Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : al-Afkar, Journal For Islamic Studies

MAKNA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM KONTEKS KEISLAMAN DAN KEINDONESIAN Ibnu Rusydi; Siti Zolehah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No.1, January 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.348 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v1i1.13

Abstract

Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi. Istilah toleransi menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Bila pemaknaan ini dijadikan pegangan, maka ”toleransi” dan “kerukunan” adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia. Dalam konteks ke-Indonesiaa, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan Pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ajaran Islam mengungkapkan hidup damai, rukun dan toleran. Kerukunan umat beragama adalah kondisi dimana antar umat beragama dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan masing-masing, saling tolong menolong, dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Dalam konteks ke-Indonesiaa, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
AL-TABARI DAN PENULISAN SEJARAH ISLAM; Telaah atas kitab Tarikh al-Rusul wa al-Muluk Karya Al-Tabari Ibnu Rusydi; Siti Zolehah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol.1, No,2, July 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v2i1.23

Abstract

Kitab sejarah al-Tabari tergolong sebagai pengikut aliran Madinah, yang mana aliran ini banyak memperhatikan al maghazi dan sirah nabawiyyah dengan berdasarkan sanad. Imam Al-Tabari berusaha menyusun kitab sejarahnya yang bernama Tarikh al-Rusul wa al-Muluk berdasarkan rentetan peristiwa yang diurutkan berdasar pada tahun kejadiannya, sejak Hijrah sampai ke Tahun 302 H/914 M. Nilai sejarah dalam kitab ini terletak pada periodisasi (urutan) tahun, sehingga memudahkan para pembaca atau peneliti dalam melihat perjalanan yang dilalui umat Islam dalam pembangunan politik dan peradabannya dari masa ke masa, mengetahui secara pasti akan kondisi umat Islam baik saat kuat maupun lemah, mengetahui penerapan hukum dan syariat pada suatu masa.
PEMIKIRAN FIKIH KEMASLAHATAN DAN FIQIH AKHLAK (Membaca Kembali Kitab Bidâyatul Mujtahid wa Nihâyatul Muqtashid adalah karya Ibn Rusyd) Zaenudin MA; Ibnu Rusydi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 2, No. 2, July 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.684 KB) | DOI: 10.31943/afkar_journal.v4i1.70

Abstract

The Book of Bid?yatul mujtahid whose full title is Bidâyatul mujtahid wa nihâyatul muqtashid is the work of Ibn Rushd in the field of Jurisprudence which is the most famous and most qualified when compared to his other Jurisprudence books. Basically, the view of fiqh Ibn Rushd was no different from the previous fiqh scholars in terms of the relationship between Shari'a and benefit. What distinguishes between Ibn Rushd and the others is the emphasis. If the Jurists emphasized the benefit and interests, Ibn Rushd emphasized his views on the moral side. He believes that the Shari'a was born to improve human morals. In this case El Abidi stated that Ibn Rusyd was the only Jurist who built the objectives of the Shari'a on a moral foundation (morals). Kitab Bidâyatul mujtahid yang judul lengkapnya adalah Bidâyatul mujtahid wa nihâyatul muqtashid adalah karya Ibn Rusyd dalam bidang Fikih yang paling terkenal sekaligus paling berkualitas jika dibandingkan dengan buku-buku Fikihnya yang lain. Pada dasarnya, pandangan fikih Ibn Rusyd tidak berbeda dengan para ulama fikih sebelumnya dalam hal hubungan antara syariat dengan kemaslahatan. Yang membedakan antara Ibn Rusyd dan yang lainnya adalah penekanannya saja. Jika para ahli fikih menekankan sisi kemaslahatan dan kepentingan, Ibn Rusyd menekankan pandangannya pada sisi moral. Ia berpendapat bahwa syariat itu lahir untuk memperbaiki akhlak manusia. Dalam hal ini El Abidi menyatakan bahwa Ibn Rusyd adalah satu-satunya ahli fikih yang membangun tujuan syariat di atas fondasi moral (akhlak).
PENGGUNAAN METODE IQRO DALAM DALAM PENINGKATAN KUALITAS GURU NGAJI DI MUSHOLLA SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS WIRALODRA Ibnu Rusydi; Ali Miftakhu Rosyad
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 1, January 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.965 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i1.267

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan historistas dan implementasi metode Iqro’ dalampeningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di Musholla sekitar kampus Universitas Wiralodra dengan mengkaji bagaimana implementasi, sistematika dan kelebihan metode Iqro’. Untuk itu, pendekatan partisipatori tepat digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) metode Iqro’ diimplementasikan secara klasikal, privat, mengenalkan bunyi huruf hijaiyah, membacalangsung Iqro’ “versi” AMM dan sistem CBSA; (2) Sistematika metode Iqro’ dalampembelajaran membaca Al-Qur’an melalui tahapan-tahapan mulai dari jilid 1-6 yang disusunoleh pihak Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra dimulai dari yang sederhana menjadi kompleks; dan (3) Metode Iqro’ memiliki kelebihan yaitu sudah diterapkan di seluruh Indonesia dan sebagian Negara ASEAN, fleksibel, buku ajar nya mudah didapatkan dan harganya terjangkau, menggunakan sistem CBSA, dapat khatam Iqro’ dengan waktu yang singkat, praktis, sistematis, dan variatif.
Aplikasi Mashlahat Dalam Transaksi Ekonomi Syariah Kontemporer Di Indonesia Perspektif Legislasi Dedi; Ibnu Rusydi; Nursyamsi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 4, October 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i4.351

Abstract

Artikel ini menjelaskan implementasi maslahat mursalah sebagai alternatif sumber hukum Islam terkait  praktik-praktik transaksi di era modern yang semakin flesksibel sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara syariah dan  dapat menjawab tantangan  zaman.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan penelitian perpustakaan. Data dokumentasi yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder kemudian direduksi, diverifikasi dan disajikan. Hasil penelitian ini adalah:  Perspektif madzhab-madzhab fikih, pro kontra pada teori maslahah dan perbandingannya dengan qiyas, yang ternyata hanya berkutat dalam  ranah istilah kalimat saja, karena pada prakteknya semua madzhab menggunakan maslahah mursalah. Berbagai bentuk perkembangan ekonomi Islam, baik kelembagaan maupun produk, menunjukkan bahwa peran maslahah mursalah sangat signifikan. Seperti trend semakin maraknya perbankan syariah, munculnya kartu kredit syariah yang memfasilitasi berbagai transaksi, pembaruan dalam transaksi mudharabah seperti kewajiban jaminan dan bagi hasil sebagai metode bagi hasil. Dengan pesatnya perkembangan ekonomi syariah, penggunaan maslahah mursalah akan semakin dominan dan krusial sehingga syariat Islam dapat  beradaptasi di setiap zaman dan waktu.
Analysis of the History of Governmental Changes from Amir To the Caliph During Abdurrahman III in Andalusia (929 AD) Ibnu Rusydi
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i3.764

Abstract

This paper aims to analyze the history of the change of government from the Amir to the Caliph during Abdurrahman III in Andalusia (929 AD). The method used in this research is historical research. The historical method here is the process of critically examining and analyzing past records and relics. This study concludes that the reason for Abdurrahman III proclaiming himself as a caliph with the title of Caliph al-Nashir Linillah in 929 AD was to counter the influence of the Caliphate of the Fatimid dynasty which was Shiite and restore the authority of the Sunnis due to the weakness of the Abbasid dynasty in Baghdad. With the emergence of Abdurrahman III as head of government with the title of caliph, the Islamic world has three caliphs in an unprecedented period. Abdurrahman III became the first person to assume the title of Amir al-Mu'minin in Andalusia. This title was used by the rulers after until the end of the reign of the Umayyads in Andalusia.