullah
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v4i1.5404

Abstract

Fasilitas, sebagai elemen pendukung dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan, mendefinisikan sarana serta prasarana yang esensial untuk menunjang aktivitas suatu institusi. Studi ini dilakukan di Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), di mana mahasiswa partisipan diminta untuk mengevaluasi fasilitas kampus melalui kuesioner Google. Kuesioner ini menyajikan 15 pertanyaan yang dapat diakses melalui tautan formulir kuesioner, mencakup aspek-aspek seperti ruang kelas, laboratorium, perabot belajar, peralatan pengajaran, dan layanan perpustakaan hingga teknologi e-learning. Saat ini, belum ada metode formal untuk mengklasifikasikan pandangan mahasiswa terhadap fasilitas kampus. Oleh karena itu, diperkenalkan metode klasifikasi sentimen dengan menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk membersihkan dan mengolah data teks. Setelah itu, data tersebut dimasukkan ke dalam model klasifikasi menggunakan Multi-layer Perceptron, yang mampu memberikan prediksi akurasi sebesar 80% berdasarkan 78 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Skenario eksperimen melibatkan 1023 data latih dan 105 data uji, termasuk ekstraksi fitur opini, menunjukkan bahwa model klasifikasi ini efektif dalam mengelola data berukuran besar dan kompleks. Abstract Facilities, as a supporting element in the implementation of tasks and activities, define the facilities and infrastructure that are essential to support the activities of an institution. This study was conducted at Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), where participating students were asked to evaluate campus facilities through a Google questionnaire. The questionnaire presents 15 questions that can be accessed through the questionnaire form link, covering aspects such as classrooms, laboratories, learning furniture, teaching equipment, and library services to e-learning technology. Currently, there is no formal method to classify students' views on campus facilities. Therefore, a sentiment classification method is introduced by using Natural Language Processing (NLP) to clean and process the text data. Afterwards, the data was fed into a classification model using Multi-layer Perceptron, which was able to provide a prediction accuracy of 80% based on 78 respondents who participated in the study. Experimental scenarios involving 1023 training data and 105 test data, including opinion feature extraction, show that this classification model is effective in managing large and complex data.