Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Masjid Berbasis Website (Studi Kasus: Masjid Al-Muttaqin Ketaping) Fauzan, Reski Yulian; Wahyudi, Ricky; Fahreza, Muhammad; Putra, R. Reski Eka; Falah, Muhammad Fajrul
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v4i2.860

Abstract

Masjid memegang peranan penting dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat beribadah namun juga sebagai pusat kegiatan masyarakat. Masjid Al-Muttaqin merupakan salah satu masjid di Nagari Ketaping Kabupaten Padang Pariaman. Masjid ini selain sebagai tempat ibadah bagi masyarakat sekitar, juga melakukan agenda rutin kajian, pengumpulan infaq, sodaqoh dan zakat dari donatur serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Namun, dalam pengelolaan administrasi serta informasi pada masjid Al-Muttaqin masih dilakukan secara manual, sehingga informasi dan pengelolaan pada masjid tersebut kurang transparan dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi pengelolaan masjid berbasis website untuk memfasilitasi pengelolaan data jamaah, keuangan, jadwal kegiatan, serta pengumuman terkait kegiatan di masjid secara terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan masjid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pendataan analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan metode SDLC, dan implementasi perancangan berbasis web seperti PHP, MySQL, dan framework Laravel. Hasil dari penelitian adalah sebuah prototipe rancangan sistem informasi berbasis website yang menyediakan fitur pengelolaan data jamaah, pencatatan keuangan, jadwal kegiatan, serta media untuk pengumuman kegiatan pada masjid. Kesimpulan, dengan adanya sistem informasi pengelolaan masjid berbasis website dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pada pengelolaan masjid.
Pembuatan Foto Udara untuk Mendukung Digitalisasi Nagari Sikucua Barat Kabupaten Padang Pariaman Stiyanto, Eri; Falah, Muhammad Fajrul; Mahardika, Tiara; Prices, Afrizal Putra; Trinanda, Yuda
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.8

Abstract

Legal certainty over nagari administrative areas is a crucial element in the nagari governance system. A base map in the form of imagery is needed to streamline the process of confirming and determining boundaries between bordering nagari. Drone technology is an effective solution in taking aerial photographs that can be used as a base image for drawing administrative boundaries. Nagari Sikucua Barat, located in Padang Pariaman Regency, currently does not have a clear legal basis for its administrative boundaries. This service activity aims to provide accurate and up-to-date base imagery to support the drawing of administrative boundaries legally and technically. In addition, this activity also increases the capacity of the village government in utilizing geospatial technology in order to systematically manage regional information. The result of this activity is the availability of the latest aerial imagery up to December 2024, replacing the previous High Resolution Upright Imagery (CTRT) which only includes data up to 2018. The impact of this activity includes increasing the efficiency of nagari administration, integrating assets and resources into a spatial data-based information system, and strengthening the legal basis of territorial boundaries. The service assistance will continue until the nagari has an interactive, integrated, and user-friendly information system to support data-based decision-making more accurately and transparently.   Abstrak Kepastian hukum terhadap wilayah administrasi nagari merupakan elemen krusial dalam sistem pemerintahan nagari. Peta dasar berupa citra sangat diperlukan untuk mengefisiensi proses penegasan dan penetapan batas antar nagari sempadan. Teknologi drone menjadi solusi efektif dalam pengambilan foto udara yang dapat digunakan sebagai citra dasar untuk penarikan garis batas wilayah administrasi. Nagari Sikucua Barat, yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman, hingga saat ini belum memiliki dasar hukum yang jelas terkait batas wilayah administrasinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyediakan citra dasar yang akurat dan mutakhir guna mendukung penarikan garis batas wilayah administrasi secara legal dan teknis. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas pemerintah nagari dalam pemanfaatan teknologi geospasial agar dapat mengelola informasi wilayah secara sistematis. Hasil kegiatan ini adalah tersedianya citra udara terbaru hingga Desember 2024, menggantikan Citra Tegak Resolusi Tinggi (CTRT) sebelumnya yang hanya mencakup data hingga tahun 2018. Dampak kegiatan ini meliputi peningkatan efisiensi administrasi nagari, integrasi aset dan sumber daya ke dalam sistem informasi berbasis data spasial, serta penguatan dasar hukum batas wilayah. Pendampingan pengabdian akan berlanjut hingga nagari memiliki sistem informasi yang interaktif, terintegrasi, dan ramah pengguna guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih akurat dan transparan.
Studi Eksperimental Karakteristik Beton Ringan SCC dengan Penambahan Styrofoam dan Benang Gelasan Fajrul Falah, Muhammad; Solikin, Mochamad; Kholilur Rohman, Rosyid; Muhammad Nuryanto, Fadhil; Ika Hariani, Deby; Putri Yastari, Febi; Agung Saputra, Cahyo
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 22 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v22i1.1736

Abstract

Global sustainability is a big challenge for various industry sectors, including the construction industry. Concrete is a key material in infrastructure development due to its high strength and good durability. However, concrete production has significant environmental impacts, such as the exploitation of natural resources and increased carbon emissions. Therefore, there is a need to innovate materials that are more environmentally friendly without reducing the quality of concrete. This research aims to explore the use of Styrofoam waste and yarn as additives in concrete mixes. Styrofoam was chosen due to its lightweight and biodegradable nature, its use in concrete can reduce environmental pollution. Meanwhile, yarn was added to increase the strength of concrete that had undergone changes due to the addition of Styrofoam. This research was conducted using an experimental method with the addition of 30% Styrofoam from the total fine aggregate as a fixed variable. In addition, variations of yarn were used at 0.5% and 1% of the total concrete mix. Tests were carried out using cylindrical test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, with a total of 8 samples tested to determine the compressive strength value of the resulting concrete. The test results showed that the highest compressive strength was obtained in the variation of adding 1% yarn, with a value of 15.03 MPa. This shows that the combination of styrofoam and yarn still allows the concrete to have sufficient strength for certain construction applications. From this research, it can be concluded that the use of Styrofoam and yarn in concrete has the potential to be an environmentally friendly material innovation that supports the sustainability of the construction industry. By utilizing this waste, it is expected to reduce environmental impact and open up new opportunities in the development of sustainable construction materials
Studi Perilaku Penampang Balok Beton Bertulang dengan Variasi Rasio Tulangan Longitudinal Tarik dan Tekan Febi Putri Yastari; Jeply Murdiaman Guci; Ikhwan Said; Muhammad Fajrul Falah; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.132

Abstract

Balok beton bertulang merupakan elemen struktural utama yang berfungsi menahan gaya lentur dan geser dalam sistem konstruksi bangunan. Kapasitas lentur balok sangat dipengaruhi oleh rasio tulangan longitudinal, baik tulangan tarik maupun tekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio tulangan longitudinal terhadap kapasitas lentur penampang balok beton bertulang. Pengujian dilakukan pada benda uji berukuran 2000 mm × 150 mm × 400 mm dengan kuat tekan beton sebesar 25 MPa dan diameter tulangan 13, 16, dan 19 mm. Total 24 benda uji dikelompokkan ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis tulangan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak RCCSA. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan tarik dari 0,5% menjadi 3,0% mampu meningkatkan kapasitas lentur balok hingga lebih dari 400%, namun diikuti penurunan daktilitas hingga 90%, yang mengindikasikan kecenderungan perilaku getas. Sebaliknya, peningkatan rasio tulangan tekan, khususnya untuk konfigurasi dua lapis, hanya memberikan peningkatan kapasitas lentur sebesar 3–8% dan berkontribusi terhadap daktilitas hanya pada rasio tekan yang rendah. Distribusi tegangan menunjukkan bahwa rasio tulangan tidak memengaruhi tegangan maksimum beton, namun rasio tulangan tarik berpengaruh signifikan terhadap luas sebaran tegangan dan pergeseran garis netral. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku lentur balok beton bertulang dengan variasi rasio tulangan longitudinal.
Pendampingan Penetapan dan Penegasan Batas Nagari Sikucua Barat Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman Falah, Muhammad Fajrul; Tiara Mahardika; Eri Stiyanto; Asri Yuda Trinanda; Afrizal Putra Prices
Jurnal Pustaka Paket Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pustaka PAKET
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapaket.v4i1.911

Abstract

Kejelasan batas administratif wilayah sangat penting dalam tata kelola pemerintahan daerah karena memberikan kepastian hukum terhadap yurisdiksi, mendukung pengelolaan sumber daya, serta mencegah potensi konflik antarwilayah. Di Provinsi Sumatera Barat, nagari memiliki kedudukan strategis sebagai kesatuan masyarakat hukum adat sekaligus unit pemerintahan terendah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018. Namun, Nagari Sikucua Barat yang terletak di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, menghadapi permasalahan ketidakjelasan batas dengan nagari-nagari di sekitarnya. Permasalahan ini dipicu oleh pemekaran wilayah administratif yang tidak diikuti dengan penetapan batas secara definitif dan teknologi pemetaan yang memadai. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemerintah nagari dalam proses penegasan batas wilayah melalui pendekatan partisipatif-kolaboratif. Kegiatan mencakup: (1) pendampingan teknis dalam pengukuran batas secara kartometrik; (2) pelacakan lapangan terhadap batas yang telah disepakati; (3) fasilitasi kesepakatan batas antar nagari; dan (4) peningkatan kapasitas teknis pemerintah nagari. Metodologi yang digunakan mencakup sosialisasi, identifikasi dokumen historis dan penanda batas alami, Focus Group Discussion (FGD), penggambaran batas dalam peta kerja menggunakan citra tegak resolusi tinggi dan hasil drone, serta validasi lapangan berdasarkan peta indikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan tokoh adat, pemerintah nagari, dan masyarakat mampu menghasilkan peta batas yang diakui bersama dan memperkuat legitimasi sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi model praktik baik dalam penegasan batas wilayah nagari berbasis kolaborasi, teknologi, dan nilai lokal, guna mendukung perencanaan pembangunan dan mencegah konflik di masa depan.