Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Keberlanjutan Usaha Pengrajin Anyaman Bambu: Studi Kasus Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli Urmilasari, Ni Kadek Elsha; Saraswaty, Amrita Nugraheni
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 3, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v3i2.5589

Abstract

Kabupaten Bangli, khususnya Desa Sulahan di Kecamatan Susut, merupakan salah satu sentra utama industri anyaman bambu di Provinsi Bali. Namun, para perajin di daerah ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal, fluktuasi ketersediaan bahan baku, rendahnya produktivitas tenaga kerja, dan kurang optimalnya dukungan dari pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji faktor yang menjadi pengaruh pendapatan perajin anyaman bambu di Desa Sulahan dengan menganalisis variabel-variabel seperti modal, bahan baku, produktivitas, dan peran pemerintah daerah. Pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda menjadi metode yang dipakai dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan jika modal, bahan baku, dan produktivitas tenaga kerja mempunyai dampak positif serta signifikan pada penghasilan perajin. Selain itu, peran pemerintah daerah melalui pelatihan, akses permodalan, dan fasilitas pemasaran terbukti mendukung kesejahteraan para perajin. Kolaborasi antara perajin, dukungan dari pemerintah, dan lembaga keuangan sangat penting untuk meningkatkan daya saing industri anyaman bambu secara berkelanjutan.
Application of the Principles of Management of Village-Owned Enterprises (BUMDes) to Village Economic Development in Tegal Harum Village, West Denpasar District Da Costa Soares, Belicia Esperanza Constantine Manuella; Saraswaty, Amrita Nugraheni
Journal Of Accounting Management Business And International Research Vol 4, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jambuair.v4i1.4209

Abstract

Economic development is an important part of national development. Development is an effort carried out with the aim of improving the standard of living and welfare of the community. The gap between rural and urban economic development is apparent in many regions, with rural areas often lagging behind in terms of infrastructure, technological progress, and income growth. To address this gap, various rural development initiatives, including the establishment of Village-Owned Enterprises (BUMDes), have been implemented. This research aims to determine the influence of the principles of cooperative, participatory, emancipatory, transparent, accountable and sustainable Village-Owned Enterprises (BUMDes) simultaneously on village economic development in Tegal Harum Village, West Denpasar District, and to analyze the influence of the principles of Owned Enterprises Cooperative, participatory, emancipatory, transparent, accountable and sustainable villages (BUMDes) have a partial influence on village economic development in Tegal Harum Village, West Denpasar District. Using BUMDes Puspa Harum Sejahtera in Tegal Harum Village as a case study, this research assesses changes in community income before and after the establishment of BUMDes. BUMDes Puspa Harum Sejahtera has achieved significant success at the local, provincial and national levels, contributing greatly to village income and development. The findings of this study show that structured and transparent BUMDes management can significantly increase village income and encourage sustainable economic development. The results of this research provide valuable insights for policy makers and rural development practitioners, emphasizing the role of BUMDes in alleviating poverty and empowering the local economy.
Revealing the Economic Challenges on Adaptive Sacred Water Management in Balinese Community Saraswaty, Amrita Nugraheni
Journal of Social Development Studies Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Department of Social Development and Welfare, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsds.10548

Abstract

Abstrak Studi ini membahas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat lokal dalam mengelola sumber air, khususnya sumber air untuk kebutuhan ritual atau sakral, dengan fokus pada studi kasus di wilayah SARBAGITA, Bali. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif untuk menyelidiki interpretasi masyarakat Bali terhadap pengelolaan air adaptif pada sumber daya air suci. Dari analisis yang dilakukan, terlihat bahwa tantangan ekonomi pengelolaan sumber air suci masyarakat Bali dipengaruhi oleh ketidaksesuaian sistem tata kelola air dan kekuatan ekonomi industri pariwisata, yang keduanya saling berinteraksi sehingga berdampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air, di sisi lain masyarakat Bali sangat bergantung pada air untuk praktik keagamaan. Pengambilan keputusan oleh perwakilan adat diperlukan karena pengelolaan adaptif diwujudukan dalam diri masyarakat adat melalui kearifan lokal. Memahami pengetahuan dan nilai-nilai air tradisional sangat penting untuk mengatasi tantangan ekonomi guna mencapai pengelolaan sumber daya air yang efektif. Kata kunci: tantangan ekonomi; pengetahuan tradisional; pengelolaan adaptif; sumber air suci Abstract This study discusses the economic challenges that local communities face when managing water sources with ritual or sacred purposes, with a focus on the Balinese case study, especially in the SARBAGITA area. This study uses qualitative analysis to investigate the Balinese interpretation of adaptive water management of sacred water resources. According to the results of the analysis, the economic challenges of managing sacred water sources in the Balinese community are influenced by unsuitable governance systems and the economic power of the tourism industry, both of which interact to affect declining water resource quantity and quality. Meanwhile, the Balinese community relies heavily on water for religious practices. Decision-making by customary representatives is required because adaptive management is manifested in indigenous peoples through local wisdom. Understanding traditional water knowledge and values is critical for overcoming economic challenges and accomplishing effective water resource management. Keywords: economic challenge; traditional knowledge; adaptive management; sacred water resource