Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ASRO JOURNAL - STTAL

STUDI AWAL PERANCANGAN KAPAL 60 METER DENGAN FUNGSI UTAMA SEBAGAI KAPAL SAR (SEARCH AND RESCUE) Sutrisno Sutrisno; Ary Kurniawan; Agoes Santoso
JOURNAL ASRO Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

jenis kapal-kapal patroli cepat. Rata-rata usia kapal sudah lebih dari 20 tahun, sehingga tingkat keandalannya sudah mulai menurun. Kapal-kapal patroli yang ada sekarang rata-rata fungsi sasasinya hanya sebagai kapal cepat dan dirancang untuk menghadapi kondisi cuaca pada SS 3 sekala keadaan laut, fasilitas kapal untuk pertolongan korban juga banyak yang rusak karena faktor usia. Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis membuat suatu konsep perancangan Kapal SAR, lines plan dan general arrangement kapal. Konsep perancangan menggunakan perhitungan dan pemodelan dengan program komputer, sehingga didapatkan hasil yang lebih baik. Perancangan awal kapal 60-meter dengan fungsi utama sebagai kapal SAR ini memiliki kemampuan bergerak maksimal 25 knot dan stabilitas yang tinggi sehingga dapat bergerak dalam cuaca cukup ekstrim yaitu pada SS5 skala keadaan laut. Adapun dimensi pokok/ukuran utama MPB hasil perancangan adalah: Displacement, full load: 1026 full load; Dimension, meter : 62,52 x 9,05 x 3,6; Main machinery: 2 MTU 12V 1163 TB93 diesels, 11,908 hp, 2 shafts; Speed, knot: 25,5 knots; Range, n miles : 7700 at 19 kt, 4650 at 21 kt; Complement : 46 plus 8 spare berths; Search and Rescue Facilities : 1 rescue craft, 2 RIB launched by 5 tons crane, 2 rubber boat 40 hp, helicopter deck if weights up to 4900 kg, survivor rescue area, medical facility, camber facility, side scan sonar, NBC pollution control, firefighting capability. Diharapkan hasil dari perencanaan ini dapat sebagai bahan pertimbangan kebijakan pimpinan TNI Angkatan Laut untuk menentukan salah satu jenis kendaraan perairan untuk jajaran kapal patrol. Kata kunci: SAR (Search and Rescue), dan kapal 60-meter.
ANALISA SISTEM PENDORONGAN/THRUST PADA PERANCANGAN HOVERCRAFT KELAS LCAC UNTUK MENDUKUNG OPERASI AMFIBI TNI-AL Sutrisno Sutrisno; Muhendi Muhendi; Agoes Santoso
JOURNAL ASRO Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hovercraft merupakan salah satu alat transportasi yang dapat digunakan pada media air maupun media darat, sehingga hovercraft sangat cocok digunakan untuk kepentingan dan tugas-tugas militer. Didalam jajaran TNI-AL Hovercraft sudah mulai digunakan sebagai salah satu Alat Utama Sistem Senjata untuk mendukung tugas dan misi yang dibebankan kepada TNI-AL. Dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan analisa kebutuhan daya hovercraft kelas LCAC dengan kecepatan 40 knot, dan menentukan system thrust yang akan digunakan. Desain hovercraft ini dirancang untuk pendaratan amfibi dan mampu untuk mengangkut kendaraan tank amfibi dengan ukuran panjang keseluruhan 18,7 meter, lebar 9,2 meter dan tinggi 3,8 meter. Hull terbuat dari Aluminium dan memiliki berat total 65000 kg. Dengan ukuran utama hovercraft tersebut maka kebutuhan daya untuk thrust menggunakan engine yang memiliki daya sebesar 1600 Hp. Dengan perencanaan tersebut diharapkan hovercraft mampu memiliki kecepatan sampai dengan 40 knot. Kata kunci: Hovercraft, Engine, Air propeller, Matching, Thrust.
STUDI ANALISA GAYA LIFT DAN BOW THRUSTER PADA PERANCANGAN HOVERCRAFT KELAS LCAC UNTUK MENDUKUNG OPERASI AMFIBI Sutrisno Sutrisno; Sutikno Wahyu Hidayat; Agoes Santoso
JOURNAL ASRO Vol 8 (2017): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data di dunia menunjukkan bahwa pendaratan yang dapat dilaksanakan dengan cara konvensional adalah sekitar 20% pantai di dunia. Sedangkan 70% garis pantai hanya dapat didarati dengan menggunakan hovercraft. Hovercraft class LCAC adalah hovercraft yang memiliki kemampuan untuk mendukung dalam pelakasanaan operasi militer yang mampu mengangkut logistik maupun peralatan tempur lainnya. Sudah banyak di negara lain yang memilki hovecraft jenis ini. Sedangkan di Indonesia sendiri sementara hanya memiliki hovercrat yang digunakan untuk mengangkut personil saja. Berangkat dari hal tersebut maka kami mencoba menganalisa gaya Lift dan Bow Thruster dengan referensi berat total yang di hitung mahasiswa lainnya.Sehingga akan didapatkan besar gaya lift ,pemilihan jenis fan dan tipe mesin diesel yang sesuai serta akan di tampilkan juga gambar rencana umum sederhana sistem Lift dan Bow thruster hovercraft kelas LCAC ini yang memiliki dimensi konstruksi rangka panjang 18,7 meter, lebar 9,2 meter, tinggi 3 meter. Kata kunci: Hovercraft, lift, bow thruster.