Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Hasil Quality Control Pemeriksaan Asam Urat di Laboratorium RSUD Pasar Rebo Tri Prasetyorini; Ika Hariyanti; Angki Purwanti; Husjain Djajaningrat; Warida Warida
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10546

Abstract

Asam urat atau gout arthritis disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat, yang merupakan produk akhir metabolisme purin. Pemantapan mutu internal merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilakukan laboratorium untuk meminimalkan kesalahan hasil pemeriksaan, salah satunya melalui quality control (QC). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi QC pemeriksaan asam urat di RSUD Pasar Rebo menggunakan pendekatan aturan Westgard untuk menilai presisi dan akurasi. Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang ini menggunakan data QC harian periode Januari–Juni 2023, diolah dengan Microsoft Excel 2019 dan dinyatakan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan 98% nilai kontrol diterima, 1% berada pada batas peringatan 1–2SD, dan 1% ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa QC pemeriksaan asam urat selama periode penelitian berada pada batas yang dapat diterima sesuai distribusi nilai kontrol.
Difference in Total Cholesterol Levels Before and After Fasdhu Therapy in Adult Patients Husjain Djajaningrat; Angki Purwanti; Nurussuffah
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.418

Abstract

Introduction: Fasdhu is a complementary therapy used alongside medical treatment and is believed to help reduce excessive substances in the body. This study aimed to analyze the differences in total cholesterol levels before and after fasdhu therapy using a Point of Care Testing (POCT) device. Methods: An analytic observational study with a pre-post approach was conducted from February to May 2025 at Nur Syifa Clinic, Cilegon City. A total of 60 respondents were selected using purposive sampling. Total cholesterol levels were measured from capillary whole blood samples using a POCT device. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of 5%. Results: The mean total cholesterol level before fasdhu therapy was 243 mg/dL (median 245 mg/dL; range 152–353 mg/dL), while after therapy it decreased to 211 mg/dL (median 207 mg/dL; range 140–327 mg/dL). The Wilcoxon test showed a significant difference with a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: There was a significant difference in total cholesterol levels before and after fasdhu therapy. Fasdhu therapy may have potential as a complementary treatment associated with reduced total cholesterol levels; however, further studies with more rigorous research designs are recommended to confirm its effectiveness.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Penyalahgunaan NAPZA dan Minuman Keras Oplosan bagi Siswa SMPN 192 dan SMPN 259 Jakarta Timur Angki Purwanti; Diah Lestari; Rizana Fajrunni&#039;mah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.109

Abstract

Minuman keras (miras) dan NAPZA merupakan dua hal yang memiliki kesamaan daya perusak terhadap sendi-sendi kehidupan. Korban Miras dan NAPZA telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat termasuk remaja. SMPN 192 dan SMPN 259 merupakan SMP yang berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Seperti umumnya wilayah di Jakarta timur lainnya tidak luput dari permasalahan miras dan NAPZA. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan pemberian penyuluhan kesehatan tentang NAPZA dan minuman keras oplosan. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa dalam pencegahan penggunaan NAPZA dan miras oplosan. Dari hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMPN 192 yaitu menjadi baik sebesar 12,5%, cukup sebesar 66,67%, dan kurang sebanyak 20,83%. Sedangkan di SMPN 259 terdapat peningkatan pengetahuan menjadi baik sebanyak 63,6% dan cukup 36,4%.