Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Assistance and Management of E-Commerce and Digital Marketing in Pujon Kidul Tourism Village Iqbal Ramadhani Fuadiputra; Fauzik Lendriyono; Titiek Ambarwati
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol 5 No 2 (2022): Kontribusia Agustus 2022
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.364 KB) | DOI: 10.30587/kontribusia.v5i2.3884

Abstract

In this service program, the devotees try to respond to issues related to the development carried out by the Pujon Kidul tourist village, especially in increasing merchandise sales and introducing several new tourist destinations in Pujon Kidul. Because of the information obtained, the trend is also increasingly erratic during a pandemic like today. This has encouraged the service team to provide some touch of technology, especially in marketing. Through the digital marketing and e-commerce development program, our community service team hopes that with this program, the community will experience an increase both in terms of income and visits to tourist attractions that are running now. This program hopes that it will also introduce potential outside of Café Sawah, owned by Pujon Kidul. This program is also appropriate because, during a pandemic like this, a decrease in the number of visitors has also been experienced in Pujon Kidul. With the introduction of other potential villages, it is hoped that the attractiveness and capacity accommodated will be in the Rice Field Café and different potentials. The method used in this service process is to use digital marketing and e-commerce as a solution to increase visits and sales of products owned by BUMdes Pujon Kidul. Social media is one of the media used to increase interest and visits to the tourist village of Pujon Kidul. Measuring success can be calculated from direct visits to tourist attractions and visits to Pujon Kidul's social media. Based on the results of visits from both social media and tourist attractions, there has been an increase for followers at 11,800, and for holidays, there has been an increase to 6500 tourists visiting. The results of e-commerce and digital marketing training are expected to provide other income regularly for citizens who depend on their life from Pujon Kidul tourism.
SEARCH ENGINE OPTIMATION DAN SOCIAL MEDIA MARKETING BERAS SEHAT SUBAK BENGKEL TABANAN BALI Ardik Praharjo; Fauzik Lendriyono; Yunan Syaifullah
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.29655

Abstract

Permasalahan yang kerap dihadapi dunia usaha yaitu kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital sehingga perlu pendampingan agar produk yang diciptakan dapat dipasarkan dengan baik. Penggunaan social media juga masih belum massif digunakan sehingga produk dipasarkan secara tradisional sehingga perlu untuk memanfaatkan pengelolaan sosial media dengan baik. Subak Desa Bengkel merupakan salah satu istilah pengelolaan irigiasi dan pertanian organic yang ada pada Desa Bengkel Kabupaten Tabanan Bali. Subak berfokus pada pengelolaan pengairan yang salah satunya yaitu menghasilkan produk beras sehat dan produk lainnya. Pada perjalanannya belum teroptimalkannya Search Engine Optimization (SEO) dan social media marketing. Kendala aksesbilitas dan pemanfaatan menjadi salah satu hal untuk memasarkan produk beras sehat. Perlunya pendampingan tersebut agar dapat memaksimalkan pemasaran produk beras sehat secara optimal. Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu melakukan studi mendalam tentang jenis-jenis kebutuhan search engine optimation yang digunakan seperti berita dalam website, informasi digital tentang produk beras sehat, dan pemasaran berita dengan menggunakan software. Pelatihan penggunaan tentang penggunaan search engine optimation, pemaksimalan social media marketing dengan menggunakan berbagai macam media sosial yang ada. Strategi konten marketing perlu juga ada dalam pelaksanaan social media marketing. Hasil yang didapat dalam pendampingan ini yaitu pelaku usaha yang ada pada Subak Bengkel dapat melaksanakan aktifitas search optimation media dan digital marketing dengan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kata kunci yang mudah sehingga produk unggulan yang ada pada desa tersebut dapat mudah ditemukan. Perlunya evaluasi secara berkala tentang pelaksanaan earch engine optimation dan social media marketing yang telah dibuat dengan memaksimalkan media yang ada. Dampak apabila tidak adanya evaluasi secara berkala dapat tergerus dengan aktifitas sejenis sehingga perlunya pembaharuan. Pembaharuan ataupun update dalam dilaksanakan sesuai jadwal dan target dalam usaha tersebut.
Self-Help Group-Based Stunting Management (Study on the Volunteer Group for the Acceleration of Stunting Prevention in Batu, Indonesia) Lendriyono, Fauzik; Pratama, Erwin; Fariziah, Tsaniah
Journal of Government and Civil Society Vol 7, No 2 (2023): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v7i2.9068

Abstract

In several official reports published in 2019, it is reported that there will be a high number of stunting cases in Batu, East Java, Indonesia. This study aims to describes the volunteer model for accelerated stunting prevention, the self help group by Alfred Hyman Katz. The qualitative approach chosen in this study which are very necessary to reveal all aspects of Volunteers for the Acceleration of Stunting Prevention. Semi-structured interviews and observations through direct involvement in the activities of the five key actors. Data analysis was carried out by grouping interview data with research participants and interpreting the results of observations based on their sub-dimensions and then simplifying sentence quotations. The result reveal that SHG has simple organization and all resources are obtained from members' self-help or network assistance. The communication model is more flexible and informal. SHGconducts social-health advocacy and community empowerment and has a very wide network. This study can be an alternative solution in preventing stunting in other areas with the self help group model. Dalam beberapa laporan resmi yang diterbitkan pada tahun 2019, dilaporkan bahwa akan terdapat tingginya angka kasus stunting di Batu, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model relawan percepatan pencegahan stunting yaitu self help group oleh Alfred Hyman Katz. Pendekatan kualitatif yang dipilih dalam penelitian ini sangat diperlukan untuk mengungkap seluruh aspek Relawan Percepatan Pencegahan Stunting. Wawancara dan observasi semi terstruktur melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas lima aktor kunci. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan data wawancara kepada partisipan penelitian dan menginterpretasikan hasil observasi berdasarkan subdimensinya kemudian menyederhanakan kutipan kalimat. Hasilnya menunjukkan bahwa SHG memiliki organisasi yang sederhana dan seluruh sumber daya diperoleh dari swadaya anggota atau bantuan jaringan. Model komunikasinya lebih fleksibel dan informal. SHG melakukan advokasi kesehatan sosial dan pemberdayaan masyarakat serta memiliki jaringan yang sangat luas. Penelitian ini dapat menjadi alternatif solusi pencegahan stunting di daerah lain dengan model self help group.