Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMETAAN PROSES BISNIS UNTUK MEMUDAHKAN PENILAIAN KINERJA KOPERASI; STUDI KASUS PADA KOPERASI NELAYAN: Studi Kasus Pada Koperasi Nelayan Akhmad Yunani; Ery Supriyadi; Trida Gunadi; Deddy Supriyadi
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v20i01.912

Abstract

Fishermen cooperative is expected to be an economic entity that plays a significant role in enhancing welfare of fishermen. Through the cooperatives, fishermen are having opportunities to scale-up their resources and strengthen their position in the fishery supply chain system. Using a fishermen cooperative (the co-op) as a case, this study aims to build business process map in order to facilitate the assessment of co-op’s performance. The map is developed based on the data collected mainly by observation and interview with the board of the cooperative. The study reveals that the cooperative has no both clear pattern of business process and measured performance. The study proposes the business process map with clear pattern so that the performance of the co-op can be measured objectively. The co-op needs to be accompanied and supervised by strongly related stakeholders (in particular the Government) in an attempt apply the map. The map will be more favourable if there is a further research on developing supply chain model of the cooperatives.
PELATIHAN PELAYANAN PRIMA BAGI TENANT PUSAT INKUBATOR BISNIS IKOPIN (PIBI) Deddy Supriyadi
E-Coops-Day Vol. 1 No. 2 (2020): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.502 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v1i2.399 for articles

Abstract

Pelatihan Pelayanan Prima diberikan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan tenant Pusat Inkubator Bisnis Ikopin (PIBI) karena memang dianggap penting untuk meningkatkan usaha tenant PIBI. Materi yang diberikan intinya apa, mengapa dan bagaimana pelayanan prima dalam bisnis. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah kombinasi dari ice breaking, ceramah, diskusi dan energizer. Pelatihan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dari awal sampai akhir kegiatan. Untuk selanjutnya perlu adanya kegiatan lanjutan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh para peserta pelatihan sehingga usahanya bisa lebih baik lagi. Kegiatan lanjutan tersebut dapat berupa monitoring dan evaluasi, konsultasi dan pendampingan.
Pelatihan Bisnis Ritel Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Deddy Supriyadi
E-Coops-Day Vol. 2 No. 1 (2021): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.47 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v2i1.464 for articles

Abstract

Pelatihan Bisnis Ritel diberikan kepada UMKM pelaku bisnis ritel di Kabupaten Kepulauan Aru dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha mereka agar lebih baik lagi. Materi yang diberikan intinya apa, mengapa dan bagaimana mengelola bisnis ritel yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pendekatan Pendidikan orang dewasa (andragogi) yang didasarkan pada karakteristik khusus orang dewasa yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam memecahkan permasalahan hidup termasuk pengalaman usaha. Pada pendekatan ini pelatih hanya sebagai pemimpin dan pengelola pembelajaran sehingga proses pembelajaran mengutamakan partisipasi aktif peserta latih melalui diskusi dan bermain peran. Pelatihan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta yang ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dari awal sampai akhir kegiatan. Untuk selanjutnya perlu adanya kegiatan lanjutan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh para peserta pelatihan sehingga usahanya bisa lebih baik lagi. Kegiatan lanjutan tersebut dapat berupa monitoring dan evaluasi, konsultasi dan pendampingan.
Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Tasikmalaya Deddy Supriyadi
E-Coops-Day Vol. 2 No. 2 (2021): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.251 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v2i2.907 for articles

Abstract

Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Usaha diberikan kepada pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Tasikmalaya dengan tujuan untuk meningkatkan usaha mereka agar lebih baik lagi dan naik kelas. Materi yang disampaikan meliputi Kewirausahaan dan Manajemen Usaha. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode Pendidikan orang dewasa (andragogi). Dalam pelatihan ini peserta dianggap sebagai orang dewasa yang telah memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai masalah usaha serta memecahkan masalah-masalah tersebut. Oleh karena itu dalam pelatihan ini lebih banyak dilakukan diskusi kasus dan problem solving terhadap masalah yang dihadapi peserta serta mencari best practise. Peran pelatih dalam pelatihan ini hanya sebagai pemimpin, pengelola pembelajaran, motivator dan inspirator. Pelatihan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta yang ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dari awal sampai akhir kegiatan. Untuk selanjutnya perlu adanya kegiatan lanjutan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh para peserta pelatihan sehingga usahanya bisa lebih baik lagi. Kegiatan lanjutan tersebut dapat berupa monitoring dan evaluasi, konsultasi dan pendampingan.
Pelatihan Kewirausahaan Bagi Umkm Bidang Pertanian: Kreativitas Dan Inovasi Dalam Usaha Pertanian Deddy Supriyadi
E-Coops-Day Vol. 3 No. 1 (2022): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.544 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v3i1.1404 for articles

Abstract

Pelatihan Kewirausahaan Bagi UMKM Bidang Pertanian diberikan kepada pelaku UMKM yang menjalankan usaha pertanian, termasuk perkebunan, perikanan dan usaha pengolahan produk pertanian di Wilayah Kalimantan Timur. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan usaha para peserta. Salah satu materi yang disampaikan adalah Kreativitas dan Inovasi dalam Usaha Pertanian. Materi yang diberikan intinya apa, mengapa dan bagaimana kreativitas dan inovasi diterapkan dalam usaha pertanian. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah kombinasi dari ice breaking, ceramah, game, diskusi, energizer serta contoh-contoh aplikasinya. Kegiatan Pelatihan ini berjalan dengan sangat baik. Materi yang disiapkan seluruhnya dapat disampaikan. Peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias dan berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pertanyaan, pendapat dan pengalamannya. Yang paling penting peserta mendapat aspirasi untuk mengembangkan kreativitas dan melakukan inovasi untuk mengembangkan usahanya agar lebih baik. Untuk selanjutnya perlu adanya kegiatan lanjutan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh para peserta pelatihan sehingga usahanya bisa lebih baik lagi. Kegiatan lanjutan tersebut dapat berupa monitoring dan evaluasi, konsultasi dan pendampingan.
Peran Koperasi Karyawan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Sebagai Mitra Strategis Perusahaan Deddy Supriyadi
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 13 No. 2 (2022): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/coopetition.v13i2.1979

Abstract

Theoretically, cooperatives have characteristics that have the potential to become advantages as business entities that can play an important role in community economic empowerment. Cooperatives have ideal values ​​and principles as a business entity. Cooperatives also have potential advantages that can make them efficient, a strong bargaining position, a more certain market, so that cooperatives have a better competitive advantage compared to their own businesses. However, the fact is that there are cooperatives that are successful and many that are not. One of the employee cooperatives which is quite large and is known as a successful employee cooperative is the employee cooperative of PT. Biofarma (K2BF). The strategic business units made by K2BF are proven to provide direct and indirect economic benefits to its members. In addition, K2BF can also play a good role as a strategic partner of PT. Biofarma that provides mutual benefits. The success of K2BF in improving the welfare of its members and the role of K2BF as a strategic partner of the company is interesting to study as a best practice.
Bimtek Pendirian Koperasi Bagi Pesantren di Wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi Deddy Supriyadi
E-Coops-Day Vol. 3 No. 2 (2022): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.419 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v3i2.2411 for articles

Abstract

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendirian Koperasi Bagi Pesantren di Wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi, adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Program One Pesantren One Product (OPOP) yang merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat terhadap masyarakat khususnya bagi komunitas pondok pesantren di Wilayah Jawa Barat. Tujuan dari Bimtek ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang dasar-dasar perkoperasian (pengertian, jatidiri dan manfaat koperasi), meningkatkan mindset, mendorong dan memberikan inspirasi agar peserta mendirikan dan mengembangkan koperasi di pesantrennya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga pesantrennya dengan menjalankan bisnis yang potensial dengan wadah koperasi. Materi yang disampaikan adalah Apa, mengapa perlu berkoperasi dan bagaimana cara mendirikan koperasi. Metode yang digunakan meliputi dinamika kelompok, paparan dan diskusi. Jumlah peserta pada Bimtek ini berjumlah 75 orang yang berasal dari pesantren di Wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, KBB dan Kota Cimahi. Bimtek ini berjalan dengan baik, semua peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh dan berpartisipasi aktif. Untuk memastikan pendirian koperasi di lingkungan pesantren perlu dilakukan program lanjutan berupa konsultasi dan pendampingan lapangan.
Training and Capacity Building for Eligible SME’s Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme (Yess Programme) untuk Wilayah Malang Jawa Timur Deddy Supriyadi
E-Coops-Day Vol. 4 No. 1 (2023): E-coops-day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ecoopsday.v4i1.3123 for articles

Abstract

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), developed by the Agency for Extension and Development of Agricultural Human Resources, Ministry of Agriculture. This program aims to encourage and create opportunities for young people, especially in rural areas, to be able to develop their economy through entrepreneurship/business development and readiness to enter the world of work in agriculture. Through the YESS Program, it is hoped that youngfarmers/entrepreneurs will emerge at the rural level so that there will be a sustainable cadre of farmers. The YESS program is carried out through various activities including entrepreneurship and management training. This activity aims to provide training to young farmers/beginner farmers as well as to prepare and increase the business capacity of senior farmers who are expected to become offtaker. The core material presented includes Entrepreneurship, Small Business Management,Business Model Canvas, Business plans, Agricultural Institutions, Business Development Strategies, Financial Instruments, and Negotiations. The method used is the adult education method (andragogy), with more case studies and discussion. In this training, business matching between young farmers and senior farmers are projected to become off-takers. Overall the training can runwell. All participants took the training seriously and most of the participants actively participated inasking questions and discussions. The interesting thing about this training is that there are opportunities for cooperation between young farmers and senior farmers who are ready to become offtaker and mentors.  
Pembinaan Koperasi Jamur Merekah Menuju Koperasi Modern Deddy Supriyadi; M. Akmal R; Yuli Y; Salsadilla R; Hafidhah A.; Ferlin B.
E-Coops-Day Vol. 4 No. 2 (2023): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ecoopsday.v4i2.3622

Abstract

The Development of Jamur Merekah Cooperative is carried out with the aim of upgrading the Jamur Merekah cooperative into a Modern Cooperative. The method used in this coaching is to go directly to the field/cooperative to collect the necessary data and information through observation, interviews with administrators, supervisors, employees and members, then identify potential and problems as well as the need for coaching then develop a coaching program. This activity was carried out for 1 month which was integrated with Student Field Practice activities. The substance of the material presented is the digitalization of cooperatives, preparation of financial reports and business development. For the effectiveness of this coaching activity, in practice coaching is carried out with observation and active participation of field practice students in cooperative processes in the field with the direction of the supervisor. Furthermore, discussions and discussions were carried out with the management and supervising lecturers so that these coaching materials were then applied in cooperatives. Coaching activities can run well as planned. The Jamur Merekah Cooperative has the potential to develop and become a modern cooperative. It's just that for that Cooperatives must make improvements and carry out business development continuously and consistently.
Evaluasi Pemeliharaan Sapi Perah dan Peran Koperasi dalam Upaya Meningkatkan Produksi Susu Sapi Deddy Supriyadi; Imas Lindasari
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 2 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha sapi perah merupakan usaha inti KSU Tandangsari yang menjadi pilar dan andalan koperasi. Namun di sisi lain, kinerja usaha sapi perah ini belum begitu baik, bahkan cenderung menurun, Saat ini jumlah produksi susu per ekor sapi hanya sekitar 9-11 liter/hari. Jika dibandingkan misalnya dengan produksi susu per ekor sapi di KPSBU Lembang ini lebih rendah. Berdasarkan hasil evaluasi, penyebab dari produksi per ekor sapi yang rendah tersebut adalah anggota peternak belum melakukan pemeliharaan sapi perah sesuai dengan standar pemeliharaan sapi yang baik. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pemeliharaan sapi perah oleh peternak kurang sesuai dengan standar pemeliharaan yang baik. Untuk itu perlu ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh peternak dan koperasi. Dalam hal ini koperasi harus meningkatkan perannya yang lebih baik untuk melayani anggota peternak agar usaha ternak anggota bisa lebih baik.