Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Meningkatkan minat baca anak usia dini dengan mendongeng Rizqi Syafrina
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v1i2.18

Abstract

Membaca buku merupakan salah satu jendela dari ilmu pengetahuan, dimana dengan buku seseorang bisa mendapatkan pengetahuan baru. Namun saat ini buku mulai ditinggalkan, anak-anak mulai lebih mengenal gadget, baik itu berupa tontotan televisi, telepon seluler maupun permainan elektronik lainnya. Pada sekolah Ra. Tarbiyatunsibyan banyak anak yang menyukai aktivitas menonton atau memainkan telepon seluler. Saat dilakukan aktivitas membaca, anak cenderung terlihat mengantuk dan sesekali terlihat merebahkan badan saat guru bercerita. Sedangkan menurut Kasiyun (2015) minat baca merupakan kunci penting bagi kemajuan suatu bangsa, karena penguasaan iptek hanya dapat diraih dengan minat baca yang tinggi, buka kegiatan menyimak atau mendengarkan. Dalam hal ini minat membaca perlu kembali ditingkatkan kembali mulai dari anak usia dini. Meningkatkan minat baca dapat dilakukan dengan kegiatan mendongeng. Utomo (2014) mengatakan ini aktivtas mendongeng merupakan kegiatan penting yang perlu dilakukan dimana dapat membantu anak untuk menyukai bahasa, membantu pencapaian perkembangan dalam pembelajaran emosi, meningkatkan suasana belajar dan mengenalkan nilai-nilai baru serta nilai-nilai budaya pada anak. Dalam hal ini diharapkan aktivitas mendongeng juga dapat menumbuhkan minat baca anak agar setelah anak menyukai aktivitas membaca, anak akan merasakan manfaat dari kegiatan membaca.
EFEKTIVITAS BERMAIN “LEGO” UNTUK ENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4 – 5 TAHUN Rizqi Syafrina; Vivi Endang Adiningsih
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.271 KB) | DOI: 10.31293/mv.v3i1.4797

Abstract

Bermain bagi anak usia dini memiliki banyak manfaat, dimana anak akan merasa bahagia ketika bermain. Selain itu bermain juga dapat membantu anak usia dini dalam mencapai perkembangannya secara maksimal. Santrock (2002) mengatakan permainan merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk kepentingan kegiatan itu sendiri. Anak usia dini menyukai aktivitas bermain, dimana mereka melakukannya dengan senang. Di kota Samarinda ada salah satu tempat kursus yang menawarkan permainan “lego”. Peminat di tempat kursus ini cukup banyak, mereka memiliki banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia. Orangtua memiliki harapan mendapatkan manfaat yang positif dengan mengikutkan anak kursus bermain “lego”. Selain itu banyak artikel di media sosial yang menuliskan mengenai manfaat bermain lego, sehingga orangtua memiliki minat untuk mengikutkan anak kursus bermain “lego”.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bermain “lego” untuk meningkatan perkembangan kognitif berpikir simbolik pada anak usia 4 – 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design atau juga sering dikenal dengan Quasi Experiment. Bentuk rancangan eksperimen yang digunakan adalah The One Group Pretest-posttest Design. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain kelompok tunggal dengan pretest dan posttest yang dilakukan dengan cara melakukan percobaan terhadap satu kelompok, tanpa menggunakan kelompok pembanding. Subjek penelitian ini adalah anak-anak yang mengikuti kursus “lego” di Robokidz Samarinda sebanyak 4 orang, dengan usia 4-5 tahun. Instrumen pengukuran ini menggunakan lembar observasi perkembangan kognitif berpikir simbolik dan wawancara semi-terstruktur dengan orangtua. Hasil penelitian menunjukkan jika bermain “lego” tidak meningkatkan perkembangan kognitif berpikir simbolik (z = -1.857, p = 0.063) secara siginifikan pada anak usia 4-5 tahun. Namun, modul di Robokidz mampu menjalankan fungsinya untuk meningkatkan perkembangan kognitif berpikir simbolik anak usia 4-5 tahun berdasarkan hasil observasi secara individual pada kelompok eksperimen.
Hubungan Keterlibatan Orang Tua terhadap Perilaku Prososial pada Anak Usia 5-6 Tahun Rosti Rudi; Hanita Hanita; Rizqi Syafrina
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 8 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.07 KB) | DOI: 10.29062/seling.v8i1.1053

Abstract

Anak usia dini memiliki kemampuan dan potensi yang masih harus dikembangkan dengan bantuan orang tua dan orang dewasa. Dimulai dari lingkungan keluarga yaitu orang tua atau pihak lain yang dekat dengan anak. Peran orang tua dalam masa anak adalah sebagai orang yang penting dalam perkembangan sosial emosional anak. Interaksi sosial erat kaitannya dengan perilaku prososial. Pada interaksi sosial, perilaku prososial akan terjadi dikarenakan individu membutuhkan bantuan orang lain. Keterlibatan orang tua sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena orang tua adalah model yang paling dekat dengan anak. oleh karena itu, keterlibatan orang tua sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Keterlibatan Orang Tua Terhadap Perilaku Prososial Pada Anak Usia 5-6 Tahun. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kolerasi, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua anak usia 5-6 tahun di TK Tunas Harapan. Dari hasil analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keterlibatan orang tua terhadap perilaku prososial pada anak usia 5-6 tahun. Hubungan yang signifikan diperoleh dari nilai korelasi (r) sebesar 0,402 dengan taraf signifikansi sebesar 0,028 (p < 0,05). Dengan koefisien determinasi besar pengaruh keterlibatan orang tua terhadap perilaku prososial anak sebesar 16,1% dan sisanya 83,9% dipengaruhi oleh faktor lain
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU DALAM MENGELOLA AMARAH SISWA (STUDI KASUS DI KB ANGGREK MUARA BADAK TAHUN AJARAN 2015/2016 Nurintang -; Rizqi Syafrina
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.025 KB) | DOI: 10.24903/jw.v1i1.175

Abstract

Early children who control their emotions well, in general will be accepted by the environment well too. Conversely, angry students will be very detrimental to other students because a lot of science that should get ignored.by that's why a strategy used by teachers in managing anger of children is very determine the outcome of teaching and learning process. This study aims to find out the Teacher Learning Strategy in Managing Student Angarah Group B in the Anggrek Muara Badak Playing Group of Learning Year 2015/2016. In this study the approach used is qualitative descriptive method approach that is research that intends to understand the phenomenon about what experienced research subjects. The subjects were sixteen students, consisting of five boys and eleven girls. Data collection in this study using observation sheet, Interview Sheet, and Documentation. Data analysis techniques used in this study are Miles and Hiberman techniques that include data collection (data collection); data reduction; presentation of data (data display); and conclusion or verification (conclution drawing & verifying). From the results of research that has been done revealed that the Teacher Learning Strategy in Managing Student Angarah on Group B in the Clock Play Anggrek Estuary Rhino Year Learning 2015/2016 refers to the three important elements of emotional intelligence; (1) Personal skills (self-managing); (2) social skills (dealing with a relationship); (3) social skills (intelligence to arouse the desired response to others). While the cause of students become angry is: (1) because Lack of attention, too mendekti, have a brother who was not far adrift until the pattern of parenting that tends to side with one child. (2) Although there is a single child who is angry but it happens because the parenting pattern of parents who tend to spoil the child too.
PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEROBEK KERTAS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN TK NEGERI 2 SAMARINDA Vivi Endang Adiningsih; Rizqi - Syafrina
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.292 KB) | DOI: 10.24903/jw.v4i2.371

Abstract

Children cannot use their fine motoric skill well in paper-tearing activity. It seems that there are still many children who do not participate in the paper tearing activity, as exemplified by the teacher. This is proven when children do paper tearing activities. The aim of this research is to improve children's fine motor skills through paper tearing on children aged 4-5 years. The method used in this study is classroom action research (CAR) and a descriptive research which carried out in two cycles consisting of 3 meetings in each cycle. Research procedures that were carried out in this study were planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were 19 children aged 4-5 years, consisted of 7 boys and 12 girls. The results showed that the children's fine motor skills improved compared to the pre-cycle phase. In cycle I, there was an increase from pre-cycle with an average value of 31.3% to 60.9% through the first, second and third meeting and succeeded in the second cycle through the first, second and third meeting with an average value of 87.4% in which this value has reached the target of success indicator that is 85%. Based on the results of the study, it can be concluded that paper tearing activity can improve children aged 4-5 years’ fine motoric skills and it is suggested to kindergarten teachers to make paper tearing activities as a media for improving children's fine motoric skills.
PERAN PENGASUHAN AYAH TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Rizqi Syafrina; Nadya Andini
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v6i2.775

Abstract

Orangtua saat pandemi Covid 19 ini memiliki peran penting dalam memaksimalkan aspek perkembangan anak usia dini. Dimana saat sebelum pandemi terjadi anak yang bersekolah ada pendampingan guru di sekolah, namun saat ini anak usia dini didampingi sepenuhnya oleh orang tua. Kemandirian anak usia dini berawal dari keluarga, dimana anak akan diajarkan oleh orang tua untuk menjadi pribadi yang mandiri dan siap terjun ke masyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock (1999) dimana keluarga merupakan Pendidikan utama bagi anak. Anak dilatih sejak usia dini untuk mampu berkembang secara maksimal sesuai dengan usianya. Selama pandemi terjadi anak usia dini lebih banyak melakukan aktivitas di rumah dan banyak orangtua yang mulai mengeluhkan saat anak mereka tidak bersekolah pola kemandirian anak juga ikut berubah. Berdasarkan keterangan dari orangtua, orangtua mengatakan jika anak lebih banyak minta dibantu oleh orangtua, seperti ke kamar mandi, mengenakan pakaian, makan, dan merapikan mainan yang dimainkan. Selain itu orangtua juga mengatakan anak mereka ada yang bangun lebih siang selama tidak bersekolah. Anak dilatih sejak usia dini untuk mampu berkembang secara maksimal sesuai dengan usianya. Saat berjalannya waktu, orangtua yang dulunya bekerja dari rumah mulai kembali bekerja normal dan tidak lagi bekerja dari rumah, sehingga orangtua mulai kesulitan dalam mendampingi proses belajar kemandirian anak dirumah. Terutama untuk peran pengasuhan ayah, ayah sebagai pencari nafkah utama akan lebih banyak bekerja di luar rumah. Tujuan penelitian ini mengetahui peran pengasuhan ayah terhadap kemandirian anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji penelitian korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis “ada peran pengasuhan ayah terhadap kemandirian anak usia dini” diterima. Nilai F hitung sebesar 4,300 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,045 dimana p < 0,05. Hal ini menunjukkan peran pengasuhan ayah memiliki pengaruh terhadap kemandirian anak usia dini.
MOTIVASI BELAJAR GURU PAUD DI TK NEGERI PEMBINA KARANGAN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI Nuryanti Nuryanti; Hanita Hanita; Rizqi Syafrina
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jw.v7i1.816

Abstract

Based on government regulations regarding the implementation of learning during the pandemic by learning from home. So PAUD teachers must be able to innovate in carrying out learning activities through online and offline learning according to directions from the government. This study aims to determine the implementation of PAUD teacher learning motivation in Pembina Karangan State Kindergarten during the pandemic. This study uses a qualitative approach, with data collection through observation, interviews, and documentation. The subject of the study was a Kindergarten teacher at Pembina Karangan. From the results of the analysis, it is known that the implementation of learning during the pandemic is increasing as a form of achievement motivation during the pandemic. This achievement is supported by aspects of perseverance, independence, struggle, and consistency in expressing opinions.
Hubungan antara Academic Self-Efficacy dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa Pendidikan Guru PAUD di Masa Pandemi Covid-19 Ika Apriati Widya Puteri; Rizqi Syafrina
SISTEMA: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): Sistema: Jurnal Pendidikan
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, of Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sjp.v3i1.999

Abstract

Situasi pandemi yang mengubah secara keseluruhan metode pembelajaran di pendidikan tinggi ini membutuhkan kemampuan mahasiswa untuk mampu bertahan dalam segala situasi. Kemampuan ini disebut resiliensi akademik. Resiliensi akademik merupakan kemampuan mahasiswa untuk menangani kesulitan serta stres yang dialami pada konteks akademik, misalnya tekanan serta stres dalam menghadapi ujian dan kesulitan dalam mengerjakan tugas. Beberapa penelitian menemukan bahwa mahasiswa yang resilien memiliki self-efficacy yang tinggi, kegigihan dan kemampuan perencanaan, serta memiliki kecemasan yang rendah. Academic self-efficacy adalah keyakinan individu mengenai kemampuan dan kesanggupan yang dimiliki sebagai mahasiswa dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan akademik tertentu. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda yang berstatus sebagai mahasiswa aktif sebanyak 35 mahasiswa. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen, yaitu The Academic Resilience Scale (ARS-30) dan College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara resiliensi akademik dan academic self-efficacy pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD (r=0,199, p=0,251).
Efektivitas Workshop Academic Writing Untuk Meningkatkan Academic Self-Efficacy Pada Mahasiswa Semester Akhir Rizqi Syafrina; Nurul Khotimah
IDEA: Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 1 (2022): IDEA: Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.837 KB) | DOI: 10.32492/idea.v6i1.6103

Abstract

This research was to determine the effectivity of academic literacy writing workshop in improving senior college student’s self efficacy. The method used in the research was Pre-Experimental Design method. The experimental design used was The One Group Pretest-posttest Design which uses a single group design with pretest and posttest carried out by experimenting with one group, without using a comparison group (Shaughnessy et al, 2007). Analysis of the data used to test the hypothesis of this study is statistical analysis. This data analysis technique uses quantitative analysis with two related sample tests with Paired t test. The results showed that academic writing workshops were less effective in increasing academic self-efficacy with a significance value of 0.135, which is greater than 0.05. However, judging by the results per subject, it was found that there were five subjects who experienced a decrease in academic self-efficacy and there were nine subjects who experienced an increase in academic self-efficacy, although the results were not significant. This shows that the academic literacy writing workshop demonstrates its role in improving academic self-efficacy.
Regulasi Emosi Guru PAUD Selama Proses Mengajar Saat Pandemi Covid-19 Rizqi Syafrina; Rosti Rudi
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v4i2.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana regulasi emosi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama belajar dari rumah saat pandemi covid 19. Selama proses adaptasi belajar dari rumah dengan pembelajaran yang dilakukan secara online, salah satu yang menjadi perhatian adalah regulasi emosi guru. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada empat orang guru PAUD, guru mengalami hambatan yang membuat guru harus mengelola amarahnya agar tetap dapat mengajar dengan baik karena pembelajaran online ini dirasa cukup berat dibandingkan dengan mengajar anak usia dini secara langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini ada tujuh orang dengan rentang usia 25 tahun sampai 40 tahun dengan minimal pendidikan strata satu dan dengan masa kerja minimal lima tahun. Analisis data penelitian kualitatif ini adalah dengan mengumpulkan data dan dilakukan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan regulasi emosi yang dimiliki tergambar dengan baik dimana guru-guru PAUD memiliki kemampuan dalam mengatasi setiap permasalahan yang muncul saat mengajar secara online.