I Gede Nyoman Suta Waisnawa
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI PELATIHAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PEMBUATAN KERIPIK KELADI I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Dewa Made Cipta Santosa; I Nyoman Meirejeki; I Gst Lanang Made Purwita; Ni Made Ernawati
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 5 No 2 (2019): November 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.712 KB) | DOI: 10.31940/bp.v5i2.1636

Abstract

Desa wisata Sanda memiliki potensi keladi/talas yang sangat banyak, hampir di setiap kebun penduduk tumbuh tanaman ini baik secara liar maupun telah dibudidayakan. Awalnya tanaman ini dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman lain, sehingga sering dirabas untuk pakan ternak (babi) dengan terbentuknya kelompok wanita tani (kwt) keladi mulai dibudidayakan menjadi keripik dengan menggunakan alat yang sangatsederhana. Hasilnya ukuran atau ketebalan kripik tidak sama, rasanya belum bervariasi hanya rasa original saja. Untuk memberdayakan masyarakat dalam pengolahan keladi menjadi keripik diberikan pelatihan. Pelatihan yang baik bukan hanya perlu dirancang dengan baik, namun juga perlu dievaluasi efektivitasnya untuk memastikan tercapainya tujuan. Jadi tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelatihan yang diberikan apakah disukai oleh peserta dan bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta. Untuk mencapai tujuan tersebut disebarkan angket kepada peserta sebanyak 20 orang, dari data yang dikumpulkan dianalisis dengan model kirpatrck dan menggunakan analisis statistik beda dua rata-rata berpasangan (paired sample t test) dari analisis tersebut diperoleh hasil bahwa peserta sangat tertarik terhadap program pelatihan sangat baik sekali dan pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam membuat keripik keladi dengan rasa yanglebih bervariasi. Kata Kunci: evaluasi, pelatihan, keladi, kreatif Sanda tourism village has the potential for taro/taro which is very much, almost every garden in the population grows these plants both wild and cultivated. Initially this plant was considered as a weed that disturbs other plants, so it is often seized for animal feed (pigs) with the formation of farmer women (kwt) taro began to be cultivated into chips using very simple tools. The result is the size or thickness of chips not the same, the taste has not varied only original taste. To empower the community in processing taro into chips, they were given training. Good training not only needs to be well designed, but also needs to be evaluated for effectiveness to ensure the achievement of objectives. So the purpose of this activity is to evaluate the training provided whether it is liked by the participants and can improve the knowledge and abilities of the participants. To achieve this goal a questionnaire was distributed to as many as 20 participants, from the data collected were analyzed with the kirpatrck model and using a statistical analysis of the difference in the two paired averages (paired sample t test) from the analysis it was found that the participants were very interested in the training program very well once and the training carried out can increase the knowledge and ability of participants in making taro chips with a more varied taste. Keywords: evaluation, training, taro, creative
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR MENGGUNAKAN BAHAN DASAR GULA AREN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL IPO I Nyoman Meirejeki; I Putu Merta Astawa; Putu Hermawati; I Gede Nyoman Suta Waisnawa; Putu Adi Suprapto
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 5 No 2 (2019): November 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.754 KB) | DOI: 10.31940/bp.v5i2.1633

Abstract

Pelatihan merupakan hal yang mutlak harus dilakukan guna menyiapkan sumberdaya manusia yang diperlukan guna mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk memastikan bahwa pelatihan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik perlu diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Yang menjadi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi program pelatihan pembuatan oleh oleh dengan menggunakan bahan dasar gula aren di desa wisata Belimbing kecamatan pupuan tabanan. Untuk mencapai tujuan tersebut akan dikumpulkan data dari nara sumber yang ada seperti PJ. Kepala Desa, Sekretaris desa, pelatih dan peserta pelatihan. Pengumpulan data akan dilakukan dengan cara wawancara, dan data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan analisis kualitatif dengan menggunakan model IPO (input, proses output dan out come. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelatihan pembuatan oleh-oleh dengan menggunakan bahan dasar gula aren sudah berjalan dengan baik serta memberikan dampak yang baik, baik bagi peserta atau masyarakat maupun bagi pemerintah desa. Kata Kunci: Evaluasi, program pelatihan, souvenir, Desa Wisata Belimbing Training is an absolute must to do to prepare the human resources needed to achieve the desired goals. To ensure that the training carried out properly has to be carried out an evaluation of the program's implementation. The purpose of this research is to evaluate the training program for making by using the basic ingredients of palm sugar in Belimbing tourism village, Pupuan Tabanan sub-district. To achieve this goal data will be collected from existing sources such as temporary officials village heads, village secretaries, trainers and trainees. Data collection will be done by interview, and the data that has been collected will be analyzed by qualitative analysis using the IPO model (input, output process and out come). Based on the analysis, it was found that the training on making souvenirs using palm sugar as a basic ingredient had run well and had a good impact, both for participants or the community and for the village government. Keywords: Evaluation, training programs, souvenirs, Belimbing Tourism Village
Pengembangan Fondasi Desa Wisata Berangbang melalui Pemetaan Partisipatif dan Penguatan Pokdarwis I Nyoman Meirejeki; I Gede Nyoman Suta Waisnawa; Dwijuliasri, Kadek Ayu; I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi; Suarta, I Ketut; Solihin, Solihin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5915

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Berangbang, Kabupaten Jembrana, dalam mengelola potensi pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan. Masalah utama yang dihadapi mitra meliputi belum adanya pemetaan potensi desa yang komprehensif, fungsi kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang belum optimal, serta keterbatasan keterampilan masyarakat dalam memberikan pelayanan prima. Metode yang diterapkan dalam program ini mengintegrasikan pemetaan partisipatif berbasis komponen pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary) dengan pelatihan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelembagaan. Hasil identifikasi melalui pemetaan partisipatif berhasil mengelompokkan sebaran potensi alam (Munduk Nangka), potensi budaya-sejarah (Situs Sarkofagus), serta potensi spiritual-wellness (Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung dan Pura Ulun Danu Beji Taman Sari Yeh Panes). Pelaksanaan program pelatihan diikuti oleh 15 pengurus Pokdarwis dan pelaku wisata dengan fokus materi pada tata kelola kelembagaan serta keterampilan praktis pelayanan prima (excellent service). Hasil observasi selama kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif dari para peserta, disertai peningkatan pemahaman mengenai tata kelola destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Tindak lanjut yang mendesak untuk dilakukan pascakegiatan ini adalah penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan yang baku serta pengemasan paket wisata terpadu. Integrasi antara pemetaan komponen pariwisata dan penguatan kapasitas kelembagaan terbukti menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam mendorong rintisan tata kelola pariwisata pedesaan yang berbasis komunitas. Participatory Mapping of Local Wisdom-Based Tourism Potential as a Foundation for Tourism Village Development in Berangbang Village, Jembrana Abstract This community service activity aims to enhance the capacity of the community in Berangbang Village, Jembrana Regency, to manage its tourism potential independently and sustainably. The primary challenges faced by the partner include the absence of a comprehensive village tourism potential mapping, sub-optimal institutional functioning of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), and limited community skills in delivering excellent service. The method applied in this program integrates participatory mapping based on the 4A tourism components (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary) with human resource capacity-building training. Participatory mapping successfully identified and categorized various local potentials, including natural attractions (Munduk Nangka), cultural-historical assets (Sarcophagus Site), and spiritual-wellness sites (Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung and Pura Ulun Danu Beji Taman Sari Yeh Panes). The training program was attended by 15 Pokdarwis administrators and local tourism actors, focusing on institutional governance and practical skills in excellent service. Observation results during the activity indicated highly positive responses from the participants, alongside improved understanding of local wisdom-based destination management. Urgent follow-up actions required post-program include the formulation of standardized operating procedures (SOPs) for services and the development of integrated tour packages. The integration of tourism component mapping and institutional capacity building proves to be an effective empowerment model to foster community-based rural tourism governance