Penggunaan media sosial Instagram semakin intens di kalangan remaja yang dapat berpotensi menimbulkan dampak psikologis, salah satunya insecurity. Insecurity pada remaja dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, serta perkembangan psikososial. Paparan konten visual, standar ideal, dan interaksi sosial berbasis validasi di Instagram menjadi faktor yang diduga berkontribusi terhadap munculnya insecurity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan media sosial Instagram dengan tingkat insecurity pada siswa kelas XI di SMKS Bunga Persada Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMKS Bunga Persada Cianjur, dengan jumlah sampel sebanyak 181 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner paparan media sosial Instagram dan kuesioner insecurity. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, paparan media sosial Instagram, dan tingkat insecurity, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki paparan media sosial Instagram kategori sedang (56,4%) dan tingkat insecurity kategori sedang (59,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial Instagram dengan tingkat insecurity pada siswa kelas XI. Responden dengan paparan Instagram tinggi cenderung mengalami tingkat insecurity yang lebih tinggi dibandingkan responden dengan paparan sedang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa paparan media sosial Instagram berhubungan secara signifikan dengan tingkat insecurity pada siswa kelas XI di SMKS Bunga Persada Cianjur. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi literasi digital dan pendampingan psikososial bagi remaja untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental.