Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Role of Medication Observer And Compliance In Medication Of Pulmonary Tuberculosis Patient Septiyani Putri; La Ode Alifariki; Fitriani Fitriani; Mubarak Mubarak
Jurnal Kesehatan Prima Vol 14, No 1 (2020): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.29 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v14i1.248

Abstract

Pulmonary tuberculosis is still a significant health problem in Indonesia; the high rate of pulmonary tuberculosis sufferers causes by the patient's non-compliance factor in taking the drug, allowing resistance and recurrence. Support for the role of medicine intake supervisors has a significant role in increasing compliance with medication for pulmonary tuberculosis patients. The purpose of this research was to determine the relationship between the role of medicine intake supervisors and medication compliance for pulmonary tuberculosis (TB) patients. This research used observational analytic with cross-sectional research design, was conducted in February-March 2019. The sampling method used consisted of 30 respondents using total sampling. WHO analysis used statistical tests with a significant level of α <0.05. The independent variable of this study was the role medicine intake supervisor and the dependent variable was medication compliance for pulmonary tuberculosis patients. Supervisor is that it has a proper role of 26 (86.7%) respondents and those who have fewer roles as many as 4 (13.3) respondents. Respondents who were obedient to taking medicine were 24 (80.0%) respondents, and those who did not obey took medicine as many as 6 (20.0%) respondents. The results of the Fisher Exact statistics show that there is a relationship between the role of medicine intake supervisors (OBSERVER) and medication compliance to patients with pulmonary tuberculosis in p-value = 0.001 (p-value <0.05). This study concludes that the better the role of supervisors taking medication (OBSERVER), the more obedient patients are in taking medication.
PENDAMPINGAN GERAKAN 4M PLUS UNTUK MEWUJUDKAN DAERAH ANTI NYAMUK DI KELURAHAN RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Mubarak Mubarak; Weka Gusmiarty Abdullah; Rahmawati Rahmawati; Haryati Haryati
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v6n1.p1-5

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menyebabkan morbiditas dan kematian. Pengobatan DBD hanyalah bersifat simptomatik dan suportif karena sampai saat belum ditemukan vaksin atau kemoterapi yang efektif. Cara memberantas DBD yang paling efektif adalah dengan memutuskan rantai penularan yaitu dengan membasmi nyamuk vektornya. Angka kejadian DBD tertinggi di Kota Kendari terdapat di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia. Solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah adalah penyuluhan tentang DBD, sosialisasi jenis tanaman anti nyamuk, pelatihan pemantik, aksi 4M, dan pendistribusian bibit tanaman anti nyamuk. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan dan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelurahan Rahandouna dapat diwujudkan sebagai salah satu daerah percontohan anti nyamuk di Kota Kendari yang ditunjukkan dengan antusias warga dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan pemantik, implementasi kegiatan 4M plus, serta menjadi sumber bibit tanaman anti nyamuk yang dapat disebarluaskan ke wilayah lain di Kota Kendari di kemudian hari. 
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2022 Intan Permatasari Jalil; Asriati Asriati; Mubarak Mubarak
Preventif Journal Vol 8, No 1 (2023): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara berkembang yang masih menghadapi masalah diare. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, pada tahun 2019 terdapat 2.549 kasus diare dengan angka Case Fatality Rate (CFR) sebesar 1.14%, dan tertinggi pada balita (7.0%). Laporan Dinas Ksehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Wakatobi menempati urutan ke sepuluh dengan presetase sebesar 17,26%. Pada tahun 2021 jumlah kasus diare yang ditangani di Kabupaten Wakatobi sebanyak 2.774 kasus, diantaranya 654 kasus diare pada balita dari jumlah penduduk sebanyak 102.759 jiwa. Berdasarkan data Puskesmas Wangi-wangi Selatan bahwa tahun 2020 prevalensi diare ditemukan sebanyak 136 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare di wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross cectional study. Sampel penelitian yaitu ibu balita berjumlah 99 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan software SSPSS dengan analisis regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, tindakan ibu, sosial budaya dan lingkungan fisik dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi pemerintah, khususnya dinas kesehatan agar dapat melakukan penyuluhan atau edukasi mengenai bahaya penyakit diare pada balita dan cara pencegahan penyakit tersebut serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Kata kunci: Faktor Risiko, Diare, Balita, Abstract Indonesia is a developing country that still faces diarrheal disease problems. Based on the Indonesia Health Profile 2019, the number diarrhea cases were 2,549 and the Case Fatality Rate (CFR) was 1.14% which the highest diarrhea prevalence in toddler. Health office of Southeast Sulawesi Province reported Wakatobi Regency ranked tenth with a prevalence of diarrheal disease (17.26%). Out of 102,759 population, there 2,774 cases of diarrhea were treated in Wakatobi Regency in 2021, including 654 cases among children. According to the data of Health Center Wangi-wangi Selatan, the number of diarrhea cases in 2020 were 136. This study aimed to analyze the factors associated with the incidence of diarrhea in the working area of the South Wangi-Wangi Health Center, Wakatobi Regency in 2022. A quantitative study with cross-sectional design was conducted in this study. The sample was mother of children under five with a total of 99 respondents who were taken out by purposive sampling. Data collection used questionaries then analyzed using SSPSS software with multiple linear regression analysis. The results showed that there was relationship between mother's knowledge, mother's attitude, mother's practice, social culture and physical environment with the incidence of diarrhea among toddlers at the South Wangi-wangi Health Center, Wakatobi Regency. Based on the result, it is hoped that the government, especially the health office to be able to conduct health education regarding the risks of diarrhea in toddlers and the prevention measures as well as complete the supporting facilities and infrastructure. Keywords: Factors, Risk, Incidence of Diarrhea, Toddlers
Dampak Lingkungan dan Perilaku terhadap Kasus Leptospirosis di Wilayah Puskesmas Lepo-lepo Wa Ode Riaataun Hajrah Rasyid; Waode Syahrani Hajri; Ramadhan Tosepu; Mubarak Mubarak
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.1.42-51.2025

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira, terutama tikus. Penyakit ini banyak terjadi di daerah dengan sanitasi buruk dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan populasi tikus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo pada periode 2023–2024. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan meliputi Kepala Puskesmas, Programmer Pengendalian Penyakit Menular, dan Kepala Seksi Pelayanan Terpadu Kecamatan Baruga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruknya kondisi lingkungan, seperti selokan tersumbat, genangan air, dan kebersihan yang tidak terjaga, berkontribusi terhadap tingginya kasus leptospirosis. Penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur Dinas Kesehatan, dengan diagnosis awal oleh dokter dan konfirmasi laboratorium oleh BTKLPP Kelas I Makassar. Upaya pencegahan meliputi penyuluhan kesehatan dan kegiatan kebersihan lingkungan. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi lebih komprehensif melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, penggunaan alat pelindung diri, serta kolaborasi lintas sektor.
IMPLEMENTASI PROGRAM DAGUSIBU MELALUI PENDEKATAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN WATU-WATU TENTANG AKSES DAN PEROLEHAN OBAT YANG TEPAT Asniar Pascayantri; Adryan Fristiohady; Irnawati Irnawati; Asriullah Jabbar; Sabarudin Sabarudin; Hasnawati Hasnawati; Nur Illyin; Astrid Indalifiany; Fadhliyah Malik; Vica Aspadiah; Rahmat Mualiadi; Dian Munasari Solo; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Ari sartinah; Muhammad Ilyas Y; Mubarak Mubarak
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2570

Abstract

Low drug literacy can lead to drug misuse, irrational self-medication, and the procurement of medicines from unofficial sources. This community service activity aimed to improve the knowledge of Watu-Watu Village residents on proper drug access and acquisition through the DAGUSIBU program, using educational leaflets, discussions, and interactive question-and-answer sessions. Program effectiveness was measured using pre- and post-tests, as well as Likert-scale evaluations. Results showed an increase in community knowledge from 61% to 100%, and the program received a mean evaluation score of 4.83 out of 5. The leaflet-based DAGUSIBU program, combined with active interaction, effectively improved community drug literacy and can serve as a replicable model for community-based pharmaceutical education.
EDUKASI DAGUSIBU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENGELOLAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Arba; Asniar Pascayantri; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Al Indra Jaya Tamsa; Eka Safitri; Kadek Ayu Meithasari; Rani Rahmah; Wa Ode Nuryani; Mubarak Mubarak; Wa Ode Mulyana; Muhammad Ilyas Y
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2664

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that requires continuous antidiabetic medication use, making adequate knowledge of proper medication management essential for patients. This community service program aimed to improve the knowledge of patients with Type 2 Diabetes Mellitus regarding antidiabetic medication management through education on obtaining, using, storing, and disposing of medicines properly (DAGUSIBU) at the Integrated Non-Communicable Disease Post (Posbindu PTM) of Lepo-Lepo Primary Health Center, Kendari City. The program was conducted through interactive counseling and knowledge assessment using pretest and posttest questionnaires administered to 50 participants. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 47.10 to 91.50 after the educational intervention. Statistical analysis revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p<0.001). The normalized gain value of 0.84 indicated a high level of educational effectiveness. This educational program effectively improved participants’ knowledge of antidiabetic medication management and should be implemented continuously to enhance medication literacy among patients with chronic diseases.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG JAMU KEBUGARAN YANG AMAN DAN TERSTANDARISASI SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI KELURAHAN KAMBU Dian Munasari Solo; Asriullah Jabbar; Hasnawati Hasnawati; Fadhliyah Malik; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Rahmat Muliadi; Elvi Rahmayani; Nurlian Nurlian; Asrumin Asrumin; Asniar Pascayantri; Vica Aspadiah; Mubarak Mubarak; Muhammad Ilyas Y.
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i6.2618

Abstract

Obat tradisional (Jamu) tetap populer di Indonesia karena dianggap aman dan terjangkau. Namun, informasi yang keliru sering kali menyebabkan penggunaan yang tidak tepat serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan jangka panjang dan standar ilmiah yang berlaku. Di Kelurahan Kambu, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jamu yang aman dan terstandarisasi masih sangat terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan jamu, sekaligus mendorong perilaku konsumsi herbal yang aman dan rasional sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kendari, dengan menggunakan pendekatan kunjungan dari rumah ke rumah. Intervensi yang diberikan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet informatif kepada 14 responden. Materi edukasi mencakup identifikasi jamu, teknik produksi yang terstandarisasi (CPOTB), serta protokol "CEK KLIK" (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa). Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan herbal seperti kunyit, jahe, madu, dan meniran menjadi minuman kebugaran yang aman. Para peserta memperoleh wawasan mengenai takaran, standar keamanan, serta cara memverifikasi registrasi produk melalui kanal resmi BPOM. Integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional yang aman dan rasional.
EFEKTIVITAS EDUKASI GERAKAN PANGAN AMAN DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI FOODBORNE DISEASE Ruslin Ruslin; Asniar Pascayantri; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Aisyah Nelpin Mangidi; Endang Endang; Mozarivky Salsabilla Javanni; Rahma Nur Aliza; Wa Ode Amanah; Mubarak Mubarak; Wa Ode Mulyana; Muhammad Ilyas Y
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i6.2663

Abstract

Foodborne disease merupakan masalah kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak aman dan berisiko pada anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan foodborne disease melalui implementasi Gerakan Pangan Aman di Sekolah di SMP Negeri 24 Konawe Selatan. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, edukasi konsep Cek KLIK, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest pada 35 siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil uji Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga perbedaan skor dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 2,06 menjadi 5,83, sedangkan persentase tingkat pengetahuan meningkat dari 34,33% menjadi 97,17%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001), dengan nilai normalized gain sebesar 0,96 yang termasuk kategori tinggi. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan keamanan pangan siswa dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
EDUKASI BAHAYA KOSMETIK PALSU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMK NEGERI 6 KENDARI Muhammad Ilyas Y.; Lidya Agriningsih Haruna; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Halik Halik; Sri Rasniawaty; Hajir Mayana; Aulia Amala; Nur Mardatillah Al Mubaidillah; Yulidyah Syaffanie Lilikay; Mubarak Mubarak; Adriatman Rasak; Apriyanto Apriyanto; Nurhikma Nurhikma
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2738

Abstract

Adolescence is a vulnerable phase for exposure to counterfeit cosmetics, especially with the widespread influence of social media. Low student awareness about safe and legal cosmetics is a primary issue that needs to be addressed. This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of students at SMK Negeri 6 Kendari regarding the dangers of counterfeit cosmetics and how to verify products through the National Agency of Drug and Food Control (BPOM). Methods included pre-test, interactive lecture counseling, educational brochure distribution, BPOM product checking practice, and post-test. The activity was conducted in June 2026 at SMKN 6 Kendari. Results showed a significant improvement in students' understanding, indicated by increased post-test scores compared to pre-test. Students were able to identify characteristics of counterfeit cosmetics, recognize hazardous substances such as mercury and hydroquinone, and independently verify product legality through the BPOM website. This activity is expected to make students smart consumers who prioritize safety and health in choosing cosmetic products
APOTEKER GOES TO SD: EDUKASI CERDAS MENGGUNAKAN OBAT PADA SISWA SD NEGERI 70 KENDARI Dian Munasari Solo; Rifa’atul Mahmudah; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Aisyah Asman; Elvina Elvina; Milawati Milawati; Pita Alfionita; Wa Ambe; Mubarak Mubarak; Muhammad Ilyas Y.
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2750

Abstract

Penggunaan obat yang tidak tepat pada anak usia sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang berpotensi meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat dan dampak kesehatan yang tidak diinginkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SD Negeri 70 Kendari tentang penggunaan obat yang baik, benar, aman, dan rasional sejak dini. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui presentasi audio visual menggunakan media PowerPoint, pembagian leaflet, serta sesi tanya jawab interaktif. Materi yang diberikan meliputi pengertian obat, jenis-jenis obat, aturan penggunaan obat yang benar, cara memperoleh obat yang aman, dan pentingnya penggunaan obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang baik mengenai fungsi obat, penggolongan obat, dan cara penggunaan obat yang tepat. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa serta mendukung pembentukan perilaku penggunaan obat yang lebih aman dan rasional sejak usia dini
Co-Authors Adriatman Rasak Adriatman Razak Afifah Nur Ramadhani Agus Silfia Susanto Aisyah Asman Aisyah Nelpin Mangidi Al Indra Jaya Tamsa Alifariki, La Ode Anastasyah Putri Angelina Lisar Apriyanto Apriyanto Arba, Muhammad Ari Putra Utama Ari Sartinah Asniar Pascayantri Aspadiah, Vica Asriati Asriati Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Asrumin Asrumin Astrid Indalifiany Aulia Amala Chetrin Priliyani Derianti Derianti Dian Munasari Dian Munasari Solo Eka Safitri Elvantri Yani Elvi Rahmayani Elvina Elvina Endang Endang Fadhliyah Malik Fadilah Fadilah Fitrawan, La Ode Muhammad Fitriani Fitriani Frilia Atikah Fristiohady, Adryan Hajir Mayana Hajri, Waode Syahrani Halik Halik Haryati Haryati Hasnawati Hasnawati Indah Nurcahaya Sari Intan Permatasari Jalil Irmawati Irmawati Irnawati Irnawati Irza Sezil Utami Kadek Ayu Meithasari Laila Qodriyah Karimu Lidya Agriningsih Haruna Mayang Sari Milawati Milawati Mozarivky Salsabilla Javanni Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y. Muhammad Kaisar Winalda Buutuni Nasrudin Nasrudin Nur Aviarahma Sihani Nur Illiyyin Akib Nur Illyin Nur Mardatillah Al Mubaidillah Nurfadillah Sudia Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurlian Nurlian Nurmawaddah Nurmawaddah Padil Anugrah Parawansah Parawansah Pita Alfionita Rachma Malina Rahma Nur Aliza Rahmat Mualiadi RAHMAT MULIADI, RAHMAT Rahmawati Rahmawati Ramadhan Tosepu Rani Rahmah Rifa’atul Mahmudah Rini Apriani Ritha Hastria Ruslin Ruslin Sabarudin Sabarudin Septiyani Putri Silviana Hasanuddin Siti Hayati Siti Rahmawaty Tombalissa Sitti Raodah Nurul Jannah Sri Rasniawaty Sulsiah Sulsiah Sumi Wally Syifa Ahda Valentina Rumalean Uswatun Khasanah Wa Ambe Wa Ode Amanah Wa Ode Ifan Mustikawati Wa Ode Mulyana Wa Ode Nuryani Wa Ode Riaataun Hajrah Rasyid Wa Ode Yentri Putia Ningtiyas Darmin Wahyuni Wahyuni Weka Gusmiarty Abdullah Winalda Maharani Yulidyah Syaffanie Lilikay Yuyun Suria Zalzabila Ashari Amir