Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisisifaktor Penyebab Ketidaksesuaian Data Stock Opname Barang Consumable Menggunakan Metode Dmaic Di PT Xyz Simon B. Saitama Purba; Endang Pudji Widjajati
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v2i1.53

Abstract

Stock-taking is one way to maintain stock inventory by physically counting the stock of goods in the warehouse. However, it is not uncommon for companies to face data mismatches between existing records in the system and actual conditions in the warehouse on an ongoing basis. This problem can cause losses for the company in terms of quality, quantity, and storage costs. The DMAIC method (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) is one method that can be used to overcome this problem. Based on data processing, it is obtained that the causes of stock-taking mismatches are outgoing goods that have not been inputted in the system, returns of goods that have not been inputted in the system, errors in inputting incoming goods into the system, different part numbers, incoming goods have not been inputted in the system with the largest percentage of causes being outgoing goods that have not been inputted at 49.60%. As for one of the efforts to control stock-taking discrepancies by making reports based on stock-taking deviation data within a certain period of time so that it can continue to reduce the occurrence of stock-taking discrepancies.
Optimasi Strategi PT PLN: Analisis Studi Kasus Dengan Pendekatan Five Force Analysis Zahra Fierza Arzety; Endang Pudji Widjajati
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v2i1.81

Abstract

Electricity is currently a vital resource highly needed by modern society, as the majority of human life activities are related to electricity. This sector is crucial in the execution of development initiatives to seek the enhancement of the well-being and prosperity of the people, enlighten the nation, and boost the people's economy in achieving national development goals. It can be said that electricity has become the primary source of energy in every activity, both in households and industries. PT PLN (Persero) is a state-owned enterprise (BUMN) that has been managing all aspects of electricity in Indonesia for 44 years, aiming to improve the quality of people's lives and focus on customer satisfaction. In order to continue to grow and improve, PT PLN East Java requires analysis and evaluation of the company's current condition to compete externally. Therefore, a method is needed to determine the position and condition of PT PLN East Java using the method from the strategic management course, namely the Five Force Analysis Method.
The Analysis of the Redesign of the Rice Storage Warehouse Layout Using the Shared Storage Method at PT. XYZ Fariq Awwali; Endang Pudji Widjajati
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 6 No. 3 (2024): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v6i3.626

Abstract

In the manufacturing industry, problems often occur with warehouse layout arrangements. A finished product warehouse that is not arranged based on a good warehouse layout designer will experience difficulties in operating the product entry and exit process and is not based on the capacity of the warehouse itself. Increasingly advanced industry and increasingly fierce business competition encourage. The problems that occurred in the 4C Warehouse of the PT.XYZ Complex were in the storage warehouse and the placement of rice, causing several problems in the process of loading and unloading goods. PT.XYZ uses the Shared Storage method to arrange the warehouse space layout using the FIFO (First In First Out) principle, namely where products that are quickly sent are placed in the storage area closest to the entrance and exit. Data collection was carried out through observation, interviews and literature study. Data is calculated and analyzed by comparing the total distance of the initial layout and the proposed layout. The research results show that the total distance of the proposed layout is smaller than the initial layout with a total distance of 617,7.
Analisis Umur Mesin dan Total Biaya pada Mesin Press Menggunakan Metode Life Cycle Cost di PT. XYZ Eka Nur Inayah; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 1 No. 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.60

Abstract

Perawatan mesin sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kelancaran proses produksi. PT XZY merupakan salah satu perusahaan bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi tungku kompor. Dalam proses produksinya banyak melibatkan mesin-mesin. Salah satu mesin yang memiliki kerusakan relative tinggi dibandingkan mesin lainnya adalah mesin press yang merupakan salah satu mesin vital perusahaan yang mendukung secara keseluruhan proses produksi. Umur dari mesin press sendiri saat ini telah mencapai 15 tahun. Permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan adalah pihak perusahaan mengestimasi umur mesin press akan mampu digunakan hingga 20 tahun. Namun pada bulan agustus 2018 sampai agustus 2019 mesin press telah mengalami sebanyak 21 kali kerusakan. Jumlah kerusakan ini menjadi bahan perhatian untuk menganalisa waktu penggantian mesin press. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan umur mesin beserta total biayanya apakah masih sesuai dengan estimasi perusahaan, maka digunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Life Cycle Cost (LCC) adalah perhitungan berupa penjumlahan perkiraan biaya dari awal hingga akhir waktu suatu peralatan atau proyek sebagaimana ditentukan oleh studi analisis dan perkiraan total biaya yang dialami selama hidup. Hasil perhitungan didapatkan didapatkan total biaya life cycle cost yang paling rendah atau paling minimal sebesar Rp.251.469.844,30 dengan umur optimal mesin sebesar 9 tahun dan jumlah mekanik sebanyak satu orang. Dibandingkan dengan rata-rata total biaya penggunaan mesin press pada perusahaan sebesar Rp. 367.051.000,- per tahun.
Penentuan Interval Perawatan Mesin Extruder dengan Modularity Design dan Overall Equipment Effectiveness di PT. Kerta Rajasa Raya Imam Qulub Mustaqim; Endang Pudji Widjajati; Dwi Sukma Donoriyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.94

Abstract

PT. XYZ adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi karung diantaranya woven bag, jumbo bag, dan AD*STAR block bottom bag. Perawatan mesin sangat penting dilakukan oleh perusahaan untuk selalu menjaga mesin agar tetap dalam kondisi yang optimal. Selama ini, perawatan mesin pada PT. XYZ belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas mesin extruder serta meminimalkan biaya perawatan dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness dan Modularity Design. Tahapan dalam melakukan penelitian ini adalah dengan menentukan tingkat efektifitas mesin dengan 3 Indikator yaitu Availability Ratio, Performance Ratio dan Quality Rate. Kemudian didapatkan hasil untuk Availability sebesar 89,52%, Performance Ratio sebesar 97,01%, Quality Rate sebesar 93,17%. Ketiga indikator tersebut menghasilkan nilai OEE sebesar 89,91%. Kemudian menganalisa Six Big Losses yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Six Big Losses meliputi Equipment Failure, Setup and Adjusment Losses, Idle and Minor Stoppage, Reduced Speed, Rework Losses, dan Yield Losses. Selanjutnya adalah menghitung biaya perawatan dari komponen kritis untuk mengurangi biaya perawatan yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan menggunakan metode Modularity Design. Dari hasil perhitungan dengan Modularity Design didapatkan hasil total biaya perawatan usulan sebesar Rp 274.696.305,68 dimana biaya tersebut lebih kecil dibandingkan dengan total biaya perawatan perusahaan sebesar Rp 374.982.723,00.
Penentuan Interval Perawatan Mesin Air Separation Plant Secara Preventive Downtime Maintenance dengan Menggunakan Metode Age Replacement pada PT. XYZ Nidaru Ainul Fikri; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 1 No. 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.114

Abstract

Salah satu cara untuk dapat meningkatkan tingkat produktivitas adalah dengan cara mengu-rangi waktu downtime pada mesin produksi. Secara umum, waktu downtime dibagi menjadi dua jenis, yaitu planned downtime dan unplanned downtime. Waktu downtime. Dapat diminimalisir dengan melakukan perawatan pencegahan/preventive maintenance. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi gas liquid oksigen, nitrogen, dan argon. Pada sistem perawa-tannya PT. XYZ masih menggunakan metode corrective maintenance dimana perbaikan akan dil-akukan ketika telah terjadi kerusakan.Maka dari itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan interval waktu perawa-tan menggunakan metode age replacement. Subjek dari penelitian ini adalah mesin air separation plant yang terdiri dari recycle nitrogen compressor unit, dan argon purification unit. Berdasarkan analisa hasil yang didapatkan diketahui bahwa dengan metode age replace-ment interval waktu penggantian komponen yang optimal pada komponen Argon Purification Unit sebesar 32.400 menit, dan Recycle Nitrogen Compressor Unit sebesar 31.500 menit. dengan total biaya perawatan per tahunnya adalah sebesar Rp. 449.921.405. Dibandingkan dengan biaya perawatan pada perusahaan yang memiliki nilai sebesar Rp 3.115.210.778 maka sistem perawa-tan dengan menggunakan metode age replacement lebih efisien sebesar 69,23%.
Usulan Perawatan Preventif Mesin Web Rotary Offset Printing dengan Menggunakan Metode Modularity Design di PT. XYZ Rifana Rosyidi; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.154

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa layanan percetakan, yang menghasilkan produk utamanya koran dan produk komersial seperti tabloid, majalah, buku, Al-Quran dan produk media cetak lainnya. PT. XYZ menggunakan sistem produksi continous process, dalam sistem produksi ini, perusahaan menuntut agar semua mesin berada dalam kondisi yang baik, sehingga proses produksi tidak mengalami keterlambat ataupun kerugian. Dari pengecekan ter-hadap semua mesin yang ada didalam perusahaan setiap harinya, didapatkan mesin yang banyak mengalami kerusakan dan data downtime terbesar adalah web rotary offset printing. Jenis perawa-tan yang digunakan saat ini adalah perawatan korektif (corrective maintenance), dimana perbaikan akan dilakukan ketika telah terjadi kerusakan. Oleh karena itu tujuan dilakukan penelitian untuk memberikan usulan perawatan secara preventive maintenance dengan metode modularity design denga cara pengelompokan mesin berdasarkan fungsi, dengan harapan dapat mempermudah dalam proses penggantian komponen, mengurangi waktu downtime pada mesin produksi dan meminimal-kan kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan mesin.Dengan menerapkan preventive maintenance dengan metode modularity design didapatkan hasil total biaya perawatan sebesar Rp. 39.504.127, Hasil ini memiliki selisih Rp. 8.801.062,- lebih kecil dari total biaya perwatan corrective mainte-nance yang digunakan perusahaan saat ini yaitu Rp. 48.305.189,-. Sesuai perhitungan, tingkat efisiensinya adalah sebesar 18.21 % dan dapat disimpulkan bahwa metode yang diusulkan layak untuk diterapkan oleh perusahaan
Perawatan Mesin Mixer Secara Preventive dengan Metode Modularity Design di Pt XYZ Az Zaim Zaky Suwondo; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 1 No. 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.165

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. PT. XYZ merupakan pe-rusahaan nasional pertama yang memproduksi semen instan siap pakai (premixed mortar) dengan menggunakan mesin dan teknologi modern. Proses produksi pada perusahaan ini adalah continu-ous production. Maka apabila terjadi downtime pada salah satu mesin akan mengalami hambatan pada keseluruhan proses produksi. Dari pengecekan terhadap semua mesin yang ada didalam pe-rusahaan setiap harinya, didapatkan mesin yang banyak mengalami kerusakan dan data downtime terbesar adalah Mixer. Jenis perawatan yang digunakan saat ini adalah perawatan korektif (cor-rective maintenance), dimana perbaikan akan dilakukan ketika telah terjadi kerusakan. Oleh karena itu tujuan dilakukan penelitian untuk memberikan usulan perawatan secara preventive maintenance dengan metode modularity design denga cara pengelompokan mesin berdasarkan fungsi, dengan harapan dapat mempermudah dalam proses penggantian komponen, mengurangi waktu downtime pada mesin produksi dan meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan mesin.Dengan menerapkan preventive maintenance dengan metode modularity design didapatkan hasil total biaya perawatan sebesar Rp. 99.947.343,-. Hasil ini memiliki selisih Rp. 60.530.711,- lebih kecil dari total biaya perawatan yang digunakan perusahaan saat ini yaitu Rp. 160.478.045,. Sesuai perhitungan, tingkat efisiensinya adalah sebesar 37,71% dan dapat disimpulkan bahwa metode yang diusulkan layak untuk diterapkan oleh perusahaan.
Penjadwalan Preventive Maintenance Pada Mesin Mixing Dalam Produksi Brick Batu Tahan Api dengan Menggunakan Metode Age Replacement pada PT XYZ Muhammad Firman Ardiansyah; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.219

Abstract

Cara meningkatkan produktiivitas yakni melalui pengurangan waktu downtime pada mesin produksi. Pada dasarnya 2 tipe waktu downtime yakni diantaranya planned downtime (terencana) dan unplanned downtime (tak terencana). Waktu downtime bisa diminimalisir dengan melaksanakan perawatan dan pencegahan atau yang biasa dikenal dengan preventive mainte-nance. PT. Loka Refractories Wira Jatim merupakan perusahaan yang memproduksi brick batu tahan api. Untuk system perawatannya masih menggunakan breakdown maintenance, untuk keru-sakan yang paling sering terjadi adalah rusaknya pisau mixing akibat terlalu sering digunakan. Dimana untuk pisau tersebut nantinya akan berputar berlawanan arah dengan wadah pengaduk dan bergesekan dengan material dari batu tahan api. Sehingga diperlukan penjadwalan yang te-pat guna memperkirakan interval waktu perawatan sehingga dapat mengurangi waktu breakdown. Maka dari itu, metode age replacement digunakan dalam menentukan jadwal perbaikan ter-struktur sebagaimana tujuan dalam penelitian ini. Subyek dari penelitian ini adalah mesin mixing, yang mana memiliki 2 unit utama yaitu processing unit dan lifting unit. Dimana didapatkan hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa apabila menggunakan metode age replacement jadwal yang di dapat untuk merawat atau memperbaiki komponen paling optimal adalah 32.000 untuk processing unit dan untuk lifting unit sebesar 30.000 menit. Dengan interval penjadwalan untuk processing unit adalah 23 hari, dan untuk lifting unit adalah sebesar 21 hari. Maka penjadwalan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penjadwalan dan mengurangi waktu breadown dari perus-ahaan.
Analisis Resiko Keselamatan Kerja pada Departemen Perawatan Mesin Potong PT. XYZ dengan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) Safira Rahmi Putri; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.246

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi furniture di Indonesia. Perma-salahan yang terdapat pada departemen perawatan di PT. XYZ masih ditemukan beberapa kasus kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor peralatan atau mesin yang digunakan pada saat proses produksi. K3 bertujuan untuk mencegah kecelakaan, kebakaran, ledakan, polusi, penyakit, Operasi selama perbaikan dan pemeliharaan dapat menyebabkan kecelakaan kerja karena kondisi tidak aman dengan mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya dan risik. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Hazard And Operability Study (HAZOP). Metode HAZOP merupakan teknik untuk mengidentifikasi bahaya dan penggulangannya yang digunakan dalam proses industri dan kegiatan industri lainnya. Hasil analisa terdapat potensi bahaya kecelaan kerja yang ditemukan diantanya: tangan tersayat mata pisau sebesar 48%, tangan terpotong mata pisau sebesar 24%, ititasi mata akibat debu serpihan kayu sebesar 11%, dan tangan terjepit lengan atas bagian mesin sebesar 6%. Serta tingkat risiko potensi bahaya program keselamatan kerja pada PT. XYZ terbagi menjadi tiga kategori yaitu 58% dengan tingkat risiko ekstrim (merah), 38% dengan tingkat risiko tinggi (kuning), dan 3% dengan tingkat risiko sedang (hijau). Rekomendasi atau usulan dalam rancangan pencegahan terjadinya potensi bahaya diantaranya: tidak memperker-jakan yang kurang berpengalaman dalam merawat atau memperbaiki mesin, tidak memperkerjakan yang kurang berpengalaman dalam merawat atau memperbaiki mesin dan penggunaan APD sesuai dengan standrt K3