Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tantangan Harmonisasi Pengetahuan Lokal, Sains dan Kebijakan Publik dalam Agenda Pembangunan di Era Industri 4.0 Agung Wibowo; Soaloon Sinaga; Yetrie Ludang; Indrawan Permana; Misrita
Journal of Environment and Management Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v1i1.1230

Abstract

Penentuan potensi lokasi Rumah Sakit Kelas A di Kota Palangka Raya menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dan Sistem Informasi Geografis Govinda Arundhati; Indrawan Permana; Hendrik Segah
Journal of Environment and Management Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Environment and Management
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya dan (and) Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jem.v3i2.5502

Abstract

Rumah sakit memiliki fungsi penting bagi masyarakat, sehingga lokasinya harus memenuhi kriteria dan peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan menetukan lokasi Rumah Sakit Kelas A di Kota Palangka Raya. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan kriteria lokasi rumah sakit, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan potensi lokasi yang optimal. Sebanyak 30 responden yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kalimantan Tengah yaitu Dinas Kesehatan, RSUD Dr. Doris Sylvanus, Dinas Perencanaan Fisik dan Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, serta ahli/ahli di bidang kesehatan dan perencanaan fisik dipilih secara purposive. Hasil analisis menggunakan AHP menunjukkan bahwa kriteria terpenting dalam menentukan lokasi rumah sakit adalah fungsi jalan (28,50%), kepadatan penduduk (21,96%), tata guna lahan (14,78%), jarak ke TPA (9,29%), kerawanan kebakaran hutan dan hutan (8,71%), kerawanan banjir (7,68%), tingkat kebisingan (4,73%), dan tingkat pencemaran (4,35%). Hasil analisis spasial menggunakan SIG menunjukkan besarnya potensi lokasi pembangunan RS Kelas A di setiap kecamatan Kota Palangka Raya, yaitu Bukit Batu (2.842,06 ha), Jekan Raya (1.528,47 ha), Pahandut (960,75 ha), Sabangau (819,54 ha), dan Rakumpit (2.774,70 ha).
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT Indrawan Permana; Firlianty; Theresia Mentari
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i1.8606

Abstract

Sanitasi lingkungan sangat berpengaruh terhadap status kesehatan seseorang, sanitasi lingkungan terdiri dari ketersediaan air bersih, ketersediaan jamban, jenis lantai rumah, dan kebersihan peralatan makan pada setiap rumah tangga. Keadaan lingkungan yang kurang baik lebih mudah terjangkit penyakit seperti diare dan penyakit infeksi. Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari juga berpengaruh terhadap risiko keluarga dan anak terkena penyakit infeksi dan kurang gizi. Faktor sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta akses pemanfaatan pelayanan kesehatan akan mempengaruhi penyakit infeksi anak. Kemudian faktor ini secara langsung akan mempengaruhi status gizi. Faktor asupan gizi dan penyakit infeksi secara langsung mempengaruhi status gizi. Sanitasi lingkungan yang buruk berdampak negatif bagi warga yang mendiami lingkungan tersebut, termasuk anak-anak karena dapat mengalami Environmental Enteropathy (EE) yaitu penyebab utama kurang gizi anak berupa kondisi subklinis usus halus. Environmental Enteropathy menimbulkan kerusakan pada jonjot atau vili usus besar sehingga susah menyerap nutrisi sehingga rentan terjadi diare kronis yang dapat menyebabkan kurangnya asupan gizi. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting adalah indikator kunci kesejahteraan anak secara keseluruhan, negara-negara dengan angka stunting tinggi merefleksi ketidak setaraan sosial di dalamnya.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH DI KECAMATAN KATINGAN HILIR KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH JULIO RICUNATAMA; TARI BUDAYANTI USOP; THERESIA SUSI; INDRAWAN PERMANA; HERWIN SUTRISNO; PETRISLY PERKASA
Device Vol. 16 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v16i1.11189

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan indikator penting dalam mengevaluasi dinamikapemanfaatan ruang dan tekanan aktivitas manusia terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis perubahan penggunaan lahan serta kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah diKecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatifberbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan memanfaatkan citra Landsat 8 tahun 2015dan 2025 melalui teknik klasifikasi terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunanpenggunaan hutan sebesar 6,40% dan tubuh air sebesar 0,49%, sementara lahan terbuka, permukiman, danpertambangan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 3,07%, 0,38%, dan 3,44%. Tingkat akurasiklasifikasi mencapai 86% dengan indeks kappa sebesar 0,79, yang menunjukkan tingkat keandalan hasil yangbaik. Analisis kesesuaian dengan pola ruang mengungkap adanya penyimpangan pemanfaatan ruang, terutamaaktivitas pertambangan pada kawasan lindung, permukiman, dan pertanian yang mengindikasikan praktikpertambangan ilegal. Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan penggunaan lahan di wilayah studimencerminkan tekanan pembangunan yang belum sepenuhnya selaras dengan rencana tata ruang, sehinggadiperlukan pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih efektif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan