Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Di SMK Swakarya Palembang Triyanti, Dempi; Oktapianti, Rika
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1700

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian nyeri menstruasi pada remaja di SMK Swakarya Palembang, dimana terdapat 58 (80%) remaja yang menyatakan mengalami nyeri menstruasi dan remaja tersebut mengatakan hanya tiduran dan minum obat saat nyeri menyerang.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMK Swakarya Palembang. Relaksasi otot progresif merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan digunakan mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan mengalami rasa nyaman, sedangkan dismenorea merupakan nyeri yang dirasakan ketika mestruasi, terutama terjadi pada perut bagian bawah menyebar sampai pinggang serta paha yang terasa seperti kram. Metode Jenis penelitian ini menggunakan metode Pra-exsperiment dengan rancangan one group pretest dan postest. Populasi 78 orang siswi dan sampel yang digunakan adalah 16 siswi dengan systematic sampling. Uji Analisis menggunakan uji t (paired sample test). Hasil Pada penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif terhadap nyeri dismenorea pada Siswi di SMK Swakarya Palembang dengan hasil nilai rerata nyeri yang dirasakan sebelum melakukan teknik relaksasi otot progresif adalah 14,50 dengan kategori nyeri berat, yang kemudian turun menjadi 5,12 dengan kategori nyeri ringan dan nilai Sign (2- tailed) p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dan Saran disimpulkan bahwa relaksasi otot progresif dapat menurunkan nyeri dismenorea di SMK Swakarya Palembang dan disarankan untuk remaja putri agar dapat menerapkan relaksasi otot progresif dalam mengatasi dismenorea.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Sungsang Di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Oktapianti, Rika; Triyanti, Dempi
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v3i1.434

Abstract

Persentasi bokong atau letak sungsang merupakan letak memanjang dengan kepala janin di fundus dan bokong dibagian bawah kavum uteri. Persalinan sungsang memiliki resiko berakibat kkematian baik pada ibu maupun bayi apabila tidak ditangani dengan baik. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Bhayangkara Palembang pada tahun 2016 ibu yang melahirkan dengan persentasi bokong sebanyak 24 orang, pada tahun 2017 ibu yang meahirkan bayi dengan persentasi bokong sebanyak 29 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian persalinan sungsang. Jenis penelitian ini penelitian survey analitik dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang pada tanggal 02 Januari – 12 Januari 2019. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil uji regresi logistik menunjukkan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian persalinan sungsang adalah keadaan rahim dengan Exp (B) = 5,257. Kesimpulan dari hasil uji regresi logistik terhadap 5 variabel independen yang dihubungkan dengan variabel dependen yang paling dominan berhubungan adalah variabel keadaan rahim. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi acuan tindakan preventif bagi ibu hamil dalam pemantauan kehamilan khususnya.  
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Rumah Bersalin Mega Palembang Triyanti, Dempi; Oktapianti, Rika
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v3i1.440

Abstract

Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2010 mencatat bahwa 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan adalah kekurangan zat besi (Proverawati,2011). Ibu yang mengalami anemia tidak dapat menoleransi kehilangan darah seperti perempuan sehat tanpa anemia.Ibu hamil di Rumah Bersalin Mega tahun 2019 berjumlah 656 orang Dalam setahun, dari sekian jumlah ibu hamil di Rumah Bersalin Mega terdapat 53 orang ibu hamil yang mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Rumah Bersalin Mega Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu seluruh hamil yang mengalami anemia di Rumah Bersalin Mega Palembang pada bulan September - Desember 2019 berjumlah 53 responden. Tehnik Pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi -Square. Penelitian dilakukan di Rumah Bersalin Mega Palembang. Berdasarkan analisa univariat didapatkan ibu hamil yang patuh sebanyak 63,3 % lebih besar dari ibu hamil yang tidak patuh sebanyak 37,7 %. Pengetahuan baik sebanyak 50,9 % lebih besar dari kurang baik sebanyak 49,1%. Sikap baik sebanyak 45,3 % lebih kecil dari sikap kurang baik sebanyak 54,7 %. tindakan baik sebanyak 54,7 % lebih besar dari tindakan kurang baik sebanyak 45,3%. Berdasarkan data bivariat didapatkan hasil ada hubungan pengetahuan (p value =0,000 ) dengan nilai OR 8,000, sikap (p value = 0.009) dengan nilai OR 1,678. tindakan (p value = 0,000), dengan nilai OR 2,453. Disarankan kepada petugas Rumah Bersalin Mega Palembang agar melakukan peningkatan program promosi serta memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil tentang pentingnya mengkonsumsi tablet besi (Fe) selama kehamilan.
PENYULUHAN TENTANG PEMAKAIAN IMPLANT PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG: COUNSELING ABOUT IMPLANT USE IN WOMEN COUPLE OF REPRODUCTIVE AGE AT BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.145

Abstract

Abstrak Metode kontrasepsi jangka panjang (MJKP) implant (susuk) dinilai merupakan metode kontrasepsi yang paling efektif dari segi kegunaan dan biaya dengan tingkat keberhasilan mencapai 99%. Kenyataannya banyak wanita yang mengalami kesulitan dalam menentukan alat kontrasepsi yang sesuai untuk dirinya. Kendala yang sering ditemukan karena kurangnya pengetahuan. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan yang meliputi derajat status kesehatan, kemungkinan munculnya efek samping, kemungkinan kegagalan atau kehamilan yang tidak dikehendaki, jumlah kisaran keluarga yang diharapkan, persetujuan dari suami atau istri,nilai- nilai budaya, lingkungan serta keluarga dengan tujuan penyuluhan metode kontrasepsi jangka panjang untuk menurunkan angka kelahiran penduduk yang terlalu dekat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan berupa penyuluhan secara menyeluruh pada wanita pasangan usia subur di BPM Fauziah Hatta Palembang, kemudian pasien diberikan leaflet tentang metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur guna menurunkan angka kelahiran penduduk. Setelah selesai melakukan penyuluhan kesehatan, wanita pasangan usia subur mengerti bahwa dalam meningkatkan kesehatan dan melakukan pemakaian implant usia subur untuk mengurangi angka kelahiran. Dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan maka kami menyimpulkan bahwa dipahaminya apa itu kontrasepsi implant Kami menyarankan agar masyarakat khususnya wanita usia subur, untuk melakukan pemakaian kontrasepsi implant guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan sepeti kelahiran bayi dan ledakan penduduk. Kata Kunci : Implant, Pasangan Usia Subur Abstract Implanted long-term contraceptive methods (MJKP) are considered to be the most effective method of contraception in terms of usability and cost with a success rate of up to 99%. In fact, many women experience difficulties in determining the appropriate contraceptive method for themselves. Obstacles that are often found due to lack of knowledge. Many aspects must be considered which include the degree of health status, the possibility of side effects, the possibility of failure or unwanted pregnancies, the expected number of family ranges, the approval of the husband or wife, cultural values, environment and family with the aim of educating long-term contraceptive methods. too long to reduce the birth rate of residents who are too close. The method of implementing the activity is in the form of comprehensive counseling for women of childbearing age at BPM Fauziah Hatta Palembang, then patients are given leaflets about long-term contraceptive methods for women of childbearing age to reduce the population's birth rate. After completing health counseling, women of reproductive age couples understand that in improving health and using implants of childbearing age to reduce birth rates. From the health education conducted, we concluded that they understood what implant contraception was. We suggest that the public, especially women of childbearing age, use implant contraception to prevent unwanted things such as baby births and population explosions.  Keywords: Implants, Couples of Reproductive Age
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK SAAT HAMIL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG: INCREASING KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN ABOUT CHRONIC ENERGY DEFICIENCY DURING PREGNANVY THROUGH HEALTH EDUCATION AT PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.148

Abstract

Abstrak Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia, kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan produktifitas kerja dan daya tahan tubuh, yang berakibat meningkatnya kesakitan dan kematian. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak janin didalam kandungan. Ibu dan calon ibu menjadi kelompok rawan, karena membutuhkan gizi dan kesehatannya yang cukup sehingga harus di jaga status gizi dan kesehatannya, agar dapat melahirkan bayi yang sehat. Sampai saat ini masih banyak banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi, khususnya gizi kurang energi kronis (KEK) dan anemia. Sehingga mempunyai kecendrungan melahirkan bayi dengan berat badan lahir kurang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronik. Kegiatan ini berupa edukasi yang dilakukan pada ibu hamil. Metode penyuluhan adalah melalui Pendidikan Kesehatan langsung antara penyuluh dan peserta. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada dipuskesmas Pembina Palembang sebanyak 16 orang. Selama proses penyuluhan berlangsung peserta sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil edukasi (penyuluhan) didapatkan sebanyak 75% pengetahuan ibu baik karena ibu menyimak saat dilakukan edukasi kesehatan (pendidikan kesehatan) dan adanya rasa ingin tahu dari ibu sendiri tentang kekurangan energi kronik. Ini membuktikan sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat terutama pada ibu hamil untuk mengetahui apa kekurangan energi kronik dan upaya pencegahan supaya tidak mengalami kekurangan energi kronik saat hamil. Bagi ibu hamil lebih aktif  lagi dalam pelayanan kesehatan sehingga ibu  hamil bisa mengontrol kesehatannya selama kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronik (KEK).   Abstract Nutrition is one of the determinants of the quality of human resources, malnutrition will cause failure of physical growth and development of intelligence, reduce work productivity and endurance, which results in increased illness and death. Nutritional adequacy is needed by every individual, since the fetus is in the womb. Mothers and expectant mothers become vulnerable groups, because they need adequate nutrition and health so that they must be maintained nutritional status and health, in order to give birth to healthy babies. Until now, there are still many pregnant women who experience nutritional problems, especially chronic lack of energy (KEK) and anemia. So it has a tendency to give birth to babies with less birth weight. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about chronic energy deficiency. This activity is in the form of education carried out on pregnant women. The method of counseling is through Health Education directly between extension workers and participants. The target of this community service is pregnant women in the Palembang Pembina health center as many as 25 people. During the counseling process, participants were very enthusiastic about listening from the beginning to the end of the activity. The results of education (counseling) obtained as much as 65.7% of maternal knowledge both because mothers listen when health education is carried out (health education) and there is curiosity from mothers themselves about chronic energy deficiency. This proves as health workers the need to educate the public, especially pregnant women, to find out what chronic energy deficiency is and prevention efforts so as not to experience chronic energy deficiency during pregnancy. For pregnant women to be more active in health services so that pregnant women can control their health during pregnancy.  Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Chronic Energy Deficiency (KEK).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KELAINAN LETAK JANIN (LETAK SUNGSANG) PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG : EFFORTS TO INCREASE KNOWLEDGE ABOUT FETAL LOCATION ABNORMALITIES (BREECH LOCATION) IN PREGNANT WOMEN AT BHAYANGKARA HOSPITAL PALEMBANG Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.188

Abstract

Abstrak Persentasi bokong atau letak sungsang merupakan letak memanjang dengan kepala janin di fundus dan bokong dibagian bawah kavum uteri. Persalinan sungsang memiliki resiko berakibat kematian baik pada ibu maupun bayi apabila tidak ditangani dengan baik. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Bhayangkara Palembang pada tahun 2016 ibu yang melahirkan dengan persentasi bokong sebanyak 24 orang, pada tahun 2017 ibu yang melahirkan bayi dengan persentasi bokong sebanyak 29 orang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kelainan letak janin. Penyuluhan  dan  edukasi ini sangat penting kepada  ibu  hamil  untuk  mengetahui  kelainan letak janin agar bisa  menyelamatkan  nyawa  ibu  dan  janin. Metode penyuluhan adalah melalui Pendidikan Kesehatan langsung antara penyuluh dan peserta. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang sebanyak 18 orang. Media    yang    digunakan    adalah  leaflet yang  berisikan  tentang  informasi  kelainan letak pada janin. Selama proses penyuluhan berlangsung peserta sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil edukasi (penyuluhan) didapatkan sebanyak 77,8% pengetahuan ibu baik karena ibu menyimak saat dilakukan edukasi kesehatan (pendidikan kesehatan) dan adanya rasa ingin tahu dari ibu sendiri tentang kelainan letak (letak sungsang) pada janin. Ini membuktikan sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat terutama pada ibu hamil untuk mengetahui apa kelainan letak (letak sungsang pada janin dan upaya pencegahan supaya tidak mengalami kelainan letak janin saat hamil. Bagi ibu hamil lebih aktif  lagi dalam pelayanan kesehatan sehingga ibu  hamil bisa mengontrol kesehatannya selama kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Kelainan Letak (letak Sungsang) Janin   Abstract The percentage of the buttocks or breech location is an elongated location with the fetal head in the fundus and the buttocks at the bottom of the uterine cavity. Breech delivery has a risk of death both to the mother and baby if not handled properly. Based on data from Bhayangkara Hospital Palembang in 2016 mothers who gave birth with a percentage of buttocks as many as 24 people, in 2017 mothers who gave birth to babies with a percentage of buttocks as many as 29 people. The purpose of this community service is to provide education and increase the knowledge of pregnant women about fetal location abnormalities. This counseling and education is very important for pregnant women to find out fetal location abnormalities in order to save the lives of mothers and fetuses. The method of counseling is through direct Health Education between extension workers and participants. The target of this community service is 18 pregnant women at Bhayangkara Hospital Palembang. The media used is a leaflet containing information on location abnormalities in the fetus. During the counseling process, participants were very enthusiastic about listening from the beginning to the end of the activity. The results of education (counseling) obtained as much as 75% of maternal knowledge both because mothers listen when health education is carried out (health education) and there is curiosity from the mother herself about location abnormalities (breech location) in the fetus. This proves as a health worker the need to educate the public, especially pregnant women to find out what location abnormalities (breech location in the fetus and prevention efforts so as not to experience fetal location abnormalities during pregnancy. For pregnant women to be more active in health services so that pregnant women can control their health during pregnancy.  Keywords : Knowledge, Pregnant Women, Fetal Layout (Breech location).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN TENTANG MASSAGE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF : EFFORTS TO INCREASE KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN THROUGH PROVIDING HEALTH EDUCATION ABOUT MASSAGE EFFLEURAGE TO REDUCE THE LEVEL OF LABOR PAIN DURING THE ACTIVE PHASE Rika Oktapianti; Dempi Triyanti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.238

Abstract

Abstrak Rasa  nyeri  pada  persalinan  adalah  manifestasi  dari  adanya  kontraksi  atau  pemendekan otot rahim yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar ke paha. Pada  kala  I  fase  aktif,  ibu  bersalin  banyak  yang  mengalami  nyeri berat.  Upaya  non  farmakologi  yang  dilakukan  untuk  mengurangi  nyeri  adalah  pemberian terapi massage effleurage. Effleurage adalah teknik pemijatan berupa usapan lembut, lambat dan panjang atau tidak putus-putus.  Massage effeluarge ini sangat bermafaat bagi ibu guna dapat meningkatkan penghilang rasa sakit dan memberikan perasaan relaksasi dan memberikan kontak fisik dengan ibu bersalin sehingga dapat berpotensi memberikan perasaan relaksaasi dan mengurangi stress emosional ibu dalam menghadapi persalinan. Pemberian edukasi kesehatan tentang massage effleurage penting untuk diberikan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mengurangi rasa nyeri pada saat bersalin terutama pada kala I fase aktif. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang massage effleurage untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan kala I fase Aktif. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pelatihan massage effleurage kepada  peserta penyuluhan. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di Praktik Mandiri Bidan  Desi Fitriani sebanyak 14 orang. Media  yang  digunakan    adalah  leaflet yang  berisikan  tentang  informasi  massage effleurage. Selama proses penyuluhan berlangsung peserta sangat antusias mendengarkan dari awal sampai akhir kegiatan. Hasil pengabdian Masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu dan skill atau keterampilan dalam melakukan massage effluarge sebanyak 78,6%. Hal ini menunjukkan adanya  pertanyaan secara lisan terhadap narasumber/petugas dan pada saat sesi tanya jawab dan hasil evaluasi mengenai massage effleurage yang dapat mengurangi tingkat nyeri pada saat persalinan. Dengan dilakukan edukasi massage effleuarge ini dapat mengurangi rasa nyeri pada saat bersalin terutama pada kala I persalinan dan dapat membuat ibu lebih relaksasi fisik dan mental ibu sehingga bisa memberikan perasaan menyenangkan dan menenangkan pada persalinan nanti. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Massage Effleurage Abstract Pain in labor is a manifestation of contractions or shortening of the uterine muscles that cause pain in the waist, abdominal area and radiate to the thighs. During the first active phase, many maternity mothers experience severe pain. Non-pharmacological efforts made to reduce pain are the provision of massage effleurage therapy. Effleurage is a massage technique in the form of gentle, slow and long or uninterrupted strokes. This effleurage massage is very useful for mothers to be able to improve pain relief and provide a feeling of relaxation and provide physical contact with maternity mothers so that it can potentially provide a feeling of relaxation and reduce maternal emotional stress in the face of labor. It  is important to provide health education about effleurage massage to mothers to increase maternal knowledge in reducing pain during childbirth, especially during the first stage of the active phase. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about massage efflleurage to reduce pain in labor when I. The method carried out is counseling and massage effleurage training to counseling participants. The target of this community service is 14 pregnant women in the Midwife Desi Fitriani Independent Practice. The media used is a leaflet containing information about massage effleurage. By doing massage effleuarge education, it can reduce pain during labor, especially during labor and can make mothers more relaxed physically and mentally so that they can provide a pleasant and soothing feeling in labor later. Keywords : Knowledge, Pregnant Women, Massage efflleurage
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI (DISMENORE) PADA REMAJA PUTRI DI STIK BINA HUSADA PALEMBANG Triyanti, Dempi; Oktapianti, Rika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28009

Abstract

Penyuluhan tentang Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri (Dismenore) Pada Remaja Putri Di STIK Bina Husada Palembang Dempi Triyanti; Rika Oktapianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklus endometrium yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang dan merupakan pertanda masa reproduksi pada kehidupan seorang perempuan (Bobak, 2018). Menstruasi dimulai antara usia 12-15 tahun dan berlangsung mencapai usia 45-50 tahun. Keluhan-keluhan yang sering muncul pada saat menstruasi adalah mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur, gangguan konsentrasi payudara mengalami pembesaran dan gangguan yang berkenaan dengan masa haid berupa dismenore. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh remaja saat menstruasi yaitu dismenore (Manuaba, 2019). Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia dan gejala yang timbul karena adanya kelainan dalam rongga panggul yang sangat menganggu aktivitas perempuan, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya (Bobak, 2018). Dismenore dikategorikan menjadi dua yaitu (1) dismenore primerberkaitan dengan nyeri haid yang terjadi tanpa terdapat kelainan anatomis alat kelamin, sedangkan (2) dismenore sekunder yaitu nyeri haid yang berhubungan dengan kelainan anatomis yang jelas atau masalah patologis di rongga panggul (Manuaba, 2019). Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklus endometrium yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang dan merupakan pertanda masa reproduksi pada kehidupan seorang perempuan (Bobak, 2018). Menstruasi dimulai antara usia 12-15 tahun dan berlangsung mencapai usia 45-50 tahun. Keluhan-keluhan yang sering muncul pada saat menstruasi adalah mudah tersinggung, gelisah, sukar tidur, gangguan konsentrasi payudara mengalami pembesaran dan gangguan yang berkenaan dengan masa haid berupa dismenore. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh remaja saat menstruasi yaitu dismenore (Manuaba, 2019). Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia dan gejala yang timbul karena adanya kelainan dalam rongga panggul yang sangat menganggu aktivitas perempuan, bahkan sering kali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktifitasnya (Bobak, 2018). Dismenore dikategorikan menjadi dua yaitu (1) dismenore primerberkaitan dengan nyeri haid yang terjadi tanpa terdapat kelainan anatomis alat kelamin, sedangkan (2) dismenore sekunder yaitu nyeri haid yang berhubungan dengan kelainan anatomis yang jelas atau masalah patologis di rongga panggul (Manuaba, 2019).
PEMBERIAN EDUKASI METODE BIRTH BALL UNTUK PENURUNAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI TPMB ANDINA PRIMITASARI PALEMBANG: THE PROVISION OF BIRTH BALL EDUCATION TO REDUCE LABOR PAIN DURING THE ACTIVE PHASE OF THE FIRST STAGE OF LABOR AT TPMB ANDINA PRIMITASARI PALEMBANG Rika Oktapianti; Triyanti, Dempi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.448

Abstract

Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang hampir selalu disertai rasa nyeri akibat kontraksi uterus, dilatasi serviks, serta penurunan dan rotasi janin di jalan lahir. Pada kala I fase aktif, intensitas dan frekuensi kontraksi semakin meningkat, sehingga rasa nyeri biasanya muncul lebih kuat dan teratur. Berbagai metode manajemen nyeri non farmakologis telah dikembangkan untuk membantu ibu mengatasi ketidaknyamanan selama proses persalinan yaitu dengan metode birth ball. Metode birth ball sangat efektif dalam penatalaksanaan nyeri persalinan karena membantu ibu mempertahankan posisi yang lebih ergonomis, meningkatkan relaksasi otot panggul, serta memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Penggunaan birth ball dapat merangsang pelepasan endorfin alami yang berfungsi sebagai analgesik tubuh, sehingga persepsi nyeri dapat berkurang secara signifikan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu bersalin dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif melalui penerapan metode birth ball sebagai salah satu manajemen nyeri non farmakologis. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pelatihan metode birth ball kepada peserta penyuluhan. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil yang ada di TPMB Andina Primitasari sebanyak 12 orang. Media yang  digunakan adalah  power point, gym ball dan leaflet yang  berisikan  tentang  cara mengatasi rasa nyeri persalinan dengan metode birth ball. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah  para ibu hamil mengetahui tentang pengertian, penyebab rasa nyeri, faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap nyeri persalinan dan cara penatalaksanaan nyeri persalinan sebanyak 83,4%. Tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat memberikan demonstrasi langsung penggunaan birth ball serta pendampingan saat persalinan guna membantu ibu mengelola nyeri secara efektif.  Kata kunci : Nyeri Persalinan, Birth ball, Kala I Fase aktif , Menejemen nyeri non farmakologis, ibu bersalin   Abstract Labor is a physiological process that is almost always accompanied by pain caused by uterine contractions, cervical dilatation, as well as fetal descent and rotation through the birth canal. During the active phase of the first stage of labor, the intensity and frequency of contractions increase, resulting in stronger and more regular pain. Various non-pharmacological pain management methods have been developed to help mothers cope with discomfort during labor, one of which is the birth ball method. The birth ball method is highly effective in managing labor pain because it helps mothers maintain a more ergonomic position, enhances pelvic muscle relaxation, and utilizes gravity to facilitate fetal head descent. The use of a birth ball can stimulate the release of natural endorphins that function as the body’s analgesics, thereby significantly reducing pain perception. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of laboring mothers in reducing labor pain during the active phase of the first stage of labor through the application of the birth ball method as a non-pharmacological pain management strategy. The methods used included health education and training on the birth ball technique for participants. The target of this community service activity was 12 pregnant women at TPMB Andina Primitasari. The media used were PowerPoint presentations, gym balls, and leaflets containing information on managing labor pain using the birth ball method. The results showed that 83.4% of pregnant women gained knowledge about the definition, causes of pain, factors influencing responses to labor pain, and methods of labor pain management. Health care providers, especially midwives, are expected to provide direct demonstrations of birth ball use and assistance during labor to help mothers manage pain effectively.  Keywords : Labor pain, Birth ball, Active phase of the first stage of labor, Non-pharmacological pain management, Laboring mothers