Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gangguan Penglihatan Pada Pekerja Las Di Kelurahan Medang Kecamatan Pagedangan Kab Tangerang Tahun 2023 Muhamad Guntur Arrasyid; Ahmad Rizal; Mustopa Mustopa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit akibat kerja pada pekerja las dapat terjadi karena pekerja tidakmemperhatikan keselamatan dan kesehatan pada dirinya sendiri, seperti tidak menggunakan alat pelindung diri khusus pengelasan. Kemudian, perilaku pekerja yang tidak sesuai aturan seperti bersikap tidak mau diatur atau semaunya sendiri dan kurangnya pengetahuan pekerja tentang bahaya risiko dalam proses pengelasan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan penglihatan pada pekerja di perusahaan Las di daerah Medang Kecamatan Pagedangan. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Cross sectional adalah pengamatan yang dilakukan sekali sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh peneliti dengan melihat adanya hubungan antara variabel dependen dan independen. Hasil penelitian : Pada BAB ini diuraikan data hasil penelitian yang diperoleh dari hasil pengumpulan data terhadap  responden. Penyajian penelitian ini meliputi karakteristik responden ( usia, lama bekerja),ganggguan penglihatan dan alat pelindung diri pada pekerja las di daerah medang kecamatan pagedangan kab tanggerang tahun 2023 Kesimpulan : Mengacu pada hasil analisa data dan pembahasan mengenai hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan penglihatan pada  pekerja las di daerah medang kecamatan pagedangan kab tanggerang tahun 2023  Maka dapat di rumuskan menjadi beberapa kesimpulan. Kesimpulan: Pekerja las listrik di himbau untuk meningkatkan kesadaran pemakaian APD dan memperhatikan keselamatan pekerja saat melakukan proses pengelasan.
Hubungan Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat (Pmo) Dan Karakteristik Responden Dengan Kepatuhan Pasien Minum Obat Tuberkulosis Paru Di Ruang Sirsak Rsud Cengkareng Tahun 2024 Fitri Permata Agustin; Sancka Stella G. Sihura; Ahmad Rizal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat secara teratur selama periode pengobatan yang panjang, biasanya 6- 9 bulan. Keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh peran Pengawas Menelan Obat (PMO), yang memastikan bahwa pasien meminum obat sesuai jadwal dan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi selama pengobatan. Peran PMO ini sangat penting mengingat banyak pasien TB yang mungkin menghadapi stigma sosial, efek samping obat yang berat, atau kesulitan ekonomi yang menghalangi mereka untuk tetap patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan pasien minum obat Tuberkulosis di ruang sirsak RSUD Cengkareng. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 73 orang dengan menggunakan total sampling. Variabel independen yaitu Dukungan Keluarga sebagai Peran Pengawas Menelan Obat dan variabel dependen yaitu Kepatuhan Minum Obat. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Dukungan Keluarga Sebagai pengawas menelan obat dan kuesioner kepatuhan (MMAS-8) yang telah di modifikasi dan uji validitas oleh penulis. Hasil: Berdasarkan Hasil uji Chi-Square didapatkan P Value karakteristik responden Usia 0,462, jenis kelamin 0,199, pendidikan 0,946 > 0,05 5 maka Ha 1, Ha2, Ha3 ditolak sehingga tidak ada hubungan dengan kepatuhan minum obat. Pada dukungan keluarga sebagai PMO 0,001 maka ada hubungan keluarga sebagai PMO dengan kepatuhan minum obat.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Grha Permata Ibu Tahun 2025 Ida Farida; Ahmad Rizal
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.2135

Abstract

The quality of nursing services is not solely determined by nurses’ technical competence in providing clinical care, but is also influenced by their ability to establish therapeutic communication with patients. Therapeutic communication is a professional interaction process aimed at helping patients understand their health conditions, express their feelings, and develop a trusting relationship with nurses. Effective communication between nurses and patients can increase patients’ comfort during hospitalization and may influence their level of satisfaction with the nursing services provided. This study aimed to determine the relationship between nurses’ therapeutic communication and patient satisfaction in the inpatient ward of Grha Permata Ibu Hospital in 2025. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 182 patients selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a therapeutic communication questionnaire and the Patient Satisfaction with Nursing Care Quality Questionnaire (PSNCQQ) to assess patient satisfaction with nursing care. Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation test to determine the relationship between the two variables. Most respondents assessed nurses’ therapeutic communication as good (87%). However, the majority of patients reported poor satisfaction levels (79.7%). The results of the Spearman Rank analysis showed a Sig. (2-tailed) value of <0.001 with a correlation coefficient of rs = −0.438, indicating a statistically significant relationship with a moderate correlation strength between nurses’ therapeutic communication and patient satisfaction. There is a significant relationship between nurses’ therapeutic communication and patient satisfaction in the inpatient ward of Grha Permata Ibu Hospital.
Hubungan Paparan Media Sosial Instagram dengan Insecurity pada Siswa Kelas XI SMKS Bunga Persada Cianjur Thifaal Farihah; Ahmad Rizal; Irma Herliana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial Instagram semakin intens di kalangan remaja yang dapat berpotensi menimbulkan dampak psikologis, salah satunya insecurity. Insecurity pada remaja dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, serta perkembangan psikososial. Paparan konten visual, standar ideal, dan interaksi sosial berbasis validasi di Instagram menjadi faktor yang diduga berkontribusi terhadap munculnya insecurity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan media sosial Instagram dengan tingkat insecurity pada siswa kelas XI di SMKS Bunga Persada Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMKS Bunga Persada Cianjur, dengan jumlah sampel sebanyak 181 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner paparan media sosial Instagram dan kuesioner insecurity. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, paparan media sosial Instagram, dan tingkat insecurity, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki paparan media sosial Instagram kategori sedang (56,4%) dan tingkat insecurity kategori sedang (59,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial Instagram dengan tingkat insecurity pada siswa kelas XI. Responden dengan paparan Instagram tinggi cenderung mengalami tingkat insecurity yang lebih tinggi dibandingkan responden dengan paparan sedang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa paparan media sosial Instagram berhubungan secara signifikan dengan tingkat insecurity pada siswa kelas XI di SMKS Bunga Persada Cianjur. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi literasi digital dan pendampingan psikososial bagi remaja untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental.
Hubungan Kecanduan Bermain Game Online dengan Gangguan Kualitas Tidur pada Siswa SD Sirnagalih Tahun 2025 Riva Navisah; Siti kamilah; Ahmad Rizal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan bermain game online pada anak usia sekolah dasar menjadi permasalahan yang semakin meningkat dan berpotensi menurunkan kualitas tidur anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget dan konsep neurofisiologi tidur, stimulasi digital yang berlebihan dapat mengganggu ritme sirkadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur anak sekolah dasar di SD Sirnagalih Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI SD Sirnagalih sebanyak 174 siswa, dengan 121 responden sebagai sampel yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Game Addiction Scale (GAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index for Children (PSQI-C). Data dianalisis menggunakan uji korelasi melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan bermain game online dengan gangguan kualitas tidur pada siswa SD Sirnagalih (p-value < 0,05). Semakin tinggi tingkat kecanduan bermain game online, semakin buruk kualitas tidur anak