Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Reliabilitas, Laju Kerusakan, dan Analisis Biaya pada Mesin Penenun Menggunakan Metode LCC di PT XYZ Mojokerto Ichwan Putra Cahyadi; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.257

Abstract

Tingkat keandalan pada suatu mesin merupakan hal yang sangat penting bagi produktivitas se-buah perusahaan manufaktur. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan textile terbesar di Indo-nesia dan mempunyai banyak cabang, salah satunya di Mojokerto. Salah satu mesin vital di PT XYZ Mojokerto, yakni mesin penenun memiliki tingkat kerusakan mendadak yang cukup tinggi dan hal ini mengganggu produktivitas di PT XYZ Mojokerto. Sejak bulan November 2019 – November 2020 tercatat mesin penenun di PT XYZ Mojokerto mengalami 18 kali kerusakan mendadak. Dalam melakukan preventive maintenance perusahaan tidak pernah melakukan perhitungan jadwal pre-ventive maintenance dan hanya mengikuti instruksi buku panduan perawatan mesin sehingga jad-wal perawatan yang ada belum optimal karena tidak berdasarkan kondisi aktual mesin saat ini dan menyebabkan biaya perawatan meningkat. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka dil-akukan penelitian untuk menganalisa keandalan dan laju kerusakan pada mesin penenun guna menghasilkan penjadwalan perawatan yang efisien dan total penggunaan biaya yang minimum pada mesin penenun dengan tingkat keandalan terendah di PT XYZ Mojokerto menggunakan metode LCC. LCC (Life Cycle Cost ) adalah jumlah semua pengeluaran yang berkaitan dengan item tersebut sejak dirancang sampai tidak terpakai lagi. Pada hasil perhitungan didapatkan jadwal perawatan yang efisien sebaiknya dilakukan setiap 6 hari dan nilai LCC terendah sebesar Rp450.864.539,85 dengan umur optimal pada mesin 6 tahun dan jumlah mekanik sebanyak 1 orang
Analisis Kebijakan Perawatan Mesin Secara Corrective dan Preventive dengan Metode RCM di CV XYZ Aulia Rizky Asman; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.283

Abstract

PT XYZ Merupakan pabrikan yang memproduksi segala jenis tiang yang berbahan plat atau-pun pipa, Tiang PJU, Tiang PLTS, Tiang APIL, Tiang Highmast,Tiang CCTV,Tiang Decora-tive,Tiang Taman, dan beragam jenis tiang lainnya. CV Rahayu Sentosa juga memproduksi Guard Rail dan kelengkapannya, Panel Box, dan lain-lainnya. Permasalahan yang ada di perusahaan ini adalah, perusahaan selama ini melakukan sistem perawatan mesin hanya menggunakan metode Breakdown Maintenance. Permaslahan utama perusahaan yaitu ada pada mesin syntric TKG, yang mana setiap adanya kerusakan terjadi perusahaan selalu menggunakan sistem corrective maintenance yang membuat downtime dan mengakibatkan terhambatnya aktivitas produksi. Da-lam penelitian ini digunakan metode Reliability Centered Maintenance dengan analisa kualitatif terdiri dari FMEA (Failure Mode And Effect Analyze) dan RCM Decision Worksheet. Hasil Penelitian diperoleh bahwa komponen yang mengalami kerusakan paling sering antara lain: V-Belt, Bearing, Spring, Flywheel, Drat, Hidrolis. Tinadakan yang dilakukan adalah melakukan pembongkaran dan penggantian komponen dengan keandalan dibawah lima puluh persen
Pengukuran Efektivitas Mesin Latexing Pada Produksi Karpet Permadani dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE) di PT. XYZ Livia Eggi Puspita; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i4.295

Abstract

PT. XYZaadalahhperusahaan yanggbergerak di bidang industri manufaktur yaitu produksi kar-pet. Dari banyaknya permintaan konsumen mengharuskan perusahaan untuk bergerak cepat dalam melayani konsumen dengan memaksimalkan penggunaan peralatan atau mesin produksi serta sum-ber dayanya secara efektif agar semua berjalan dengan lancar. Namun pada kenyataannya masih banyak ditemukan kerusakan mesin yang mengakibatkan downtime, kerusakan dari beberapa mesin paling banyak terjadi pada mesin latexing. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan produktivi-tas pada perusahaan. Maka perlu dilakukan pengukuran efektivitas mesin latexing dengan harapan dapat mengetahui nilai efektivitas mesin dan dapat diberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin tersebut. Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menyelesaikan perma-salahan yang ada yaitu Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE). Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata pada metode OEE sebesar 70,34% dan metode ORE sebesar 61,37%, dimana nilai tersebut berada dibawah standar untuk nilai OEE yaitu 85%. Rendahnya nilai efektivitas mesin tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain adalah dari manusia yaitu operator yang kurang teliti dan kurangnya pemahaman operator dalam perbaikan mesin. Faktor mesin yaitu jet pump buntu, rantai mesin tidak berjalan, dan roller karpet macet. Faktor material yaitu permukaan soft carpet tidak rata dan kekentalan latex yang tidak sesuai. Faktor metode yaitu kurangnya pengawasan secara ketat terhadap jalannya produksi dan pembersihan latex yang mengering kurang teliti. Faktor lingkungan yaitu kebersihan di area mesin yang kurang terjaga.
Pengukuran Efektivitas Mesin di Lini Produksi PT. XYZ Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses Dwi Sutrisno; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v4i1.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin produksi di lini produksi pada PT. XYZ dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta melakukan analisis Six Big Losses yang terjadi. Analisis Six Big Losses digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya nilai OEE serta untuk merumuskan strategi perbaikan yang tepat. PT. XYZ sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kimia dan konstruksi, yang memproduksi dan menyediakan berbagai jenis bahan bangunan dan perlengkapan konstruksi. Setelah dilakukannya penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE sebesar 84,07% dengan Availability Ratio 89,43%, Performance Ratio 97,39%, dan Quality Ratio 99,71%. Meskipun nilai OEE tersebut masih cukup baik, namun tidak sesuai dengan standar internasioanl OEE yang ditetapkan oleh JIPM (Japan Institute of Plant Maintenance). Oleh karena itu, dilakukan analisis lebih dalam terhadap faktor-faktor penyebab rendahnya nilai OEE dengan pendekatan Six Big Losses. Berdasarkan analisis tersebut, ditemukan bahwa losses terbesar disebabkan oleh Equipment Failure Losses sebesar 22245 menit, diikuti oleh Reduced Speed Losses sebesar 16100 menit, dan Setup And Adjustment Losses sebesar 6810 menit. Selain itu, ditemukan pula faktor manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan yang mempengaruhi losses tersebut.
Analisis Penentuan Perawatan Mesin Roll Table 5Q Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II Dan Life Cycle Cost (LCC) Di PT XYZ Widya Amelia Krisnanda; Endang Pudji Widjajati
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 1 No. 3 (2023): Juli: Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v1i3.660

Abstract

Machine maintenance must be carried out as a support for the reliability of a machine so that the production system can run smoothly to meet production needs. The fundamental problem of this study is in PT XYZ with the Roll Table 5Q machine, which frequently experiences sudden damage caused by critical components. The goal of the study was to determine the maintenance time interval of the 5Q Roll Table machine, the optimal age of the machine, and the number of mechanics based on the minimum total maintenance cost in an effort to improve the reliability of the machine using the Reliability Centered Maintenance (RCM) II methods and Life Cycle Cost (LCC) methods. From the results of research for critical components As Roll Table obtained interval value of 331 hours / 13 days once a year with the selection of action is Scheduled restoration task and for Bearing components obtained interval value of 109 hours/5 days once a year with the selection of action is Scheduled on-condition task. From the calculation of the total life cycle cost of Rp. 3,720,459,386 with the optimal number of mechanics on the Roll Table machine as many as 3 mechanics with an efficiency level of 9.63% with an optimal age for the Roll Table machine 5Q is 12 years.
Workload Analysis Pada Operator Mesin Trulaser Trumpf 3030 Di Pt. Xyz Menggunakan Metode Full Time Equivalent (Fte) Bintara Putra Dicya; Endang Pudji Widjajati
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): April: Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v2i1.2478

Abstract

This research aims to analyze the workload of TruLaser Trumpf 3030 machine operators at PT. XZY using the Full Time Equivalent (FTE) Method. Data collection was carried out through interviews, direct observation, and lead time measurements in the Preparation Department, especially on the Trumpf TruLaser 3030 Machine. The results of the analysis showed variations in FTE values ​​over 3 days for 1 machine operator for 8 working hours. Although the majority of FTE values ​​are below the overload value, there is one case where the FTE value on September 20 2023 is 0.861, below the required standard. The conclusion shows that there is no problem of work overload for the Trumpf TruLaser 3030 machine operator, however, overtime or overtime is planned by the PPIC/Planner team to achieve production targets. Factors such as machine speed, machine errors, equipment delays, and hampered production processes cause operator idle time. The recommended solution is to maintain and repair machines regularly, plan a more efficient work flow, prepare materials well, improve facilities for material handling, and carefully plan the production process. To overcome idle time, it is recommended to provide additional work such as training for interns or administrative work during shift changes or the next day.