Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Variasi Lebar Pelat Terhadap Daya Dukung Aksial Tarik Fondasi Tiang Helikal Di Tanah Gambut Tiara Mahardika; Ferry Fatnanta; Syawal Satibi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 3, No 2 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helical piles is one of the alternative to replace wood pile at a construction over peat soil. Determination of uplift capacity from field test in this research will be interpreted by intersection of tangent method. Uplift capacity of helical pile theoritically calculated using two approches design with individual plate bearing method and cylindrical shear method. This study compared helical pile used diameter 35 cm, 25 cm and 15 cm with variations, wood pile, and pile without helix. The result of the study confirmed that uplift capacity will be increasing with the increment of helix plate diameter and the number of helix. Based on the interpretation data from field test, the capacity of helical pile is closer calculation cylindrical shear method than individual plate bearing method which means uplift capacity of helical pile is derived from shear resistance along cylindrical failure surface and bearing resistance above the top or bottom helix. And other result confirmed that helical pile has the greater uplift capacity than wood pile or pile without helix.Keywords: Helical pile, wood pile, pile without helix, peat soil, helix plate diameter, uplift capacity
Pengembangan Sistem Klasifikasi Air Layak Minum berdasarkan Nilai pH dan Kekeruhan menggunakan Metode K-Nearest Neighbors (K-NN) berbasis Arduino Uno Mahardika, Tiara; Prasetio, Barlian Henryranu
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 6 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia bergantung pada air sebagai sumber daya alam utama kedua setelah oksigen untuk kelangsungan hidup. Namun, limbah tinja mengkontaminasi sebagian besar air minum rumah tangga di Indonesia, menyebabkan penyakit diare, penyebab utama kematian bayi. Akibatnya, sangat penting untuk melakukan penelitian dan pengembangan alat untuk membantu masyarakat dalam menilai keamanan air yang akan dikonsumsi. Penulis bertujuan untuk membuat sistem klasifikasi kualitas air minum yang memberi tahu pengguna tentang pH dan kekeruhan air untuk mengatasi masalah ini. Sensor pH-4502C dan sensor turbidity SEN0189 digunakan dalam sistem klasifikasi ini. Mereka disambungkan ke mikrokontroler Arduino UNO dan ditampilkan pada layar LCD 16x2. Hasil dari kedua sensor tersebut diklasifikasikan dengan metode K-Nearest Neighbour. Sensor dan metode yang digunakan telah diuji. Pengujian sensor pH-4502C menunjukkan akurasi 93%. Pengujian sensor turbidity SEN0189 juga menunjukkan bahwa sensor tersebut dapat mendeteksi tingkat kekeruhan air dengan baik. Nilai tegangan sensor menunjukkan air yang lebih jernih (air minum) dan air yang lebih keruh (air kopi). Untuk total lima belas data uji dan tiga puluh data latih, pengujian metode K-Nearest Neighbor mencapai tingkat akurasi 100%. Data tentang air minum umum digunakan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, sistem klasifikasi kualitas air minum ini membantu memantau kualitas air minum dan memberikan informasi penting bagi pengguna.
Analysis of Pile Foundation Bearing Capacity and Soil Classification in Padang City Liliwarti; Silvianengsih; Mahardika, Tiara; M, Bagaskoro; Abddilah, Farizi
International Journal of Advanced Science Computing and Engineering Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : SOTVI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/ijasce.6.3.220

Abstract

Padang City, west of Sumatra, is highly vulnerable to natural disasters such as earthquakes, landslides, and floods. The soil conditions in this area, consisting of tuff, silica, and rocks with low cohesion, pose challenges due to their weak bearing capacity, increasing the risk of ground movement or subsidence. This study analyzes the bearing capacity of pile foundations and soil classification in the Sungai Sapih area using the Cone Penetration Test (CPT) method and soil classification based on the Bagemann method. Investigations were conducted at five sounding points (S1–S5) in Sungai Sapih to understand the soil characteristics and provide optimal foundation planning recommendations. The results of this study indicate that the soil layers are dominated by clay, with variations such as organic clay, very stiff clay, and clay loam, all of which tend to have low end-bearing capacity. At depths of up to 11 meters, the cone resistance (qc) values were very low at all points, indicating that the pile foundation cannot rely on end-bearing support at this depth. However, increased friction along the pile shaft significantly contributes to the ultimate bearing capacity of the pile foundation. Hard soil layers were identified at depths of 12–16 meters, with qc values of approximately 150 kg/cm², providing a reference for deep foundation design. Based on the result of this study, the use of piles foundation and bored piles is recommended to reach the hard soil layers to ensure structural stability. Additionally, an analysis of soil settlement is necessary due to the high potential for deformation in the clay layers. This study is expected to serve as a guideline for safe and sustainable foundation planning in the Sungai Sapih area, rapidly developing as a center for government and public facilities in Padang City.
Pembuatan Foto Udara untuk Mendukung Digitalisasi Nagari Sikucua Barat Kabupaten Padang Pariaman Stiyanto, Eri; Falah, Muhammad Fajrul; Mahardika, Tiara; Prices, Afrizal Putra; Trinanda, Yuda
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.8

Abstract

Legal certainty over nagari administrative areas is a crucial element in the nagari governance system. A base map in the form of imagery is needed to streamline the process of confirming and determining boundaries between bordering nagari. Drone technology is an effective solution in taking aerial photographs that can be used as a base image for drawing administrative boundaries. Nagari Sikucua Barat, located in Padang Pariaman Regency, currently does not have a clear legal basis for its administrative boundaries. This service activity aims to provide accurate and up-to-date base imagery to support the drawing of administrative boundaries legally and technically. In addition, this activity also increases the capacity of the village government in utilizing geospatial technology in order to systematically manage regional information. The result of this activity is the availability of the latest aerial imagery up to December 2024, replacing the previous High Resolution Upright Imagery (CTRT) which only includes data up to 2018. The impact of this activity includes increasing the efficiency of nagari administration, integrating assets and resources into a spatial data-based information system, and strengthening the legal basis of territorial boundaries. The service assistance will continue until the nagari has an interactive, integrated, and user-friendly information system to support data-based decision-making more accurately and transparently.   Abstrak Kepastian hukum terhadap wilayah administrasi nagari merupakan elemen krusial dalam sistem pemerintahan nagari. Peta dasar berupa citra sangat diperlukan untuk mengefisiensi proses penegasan dan penetapan batas antar nagari sempadan. Teknologi drone menjadi solusi efektif dalam pengambilan foto udara yang dapat digunakan sebagai citra dasar untuk penarikan garis batas wilayah administrasi. Nagari Sikucua Barat, yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman, hingga saat ini belum memiliki dasar hukum yang jelas terkait batas wilayah administrasinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyediakan citra dasar yang akurat dan mutakhir guna mendukung penarikan garis batas wilayah administrasi secara legal dan teknis. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas pemerintah nagari dalam pemanfaatan teknologi geospasial agar dapat mengelola informasi wilayah secara sistematis. Hasil kegiatan ini adalah tersedianya citra udara terbaru hingga Desember 2024, menggantikan Citra Tegak Resolusi Tinggi (CTRT) sebelumnya yang hanya mencakup data hingga tahun 2018. Dampak kegiatan ini meliputi peningkatan efisiensi administrasi nagari, integrasi aset dan sumber daya ke dalam sistem informasi berbasis data spasial, serta penguatan dasar hukum batas wilayah. Pendampingan pengabdian akan berlanjut hingga nagari memiliki sistem informasi yang interaktif, terintegrasi, dan ramah pengguna guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih akurat dan transparan.
Analysis of the Stability of Retaining Walls Using FEM and LEM on the Dumai Duri Kandis Road Mahardika, Tiara
Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jptb.v5i1.87063

Abstract

This research aims to analyze and compare the stability of retaining walls using two analytical approaches, namely the Finite Element Method (FEM) and the Limit Equilibrium Method (LEM), on the landslide-prone section of the Dumai Duri Kandis Road. The research was conducted using an exploratory method through field observations, collection of primary and secondary data, and numerical simulations. The research population consists of geotechnical structures in landslide areas, with samples taken from drilling points up to 24 meters deep as the location for soil analysis. The research instruments include a drilling machine, SPT (Standard Penetration Test), and Plaxis 2D and Slide 2 software for FEM and LEM simulations. Primary data were obtained from field soil stratification tests, while secondary data included earthquake maps, plan drawings, and bored pile specifications. Based on soil classification, the location falls within soft soil with an earthquake acceleration of 0.1088g. The analysis results show that the application of bored piles significantly increases the safety factor (SF) value. In conditions without bored piles, the average SF ranges from 1.02 to 1.27, whereas with bored piles, it increases to more than 2.1, depending on the water table conditions and loading. In conclusion, the FEM and LEM methods show that the use of bored piles can increase slope stability by more than 135% compared to without reinforcement. These findings recommend the use of bored piles as an effective reinforcement strategy for road sections with a high potential for landslides.
Cliff Stability Analysis Of Batang Lembang River In Solok Regency Using Geostudio Arlis, Angga Putra; Mahardika, Tiara; Stiyanto, Eri; Wiliya, Wiliya; Araska, Wahyu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas tebing sungai dalam rangka proyek pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir Batang Lembang (Tahap II) yang berlokasi di Solok, Sumatera Barat. Proyek ini mencakup tiga lokasi utama, yaitu Selayo di Kabupaten Solok (BH01), VI Suku di Kota Solok (BH02), dan KTK di Kota Solok (BH03). Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan metode slope/w dan faktor keamanan yang mengacu pada SNI 8640-2017 mengenai "Persyaratan Perancangan Geoteknik". Berdasarkan hasil analisis, faktor keamanan pada beberapa kondisi di lokasi Selayo dan VI Suku tidak memenuhi standar minimum yang ditetapkan, sementara di lokasi KTK, faktor keamanan menunjukkan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Penelitian ini juga mengusulkan modifikasi terhadap geometri lereng dan penambahan elemen perkuatan, seperti cerucuk dolken, untuk meningkatkan stabilitas tebing di lokasi yang tidak memenuhi syarat. Selain itu, evaluasi dilakukan terhadap potensi modifikasi penampang sungai untuk memperbaiki kestabilan lereng, dengan fokus pada perubahan geometri dan penambahan elemen perkuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penerapan modifikasi tersebut, beberapa lokasi yang sebelumnya tidak memenuhi standar faktor keamanan dapat diperbaiki, sehingga sesuai dengan ketentuan geoteknik yang berlaku. Temuan dari penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk meningkatkan stabilitas tebing sungai, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi penting terhadap kelancaran pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir yang aman dan berkelanjutan di kawasan Batang Lembang. Penelitian ini juga menawarkan wawasan mengenai penerapan standar geoteknik terbaru dan menekankan pentingnya analisis kondisi lokal dalam merancang solusi mitigasi bencana banjir yang efektif. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perencanaan pembangunan serupa di wilayah lain dengan karakteristik yang serupa.
Zonation of Soil Bearing Capacity from Cone Penetration Test Data: Case Study in Padang Liliwarti; Silvianengsih; Mahardika, Tiara; Hartati; Stiyanto, Eri
International Journal of Advanced Science Computing and Engineering Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : SOTVI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/ijasce.7.3.255

Abstract

This study aims to map the zonation of soil bearing capacity in Padang City, covering five districts —Koto Tangah, Padang Barat, Nanggalo, Padang Timur, and Padang Selatan —comprising a total of 12 test points. The data were obtained from Cone Penetration Test (CPT) results, which were subsequently analysed to determine the ultimate bearing capacity of the soil, the safety factor of foundations against load eccentricity, and settlement at several test points. The analytical approach focused on assessing vertical bearing capacities, comparing estimated working loads with calculated ultimate bearing capacities, and determining settlement under representative design load conditions. From 12 test points distributed across the five districts, the results indicate that all locations exhibit safety factors significantly above the minimum requirement (FS > 3), suggesting that the ground has excellent capacity to sustain structural loads. In addition, the observed settlements are small, ranging from 0.8 mm to 6.4 mm, and remain well below the commonly accepted tolerance for foundation settlement (25–50 mm). These results support the notion that the subsurface layers in these areas are stable and do not pose a significant risk of foundation settlement. Therefore, the soil conditions at all test points can be categorised as safe, stable, and suitable to support the assumed design load of 100 kN, regardless of whether pile foundations or shallow foundations are used. The resulting soil bearing capacity zonation map is expected to serve as a practical reference for foundation planning, assisting engineers and planners in selecting appropriate foundation systems, and supporting sustainable infrastructure development in Padang City in a safer, more effective, and efficient manner.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Yadispama Maiga, Wahyu; Wagino; Fernandez, Donny; Nanda, Iffarial; Mahardika, Tiara
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.
Pendampingan Penetapan dan Penegasan Batas Nagari Sikucua Barat Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman Falah, Muhammad Fajrul; Tiara Mahardika; Eri Stiyanto; Asri Yuda Trinanda; Afrizal Putra Prices
Jurnal Pustaka Paket Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pustaka PAKET
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapaket.v4i1.911

Abstract

Kejelasan batas administratif wilayah sangat penting dalam tata kelola pemerintahan daerah karena memberikan kepastian hukum terhadap yurisdiksi, mendukung pengelolaan sumber daya, serta mencegah potensi konflik antarwilayah. Di Provinsi Sumatera Barat, nagari memiliki kedudukan strategis sebagai kesatuan masyarakat hukum adat sekaligus unit pemerintahan terendah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018. Namun, Nagari Sikucua Barat yang terletak di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, menghadapi permasalahan ketidakjelasan batas dengan nagari-nagari di sekitarnya. Permasalahan ini dipicu oleh pemekaran wilayah administratif yang tidak diikuti dengan penetapan batas secara definitif dan teknologi pemetaan yang memadai. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemerintah nagari dalam proses penegasan batas wilayah melalui pendekatan partisipatif-kolaboratif. Kegiatan mencakup: (1) pendampingan teknis dalam pengukuran batas secara kartometrik; (2) pelacakan lapangan terhadap batas yang telah disepakati; (3) fasilitasi kesepakatan batas antar nagari; dan (4) peningkatan kapasitas teknis pemerintah nagari. Metodologi yang digunakan mencakup sosialisasi, identifikasi dokumen historis dan penanda batas alami, Focus Group Discussion (FGD), penggambaran batas dalam peta kerja menggunakan citra tegak resolusi tinggi dan hasil drone, serta validasi lapangan berdasarkan peta indikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan tokoh adat, pemerintah nagari, dan masyarakat mampu menghasilkan peta batas yang diakui bersama dan memperkuat legitimasi sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi model praktik baik dalam penegasan batas wilayah nagari berbasis kolaborasi, teknologi, dan nilai lokal, guna mendukung perencanaan pembangunan dan mencegah konflik di masa depan.