Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rekonstruksi Hukum Perkawinan Beda Agama Prespektif Hak Asasi Manusia Ibnudin; Ahmad Syathori; Didik Himmawan
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i3.706

Abstract

Perkembangan kasus perkawinan beda agama di Indonesia semakin meningkat, sementara Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan ternyata masih belum diatur secara jelas dan tegas, tidak seperti perkawinan campuran beda kewarganegaraan yang diatur dalam pasal 57 Undang-undang nomor 1 Tahun 1974. Berbagai hasil riset menunjukkan bahwa perkawinan beda agama terus terjadi dalam berbagai bentuk praktiknya di Indonesia dengan memanfaatkan celah-celah hukum dan keragaman interpretasi penafsiran tentang syarat sahnya perkawinan menurut hukum agama sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang undang Perkawinan No 1 Tahun 1974. Kondisi pengaturan yang demikian, berpotensi melanjutkan perdebatan panjang tak pernah usai sepanjang dinamika politik hukum perkawinan di Indonesia. Atikel ini ditulis dalam rangka mengkaji dan menjadi tawaran hukum mengenai persoalan perkawinan beda agama prespektif Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjamin kepastian hukum, yaitu terpenuhinya hak moral dan hak legal yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan berdasarkan Pancasila dan Konstitusi Negara Indonesia yang kemudian bisa dijadikan solusi dan tawaran hukum.
Inovasi Pembelajaran Menggunakan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di UPTD SDN 1 Kertasemaya Indramayu Diah Hani; Ibnudin
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/qwt.v1i1.14

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan pembelajaran pada peserta didik di UPTD SDN 1 Kertasemaya mengenai mata pelajaran matematika, pendidikan agama islam dan bimbingan konseling menggunakan media alat peraga seperti PPT, alat ukur tinggi badan, miniature gong, dan spin. Serta memberikan motivasi dan juga inovasi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah metode Problem Based Learning dan Bimbingan Klasikal. Metode ini dilakukan dalam seluruh rangkaian pengelolan kegiatan, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pada tahap evaluasi. Tingkat keberhasilan kegiatan ini dilihat dari hasil perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Hasil pretest dan posttest menunjukkan perubahan tingkat pengetahuan siswa/i dengan hasil presentasenya yaitu peningkatan pengetahuan sebesar 93% dan 59% lainnya belum mengalami peningkatan pengetahuan.
Increasing Prayer Ability for Children in Cibeber Village, Sukagumiwang District, Indramayu Regency Iko Rizqonah; Ibnudin; Ahmad Syathori
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/qwt.v1i2.15

Abstract

Prayer is a type of worship in the Islamic religion carried out by Muslims. Prayer is used as the main form of worship that influences the faith and quality of a Muslim's worship. Performing prayer is obligatory for all Muslims. So one form of student contribution in growing the quality of society is by participating in community service activities in Cibeber Village. "Improving the Quality of Prayer Services for Children in Cibeber Village" is one of the titles of the community service program in Cibeber Village. The research method used by the author is qualitative with an ethnographic type of research. This program aims to improve the quality of children's worship, especially in terms of prayer, as well as fostering a spiritual spirit in children by providing understanding regarding the need to purify (thaharah) before prayer, and reading during prayer. This is done so that children can perform prayers well and correctly according to the science of fiqh and the sciences of worship.
Learning the Science of Tajwid and Tahsin of the Koran in Tegalwirangrong Village, Kertasemaya District, Indramayu Regency Ginal Leby; Ibnu Rusydi; Ibnudin
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/qwt.v1i2.16

Abstract

The aim of this program is for children to understand the science of recitation and Tahsin of the Koran. While the benefits of this program are that children are able to apply the knowledge of recitation when reading the Qur'an so that there are no mistakes in reading it. The approach used in carrying out this supporting program is the lecture, demonstration and question and answer method. The results of learning Tajwid and Tahsin Al-Quran make children who take part in the learning able to understand what recitation is, starting from the law of Nun Mati or Tanwin to understanding and how to read Mad, so that children can implement the material above when reading Al-Quran with good and right.
Implementasi Pembelajaran Menggunakan Metode Bermain Bagi Anak-Anak Desa Tenajar Kidul Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu Wahyu Rifa'i; Didik Himmawan; Ibnudin
Journal Of Psychology, Counseling And Education Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Journal Of Psychology, Counseling And Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/psy.v1i1.9

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya program di atas adalah untuk memberikan pemahaman pentingnya belajar Agama kepada anak-anak Desa Tenajar Kidul, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah metode  ceramah, diskusi dan sharing seksama. Metode ceramah digunakan pada saat  anak-anak berkumpul, adapun diskusi dan praktek dilakukan bersamaan setelah anak-anak selesai belajar. Hasil kegiatan ini dilihat dari lembar pretes dan postes, wawancara, observasi dan dokumentasi yang diberikan pada anak-anak ketika pembelajaran berlangsung. Sehingga dengan pretest dan postes kita bisa melihat kemampuan yang dimiliki pada anak-anak tersebut.
Analisis Etika Perbankan Syariah Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu Dewi Kumalasari; Ibnudin; Ahmad Syathori
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v5i1.70

Abstract

Etika merupakan bagian penting dalam sistem perbankan syariah karena menjadi landasan moral dalam menjalankan operasional lembaga keuangan. Namun dalam praktiknya, penerapan etika syariah di perbankan seringkali menghadapi tantangan internal maupun eksternal yang berdampak pada kualitas kinerja karyawan. Berdasarkan realitas tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana tantangan yang dihadapi karyawan dalam menerapkan etika perbankan syariah serta hubungan antara pemahaman etika syariah dengan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu. Sehingga penulis dapat merumuskan masalah yang dikaji dalam penyusunan ini. Pertama, bagaimana tantang yang dihadapi oleh karyaawan dalam menerapkan etika perbankan syariah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Kedua, bagaimana hubungan antara pemahaman antara pemahaman etika perbankan syariah dan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan etika syariah berasal dari ketidakseimbangan antara tuntutan target kerja dan komitmen etis individu. Di samping itu, masih adanya persepsi masyarakat yang menyamakan bank syariah dengan bank konvensional turut memperberat tugas karyawan dalam menjaga citra dan integritas lembaga. Namun demikian, ditemukan bahwa pemahaman yang baik terhadap etika perbankan syariah berdampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Mereka merasa lebih nyaman, aman, dan memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah yang bermakna spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika syariah bukan hanya berperan sebagai panduan perilaku kerja, tetapi juga sebagai faktor utama pembentuk kepuasan kerja, loyalitas, dan motivasi karyawan dalam sistem perbankan syariah. Oleh karena itu, penguatan pelatihan etika, pembinaan spiritual, serta sosialisasi publik tentang nilai-nilai perbankan syariah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi etika secara menyeluruh.
Analisis Terhadap Tantangan dan Peluang Fintech Syariah Nisaul Isti'ani; Ahmad Syathori; Ibnudin
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v5i1.73

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam sektor keuangan global, termasuk di Indonesia. Digitalisasi tidak hanya memudahkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga menciptakan model bisnis baru seperti financial technology (fintech) yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dalam konteks keuangan Islam, fintech syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan umat Muslim terhadap layanan keuangan yang tidak hanya efisien dan inovatif, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini dirumuskan ke dalam dua fokus utama, yaitu mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi fintech syariah di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) sebagai pendekatan utama dalam menggali dan menganalisis tantangan serta peluang fintech syariah di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech syariah merupakan inovasi keuangan berbasis teknologi yang berlandaskan prinsip syariah, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti regulasi yang belum optimal, rendahnya literasi, keterbatasan SDM, serta adanya pelanggaran hak konsumen dan indikasi riba pada beberapa platform. Meski demikian, fintech syariah memiliki peluang besar dalam mendorong inklusi keuangan dan menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat, serta penguatan regulasi, edukasi, dan kapasitas SDM agar fintech syariah dapat berkembang secara berkelanjutan dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Implementasi Shariah Governance System dalam Perbankan (Studi Komparasi di Indonesia dan Malaysia) Putri Fathimah Azzahra; Ibnudin; Muhamad Ali
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v5i2.93

Abstract

Penerapan Shariah Governance System merupakan isu strategis dalam perbankan syariah karena berfungsi menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah serta membangun kepercayaan nasabah, namun pelaksanaannya di Indonesia masih dihadapkan pada persoalan pengawasan, kepatuhan, dan audit syariah yang belum berjalan optimal, sementara Malaysia dinilai telah memiliki kerangka tata kelola syariah yang lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerangka kerja Shariah Governance System pada perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia serta membandingkan penerapan kedua sistem tersebut. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif komparatif melalui analisis isi (content analysis) terhadap regulasi, standar internasional, dan literatur yang membahas dewan pengawas syariah, kepatuhan syariah, dan audit syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malaysia memiliki sistem tata kelola syariah yang lebih maju, tersentralisasi, dan didukung kepastian hukum tegas melalui Islamic Financial Services Act 2013, sedangkan Indonesia menunjukkan perkembangan positif melalui Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2024 namun masih menghadapi regulasi yang terfragmentasi, keterbatasan sumber daya manusia bersertifikasi syariah, serta fungsi audit syariah yang belum berjalan optimal. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan secara komparatif tiga pilar shariah governance pada kedua negara sebagai bahan pertimbangan bagi regulator dan praktisi dalam memperkuat tata kelola syariah perbankan di Indonesia.