Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kolaborasi Orang Tua dan Guru PAUD dalam Melaksanakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Andi Aslindah; Normita Sari
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v4i2.497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode belajar yang diterapkan oleh guru di TK Insan Cita Madani Samarinda selama masa pandemi Covid-19 dan pola kolaborasi antara guru dan orang tua selama melaksanakan pembelajaran di rumah di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif . Sumber data penelitian diperoleh dari 3 orang guru TK Insan Cita Madani dan 5 orang tua siswa TK Insan Cita Madani sebagai subyek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode wawancara dan dokumentasi yang disampaikan melalui daring atau online. Adapun hasil penelitian didapatkan bahwa ada dua metode yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 yaitu: 1) Daring (dalam jaringan) melalui zoom atau menggunakan WhatsApp, 2) Luring (luar jaringan) dalam bentuk antar jemput lembar kerja anak, kedua metode tersebut dikombinasi disesuaikan dengan kondisi keamanan dan kenyamanan kondisi di masa pandemi. Sedangkan pola kolaborasi antara guru dan orang tua selama pembelajaran di masa pandemi ini yaitu sebagai fasilitator, sebagai guru pendamping, sebagai motivator dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.
Sosialisasi pentingnya menabung untuk anak usia dini di tk darul falah 10 samarinda Reni Ardiana; Andi Aslindah; Rinawati Hartanti
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 7 No. 1 (2024): May: Applied Research and Community Service
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of socialization regarding the importance of saving in early childhood at Darul Falah 10 Samarinda Kindergarten has been successfully carried out with a structured and systematic approach. The preparation process involves intensive coordination with the school, the use of materials appropriate for their age, and special training for facilitators. During the implementation of the activity, children were involved in interesting story interactions, the use of educational videos, as well as hands-on practice of saving using piggy banks and making bank visits. The evaluation of this activity showed the level of active participation of children and positive responses from teachers, with 90% of respondents considering this activity to provide significant benefits. It is hoped that this approach can contribute to helping children understand and apply sustainable saving habits, fully supported by the active role of schools and family support in forming a positive attitude towards financial management from an early age
Implementasi Pembelajaran Moral Anak Usia Dini di TK Al Mardhiyyah Samarinda Andi Aslindah; Yuni Ika Pratiwi
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.981

Abstract

This research is motivated by the importance of applying moral learning to children from an early age because it is hoped that the characters they acquire will become habits that stick with them when they grow up. However, learning methods at PAUD have striking differences compared to other school levels. The implementation of learning in PAUD must be adapted to the stage of development and learning principles that adapt to the characteristics and needs of children. The aim of this research is to determine the implementation of moral learning in early childhood at Al-Mardhiyyah Kindergarten Samarinda. The approach used is descriptive qualitative with data collection tools, namely observation, documentation and interviews with the subjects, namely 2 class teachers and the school principal. In implementing moral learning in early childhood at Al-Mardhiyyah Kindergarten Samarinda, careful, mature and systematic planning has been carried out for the success of moral learning among its students. Likewise, the implementation of moral learning activities has been carried out with a consistent and integrated approach in children's daily activities. In this research, it was found that the moral values ​​of honesty, responsibility, politeness, respect, caring and patience have been implemented and integrated in the learning process, in accordance with the learning methods at Al-Mardhiyyah Kindergarten, namely through example, habituation and repetition. which is repetitive. Al-Mardhiyyah Kindergarten also continues to carry out evaluations to ensure that the learning programs implemented are effective in shaping children's moral behavior.
SOSIALISASI LITERASI DAN STEAM PADA GURU PAUD Mahkamah Brantasari; Rizqi Syafrina; Andi Aslindah; Reni Ardiana; Yuni Ika Pratiwi; Andi Alif Tunru
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi literasi dan STEAM bagi guru Paud merupakan upaya penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran anak usia dini. Guru Paud memiliki peran strategis dalam membangun fondasi kemampuan belajar anak, termasuk keterampilan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara bermakna dalam konteks sosial dan budaya. Sementara itu, pendekatan STEAM mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika melalui pengalaman belajar yang eksploratif dan kontekstual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk webinar dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan studi kasus. Peserta kegiatan meliputi guru Paud, pengelola lembaga Paud, serta mahasiswa Program Studi PG PAUD. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran literasi dan STEAM yang berpusat pada anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep literasi dan STEAM serta strategi penerapannya dalam kegiatan pembelajaran sehari hari. Dengan demikian, sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan anak abad ke dua puluh satu.
Perencanaan Strategik Berbasis Kemitraan Dalam Meningkatkan Mutu PAUD Holistik Integratif Andi Aslindah; Mahkamah Brantasari; Reni Ardiana; Mailina
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.1154

Abstract

Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) menuntut keterpaduan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak melalui kemitraan lintas sektor. Namun, kemitraan pada satuan PAUD masih cenderung berorientasi operasional dan belum didukung perencanaan strategik yang sistematis untuk menjamin peningkatan mutu secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perencanaan strategik berbasis kemitraan dalam meningkatkan mutu PAUD HI di TK Negeri 1 Samarinda dan TK Islam Silmi Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga telah mengembangkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap penyelenggaraan layanan PAUD HI. Namun, perencanaan kemitraan masih berorientasi pada program tahunan dan belum didukung analisis kebutuhan strategis, pemetaan pemangku kepentingan, dokumen kemitraan jangka panjang, serta monitoring dan evaluasi yang terintegrasi. Penelitian menghasilkan Model Perencanaan Strategik Berbasis Kemitraan yang mencakup analisis kebutuhan, pemetaan pemangku kepentingan, perumusan tujuan, penyusunan program, implementasi, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut berkelanjutan.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI CERITA RAKYAT KUTAI DI TK ALIFIA SAMARINDA Reni Ardiana; Yuni Ika Pratiwi; Andi Aslindah; Hanita Hanita; Delvi Kasing
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i4.14917

Abstract

ABSTRACT Language learning in early childhood becomes more meaningful when children’s linguistic experiences are situated within contexts that are closely connected to their daily lives and cultural backgrounds. This study examines the use of Kutai folklore as an interactive learning context to develop children’s vocabulary, verbal expression, and emergent literacy at Alifia Kindergarten in Samarinda. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation of learning activities and assessment records. The analysis focused on three areas: the design and implementation of learning strategies, the observed development of children’s language abilities, and the challenges and solutions that emerged during the use of Kutai folklore. The findings indicate that storytelling was not implemented as a one-way activity but was developed through contextual introduction, interaction during storytelling, and follow-up activities such as retelling and role-play. Throughout the learning process, children demonstrated progress in vocabulary acquisition, confidence in expressing ideas, the construction of simple sentences, and comprehension of story sequences. Challenges related to limited attention spans, unfamiliar local terms, and insufficient learning media were addressed through narrative adaptation and visual materials. Integrating Kutai folklore into interactive learning offers a contextual alternative for supporting early childhood language development while strengthening children’s familiarity with local culture. ABSTRAK Pembelajaran bahasa pada anak usia dini akan lebih bermakna ketika pengalaman berbahasa ditempatkan dalam konteks yang dekat dengan kehidupan dan latar budaya anak. Penelitian ini menelaah pemanfaatan cerita rakyat Kutai sebagai ruang interaksi pembelajaran untuk mengembangkan kosakata, ekspresi verbal, dan literasi dasar anak di TK Alifia Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi kegiatan dan penilaian pembelajaran. Proses analisis diarahkan pada tiga fokus, yaitu perancangan dan pelaksanaan strategi pembelajaran, gambaran perkembangan kemampuan bahasa anak, serta kendala dan solusi yang muncul selama penerapan cerita rakyat Kutai. Temuan memperlihatkan bahwa kegiatan storytelling tidak berlangsung sebagai aktivitas satu arah, melainkan dikembangkan melalui pengenalan konteks, interaksi selama penceritaan, serta kegiatan retelling dan role-play. Dalam proses tersebut, anak memperlihatkan perkembangan pada penguasaan kosakata, keberanian menyampaikan gagasan, penyusunan kalimat sederhana, dan pemahaman terhadap urutan cerita. Kendala berupa keterbatasan perhatian, istilah lokal yang sulit dipahami, dan minimnya media diatasi melalui adaptasi narasi serta penggunaan media visual. Integrasi cerita rakyat Kutai dengan pembelajaran interaktif berpotensi menjadi alternatif pengembangan bahasa yang kontekstual sekaligus memperkuat pengenalan budaya lokal.