Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN Ardiana, Reni; Ika Pratiwi, Yuni; Agustina Dwi H, Rinawati
SISTEMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sistema: Jurnal Pendidikan
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, of Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sjp.v5i2.2016

Abstract

This study aims to explore how mathematics learning contributes to the cognitive skill development of children aged 4-5 years. The subjects of this study are children aged 4-5 years. Using a qualitative approach, this research observes the teaching strategies employed and children's responses to learning. Data collection techniques were conducted through observations and interviews. The results show that play-based approaches, exploration, and interactive technology have a positive impact on children's critical thinking and problem-solving abilities. Keywords:Mathematics Learning, Cognitive, Early Childhood
Kegiatan Mewarnai dalam Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus Anak Sekolah Dasar Kelas Awal Melalui Bimbel Tambahan: Pengabdian Annisa Qomariah; Reni Ardiana; Nurdin Arifin; Rini Fitriyani; Carolina Octavia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1448

Abstract

This community service aims to develop the fine motor skills of early grade elementary school children through coloring activities in the form of additional tutoring. Fine motor skills, which involve the ability to use small muscles in the hands and fingers, are essential for children's success in various daily activities, including writing, drawing, and using stationery. The results of the community service show that after participating in the coloring activities, most children experienced significant improvements in their fine motor skills. The assistance provided by the facilitator provided clear directions regarding coloring techniques, so that children could improve their accuracy and precision in drawing and coloring. This activity also succeeded in reducing children's dependence on technology and improving their social skills, such as working together with friends. Therefore, this activity not only supports the development of fine motor skills but also contributes to children's social and emotional development.
SOSIALISASI PENDIDIKAN INKLUSI DI PAUD Brantasari, Mahkamah; Ardiana, Reni; Syafrina, Rizqy; Aslindah, Andi; Sulastri, Sulastri; Husniah, Husniah
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang menjamin setiap anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), mendapatkan hak yang sama untuk belajar dan berkembang bersama teman sebaya di lingkungan pendidikan yang ramah dan mendukung. Sosialisasi pendidikan inklusi di satuan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran para guru, pengelola lembaga, mahasiswa calon pendidik, dan orang tua terhadap prinsip dan implementasi pendidikan inklusif. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang konsep inklusi, prinsip pelaksanaannya di PAUD, serta peran semua pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara dan adaptif terhadap keberagaman. Melalui seminar interaktif, peserta diberikan pemahaman teoretis dan praktis untuk mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif di lembaga masing-masing. Diharapkan hasil dari sosialisasi ini mampu menjadi stimulus dalam penguatan kapasitas pendidik dan pengelola PAUD dalam mewujudkan layanan pendidikan yang adil, ramah, dan berkualitas bagi semua anak.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK Maren, Karissa Tiara; Ardiana, Reni; Brantasari, Mahkamah; Aslindah, Andi; Syafrina, Rizqi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.6979

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out how teachers play a role in supporting children to become more independent by implementing project-based learning, with the research conducted at PG-TK Fastabiqul Khairat. Children’s independence is an important aspect of early childhood development, as it helps them build self-confidence, responsibility, and the ability to solve problems independently. Project-based learning is applied as an approach that provides direct learning experiences through exploration and real problem-solving. This research uses a qualitative approach. Data were collected through several stages, including preparation by developing research instruments and obtaining permission, data collection through observation, interviews, and documentation, and then followed by data analysis through reduction, presentation, and drawing conclusions in line with the focus of the research. The results of the study show that teachers play roles as educators, facilitators, and motivators in the process of project-based learning. Teachers give children the freedom to explore their ideas, make their own decisions, and guide them in completing the projects given. In addition, teachers also build a supportive learning environment and appreciate every effort made by the children. Through project-based learning, children at PG-TK Fastabiqul Khairat were able to demonstrate independence by completing projects and working collaboratively with their peers. The findings of this study indicate that the role of teachers in implementing project-based learning has a significant influence on the development of children’s independence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru berperan dalam mendukung anak agar lebih mandiri dengan cara menerapkan pembelajaran berbasis proyek, dan lokasi penelitian dilakukan di PG-TK Fastabiqul Khairat. Kemandirian anak merupakan aspek perkembangan yang penting bagi anak usia dini, karena membantu anak dalam mengembangkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kemampuan dalam memecahkan masalah secara mandiri. Pembelajaran berbasis proyek diterapkan sebagai pendekatan yang memberikan pengalaman belajar langsung melalui eksplorasi dan pemecahan masalah nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan tahapan penelitian meliputi persiapan dengan menyusun instrumen dan perizinan, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki peran sebagai pendidik, fasilitator, motivator dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Guru memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi ide-ide anak, anak dapat mengambil keputusan sendiri, serta guru membimbing anak dalam menyelesaikan proyek yang di berikan. Selain itu, guru juga membangun lingkungan belajar yang mendukung serta mengapresiasi setiap usaha yang dilakukan anak. Dengan pembelajaran berbasis proyek, anak-anak di PG-TK Fastabiqul Khairat dalam aspek kemandirian mampu menyelesaikan proyek serta berkerja sama dengan teman sebaya dalam pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemandirian anak.
Pengaruh keteladanan dan pola asuh orangtua terhadap egosentrisme anak usia dini Syafrina, Rizqi; Brantasari, Mahkamah; Ardiana, Reni; Ika Pratiwi, Yuni Ika Pratiwi; Risela Echaristy, Auditia; Meyssi, Monika
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2025): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v10i2.2121

Abstract

This study aims to analyze the influence of parental role modeling and parenting styles on egocentrism in early childhood. The age of 4–6 years is considered a golden age, serving as a critical foundation for personality and character development, where parents play a central role in shaping children’s social behavior. This research employed a quantitative method with a survey approach. The participants were 177 parents of children aged 4–6 years. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through Spearman’s correlation test, as the data were not normally distributed. The findings indicate that parental role modeling has a significant relationship with children’s egocentrism; the higher the level of role modeling, the lower the tendency of egocentric behavior. Parenting styles also showed a significant relationship, although the effect was weaker than that of role modeling. Furthermore, a positive correlation was found between parental role modeling and parenting styles. Among the parenting styles, the democratic approach was identified as the most influential in reducing egocentric tendencies in early childhood. In conclusion, this study emphasizes the importance of parental role modeling and parenting styles in minimizing egocentrism during early childhood. Providing consistent positive role models and applying democratic parenting can effectively foster healthier social attitudes in children.
Webinar “Mengenal Egosentrisme Anak Usia Dini” Syafrina, Rizqi; Brantasari, Mahkamah; Ardiana, Reni; Pratiwi, Yuni Ika; Echaristy, Auditia Risela; Meyssi, Monika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7033

Abstract

Salah satu permasalahan aspek perkembangan sosial emosi yang paling sering dibahas oleh orangtua yang memiliki anak usia dini adalah egosentrisme. Egosentrime adalah ketidakmampuan seseorang dalam membedakan sudut pandang diri sendiri dan sudut pandang orang lain. Permasalahan yang biasa muncul pada egosentrime yang sering dikeluhkan orangtua dan guru yaitu anak cenderung marah jika keinginannya tidak dituruti dan menangis tantrum jika keinginannya tidak terpenuhi. Selain itu anak tidak mau mengantri atau bergantian saat melakukan sesuatu bersama anak lain. Anak juga cenderung melakukan sesuai sesautu sesuai dengan kemauannya, sehingga saat mulai menerapkan peraturan, orangtua ataupun guru terkadang kesulitan. Perkembangan aspek sosial emosi terbentuk dari belajar. Lingkungan pertama anak usia dini untuk belajar adalah orangtua.  Berdasarkan permasalahan di atas, maka diadakan webinar untuk orangtua dan guru untuk mengenal dan memahami egosentrisme. Harapannya dengan orangtua dan mengetahui dinamika egosentrisme anak usia dini, orangtua dan guru dapat menerapkan pengasuhan dan pendidikan yang tepat untuk mengurangi egosentrime anak usia dini. Kegiatan webinar “Egosentrisme anak usia dini” diketahui memiliki manfaat bagi peserta. Peserta mengetahui mengenai faktor penyebab egosetrisme, dampak yang dialami anak jika egosentrisme tidak di tangani dengan baik. Peserta memahami cara penanganan jika anak berada dalam fase egosentrisme di rumah dan di sekolah.