Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Limbaga (Proverbs) Simalungun as a Source of Forming Character Education Asriaty R. Purba; Herlina Herlina; Jamorlan Siahaan
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 3, No 3 (2020): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, August
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v3i3.1459

Abstract

This research is entitled Limbaga (Proverbs) Simalungun as a Source of Formation of Character Education. Character education is a human activity to establish peace-loving and prosperous personalities in order to build their own personal character and people around them. Character education is closely related to moral education which aims to shape and practice one's ability to perfect him in a better direction. Character education has been applied since childhood. Character education can be done in their family, school and community. The purpose of this study is to describe the character values contained in limbaga (proverbss) that can be used as a source of character education. This research belongs to the category of descriptive qualitative research. The results showed that there were 9 (nine) character values contained in the Simalungun limbaga (proverbs) namely: religious, hard working, honest, disciplined, independent, rewarding achievement, responsibility, social care, and peace-loving.
Meaning and Function of Local Wisdom in the Proverb (Limbaga) Simalungun Asriaty R. Purba; Herlina Herlina; Jamorlan Siahaan
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 4 (2020): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i4.1456

Abstract

Aims to describe the meaning and function of local wisdom contained in proverbs or called limbaga Simalungun. The meaning and function of local wisdom is a general guideline or principle adopted by every member of society, especially in attitude and behavior, to meet social needs. Therefore, value is an idea related to what is considered good, worthy and desired by all levels of society in life. The data collection method used in this study is a descriptive qualitative method which tends to use analysis. The data collection methods used in this study are: library methods, observation methods and interview methods. The results of the analysis of this study indicate that the proverb (Limbaga) of Simalungun has a meaning and function of local wisdom.
SULANG-SULANG PAHOMPU ETNIK BATAK TOBA KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Ayu Andari Nainggolan; Jekmen Sinulingga; Asriaty R Purba
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 14 No 2 (2021): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.486 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v14i2.48

Abstract

Penelitian ini berjudul Sulang-sulang Pahompu Etnik Batak Toba: Kajian Antropolinguistik. Metode pengumpulan data yang digunakan ada 3 (tiga) yaitu metode observasi, metode wawancara dan metode kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasi pengambilan data untuk penelitian ini terletak di desa Matiti I, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan-tahapan yang terdapat dalam Sulang-sulang Pahompu etnik Batak Toba, pesan yang terkandung di dalam Sulang-sulang Pahompu etnik Batak Toba, beserta nilai yang terkandung dalam Sulang-sulang Pahompu etnik Batak Toba. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori antropolinguistik oleh Duranti. Hasil temuan yang penemuan ini ditemukan ada 12 tahapan. Fungsi yang terdapat dalam upacara adat sulang-sulang pahompu yaitu fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, fungsi komisif dan fungsi deklaratif. Nilai terdapat dalam upacara adat sulang-sulang pahompu antara lain nilai rasa syukur, Nilai pelestarian dan kreativitas budaya, Nilai gotong royong, Nilai kesopansantunan, Nilai kerja keras, dan nilai pengelolaan gender.
ANALISIS PERISTIWA TUTUR DALAM UPACARA ADAT SAUR MATUA ETNIS BATAK TOBA : KAJIAN SOSIOLINGUISTIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Anis Luul Khoir; Asriaty R Purba
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 15 No 2 (2022): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.671 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v15i2.74

Abstract

Artikel ini mengkaji perihal bagian-bagian upacara kegiatan Batak Toba dan pidato-pidato yang ada. Kajian ini ialah kajian penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan teori sosiolinguistik Dell Hymes (1972). Hasil kajian menunjukkan bahwa peristiwa tutur berikut terjadi pada Upacara Kegiatan adat Batak Saur Matua Toba: Tahap pertama Moppo, tahap ke-2 Mangonda-ondai dan panggalangon, tahap ke-3 Partuatni na saur matua. Data peristiwa tutur pada Upacara Kegiatan adat saur matua etnis Batak Toba ini terdapat 67 data.Yang mana Setting and scene diadakan digedung wisma, dan dihalaman, pada saat kegiatan moppo, mangonda-ondai dan kegiatan partuatni na saur matua. Participants pada kegiatan tersebut ialah pihak hulahula, suhut, panamboli, suhut na martinodohon, anak, pamimpin gareja, boru, pariban suhut, tulang rorobot, hulahula naposo, dan boru suhut, ale-ale, dan seluruh undangan yang ada di tempat kegiatan. Ends pada kegiatan ini ialah untuk menjawab pertanyaan yang di berikan pihak lawan tutur, untuk menjawab pernyataan dari lawan tutur, menghibur pihak yang berduka, memberi semangat, memberi berkat, meminta maaf, berterima kasih, mendoakan, dan mempersilahkan. Act sequence yang terdapat pada kalimat pada kegiatan ini ialah bentuk ujaran non formal, kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat seruan, kalimat pernyataan, kalimat pertanyaan, kalimat perintah. Key pada kegiatan saur matua Op.Louis Demak ini ada beberapa, yakni singkat, suara meninggi, suara merendah, suara netral, perasaan lega, sedih, senang, terharu, penuh harap, ekspresi bertanya, dan memohon. Instrumentalities pada kegiatan ini ialah bahasa lisan. Norm of interaction and interpretation  ialah sopan santun dan saling menghargai. Genre yang terdapat pada kegiatan ini ialah dialog, narasi, nyanyian, pepatah, pantun, nasihat, ayat, doa, dan permohonan. Manfaat adanya penelitian ini ialah bisa menambah wawasan peneliti mengenai penelitian terkait dan diharapkan bisa memberikan masukan informasi dan acuan untuk melestarikan warisan budaya masyarakat di Indonesia.