Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA TINGKAT PERGURUAN TINGGI MUHTAR LUTFI; SUPRIADI SUPRIADI
JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) Vol 5 No 2 (2021): JPPI Volume 5 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : IAI DDI Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jpi.v5i2.98

Abstract

Merancang strategi komunikasi yang tepat dalam membuat dan menyampaikan materi pembelajaran kepada mahasiswa merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh Dosen sebagai komunikator. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, rencana strategi komunikasi yang dibangun dan dilaksanakan oleh Dosen akan membantu mahasiswa menerima, memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh pada perkuliahan dengan lebih efektif sesuai tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah. Lebih dari itu, strategi komunikasi juga mampu membangun hubungan yang kuat antara Dosen dan mahasiswa sehingga dampak komunikasi sebagai bagian dari pendidikan memiliki efek yang berkelanjutan.
Implementasi Multi Akad (Hybrid Contract) Pada Pembiayaan Murabahah Bank Syariah I Nyoman, Budiono; Muhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
SIGHAT: JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH Vol 2 No 2 (2024): SIGHAT: JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/shighat_hes.v2i2.6329

Abstract

Hybrid Contract atau yang biasa disebut Multi Akad merupakan gabungan beberapa akad dalam sebuah transakis (mujtami’) atau hanya satu jenis akad yang timbal balik (mutaqabil). Pada dasarnya Hybrid Contract merupakan salah satu Ijtihad yang dilakukan untuk mendukung produk-produk bank syariah maupun lembaga keuangan syariah lainnya sehingga dapat melakukan transaksinya. Penelitian ini berjudul “ Implementasi Multi Akad (Hybrid Contract) pada Bank Syariah, bertujuan untuk mengetahui jenis transaksi pada bank syariah yang menggunakan Multi Akad (Hybrid Contract) dalam sudut pandang Hukum Ekonomi Islam (fiqih mu’amalah). Dalam penelitian ini digunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan data diperoleh berasal dari para pemimpin cabang bank Syariah dan karyawan bank Syariah di kota Parepare, Makassar.dan Jakarta melelui Hand Phone. Data sekunder berasal dari sumber data kedua yaitu studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Multi Akad (hybrid contract) banyak dilakukan pada transaksi pembiayaan murabahah bank syariah. Pada transaksi Pembiayaan Murabahah, biasa disertai dengan akad wakalah sehingga pembiayaan tersebut menggunakan akad Murabahah bil Wakalah (Hybrid Contract).
Analysis Of Income And Feasibility Of Msmes In Watutau Village, Poso District (Case Study On: Alamanda Accessories Craftsman Business) Abd Fazry; Andi Herman Jaya; Edhi Taqwa; Muhtar Lutfi; Musdayati
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 2 (2024): April: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze: the amount of business income in the Alamanda Craftsmen business, the feasibility of the business in the Alamanda Accessories Craftsmen Business. This research was conducted in Watutau Village, Lore Peore District, Poso Regency, from December 2023 to February 2024. The research method used was a descriptive method. The data collected includes secondary data and primary data. Primary data was obtained by direct interviews with Alamanda Accessories Crafts business owners, while secondary data was obtained from books and financial reports. The data analysis used is analysis including production costs, income, business feasibility in the Alamanda Accessories Craftsman Business, Lore Peore District. The research results show that the monthly production costs of the business include fixed costs of IDR 3,228,333, variable costs of IDR 20,010,000, total costs of IDR 23,238,333, while the monthly net income of the Alamanda Accessories Craftsmen business is IDR 14,761,667. Feasibility of the Alamanda Accessories Craftsman Business, Lore Peore District, Watutau Village, Poso Regency, can be said to be feasible to operate with an R/C Ratio of 1.6.
Analisis Pendapatan Usaha Tempe CV. Cahaya Tempe Di Desa Malei Kecamatan Pedongga Kabupaten Pasangkayu I Kadek Andre Dwiane; Ika Rafika; Muhtar Lutfi; Rita Suirlan; Andi Herman Jaya
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.7531

Abstract

Cahaya Tempe merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi tempe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih usaha tersebut guna mengevaluasi efisiensi dan potensi peningkatan pendapatan. Metode analisis data yang digunakan mencakup perhitungan Total Biaya (TC), Total Pendapatan (TR), dan keuntungan (π). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan bulanan CV. Cahaya Tempe mencapai Rp180.000.000, dengan total biaya produksi sebesar Rp171.093.746 per bulan, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp1.468.746 dan biaya variabel sebesar Rp169.625.000. Berdasarkan analisis data, pendapatan bersih yang diperoleh CV. Cahaya Tempe adalah Rp8.906.254 per bulan. Kesimpulannya, CV. Cahaya Tempe beroperasi secara efisien dan menghasilkan keuntungan yang signifikan.
Analisis Pendapatan Usaha Tempe CV. Cahaya Tempe Di Desa Malei Kecamatan Pedongga Kabupaten Pasangkayu I Kadek Andre Dwiane; Ika Rafika; Muhtar Lutfi; Rita Suirlan; Andi Herman Jaya
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.7531

Abstract

Cahaya Tempe merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi tempe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih usaha tersebut guna mengevaluasi efisiensi dan potensi peningkatan pendapatan. Metode analisis data yang digunakan mencakup perhitungan Total Biaya (TC), Total Pendapatan (TR), dan keuntungan (π). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan bulanan CV. Cahaya Tempe mencapai Rp180.000.000, dengan total biaya produksi sebesar Rp171.093.746 per bulan, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp1.468.746 dan biaya variabel sebesar Rp169.625.000. Berdasarkan analisis data, pendapatan bersih yang diperoleh CV. Cahaya Tempe adalah Rp8.906.254 per bulan. Kesimpulannya, CV. Cahaya Tempe beroperasi secara efisien dan menghasilkan keuntungan yang signifikan.
Analisis Keterkaitan Perubahan Pola Ruang RTRW Terhadap Izin Usaha Pertambangan di Kecamatan Banawa Abdul Zidan Hiola; Muhtar Lutfi; Wildani Pingkan S. Hamzens; Rifai; Rita Yunus
Journal of Management and Social Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): August: Journal of Management and Social Sciences
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changes in Regional Spatial Planning (RTRW) policies play an important role in determining the direction of spatial utilization and investment certainty, including in the mining sector. Donggala Regency revised its Regional Spatial Plan through the amendment of Regional Regulation Number 1 of 2012 concerning the Regional Spatial Plan for 2011–2031 into Regional Regulation Number 2 of 2022 concerning the Regional Spatial Plan for 2022–2042. This revision resulted in adjustments to the spatial structure and land-use patterns that potentially influence the development of Mining Business Licenses (IUPs) in Banawa District, one of the regency’s rapidly developing mining areas. This study aims to analyze changes in the RTRW spatial pattern, identify the development of IUPs, and examine the relationship between RTRW spatial pattern changes and IUP development in Banawa District. The research employed a descriptive quantitative approach using spatial overlay analysis and slope analysis methods. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The results indicate that the area designated to accommodate mining activities increased from 228.711 ha to 770.114 ha, representing an addition of 541.403 ha (237%). Correspondingly, the number of IUPs increased from 7 to 17 licenses (142%), while the total IUP area expanded from 168.70 ha to 462.28 ha (174%). The slope analysis revealed a positive relationship between changes in the RTRW spatial pattern and the development of IUPs, indicating that the expansion of mining-designated areas within the RTRW contributed to the increase in both the number and extent of IUPs. However, this increase has not been fully accompanied by improved spatial conformity in land-use utilization.