Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penjadwalan Preventive Maintenance Pada Mesin Mixing Dalam Produksi Brick Batu Tahan Api dengan Menggunakan Metode Age Replacement pada PT XYZ Muhammad Firman Ardiansyah; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.219

Abstract

Cara meningkatkan produktiivitas yakni melalui pengurangan waktu downtime pada mesin produksi. Pada dasarnya 2 tipe waktu downtime yakni diantaranya planned downtime (terencana) dan unplanned downtime (tak terencana). Waktu downtime bisa diminimalisir dengan melaksanakan perawatan dan pencegahan atau yang biasa dikenal dengan preventive mainte-nance. PT. Loka Refractories Wira Jatim merupakan perusahaan yang memproduksi brick batu tahan api. Untuk system perawatannya masih menggunakan breakdown maintenance, untuk keru-sakan yang paling sering terjadi adalah rusaknya pisau mixing akibat terlalu sering digunakan. Dimana untuk pisau tersebut nantinya akan berputar berlawanan arah dengan wadah pengaduk dan bergesekan dengan material dari batu tahan api. Sehingga diperlukan penjadwalan yang te-pat guna memperkirakan interval waktu perawatan sehingga dapat mengurangi waktu breakdown. Maka dari itu, metode age replacement digunakan dalam menentukan jadwal perbaikan ter-struktur sebagaimana tujuan dalam penelitian ini. Subyek dari penelitian ini adalah mesin mixing, yang mana memiliki 2 unit utama yaitu processing unit dan lifting unit. Dimana didapatkan hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa apabila menggunakan metode age replacement jadwal yang di dapat untuk merawat atau memperbaiki komponen paling optimal adalah 32.000 untuk processing unit dan untuk lifting unit sebesar 30.000 menit. Dengan interval penjadwalan untuk processing unit adalah 23 hari, dan untuk lifting unit adalah sebesar 21 hari. Maka penjadwalan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penjadwalan dan mengurangi waktu breadown dari perus-ahaan.
Analisis Resiko Keselamatan Kerja pada Departemen Perawatan Mesin Potong PT. XYZ dengan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) Safira Rahmi Putri; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.246

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi furniture di Indonesia. Perma-salahan yang terdapat pada departemen perawatan di PT. XYZ masih ditemukan beberapa kasus kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor peralatan atau mesin yang digunakan pada saat proses produksi. K3 bertujuan untuk mencegah kecelakaan, kebakaran, ledakan, polusi, penyakit, Operasi selama perbaikan dan pemeliharaan dapat menyebabkan kecelakaan kerja karena kondisi tidak aman dengan mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya dan risik. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Hazard And Operability Study (HAZOP). Metode HAZOP merupakan teknik untuk mengidentifikasi bahaya dan penggulangannya yang digunakan dalam proses industri dan kegiatan industri lainnya. Hasil analisa terdapat potensi bahaya kecelaan kerja yang ditemukan diantanya: tangan tersayat mata pisau sebesar 48%, tangan terpotong mata pisau sebesar 24%, ititasi mata akibat debu serpihan kayu sebesar 11%, dan tangan terjepit lengan atas bagian mesin sebesar 6%. Serta tingkat risiko potensi bahaya program keselamatan kerja pada PT. XYZ terbagi menjadi tiga kategori yaitu 58% dengan tingkat risiko ekstrim (merah), 38% dengan tingkat risiko tinggi (kuning), dan 3% dengan tingkat risiko sedang (hijau). Rekomendasi atau usulan dalam rancangan pencegahan terjadinya potensi bahaya diantaranya: tidak memperker-jakan yang kurang berpengalaman dalam merawat atau memperbaiki mesin, tidak memperkerjakan yang kurang berpengalaman dalam merawat atau memperbaiki mesin dan penggunaan APD sesuai dengan standrt K3
Analisis Reliabilitas, Laju Kerusakan, dan Analisis Biaya pada Mesin Penenun Menggunakan Metode LCC di PT XYZ Mojokerto Ichwan Putra Cahyadi; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.257

Abstract

Tingkat keandalan pada suatu mesin merupakan hal yang sangat penting bagi produktivitas se-buah perusahaan manufaktur. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan textile terbesar di Indo-nesia dan mempunyai banyak cabang, salah satunya di Mojokerto. Salah satu mesin vital di PT XYZ Mojokerto, yakni mesin penenun memiliki tingkat kerusakan mendadak yang cukup tinggi dan hal ini mengganggu produktivitas di PT XYZ Mojokerto. Sejak bulan November 2019 – November 2020 tercatat mesin penenun di PT XYZ Mojokerto mengalami 18 kali kerusakan mendadak. Dalam melakukan preventive maintenance perusahaan tidak pernah melakukan perhitungan jadwal pre-ventive maintenance dan hanya mengikuti instruksi buku panduan perawatan mesin sehingga jad-wal perawatan yang ada belum optimal karena tidak berdasarkan kondisi aktual mesin saat ini dan menyebabkan biaya perawatan meningkat. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka dil-akukan penelitian untuk menganalisa keandalan dan laju kerusakan pada mesin penenun guna menghasilkan penjadwalan perawatan yang efisien dan total penggunaan biaya yang minimum pada mesin penenun dengan tingkat keandalan terendah di PT XYZ Mojokerto menggunakan metode LCC. LCC (Life Cycle Cost ) adalah jumlah semua pengeluaran yang berkaitan dengan item tersebut sejak dirancang sampai tidak terpakai lagi. Pada hasil perhitungan didapatkan jadwal perawatan yang efisien sebaiknya dilakukan setiap 6 hari dan nilai LCC terendah sebesar Rp450.864.539,85 dengan umur optimal pada mesin 6 tahun dan jumlah mekanik sebanyak 1 orang
Analisis Kebijakan Perawatan Mesin Secara Corrective dan Preventive dengan Metode RCM di CV XYZ Aulia Rizky Asman; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.283

Abstract

PT XYZ Merupakan pabrikan yang memproduksi segala jenis tiang yang berbahan plat atau-pun pipa, Tiang PJU, Tiang PLTS, Tiang APIL, Tiang Highmast,Tiang CCTV,Tiang Decora-tive,Tiang Taman, dan beragam jenis tiang lainnya. CV Rahayu Sentosa juga memproduksi Guard Rail dan kelengkapannya, Panel Box, dan lain-lainnya. Permasalahan yang ada di perusahaan ini adalah, perusahaan selama ini melakukan sistem perawatan mesin hanya menggunakan metode Breakdown Maintenance. Permaslahan utama perusahaan yaitu ada pada mesin syntric TKG, yang mana setiap adanya kerusakan terjadi perusahaan selalu menggunakan sistem corrective maintenance yang membuat downtime dan mengakibatkan terhambatnya aktivitas produksi. Da-lam penelitian ini digunakan metode Reliability Centered Maintenance dengan analisa kualitatif terdiri dari FMEA (Failure Mode And Effect Analyze) dan RCM Decision Worksheet. Hasil Penelitian diperoleh bahwa komponen yang mengalami kerusakan paling sering antara lain: V-Belt, Bearing, Spring, Flywheel, Drat, Hidrolis. Tinadakan yang dilakukan adalah melakukan pembongkaran dan penggantian komponen dengan keandalan dibawah lima puluh persen
Pengukuran Efektivitas Mesin Latexing Pada Produksi Karpet Permadani dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE) di PT. XYZ Livia Eggi Puspita; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i4.295

Abstract

PT. XYZaadalahhperusahaan yanggbergerak di bidang industri manufaktur yaitu produksi kar-pet. Dari banyaknya permintaan konsumen mengharuskan perusahaan untuk bergerak cepat dalam melayani konsumen dengan memaksimalkan penggunaan peralatan atau mesin produksi serta sum-ber dayanya secara efektif agar semua berjalan dengan lancar. Namun pada kenyataannya masih banyak ditemukan kerusakan mesin yang mengakibatkan downtime, kerusakan dari beberapa mesin paling banyak terjadi pada mesin latexing. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan produktivi-tas pada perusahaan. Maka perlu dilakukan pengukuran efektivitas mesin latexing dengan harapan dapat mengetahui nilai efektivitas mesin dan dapat diberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin tersebut. Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menyelesaikan perma-salahan yang ada yaitu Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE). Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata pada metode OEE sebesar 70,34% dan metode ORE sebesar 61,37%, dimana nilai tersebut berada dibawah standar untuk nilai OEE yaitu 85%. Rendahnya nilai efektivitas mesin tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain adalah dari manusia yaitu operator yang kurang teliti dan kurangnya pemahaman operator dalam perbaikan mesin. Faktor mesin yaitu jet pump buntu, rantai mesin tidak berjalan, dan roller karpet macet. Faktor material yaitu permukaan soft carpet tidak rata dan kekentalan latex yang tidak sesuai. Faktor metode yaitu kurangnya pengawasan secara ketat terhadap jalannya produksi dan pembersihan latex yang mengering kurang teliti. Faktor lingkungan yaitu kebersihan di area mesin yang kurang terjaga.
Pengukuran Efektivitas Mesin di Lini Produksi PT. XYZ Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses Dwi Sutrisno; Endang Pudji Widjajati
JUMINTEN Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v4i1.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin produksi di lini produksi pada PT. XYZ dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta melakukan analisis Six Big Losses yang terjadi. Analisis Six Big Losses digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya nilai OEE serta untuk merumuskan strategi perbaikan yang tepat. PT. XYZ sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kimia dan konstruksi, yang memproduksi dan menyediakan berbagai jenis bahan bangunan dan perlengkapan konstruksi. Setelah dilakukannya penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE sebesar 84,07% dengan Availability Ratio 89,43%, Performance Ratio 97,39%, dan Quality Ratio 99,71%. Meskipun nilai OEE tersebut masih cukup baik, namun tidak sesuai dengan standar internasioanl OEE yang ditetapkan oleh JIPM (Japan Institute of Plant Maintenance). Oleh karena itu, dilakukan analisis lebih dalam terhadap faktor-faktor penyebab rendahnya nilai OEE dengan pendekatan Six Big Losses. Berdasarkan analisis tersebut, ditemukan bahwa losses terbesar disebabkan oleh Equipment Failure Losses sebesar 22245 menit, diikuti oleh Reduced Speed Losses sebesar 16100 menit, dan Setup And Adjustment Losses sebesar 6810 menit. Selain itu, ditemukan pula faktor manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan yang mempengaruhi losses tersebut.