Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Fenomena Pengalaman Perempuan dalam Menggunakan Feminist Mobile Dating App Bumble Ryan Haryadi; Benedictus Arnold Simangunsong
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v11i1.3589

Abstract

Mobile dating app Bumble telah dikenal sebagai ‘Tinder versi feminis’ karena memungkinkan perempuan untuk mengontrol penuh aktivitas percakapan mereka. Bumble juga dipandang sebagai lanskap teknologi baru, dimana perempuan dapat melakukan aktivitas kencan secara online melalui proses menginisiasikan percakapan, mengeksplorasi relasional yang beragam, hingga hasrat seksual. Penelitian ini menggunakan paradigma Kristis dengan metode fenomenologi dan dalam memperoleh data menggunakan wawancara tidak terstruktur terhadap 43 informan pengguna perempuan Jabodetabek, untuk menjawab pengalaman-pengalaman apa saja yang mereka temui selama menggunakan Bumble. Hasil dari penelitian menemukan bahwa fitur Bumble yang terkesan memberdayakan perempuan ini membuat perempuan dapat bernegosiasi dan berpartisipasi dalam menciptakan sebuah hubungan impian, meskipun dianggap melawan norma gender tradisional yang melekat di masyarakat. Dimulai dari hubungan yang paling banyak dan paling mudah ditemukan seperti hubungan pertemanan, hingga hubungan yang membutuhkan usaha lebih untuk menemukannya, seperti pacar atau suami, serta kejadian-kejadian lain yang mereka alami selama menggunakan mobile dating app Bumble, dari yang menyenangkan, hingga meninggalkan kekecewaan.
The meaning of universality in the Indonesian Idol television program format Benedictus Arnold Simangunsong; Gamaliel Paulus Setianugraha
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i1.1345

Abstract

Competition between television in Indonesia encourages the existence of a television program planning strategy, mainly to buy the concept of a television format that has been successful in other countries by adopting its success. Of course, the adoption that is carried out requires adaptation to the culture that exists in a country, in this case, through research on the Indonesian Idol event. When adaptation occurs and there are local factors such as the cultural, psychological, and physical factors of the audience, it is at that point that it is questionable whether it is about the meaning of the universality of an adopted show program. With case study methods and constructivism paradigms, as well as data collection through interviews with key informants from Freemantle, RCTI, and the audience. From the data processing, it was found that the meaning of universality is divided into three categories, namely, competition, narrative, and participation, and the meaning of emotion has two categories, namely, as a response and as an effect of contagion.