Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Kajian Timbulan dan Komposisi Sampah di Kampus Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) Gumilar, Geany Sharah; Ainun, Siti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.172 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v22i1.3956

Abstract

ABSTRACT Educational institutions are places to conduct research and innovation to improve the quality of an independent environment. This study aims to determine the amount of waste generation and composition of institutions, especially the Bandung National Institute of Technology (Itenas). The sampling method is based on SNI 19-3964-1994 by measuring the production and composition of waste for eight consecutive days. The study results obtained an average generation of Itenas waste of 0.015 kg/m2/day or 0.156 kg/person/day in units of weight and 0.242 liters/m2/day or 2.446 liters/person/day in units of volume. The composition of Itenas waste is dominated by organic waste by 50.78%, which consists of food scraps and leaves, while other waste compositions include 14.09% plastic; 4.54% cardboard; 2.33% paper; 1.93% fabric; 1.21% glass; 0.08% cans; 0.03% metal; and 24.99% residue or other waste. The highest activities that produce organic waste in Itenas are canteen activities, while the Student Center (SC) activities make the highest amount of recyclable waste. Keywords: institutional solid waste, solid waste generation, waste composition, Bandung National Institution of Technology (Itenas)   ABSTRAK Institusi pendidikan adalah tempat untuk melakukan penelitian dan inovasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran timbulan dan komposisi sampah dari institusi khususnya Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas). Metode sampling yang dilakukan berdasarkan SNI 19-3964-1994 dengan cara melakukan pengukuran timbulan dan komposisi sampah selama 8 hari berturut-turut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata timbulan sampah Itenas sebesar 0,015 kg/m2/hari atau 0,156 kg/orang/hari dalam satuan berat dan 0,242 liter/m2/hari atau 2,446 liter/orang/hari dalam satuan volume. Komposisi sampah Itenas didominasi oleh sampah organik sebesar 50,78% yang terdiri dari sisa makanan dan dedaunan, sedangkan komposisi sampah lainnya antara lain 14,09% plastik; 4,54% kardus; 2,33% kertas; 1,93% kain; 1,21% kaca; 0,08% kaleng; 0,03% logam; dan 24,99% residu atau sampah lainnya. Kegiatan yang paling tinggi menghasilkan sampah organik di Itenas adalah kegiatan kantin sedangkan kegiatan Student Center (SC) menghasilkan sampah daur ulang yang paling tinggi. Kata kunci: sampah institusi, timbulan sampah, komposisi sampah, Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas)
Pengaruh Laju Aliran Udara Terhadap Efisiensi Penyisihan Organik di dalam Air Lindi dengan Menggunakan Teknik Oksidasi Lanjut (O3/H2O2) Sururi, Mohamad Rangga; Fadiyah, Mayang Afi; Saleh, Siti Ainun; Dirgawati, Mila
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2852.641 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v22i1.4379

Abstract

ABSTRACT Leachate has complex characteristics, and it is commonly processed biologically in the Leachate Treatment Plant (IPL) in Indonesia. However, as the landfill ages, the leachate becomes less biodegradable. An appropriate technique is needed to treat leachate at IPL, and one of the promising methods is advanced oxidation with O3/H2O2. This study examined the effect of air flow rate on the concentration of residual ozone (KSO) and its efficiency to remove organic compounds using the O3/H2O2 process. Leachate samples were collected as grab samples from TPA Sarimukti Bandung. As much as 1 L of leachate samples were placed in an ozone contactor equipped with a filter disc with a pore size of 100-160 µm. The dose of H2O2 was continuously added to 1.197 g/L. Compressor was used to provide airflow with variations of 2, 3, and 4 L/min. Dissolved Oxygen (DO) was measured to determine the concentration of residual ozone (KSO) and validated by examining KSO measurements with the Indigo colorimetric method. A strong relationship between KSO and DO (R2 = 0.99) was observed at an airflow rate of 4 L/min. The highest ozone mass transfer coefficient (KLa,O3) was recorded at a 4 L/minute flow rate with 0.0022 min-1 at 27 °C.  The best removal efficiency has occurred at the fastest air flow rate (4 L/min) with COD, and UV254 removal was 88.89% and 14.87%, respectively. Keywords: DO, flow variation, KSO, leachate, O3/H2O2, organic, mass transfer   ABSTRAK Karakteristik lindi sangatlah kompleks dan di Indonesia, Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) pada umumnya menggunakan sistem pengolahan biologis. Namun demikian, seiring dengan pertambahan umur urugan sampah, lindi semakin tidak biodegradable. Teknik pengolahan tepat diperlukan untuk mengolah lindi di IPL. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah oksidasi lanjut dengan O3/H2O2 dengan mentransferkan gas ozon ke dalam air lindi yang diukur sebagai Konsentrasi Sisa Ozon (KSO) dan menambahkan H2O2 untuk meningkatkan pembentukan OH? di dalam air.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju aliran udara terhadap KSO serta pengaruhnya terhadap efisiensi penyisihan senyawa organik pada proses O3/H2O2. Sampel lindi diambil secara grab sampling dari TPA Sarimukti Bandung. Sebanyak 1 L sampel ditempatkan pada kontaktor ozon yang dilengkapi filter disc dengan pori berukuran 100-160µm. Dosis H2O2 yang diberikan tetap sebesar 1,197 g/L. Udara dialirkan dengan air compressor dengan variasi debit udara 2, 3, dan 4 L/menit. Pada penelitian ini, pengukuran Dissolved Oxygen (DO) digunakan sebagai pendekatan untuk mengukur KSO. Validasi dilakukan dengan meneliti hubungan antara KSO dan DO dan pengukuran KSO dilakukan dengan metode indigo colorimetric method.  Hasil penelitian menunjukkan KSO dan DO memiliki hubungan yang kuat (R2 = 0,99) pada variasi aliran udara 4 L/menit. Laju aliran udara tercepat terjadi ketika nilai koefisien transfer masa ozon (KLa,O3) mencapai nilai tertinggi (0,0022 menit-1) pada suhu 27 oC. Hasil penelitian membuktikan efisiensi penyisihan COD (88,89%) dan UV254 (14,87%) tertinggi terjadi pada laju aliran udara tercepat selama 180 menit. Kata kunci: DO, aliran udara KSO, lindi, O3/H2O2, organik, transfer masa
Kajian Timbulan dan Komposisi Sampah di Kampus Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) Gumilar, Geany Sharah; Ainun, Siti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.172 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v22i1.3956

Abstract

ABSTRACT Educational institutions are places to conduct research and innovation to improve the quality of an independent environment. This study aims to determine the amount of waste generation and composition of institutions, especially the Bandung National Institute of Technology (Itenas). The sampling method is based on SNI 19-3964-1994 by measuring the production and composition of waste for eight consecutive days. The study results obtained an average generation of Itenas waste of 0.015 kg/m2/day or 0.156 kg/person/day in units of weight and 0.242 liters/m2/day or 2.446 liters/person/day in units of volume. The composition of Itenas waste is dominated by organic waste by 50.78%, which consists of food scraps and leaves, while other waste compositions include 14.09% plastic; 4.54% cardboard; 2.33% paper; 1.93% fabric; 1.21% glass; 0.08% cans; 0.03% metal; and 24.99% residue or other waste. The highest activities that produce organic waste in Itenas are canteen activities, while the Student Center (SC) activities make the highest amount of recyclable waste. Keywords: institutional solid waste, solid waste generation, waste composition, Bandung National Institution of Technology (Itenas)   ABSTRAK Institusi pendidikan adalah tempat untuk melakukan penelitian dan inovasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran timbulan dan komposisi sampah dari institusi khususnya Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas). Metode sampling yang dilakukan berdasarkan SNI 19-3964-1994 dengan cara melakukan pengukuran timbulan dan komposisi sampah selama 8 hari berturut-turut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata timbulan sampah Itenas sebesar 0,015 kg/m2/hari atau 0,156 kg/orang/hari dalam satuan berat dan 0,242 liter/m2/hari atau 2,446 liter/orang/hari dalam satuan volume. Komposisi sampah Itenas didominasi oleh sampah organik sebesar 50,78% yang terdiri dari sisa makanan dan dedaunan, sedangkan komposisi sampah lainnya antara lain 14,09% plastik; 4,54% kardus; 2,33% kertas; 1,93% kain; 1,21% kaca; 0,08% kaleng; 0,03% logam; dan 24,99% residu atau sampah lainnya. Kegiatan yang paling tinggi menghasilkan sampah organik di Itenas adalah kegiatan kantin sedangkan kegiatan Student Center (SC) menghasilkan sampah daur ulang yang paling tinggi. Kata kunci: sampah institusi, timbulan sampah, komposisi sampah, Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas)
Pengaruh Laju Aliran Udara Terhadap Efisiensi Penyisihan Organik di dalam Air Lindi dengan Menggunakan Teknik Oksidasi Lanjut (O3/H2O2) Sururi, Mohamad Rangga; Fadiyah, Mayang Afi; Saleh, Siti Ainun; Dirgawati, Mila
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2852.641 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v22i1.4379

Abstract

ABSTRACT Leachate has complex characteristics, and it is commonly processed biologically in the Leachate Treatment Plant (IPL) in Indonesia. However, as the landfill ages, the leachate becomes less biodegradable. An appropriate technique is needed to treat leachate at IPL, and one of the promising methods is advanced oxidation with O3/H2O2. This study examined the effect of air flow rate on the concentration of residual ozone (KSO) and its efficiency to remove organic compounds using the O3/H2O2 process. Leachate samples were collected as grab samples from TPA Sarimukti Bandung. As much as 1 L of leachate samples were placed in an ozone contactor equipped with a filter disc with a pore size of 100-160 µm. The dose of H2O2 was continuously added to 1.197 g/L. Compressor was used to provide airflow with variations of 2, 3, and 4 L/min. Dissolved Oxygen (DO) was measured to determine the concentration of residual ozone (KSO) and validated by examining KSO measurements with the Indigo colorimetric method. A strong relationship between KSO and DO (R2 = 0.99) was observed at an airflow rate of 4 L/min. The highest ozone mass transfer coefficient (KLa,O3) was recorded at a 4 L/minute flow rate with 0.0022 min-1 at 27 °C.  The best removal efficiency has occurred at the fastest air flow rate (4 L/min) with COD, and UV254 removal was 88.89% and 14.87%, respectively. Keywords: DO, flow variation, KSO, leachate, O3/H2O2, organic, mass transfer   ABSTRAK Karakteristik lindi sangatlah kompleks dan di Indonesia, Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) pada umumnya menggunakan sistem pengolahan biologis. Namun demikian, seiring dengan pertambahan umur urugan sampah, lindi semakin tidak biodegradable. Teknik pengolahan tepat diperlukan untuk mengolah lindi di IPL. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah oksidasi lanjut dengan O3/H2O2 dengan mentransferkan gas ozon ke dalam air lindi yang diukur sebagai Konsentrasi Sisa Ozon (KSO) dan menambahkan H2O2 untuk meningkatkan pembentukan OH? di dalam air.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju aliran udara terhadap KSO serta pengaruhnya terhadap efisiensi penyisihan senyawa organik pada proses O3/H2O2. Sampel lindi diambil secara grab sampling dari TPA Sarimukti Bandung. Sebanyak 1 L sampel ditempatkan pada kontaktor ozon yang dilengkapi filter disc dengan pori berukuran 100-160µm. Dosis H2O2 yang diberikan tetap sebesar 1,197 g/L. Udara dialirkan dengan air compressor dengan variasi debit udara 2, 3, dan 4 L/menit. Pada penelitian ini, pengukuran Dissolved Oxygen (DO) digunakan sebagai pendekatan untuk mengukur KSO. Validasi dilakukan dengan meneliti hubungan antara KSO dan DO dan pengukuran KSO dilakukan dengan metode indigo colorimetric method.  Hasil penelitian menunjukkan KSO dan DO memiliki hubungan yang kuat (R2 = 0,99) pada variasi aliran udara 4 L/menit. Laju aliran udara tercepat terjadi ketika nilai koefisien transfer masa ozon (KLa,O3) mencapai nilai tertinggi (0,0022 menit-1) pada suhu 27 oC. Hasil penelitian membuktikan efisiensi penyisihan COD (88,89%) dan UV254 (14,87%) tertinggi terjadi pada laju aliran udara tercepat selama 180 menit. Kata kunci: DO, aliran udara KSO, lindi, O3/H2O2, organik, transfer masa