Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RAGAM SKEMA SERTIFIKASI HUTAN GLOBAL DAN OPSI TRANSFORMASINYA DI INDONESIA Agung Wibowo; Muhammad Alif K. Sahide; Santi Pratiwi; Budi Dharmawan; Lukas Giessen
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2015): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini ada tiga skema sertifikasi hutan sukarela (voluntary scheme) yang beroperasi di Indonesia, yakni skema Forest Stewardship Council (FSC), Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC), dan Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI). Selain itu ada pula skema Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang sejak tahun 2009 diterapkan secara wajib (mandatory scheme) oleh pemerintah kepada seluruh produsen kayu bulat dan industri pengolahannya. Tulisan ini memetakan beragam skema sertifikasi dan opsi transformasinya di Indonesia yang mungkin diambil untuk menjaga eksistensinya dalam persaingan bisnis sertifikasi hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali LEI, seluruh skema sertifikasi dan verifikasi memiliki kelompok pendukung yang solid, yakni FSC didukung oleh kelompok pelestarian lingkungan hidup; PEFC didukung oleh pengelola lahan hutan; dan SVLK didukung oleh pemerintah dan industri perkayuan nasional. Ketiga skema tersebut cenderung terfragmentasi dimana PEFC dan SVLK akan menjadi skema pro-produsen, dan FSC akan menjadi skema pro-lingkungan.  Agar dapat bertahan dan berkembang, LEI disarankan bergabung dengan salah satu kelompok skema tersebut atau memperluas jangkauan sertifikasinya kepada produk berbasis sumberdaya alam hayati lainnya.
Tantangan Harmonisasi Pengetahuan Lokal, Sains dan Kebijakan Publik dalam Agenda Pembangunan di Era Industri 4.0 Agung Wibowo; Soaloon Sinaga; Yetrie Ludang; Indrawan Permana; Misrita
Journal of Environment and Management Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v1i1.1230

Abstract

From voluntary private to mandatory state governance in Indonesian forest certification: Reclaiming authority by bureaucracies Agung Wibowo; Lukas Giessen
Forest and Society Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.734 KB) | DOI: 10.24259/fs.v2i1.3164

Abstract

Forest certification has been introduced by non-state actors as a voluntary and market-based instrument addressing forest problems, which state policies failed to resolve. Lately, however, state-driven forest-related certification schemes can be observed, e.g. in Indonesia, through the EU FLEGT-VPA negotiation process. It is argued, specific state agencies in a struggle for power and authority develop mandatory certification schemes which are directly competing with private ones. Before this background, the aims of this study are: (i) describing the current trend from voluntary private to mandatory state certification schemes in Indonesia, (ii) mapping the main actors involved in certification politics, and (iii) explaining this trend with the interests of the main actors. The results confirm a trend from voluntary private to mandatory state-driven certification of forest management. The Ministry of Forestry, the Ministry of Trade, the Ministry of Industry, wood producer and processing associations, European Union, local funding organizations, environmental organizations, certification bodies and international buyers are detected as the main coalitions and actors in the certification politics. The stronger coalition develops a mandatorily-timber legality verification system as strategies to counter their voluntary private competitor schemes.
Bimbingan Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah untuk Guru di Kabupaten Kotawaringin Timur Agung Wibowo; Abdul Hadjranul Fatah; Herliani
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v9i2.7927

Abstract

Seorang guru, apalagi yang memiliki pengalaman panjang dalam mengajar, tentu menghadapi beragam permasalahan dalam mentransfer materi pelajaran kepada para siswanya. Guru tersebut dituntut melakukan inovasi pembelajaran sehingga kemampuan para siswa dalam memahami materi yang diajarkan semakin meningkat. Guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah bahkan menghadapi permasalahan yang lebih beragam, misalnya keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kompetensi guru, kenakalan siswa, komunikasi dengan orang tua atau wali siswa, hingga manajemen keuangan sekolah. Pengalaman-pengalaman baik (best practices) para guru dalam menyelesaikan permasalahan tersebut seringkali tidak terekspos, meski boleh jadi permasalahan serupa terjadi di sekolah lainnya. Berdasarkan hal tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa bimbingan penulisan dan publikasi karya ilmiah untuk memberikan bekal kepada para guru dalam mengkomunikasikan pengalaman, ide-ide dan hasil penelitiannya dalam menyelesaikan permasalahan di sekolah. Bimbingan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Sampit dan diikuti oleh 30 orang guru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Materi bimbingan terdiri dari cara menemukan topik penelitian yang bernilai publikasi, struktur karya tulis ilmiah dan menemukan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Peserta bimbingan menyatakan bahwa acara kegiatan tersebut telah meningkatkan pemahaman mereka seputar karya tulis dan publikasi ilmiah. Oleh karena itu, mereka menyarankan diadakan pelatihan lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan karya tulis yang berkualitas.