Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RELASI GRAMATIKAL SUBJEK BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KABAR REPUBLIKA Rahmatika Putri; Jufrizal Jufrizal; Muhammad Yusdi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 1 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.775 KB) | DOI: 10.31604/jips.v7i1.2020.149-161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sifat perilaku tipologis relasi gramatikal bahasa Indonesia dalam surat kabar Republika dengan mendeskripsikan sifat perilaku relasi gramatikal BI yang mencakup subjek. Data penelitian ini diambil dari klausa verbal yang mengandung relasi gramatikal BI yang terdapat dalam Surat Kabar Republika khususnya pada berita utama. Analisis terhadap relasi gramatikal subjek BI dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan dalam analisis data penelitian ini berupa metode agih dan teknik dasar BUL dan teknik lanjutan berupa teknik sisip. Hasil penelitian menunjukkan bahawa Pengujian sifat perilaku subjek gramatikal BI dilakukan berdasarkan kaidah, (a) penaikan; (b) pengembangan pejangka; (c) pronominal tidak terang (PRO); (d) perelatifan; dan (e) perefleksifan. Hasil temuan dari pengujian sifat perilaku subjek BI mengindikasikan bahwa subjek merupakan agen dan memiliki struktur dasar S-P-O. Kata-kata kunci: relasi gramatikal, subjek, , klausa verbal.
Konjungsi Koordinatif Bahasa Jepang dalam Biografi Helen Keller, Esai Read Real Japanese, dan Kumpulan Cerpen Dondon Yomeru Hanashi Ruli Oknita Sari; Muhammad Yusdi; Gusdi Sastra
Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1755.104 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i2.11440

Abstract

Konjungsi merupakan kelas kata yang ada pada setiap bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku sintaksis konjungsi koordinatif bahasa Jepang. Perilaku sintaksis tersebut meliputi fungsi konjungsi, letak struktural konjungsi, dan sifat kehadiran konjungsi. Sumber data penelitian ini yaitu Biografi Hellen Keller, Esai Read Real Japanese, dan kumpulan Cerpen DonDon Yomeru IriIro Na Hanashi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode padan translasional untuk pemindahan arti dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia. Untuk menganalisis  fungsi konjungsi, letak struktural konjungsi, dan sifat kehadiran konjungsi peneliti menggunakan metode distribusional beserta tekniknnya. Hasil analisis data menunjukan bahwa fungsi konjungsi koordinatif bahasa Jepang yaitu menghubungkan kata dengan kata yaitu konjungsi to dan konjungsi ya, dan menghubungkan klausa dengan kluasa yaitu konjungsi ga dan konjungsi -shi. Letak struktural konjungsi koordinatif bahasa Jepang  yaitu berada di antara unsur yang digabungkan. Sementara itu, sifat kehadiran konjungsi di dalam konstruksi adalah wajib dan tidak dapat dilesapkan.  Conjunction is a class of words that exist in every language. This study aims to describe the syntactic behavior of Japanese coordinating conjunctions. The syntactic behavior includes the function of the conjunction, the structural location of the conjunction, and the presence of the conjunction. The data sources of this research are Hellen Keller Biography, Real Japanese Read Essays, and a collection of Dondon Yomeru Hanashi short stories. This research is a descriptive qualitative research. In analyzing the data the researcher applies the translational equivalent method for the transfer of meaning from Japanese to Indonesian. To analyze the function of the conjunction, the structural location of the conjunction, and the nature of the presence of the conjunction, the researcher uses the distributional method and its technique. The results of data analysis show that the coordinating conjunctions of Japanese are linking words to words, namely conjunctions to and conjunctions ya and linking clauses with clauses, which is conjunctions ga and conjunctions -shi. The structural position of Japanese coordinating conjunctions is among the elements combined. Meanwhile, the presence of conjunctions in construction is mandatory and cannot be mitigated.
ERGATIFITAS DALAM PEMBERITAAN KEBAKARAN GEDUNG KEJAKSAAN AGUNG Herpindo, Herpindo; Yusdi, Muhammad
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.542

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk menguraikan sisi lain dari konstruksi ergatif dengan diatesis anti-pasif pada pemberitaan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang selama ini hanya dilihat sebagai konstruksi nominatif akusatif yang berdiatesis aktif-pasif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak terhadap penggunaan konstruksi ergatif dalam pemberitaan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung. Tata Bahasa Grammatikal Transformatif Grammatical Transformative Approach dengan struktur pohon sintaksis digunakan sebagai analisis data. Hasil analisis data menunjukkan semua transitif setelah S yang tidak memiliki pemarkah morfologis meN- merupakan verba ergatif yang anti pasif. Konstruksi ergatif ditandai dengan transitif + ꝋ, intransitif + ꝋ, dan intransitif ke – an. Dengan kata lain penggunaan konstruksi ergatif dalam pemberitaan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung bertujuan untuk membuat bangunan sintaksis yang mengedepankan peran objek sebagai inti kalimat dengan perlakuan FN S sama dengan FN O berbeda dengan FN A dengan pivot S/O.