Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN PENGELOLAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS WATEMIN WATEMIN; SULISTYANI BUDININGSIH
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 9, No 1 (2012): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v9i1.48801

Abstract

This research aim to know the level of Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) of paddy field in Subdistrict of Kebasen Banyumas Regency. Research conducted by using description method. Location of the research choice by purposive sampling with the consideration that research location represent the first area multiply to apply PTT in Banyumas Regency. Sample taken as much 60 farmer by using method of simple random sampling. Research data obtained through by interview to the sample. Hereinafter research data analysed by using percentage calculation to existing indicator of PTT. Result of research indicate that the level of applying PTT paddy field as a whole equal to 76,67%.
Manfaat Fungsional Produk Cocodus Olahan Limbah Handicraft sebagai Media Tanam D Dumasari; Wayan Darmawan; Sulistyani Budiningsih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.545 KB)

Abstract

Pengembangan diversifikasi produk penting bagi pemberdayan pengrajin handicraft. Tujuan kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengrajin handicraft berbahan limbah kelapa tentang kemanfaatan fungsional cocodust berhara sebagai media tanam. Mitra yang ditetapkan sebagai khalayak sasaran strategis ialah Kelompok Pengrajin Manunggal Karya di Purbalingga Wetan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Metode pendekatan yang dimanfaatkan mencakup penyuluhan, diskusi kelompok, pelatihan dan evaluasi. Pada akhir kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota mitra sehubungan dengan kemanfaatan fungsional cocodust berhara. Anggota mitra makin mengetahui dan trampil mengidentifikasi manfaat fungsional cocodust berhara sebagai media tanam alternatif bagi sayuran berumur pendek.
Adopsi Inovasi Teknik Tanam Jarwo Riting Plus-Plus pada Petani Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Fiki Rahmatika; Dumasari Dumasari; Sulistyani Budiningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.477

Abstract

This research was conducted in Susukan Sub-district, Banjarnegara Regency, from March to April 2022. It aims to figure out the process of the adopted innovation of Jarwo Riting Plus-Plus in the area. The method used is descriptive qualitative and quantitative. They applied purposive sampling method with census technique which resulted in one (1) key informant and 23 farmer respondents who adopted the technique. The research results concluded that Jarwo Riting Plus-Plus is a rice cultivation technique that uses Jajar Legowo system, then a surrounding ditch is made in each rice field, afterwards each rice field is planted with refugia plants, and the last phase is to release of fish in each rice field. Characteristics of 23 respondents include age, number of dependents, education level, length of farming, and land area. The motivating factors for the adoption of the planting technique are institutional support and easy access to information, while the inhibiting factors are farmers' refusal, security intrusion, high land slope, lack of water availability, prone to flooding and high use of fertilizers and pesticides. The adoption rate implemented by the rice farmers in Susukan sub-district is in the medium category.
Tingkat Kewirausahaan Pengrajin Gula Serbuk Organik di Desa Bumisari Kabupaten Purbalingga Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Tri Septin Muji Rahayu
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.501

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tingkat kewirausahaan pengrajin gula sebuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan pada tahap pertama berupa survey (Participation Action Research) dan FGD (Focus Group Discussion). Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penetapan responden secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 30 pengrajin gula serbuk organik. Teknik pengolahan data penelitian dengan pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kewirausahaan pengrajin gula serbuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga termasuk kategori tinggi dengan skor total > 56,0 – 72,0 pada 22 responden pengrajin (73,33%), yang artinya secara keseluruhan memenuhi 8 indikator tingkat kewirausahaan mencakup tujuan berprestasi, independensi (independence), penerimaan terhadap resiko (risk taking), kreativitas, pengetahuan usaha, ketrampilan usaha, kepercayaan diri (self confident), dan orientasi pasar. Sementara itu terdapat 8 responden (26,67%) pengrajin gula serbuk organik tergolong kategori sedang dengan skor total > 40,0 – 56,0.
Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Pada P4S Artha Tani Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Meilasari Wijayanti; Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.544

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah dari bulan April sampai Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui Profil Petani Padi Binaan P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 2) Mengetahui Profil Penyuluh Pertanian Swadaya di P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 3) Mengetahui Pengaruh Intensifikasi dan Diversifikasi Terhadap Produksi Padi Petani Binaan P4S Artha Tani di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 4) Mengetahui Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Pada P4S Artha Tani Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan adalah field research. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan sensus. Jumlah responden yang diambil sebagai sampel sebanyak 45 petani padi dan 4 penyuluh pertanian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa profil petani padi binaan P4S Artha Tani berjenis kelamin laki-laki, berusia lebih dari 35 tahun, pendidikan terakhir SD, pengalaman bertani 11-20 tahun, jumlah tanggungan keluarga 2-4 orang, luas lahan lebih dari 1 ha, dan produksi padi 1.000-5.000 kg. Profil penyuluh pertanian swadaya di P4S Artha Tani berjenis kelamin laki-laki, berusia 45-67 tahun, pendidikan terakhir SMP-Perguruan Tinggi, pengalaman menjadi penyuluh pertanian selama 7 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga 3-5 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensifikasi memberikan pengaruh tinggi dan diversifikasi memberikan pengaruh sedang terhadap produksi padi petani binaan P4S Artha Tani. Peran penyuluh pertanian swadaya pada P4S Artha Tani dalam kategori baik terhadap produksi padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.
PROGRAM KEMITRAAN UNTUK PENGEMBANGAN MANAJEMEN PEMASARAN DESA LINGGASARI SEBAGAI SENTRA BENGKUANG ORGANIK DI KECAMATAN KEMBARAN Sulistyani Budiningsih; Bambang Nugroho; Arif Prashadi Santosa; Pujiati Utami; Watemin Watemin; Rahmi Hayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.815 KB)

Abstract

Mengacu pada permasalahan mitra di atas, kegiatan ini bertujuan untuk: (a) Memberikan pemahaman danketrampilan kepada mitra / ibu ibu anggota Kelompok Wanita Home Industri Bengkuang melalui berbagai olahan produk guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan rumah tangga petani Desa Linggasari Kecamatan Kembaran, (b) Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada mitra / ibu ibu anggota Kelompok Wanita Home Industri Bengkuang dari aspek pengelolaan keuangan guna mendukung kelancaran usaha pengembangan sentra bengkoang di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran, (c) Memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada mitra / ibu ibu anggota Kelompok Wanita Home Industri Bengkuang dalam mengimplementasikan strategi pemasaran (Marketing Mix) olahan produk bengkoang. Kelompok sasaran kegiatan Desa Mitra ini adalah Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas yaitu kelompok masyarakat sesuai kegiatan yang akan dilakukan berupa Kelompok Wanita Home Industri Bengkuang. Hasil dan pembahasan, secara umum dari kegiatan penerapan Ibm Desa Mitra terhadap khalayak sasaran telah terjadi : (a) Peningkatan pemahaman dan pengetahuan kepada mitra / ibu ibu anggota Kelompok Wanita Home Industri Bengkuang melalui berbagai olahan produk guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan rumah tangga petani Desa Linggasari Kecamatan Kembaran, (b) Peningkatan pemahaman dan pengetahuan para anggota Kelompok Wanita Home Industri Olahan Pangan Bengkoang tentang teori aspek pengelolaan keuangan guna mendukung kelancaran usaha pengembangan sentra bengkoang di Desa Linggasari Kecamatan (c) Peningkatan pemahaman dan ketrampilan kepada mitra / ibu ibu anggota Kelompok Wanita Home Industri Bengkuang dalam mengimplementasikan strategi pemasaran(Marketing Mix) olahan produk bengkoang.
Analisis Keragaan dan Profitabilitas Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Teguh Marhendi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.701

Abstract

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian fundamental II ini adalah 1). Mengkaji keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. 2) Mengetahui faktor pendorong dan penghambat pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan pada berupa survey dengan pendekatan FGD. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Area Sampling) di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan di lokasi penelitian terdapat pengrajin gula kelapa sebagai pola nafkah utama. Jenis data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan data sekunder. Teknik penetapan responden dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 20 pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak, dengan 5 pedagang pengepul/tengkulak.Teknik pengolahan data penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Interactive Model of Analysis dan kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok mencakup status kepemilikan pohon kelapa, sumber tenaga kerja, orientasi usaha, orientasi bekerjasama, orientasi berprestasi, proses perkembangan usaha gula kelapa cetak, produksi gula kelapa cetak, penggunaan teknologi bersifat konvensional/tradisional dan kemitraan dengan kelembagaan pemasaran. Nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas masuk kategori menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0.
Analisis Keragaan dan Profitabilitas Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Teguh Marhendi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.725

Abstract

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian fundamental II ini adalah 1). Mengkaji keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. 2) Mengetahui faktor pendorong dan penghambat pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan pada berupa survey dengan pendekatan FGD. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Area Sampling) di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan di lokasi penelitian terdapat pengrajin gula kelapa sebagai pola nafkah utama. Jenis data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan data sekunder. Teknik penetapan responden dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 20 pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak, dengan 5 pedagang pengepul/tengkulak.Teknik pengolahan data penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Interactive Model of Analysis dan kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok mencakup status kepemilikan pohon kelapa, sumber tenaga kerja, orientasi usaha, orientasi bekerjasama, orientasi berprestasi, proses perkembangan usaha gula kelapa cetak, produksi gula kelapa cetak, penggunaan teknologi bersifat konvensional/tradisional dan kemitraan dengan kelembagaan pemasaran. Nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas masuk kategori menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0.
Analisis Profitabilitas Pelaku Usaha Gula Semut di Desa Serayu Larangan Budiningsih, Sulistyani; Watemin, Watemin; Rahayu, Tri Septin Muji; Biky, Muh Amir
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1291

Abstract

Research objectives a) Identify the internal and external factors of ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District, b) Find out the level of production, production costs, profits and profitability of ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District. The research method used was a survey with location determination carried out purposively in Serayu Larangan Village, Mrebet District with a total of 3,831 productive coconut trees managed by 169 craftsmen with an average production reaching 115,050 kg. The sample was determined purposively as many as 20 ant sugar business actors who were considered to represent those who had been working in this profession for more than 3 years and also as their main livelihood. The type of data collected is primary and secondary data through interview, observation and documentation techniques. Qualitative and quantitative data processing techniques. Profitability is the ratio between profit/profit from sales of ant sugar. The results of the research show the identification of internal and external factors in the ant sugar business, including availability of land, availability of raw materials, skills of the perpetrator, availability of labor in the family and sources of capital, market demand, prices of ant sugar products tend to be high, technological developments, and the presence of competitors. from outside villages, and collaboration with outside. Ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District have an average total cost structure of IDR 94,952.37,- with an average of IDR 159,732.50,-. The gain or profit was IDR 64,780.13, - with a profitability value of the ant sugar business actor of 68.22%, meaning that every time IDR 1.00 of production input is used, it will produce a profit of IDR 68.22.
Strategy for Developing a Rice-Fish Farming Business based on Agrotourism in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency Anggraeni, Wishnu; Watemin, Watemin; Lumongga, Dumasari; Budiningsih, Sulistyani
Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijaea.v4i2.15200

Abstract

Mina padi, as a form of integrated agriculture that combines rice and fish farming, has dual potential as a food source and an educational tourism object. Although the Mina Padi Panembangan Tourism is the only rice-fish agrotourism in Banyumas and is conceptually a Smart Fisheries Village, its area has shrunk from 25 Ha to 11 Ha, indicating a decline. This research aims to formulate a development strategy for rice-fish integrated agrotourism in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This study uses a descriptive qualitative and quantitative approach, with data obtained from 4 internal respondents (managers and farmers) and 50 external respondents (visitors). Data analysis was conducted through three stages: internal (IFE) and external (EFE) environmental analysis, SWOT analysis, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine priority strategies. The results of the IFE and EFE analyses indicate that the business position is in Quadrant I, suggesting a highly favorable situation for aggressive growth. Based on the AHP analysis, the main priority strategy is to submit a grant proposal to support the sustainability of activities in the rice-fish farming area for the rice-fish tourism series as an initial step in the growth and development of the rice-fish farming business, with a weight result of 0.192. This strategy is expected to support the sustainable growth and development of the rice paddy-based agrotourism business in Panembangan Village.