Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Hubungan Komunikasi Terapeutik Keperawatan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Ikha Rahardiantini; Sefti Indah Ayu
Jurnal Keperawatan Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah kemampuan atau keterampilan perawat untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain”. survey awal peneliti lakukan di instalasi rawat inap selama 4 (empat) hari terhadap 20 pasien diantaranya 60% pasien/keluarga merasa tidak puas terhadap komunikasi yang dilakukan perawat. Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya Hubungan Komunikasi Terapeutik Keperawatan Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Uban Tahun 2010. Penelitian ini dengan menggunakan survey deskriptif secara cross sectional. Sampel diambil secara total sampling berjumlah 30 orang Data primer diperoleh dari wawancara dan kuesioner. Variabel Indenpenden pada penelitian ini adalah komunikasi terapeutik dan variable dependen adalah kepuasan pasien. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata komunikasi verbal perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Uban Tahun 2010 dengan kategori tidak baik (56,7%). Begitu juga dengan komunikasi non verbal perawat dengan kategori tidak baik (53.3%), sehingga menyebabkan pasien merasa tidak puas yaitu 56.7%. Berdasarkan hasil uji statitik chi-squere dengan α 0.05 didapatkan adanya hubungan antara komunikasi verbal dan non verbal perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Uban Tahun 2010.
Perbandingan Efektifitas Tepid Sponge dan Plester Kompres untuk Menurunkan Suhu Tubuh Anak Usia Toddler dengan Demam Wasis Pujiati; Ikha Rahardiantini
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompres adalah salah satu metode fisik untuk menurunkan suhu tubuh dan merupakan penatalaksanaan non farmakologis bila anak mengalami demam. Salah satu metode kompres yang sering digunakan adalah pemberian tepid sponge . tepid sponge memiliki efek vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan aliran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektifiras tepid sponge dan plester kompres dalam menurunkan suhu tubuh anak usia toddler yang mengalami demam di Ruang Subi Kecil Rumkital Dr. Midiyato. S Tanjungpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan pretest and posttest nonequivalentcontrol group. Banyaknya sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 30 responden, 15 responden adalah kelompok eksperimen dengan perlakuan tepid sponge dan 15 responden adalah kelompok kontrol dengan menggunakan teknik aksidental sampling pada bulan februari 19 - 19 maret. Instrumen yang digunakan adalah thermometer digital dan lembar observasi. Uji hipotesis yang digunakan adalah mann whitney test. Ada penurunan suhu tubuh pada perlakuan tepid sponge dan kompres plester dalam menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam dengan p-value 0,004 (< 0,05) nilai selisih penurunan suhu adalah 0,2 0C. B
Efektifitas Helioterapi dan Jalan Kaki Terhadap Penurunan Hipertensi pada Lansia Ikha Rahardiantini; Heri Priatna
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efektifitas helioterapi dan jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah lansia di Panti Werdha Rumah Bahagia Bintan. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group, dengan Simple RandomSampling. Jumlah sampel 16 responden 8 kelompok helioterapi dan 8 kelompok jalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis statistik uji wilcoxcon dan uji mann whitnay dimana uji untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan efektifitas dari kedua variable. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji wilcoxon untuk helioterapi adalah ρ value 0,034 dan jalan kaki ρ value 0,014 (< 0,005) disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara helioterapi dan jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah hipertensi pada lansia. Dan untuk nilai hasil menggunakan uji mann whitnay didapat nilai ρ value 0,602 yang berarti Ho gagal ditolak yang berarti bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan antara helioterapi dan jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah namun bisa dilihat dari nilai mean untuk helioterapi 9,00 dan jalan kaki 8,00 bisa ditarik kesimpulan bahwa helioterapi lebih efektif menurunkan tekanan darah.
Pola Makan dan Karakteristik Mahasiswa Terhadap Gangguan Dispepsia Ikha Rahardiantini; Lili Sartika
Jurnal Keperawatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v12i1.121

Abstract

Gejala yang dirasakan apabila seseorang terdiagnosa dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati dalam 3 bulan terakhir, kembung, mual, muntah, sendawa, perut terasa penuh atau begah. Aktivitas dan jadwal kegiatan yang padat membuat remaja khususnya mahasiswa menunda waktu makan bahkan tidak jarang mereka lupa untuk makan, sehingga hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kerja lambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan karakteristik mahasiswa terhadap gangguan dispepsia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan total 178 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan p value = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 178 mahasiswa terdapat 114 orang (64,04%) menderita sindrom dispepsia dan 77 mahasiswa diantaranya adalah perempuan, bertempat tinggal di kost sebanyak 70 mahasiswa. Terdapat hubungan antara jenis kelamin (p =0,030), tempat tinggal (p =0,040), keteraturan pola makan (p =0,030), makanan dan minuman iritatif (p =0,000) terhadap kejadian gangguan dispepsia. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan karakteristik mahasiswa terhadap gangguan dispepsia pada mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang.
Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Rasa Cemas Pre Operasi Sectio Lizawati; Ikha Rahardiantini; Agustina
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v12i1.136

Abstract

Rasa cemas seringkali timbul pada ibu yang menjalani operasi sectio caesarea. Hal ini berkaitan dengan kesiapan mental ibu terutama untuk mengatasi kecemasan pre operasi sectio caesarea dengan terapi progressive muscle relaxation (PMR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi PMR terhadap rasa cemas pada ibu pre operasi sectio caesarea. Metode penelitian menggunakan desain pre eksperiment design one group pretest posttest design without control. Jumlah populasi 106 responden dan jumlah sampel sebanyak 21 responden dengan teknik sampling menggunakan teknik non random sampling jenis purposive sampling. Pelaksanaan PMR menggunakan standar operasional terapi PMR dengan 14 gerakan. Instrumen untuk mengukur kecemasan menggunakan Hamilton rating scale-anxiety (HRS-A) yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil uji analisis statistik menunjukkan pengaruh yang bermakna dari pemberian terapi PMR terhadap penurunan kecemasan pada ibu pre operasi sectio caesarea dengan nilai p=0,000 (<0,05). Kecemasan akan menyebabkan ketegangan fisiologis yang ditandai dengan ketegangan otot. PMR akan menurunkan ketegangan fisiologis yang pada akhirnya akan menurunkan kecemasan. Terapi PMR dapat dijadikan sebagai salah satu terapi untuk menurunkan kecemasan khususnya pada ibu pre operasi sectio caesarea.