Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Pemakaian KB IUD Jangka Panjang di PMB Andina Primitasari Palembang Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.428

Abstract

Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat efektif, reversible dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif, dengan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini agar pasangan usia subur dapat meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi IUD atau usaha pencegahan kehamilan (Handayani, 2010). Laju pertambahan sensus kependudukan Indonesia semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan di Indonesia berdasarkan hasil pencacahan sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah 237.556.363 orang yang terdiri dari 119.107.580 laki-laki dan 118.048.784 perempuan. LPP tahun 2017 diharapkan turun menjadi 1,1%. Penyuluhan yang kami selenggarakan yang  datang  adalah PUS (Pasangan Usia Subur). Program penyuluhan tentang kb iud jangka panjang di PMB Andina Primitasari Palembang pada hari sabtu tanggal 04 Desember 2022 dalam bentuk ceramah, tanya jawab. Kegiatan berjalan secara efektif dan peserta antusias mendengarkan dan menanyakan berbagai hal mengenai kb iud jangka panjang yang belum dipahami oleh peserta penyuluhan pasangan usia subur.
Edukasi Pentingnya Pemberian Kolostrum pada Bayi di Praktik Mandiri Bidan Choirul Mala Palembang Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.431

Abstract

Air susu ibu merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. Komposisi ASI itu sendiri tidak sama dari waktu ke waktu komposisi tersebut terbagi atas tiga macam yaitu kolostrum, ASI masa transisi dan ASI matur. colostrum adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum ini adalah cairan kental kekuning-kuningan yang keluar pada hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi lahir. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemberian kolostrum pada bayi setelah lahir. Setelah diberikan edukasi kesehatan pentingnya pemberian kolostrum pada bayi ibu-ibu menjadi paham dan mengerti apa itu kolostrum dan manfaat dari kolostrum itu sendiri untuk bayi. Saat diberikan pertanyaan, Hasil edukasi (penyuluhan) didapatkan sebanyak 65,7% pengetahuan ibu baik karena ibu menyimak saat dilakukan edukasi kesehatan (pendidikan kesehatan) dan adanya rasa ingin tahu dari ibu sendiri tentang pentingya pemberian kolostrum. Ini membuktikan sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat terutama pada ibu hamil yang akan memiliki anak dan memberikan kolostrum beserta pemberian ASI ekslusif pada bayi. Bagi ibu hamil lebih aktif  lagi dalam pelayanan kesehatan sehingga ibu  hamil bisa memberikan kolostrum dan ASI dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.18563

Abstract

Angka kematian bayi menjadi indikator utama dalam menentukan derajat kesehatan anak, karena merupakan cerminan dari status kesehatan anak saat ini. Beberapa faktor resiko yang mempengaruhi BBLR meliputi gizi saat hamil kurang, umur ibu (<20 tahun dan > 35 tahun), jarak kehamilan terlalu dekat, penyakit menahun, hidramnion, kehamilan ganda, cacat bawaan dan infeksi dalam rahim, paritas, status ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan ibu. (Akb Indonesia, 2012) Dari hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, pada tahun 2015 didapatkan dari 1250 bayi terdapat 140 bayi (11,2%) dengan BBLR dan pada tahun 2016 didapatkan dari 1318 bayi terdapat 158 bayi (11,9%) dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Sampel diambil secara purposive sampling yaitu sebanyak 59 bayi BBLR dan 59 bayi tidak BBLR dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian Umumnya ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang mempunyai jarak kehamilan yang tidak beresiko untuk melahirkan yaitu sebanyak 81 orang (68,6%), 23 ibu (19,5%) dengan multipara, dan 27 bayi kembar (22,9%) yang lahir di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Kesimpulan. Ada hubungan antara jarak kehamilan ibu dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan nilai P=0,000. Tidak ada hubungan antara paritas dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan nilai P=1,000 Ada hubungan antara kehamilan kembar dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan nilai P=0,016.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN Oktapianti, Rika; Triyanti, Dempi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 2 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i2.1153

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan disebut suatu episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sejak saat hamil, ibu sudah mengalami kecemasan. Kecemasan meningkat menjelang persalinan terutama pada trimester III. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil menjelang persalinan di Praktik Mandiri Bidan Wiwiet Wulandari Palembang Tahun 2021. Metode: Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini di PMB Wiwiet Wulandari Palembang pada tanggal 25 Mei-18 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi penelitian yaitu ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan ANC bulan Mei-Juli tahun 2021 yang berjumlah 45 responden. Sampel penelitian berjumlah 45 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara usia ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan dengan nilai p 0,001. Tidak ada hubungan bermakna antara pendidkan ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan  dengan nilai p 0,411. Ada hubungan bermakna antara paritas ibu hamil dengan kecemasan menjelang persalinan  dengan nilai p 0,000.  Saran: Diharapkan para bidan untuk meningkatkan pelayanan antenatal care untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik dan mental dalam menghadapi persalinan, sehingga dapat mengurangi angka kecemasan pada ibu hamil dan dapat mengurangi komplikasi yang ditimbulkan  selama kehamilan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Paritas, Kecemasan Ibu Hamil, Persalinan
LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI 3 BULAN TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN DAN PERUBAHAN LIBIDO Triyanti, Dempi; Oktapianti, Rika
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 13, No 2 (2021): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v13i2.1154

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi hormonal jenis KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman. Suntik 3 bulan mengandung hormon progestin sangat berkaitan dengan perubahan berat badan dan perubahan libido. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan terhadap perubahan berat badan dan perubahan libido. Metode: Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan di Praktik Mandiri Bidan Andina Primitasari pada tanggal 15 Maret-26 Juni 2021. Populasi penelitian yaitu ibu akseptor kb suntik 3 bulan  yang melakukan suntik 3 bulan pada bulan Maret –Juni tahun 2021 yang berjumlah 81 responden. Sampel penelitian  berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi squere. Hasil: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan (nilai p = 0,003 < 0,05). Ada hubungan lama pemakaian suntik 3 bulan dengan perubahan libido (nilai p = 0,000 < 0,05). Saran: Diharapkan akseptor KB dapat memilih alat kontrasepsi yang     tepat. Menanyakan kepada bidan atau tenaga kesehatan tentang macam-macam alat kontrasepsi sebelum memilih alat kontrasepsi tertentu dan selalu memantau perubahan efek samping sehingga apabila ada kelainan dapat segera diatasi. Kata Kunci: Suntik 3 Bulan, Lama Pemakaian,   Berat Badan, Libido 
Penyuluhan Tentang Pemakaian Kontrasepsi IUD Di PMB Andina Primitasari Palembang Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1504

Abstract

IUD (Intra Uterine Device) or IUD contraception is a tool or object that is inserted into the uterus that is very effective, reversible and long-term, can be used by all women of reproductive age, with the aim of contraception or pregnancy prevention efforts (Handayani, 2010). The population growth rate in Indonesia is increasing. This can be seen from the growth rate in Indonesia based on the results of the 2010 population census, the population of Indonesia is 237,556,363 people consisting of 119,107,580 men and 118,048,784 women. LPP in 2017 is expected to drop to 1.1%. (BKKBN, 2017). The low number of mothers using IUD contraception is due to the lack of information about the benefits of using IUD contraception so that the mother's attitude in choosing IUD is still very low which has an impact on actions in choosing IUD contraception. This situation greatly influences the mother's decision to use IUD contraception.IUD (Intra Uterine Device) or IUD contraception is a tool or object that is inserted into the uterus that is very effective, reversible and long-term, can be used by all women of reproductive age, with the aim of contraception or pregnancy prevention efforts (Handayani, 2010). The population growth rate in Indonesia is increasing. This can be seen from the growth rate in Indonesia based on the results of the 2010 population census, the population of Indonesia is 237,556,363 people consisting of 119,107,580 men and 118,048,784 women. LPP in 2017 is expected to drop to 1.1%. (BKKBN, 2017). The low number of mothers using IUD contraception is due to the lack of information about the benefits of using IUD contraception so that the mother's attitude in choosing IUD is still very low which has an impact on actions in choosing IUD contraception. This situation greatly influences the mother's decision to use IUD contraception.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Penggunaan Kontrasepsi IUD Dengan Pemilihan Kontrasepsi IUD Di PMB Andina Primitasari Palembang Triyanti, Dempi; Oktapianti, Rika
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi januari 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i1.1323

Abstract

Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR adalah suatu alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim yang sangat efektif, reversible dan berjangka panjang, dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduktif, dengan tujuan kontrasepsi atau usaha pencegahan kehamilan (Handayani, 2010). Laju pertambahan penduduk di Indonesia semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan di Indonesia berdasarkan hasil pencacahan sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah 237.556.363 orang yang terdiri dari 119.107.580 laki-laki dan 118.048.784 perempuan. LPP tahun 2017 diharapkan turun menjadi 1,1%. (BKKBN, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Hubungan Pengetahuan dan sikap tentang Kontrasepsi IUD Dengan Pemilihan Kontrasepsi IUD di PMB Andina Primitasari Palembang. Desain penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Akseptor Kontrasepsi di PMB Andina Primitasari Palembang berjumlah 108 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan Simple Random Sampling yaitu semua populasi dijadikan sebagai sampel sebanyak 48 orang. Intrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data chisquare tentang pengetahuan dan sikap pemilihan kontrasepsi IUD. Hasil penelitian menunjukkan sebagian kecil pengetahuan responden memilih alat kontrasepsi IUD, dan sebagian besar sikap positif pada pemilihan kontrasepsi IUD. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahw ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi IUD pada pasangan usia subur diperoleh nilai chi square X2hitung = 13,257 dan X2 tabel 3,841, ada hubungan antara sikap dengan pemilihan kontrasepsi IUD pada pasangan usia subur di peroleh nilai X2hitung = 8,749 dan X2 tabel 3,841. Saran agar peran bidan atau petugas kesehatan lain agar meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang manfaat menggunakan kontrasepsi IUD eksklusif kepada masyarakat, khususnya kepada pasangan usia subur.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Retensio Plasenta Di PMB Desi Fitriani Palembang Tahun 2022 Oktapianti, Rika; Triyanti, Dempi
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi januari 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i1.1326

Abstract

Retensio plasenta adalah plasenta yang tidak lahir lebih dari 30 menit setelah kelahiran bayi. Retensio merupakan salah satu penyeba masih tingginya kematian ibu akibat perdarahan postpartum. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2014 terdapat 210 juta wanita hamil, dan 130 juta kelahiran diseluruh dunia dari jumlah tersebut, diperkirakan sebanyak 558.000 ibu meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, 35%% diantaranya adalah meninggal karena perdarahan, penyebab utama perdarahan persalinan adalah retensio plasenta, atonia uteri dan sisa plasenta yang tidak segera ditangani. Dilaporkan bahwa 15-20% kematian ibu karena retensio plasenta dan insidennya adalah 0,8-1,2% untuk setiap kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian retensio plasenta. Jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan Desi Fitriani Palembang. Subjek penelitian adalah semua ibu bersalin dengan retensio plasenta sebanyak 35 orang dilaksanakan tanggal 13 April - 28 Juni 2022. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur ibu p= 0,022 < α =0,05 dan OR =1,579, status anemia diperoleh  p= 0,049 < α =0,05 dan OR =1,875, tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas ibu p= 0,703 < α =0,05 dan OR =1,778 dan jarak kehamilan diperoleh p= 0,583 < α =0,05 dan OR =1,636. Diharapkan bagi petugas kesehatan terkhusus bidan agar dapat memberikan informasi, edukasi serta pelayanan yang baik pada ibu hamil untuk sering memeriksakan kehamilan petugas kesehatan guna meminimalisir kejadian apabila terjadi resiko tinggi saat hamil.
A Descriptive Study on Postpartum Mothers' Knowledge of Colostrum at the Independent Midwifery Practice of Choirul Mala, Palembang Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 3 (2025): September : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebid
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i3.1552

Abstract

Bacground : The 0–12 month period is a critical phase in infant development, covering motor, cognitive, and emotional domains. Early stimulation has been proven to prevent developmental delays that may affect later life stages. Complementary therapies such as infant massage and baby gym are widely applied as non-pharmacological, safe, low-cost interventions that can be practiced at home by parents. Objective: To systematically review the scientific evidence regarding the effectiveness of complementary therapies in stimulating the development of infants aged 0–12 months. Methods: This literature study involved a review of articles published between 2018–2024 from PubMed and Google Scholar. Inclusion criteria included experimental and quasi-experimental studies evaluating the effect of complementary therapies (infant massage, baby gym, or others) on infant development. Results: Six relevant studies were identified, including four on baby gym and two on infant massage. All studies reported significant improvements in gross motor development following intervention. Infant massage also showed additional benefits such as increased weight gain and enhanced mother-infant bonding. Conclusion: Complementary therapies such as infant massage and baby gym are effective and practical strategies for stimulating infant development. However, further research with more robust experimental designs is needed to strengthen the evidence base.
PENYULUHAN TENTANG TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA DI SMK SWAKARYA PALEMBANG: COUNSELING ON PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TECHNIQUES TOWARDS REDUCING MENSTRUAL PAIN IN ADOLESCENTS AT SMK SWAKARYA PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.362

Abstract

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh kejadian nyeri menstruasi pada remaja di SMK Swakarya Palembang, dimana terdapat 58 (80%) remaja yang menyatakan mengalami nyeri menstruasi dan remaja tersebut mengatakan hanya tiduran dan minum obat saat nyeri menyerang.Tujuan Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang. Relaksasi otot progresif merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan mengalami rasa nyaman, sedangkan dismenorea merupakan nyeri yang dirasakan ketika menstruasi, terutama terjadi pada perut bagian bawah menyebar sampai pinggang serta paha yang terasa seperti kram. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan berupa penyuluhan secara menyeluruh pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang, kemudian remaja putri diberikan leaflet tentang metode pemberian Teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Setelah selesai melakukan penyuluhan kesehatan, remaja putri mengerti bahwa dalam meningkatkan kesehatan dan melakukan relaksasi otot progresif untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan maka kami menyimpulkan bahwa dipahaminya apa itu Teknik relaksasi otot progresif Kami menyarankan agar remaja putri, untuk melakukan Teknik relaksasi otot progresif guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan seperti nyeri haid pada remaja putri. Kata Kunci : Nyeri haid (dismenorea), Teknik relaksasi otot progresif   Abstract This counseling was motivated by the occurrence of menstrual pain in adolescents at SMK Swakarya Palembang, where there were 58 (80%) adolescents who stated that they experienced menstrual pain and the adolescents said that they only lay down and took medicine when the pain attacked. The purpose of this counseling was to determine the effect of providing progressive muscle relaxation techniques on reducing menstrual pain in female adolescents at SMK Swakarya Palembang. Progressive muscle relaxation is a skill that can be learned and used to reduce or eliminate tension and experience comfort, while dysmenorrhea is pain that is felt during menstruation, especially in the lower abdomen spreading to the waist and thighs which feels like cramps.The method of implementing the activity was carried out in the form of comprehensive counseling for female adolescents at SMK Swakarya Palembang, then the female adolescents were given leaflets about the method of providing progressive muscle relaxation techniques to reduce menstrual pain in female adolescents. After completing the health counseling, female adolescents understood that in improving health and doing progressive muscle relaxation to reduce menstrual pain in female adolescents. From the health counseling that was carried out, we concluded that they understood what progressive muscle relaxation techniques are. We suggest that young women carry out progressive muscle relaxation techniques to prevent unwanted things such as menstrual pain in young women  Keywords : Menstrual Pain (Dismenorhea), Progressive Muscle Relaxation Technique