Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI DAN PERUBAHAN BERAT BADAN DENGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI BPM HJ.FAUZIAH HATTA PALEMBANG TAHUN 2018 Rika Oktapianti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) Secara Nasional berkaitan erat dengan program nasional dibidang kesehatan, karena program KB Nasional bersifat mendukung dan mempunyai sasaran serupa dengan program kesehatan. KB suntik merupakan salah satu kontrasepsi yang popular dan banyak diminati di Indonesia umumnya dan Sumatera Selatan khususnya, kontrasepsi suntik yang digunakan adalah DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) dan cyclofem. Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui hubungan gangguan siklus menstruasi dan perubahan berat badan dengan lama pemakaian alat kontrasepsi suntik 3 bulan. Metode Penelitian: ini bersifat survey anaitik dengan tehnik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB Suntik 3 Bulan yang berkunjung ke BPM HJ. Fauziah Hatta Palembang pada tanggal 02-16 Juli 2018. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, dan bivariat. Hasil penelitian: Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 42 responden sebanyak 18 responden (42,9%) akseptor KB suntik 3 bulan baru dan 24 (57,1%) responden akseptor KB suntik 3 bulan lama, gangguan siklus mestruasi yang terganggu 27 (64,3%), gangguan siklus menstruasi yang tidak terganggu 15 (35,7%), perubahan berat yang terjadi 30 (71,4%), perubahan berat badan yang tidak terjadi perubahan 12 (28,6%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil tidak ada hubungan antara gangguan siklus mestruasi dengan lama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 Bulan dengan Pvalue 0,456, dan tidak ada hubungan antara perubahan berat badan ibu dengan lama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 Bulan dengan Pvalue 1,000. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan gangguan siklus menstruasi perubahan berat badan pada akseptor KB Background: The National Family Planning Program (KB) is closely related to the national program in the health sector, because the National Family Planning Program is supportive and has similar goals to health programs. Injection KB is one of the most popular and popular contraceptives in Indonesia and South Sumatra in particular, injectable contraception used is DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) and cyclofem. The purpose of the study: to determine the relationship between menstrual cycle disorders and changes in body weight with the use of injectable contraceptives for 3 months. Research Method: This is an anaitic survey with sampling techniques namely accidental sampling. The sample in this study were all KB 3-month injection acceptors who visited BPM HJ. Fauziah Hatta Palembang on July 2-16, 2018. Analysis of the data used is univariate, and bivariate analysis. Results: Based on univariate data obtained data from 42 respondents as many as 18 respondents (42.9%) injectable family planning acceptors 3 months and 24 (57.1%) respondents KB injection acceptors for 3 months long, disrupted menstrual cycle disorders 27 (64 , 3%), uninterrupted menstrual cycle disorders 15 (35.7%), severe changes that occurred 30 (71.4%), changes in body weight that did not change 12 (28.6%). Based on bivariate data obtained results there is no relationship between menstrual cycle disorders with the duration of use of 3-month injection contraceptive contraception with a value of 0.456, and there is no relationship between changes in maternal weight with the use of 3-month injection contraceptive contraception with a value of 1,000. Conclusion: There was no relationship between the duration of 3-month injection contraceptive use and menstrual cycle disorders changes in body weight in KB acceptors
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 2 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i2.746

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan disebut suatu episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sejak saat hamil, ibu sudah mengalami kecemasan. Kecemasan meningkat menjelang persalinan terutama pada trimester III. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil menjelang persalinan di Praktik Mandiri Bidan Wiwiet Wulandari Palembang Tahun 2021. Metode: Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di PMB Wiwiet Wulandari Palembang pada tanggal 25 Mei-18 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi penelitian yaitu ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan ANC bulan Mei-Juli tahun 2021 yang berjumlah 45 responden. Sampel penelitian berjumlah 45 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara usia ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan dengan nilai p 0,001. Tidak ada hubungan bermakna antara pendidkan ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan  dengan nilai p 0,411. Ada hubungan bermakna antara paritas ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan  dengan nilai p 0,000.  Saran: Diharapkan para bidan untuk meningkatkan pelayanan antenatal care untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik dan mental dalam menghadapi persalinan, sehingga dapat mengurangi angka kecemasan pada ibu hamil dan dapat mengurangi komplikasi yang ditimbulkan  selama kehamilan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Paritas, Kecemasan Ibu Hamil, Persalinan
LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI 3 BULAN TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN DAN PERUBAHAN LIBIDO Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 2 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i2.741

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi hormonal jenis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman. Suntik 3 bulan mengandung hormon progestin sangat berkaitan dengan perubahan berat badan dan perubahan libido. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan terhadap perubahan berat badan dan perubahan libido. Metode: Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan di Praktik Mandiri Bidan Andina Primitasari pada tanggal 15 Maret-26 Juni 2021. Populasi penelitian yaitu ibu akseptor kb suntik 3 bulan  yang melakukan suntik 3 bulan pada bulan Maret –Juni tahun 2021 yang berjumlah 81 responden. Sampel penelitian  berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi squere. Hasil: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan (nilai p = 0,003 < 0,05). Ada hubungan lama pemakaian suntik 3 bulan dengan perubahan libido (nilai p = 0,000 < 0,05). Saran: Diharapkan akseptor KB dapat memilih alat kontrasepsi yang     tepat. Menanyakan kepada bidan atau tenaga kesehatan tentang macam-macam alat kontrasepsi sebelum memilih alat kontrasepsi tertentu dan selalu memantau perubahan efek samping sehingga apabila ada kelainan dapat segera diatasi. Kata Kunci: Suntik 3 Bulan, Lama Pemakaian,   Berat Badan, Libido
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANTENATAL CARE) DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Rika Oktapianti
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.532

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39-40 minggu, sehingga dalam masa tersebut ibu hamil membutuhkan pengawasan yang tepat. Janin dalam kandungan berkembang sesuai dengan besar usia kehamilan, maka apabila tidak dilakukan pengawasan yang tepat bisa menyebabkan masalah, baik dalam kehamilan, persalinan dan nifasnya bisa juga menyebabkan kematian ibu dan bayi. Jumlah cakupan K1 kota Palembang Tahun 2014 sebesar 99,88% dan K4 sebesar 96,64%. Masih banyak ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh ibu. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Populasi dalam peneliti ini adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di Poli KIA Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 64 responden. Tehnik pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada tanggal 10 Maret 2018 s.d 23 Maret 2018. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan analisa univariat didapatkan ibu hamil dengan pengetahuan baik sebanyak 30 (53,1%) responden, pengetahuan kurang baik sebanyak 34 (46,9%), sikap positif ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 50 (78,1 %) dan yang sikap negative sebanyak 14 (21,9%). Berdasarkan analisa bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) dengan p value 0,013, dan ada hubungan antara sikap ibu hamil dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) dengan p value 0,026. Simpulan: Tingkat Pengetahuan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku ibu untuk memeriksakan kehamilannya sehingga disarankan pada ibu hamil untuk lebih rutin memeriksakan kehamilannya ke petugas Kesehatan. Untuk petugas kesehatan khususnya Bidan agar dapat lebih meningkatkan informasi dan edukasi pada masyarakat untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada ibu hamil Kata Kunci: Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care), Pengetahuan, Sikap
Penyuluhan Tentang Pemakaian KB IUD Jangka Panjang di PMB Andina Primitasari Palembang Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.428

Abstract

Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat efektif, reversible dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif, dengan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini agar pasangan usia subur dapat meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi IUD atau usaha pencegahan kehamilan (Handayani, 2010). Laju pertambahan sensus kependudukan Indonesia semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan di Indonesia berdasarkan hasil pencacahan sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah 237.556.363 orang yang terdiri dari 119.107.580 laki-laki dan 118.048.784 perempuan. LPP tahun 2017 diharapkan turun menjadi 1,1%. Penyuluhan yang kami selenggarakan yang  datang  adalah PUS (Pasangan Usia Subur). Program penyuluhan tentang kb iud jangka panjang di PMB Andina Primitasari Palembang pada hari sabtu tanggal 04 Desember 2022 dalam bentuk ceramah, tanya jawab. Kegiatan berjalan secara efektif dan peserta antusias mendengarkan dan menanyakan berbagai hal mengenai kb iud jangka panjang yang belum dipahami oleh peserta penyuluhan pasangan usia subur.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.18563

Abstract

Angka kematian bayi menjadi indikator utama dalam menentukan derajat kesehatan anak, karena merupakan cerminan dari status kesehatan anak saat ini. Beberapa faktor resiko yang mempengaruhi BBLR meliputi gizi saat hamil kurang, umur ibu (<20 tahun dan > 35 tahun), jarak kehamilan terlalu dekat, penyakit menahun, hidramnion, kehamilan ganda, cacat bawaan dan infeksi dalam rahim, paritas, status ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan ibu. (Akb Indonesia, 2012) Dari hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, pada tahun 2015 didapatkan dari 1250 bayi terdapat 140 bayi (11,2%) dengan BBLR dan pada tahun 2016 didapatkan dari 1318 bayi terdapat 158 bayi (11,9%) dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Sampel diambil secara purposive sampling yaitu sebanyak 59 bayi BBLR dan 59 bayi tidak BBLR dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian Umumnya ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang mempunyai jarak kehamilan yang tidak beresiko untuk melahirkan yaitu sebanyak 81 orang (68,6%), 23 ibu (19,5%) dengan multipara, dan 27 bayi kembar (22,9%) yang lahir di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Kesimpulan. Ada hubungan antara jarak kehamilan ibu dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan nilai P=0,000. Tidak ada hubungan antara paritas dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan nilai P=1,000 Ada hubungan antara kehamilan kembar dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan nilai P=0,016.