Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ANTISEPTIK DAN DESINFEKTAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 Parawansah Parawansah; Saida Saida; Amiruddin Eso; Nurul Afifah Yusran; Wa Ode Chesaria F.A; Indriyati Indriyati; Nuzul Aulia Fajarwati B; Puteri Febriyanthi Rachman
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 1, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.762 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v1i1.15610

Abstract

Antiseptic is a chemical substance whose mechanism of action is to destroy microorganisms or inhibit its work so that it can prevent infection. One of the antiseptics is chlorhexidine and alcohol. The method used in this service is the comparative method of several journal sources. A literature study is conducted online by searching for journals. The results of this dedication show that the use of antiseptics and disinfectants to prevent Covid-19 transmission is effective if the selection is right and used according to their purpose. There needs to be further education by health workers to the public to be a preventive measure against the further spread of Covid-19.
The Activity of Notika Leaves (Archboldiodendron calosericeum KOBUSKI) Against Tumors Necrosis Factor Alpha (TNF-) Levels in Rats Nuralifah Nuralifah; Parawansah Parawansah; Fadhliyah Malik; Nining Yulianti
MEDULA (JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v10i1.23816

Abstract

Inflammation is a response process to tissue injury and infection. The inflammatory response causes the release of pro-inflammatory mediators such as IL-1, IL-6 and TNF-α which are the main cytokines in the acute inflammatory response. Plants that have the potential to be anti-inflammatory are notika leaves (Archboldiodendron calosericeum KOBUSKI). This research was conducted to determine the anti-inflammatory activity of the ethanol extract of notika leaves against the levels of Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-a) in wistar mice. This study used a post test only control group design. Using 5 treatment groups, namely positive control (diclofenac sodium), negative control (NaCMC 0.5%), 100 mg/kgBW extract test group, 200 mg/kgBW extract group and 300 mg/kgBW extract group. In vivo tests were carried out by induction of inflammatory substances, administering preparations and measuring TNF-α levels using the ELISA method. Data were analyzed using the One Way ANOVA test. The results showed that the mean levels of TNF-α in the positive control group (0.475 ng/L), negative control (0.816 ng/L), extract dose 100 mg/kgBW (0.67 ng/L), extract dose 200 mg/kgBW (0.7285 ng/L) and extract dosage of 300 mg/kgBW (0.7785 ng/L). The conclusion obtained is that the ethanol extract of notika leaves has anti-inflammatory activity against the levels of Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-a) in Wistar rats based on the reduction in levels with negative control and the best dose was 100 mg/kgBW.
The Activity of Notika Leaves (Archboldiodendron calosericeum Kobuski) Against Tumors Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Levels in Rats Nuralifah Nuralifah; Parawansah Parawansah; Fadhliyah Malik; Nining Yulianti
MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Vol. 10 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : MEDULA: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Inflammation is a response process to tissue injury and infection. The inflammatory response causes the release of pro-inflammatory mediators such as IL-1, IL-6 and TNF-α which are the main cytokines in the acute inflammatory response. Plants that have the potential to be anti-inflammatory are notika leaves (Archboldiodendron calosericeum Kobuski). Purpose: This research was conducted to evaluate the anti-inflammatory activity of the ethanol extract of notika leaves against the levels of Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) in Wistar rats. Methods: The study used a post test only control group design. Rats were divided into five groups consisting of a positive control (diclofenac sodium), three extracts (100, 200 and 300 mg/kg BW) and Teeee carragenantrol gopre roups that are inlaporkan dari tanaman ketapang dalam spewa yang dilaporkan pada besar, dll --lar.negative control (NaCMC 0.5%). In vivo tests were carried out by induction of inflammatory using carragenan, administering preparations and measuring TNF-α levels using the ELISA method. Data were analyzed using the One Way ANOVA test. Results: The results showed that the mean levels of TNF-α in the positive control group (0.475 ng/L), negative control (0.816 ng/L), extract dose 100 mg/kgBW (0.67 ng/L), extract dose 200 mg/kgBW (0.7285 ng/L) and extract dosage of 300 mg/kgBW (0.7785 ng/L). Conclusion: The study concludes that the ethanol extract of notika leaves has anti-inflammatory activity against the levels of Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) in Wistar rats based on the reduction in levels with negative control and optimum dose was 100 mg/kgBW.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMP NEGERI 10 KENDARI TENTANG PENGELOLAAN OBAT MELAUI EDUKASI DAGUSIBU Parawansah Parawansah; Hasnawati Hasnawati; Aulia Sakinah Diah; Indah Latif; Nidya Aftira; Suchi Febriani; Yuliani Uzuni
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2718

Abstract

DAGUSIBU merupakan program edukasi yang memberikan panduan mengenai cara pengelolaan obat yang benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 10 Kendari tentang pengelolaan obat yang benar. Metode yang digunakan berupa penyuluhan melalui ceramah, media presentasi, leaflet, diskusi, dan tanya jawab kepada 30 siswa anggota OSIS. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan evaluasi melalui sesi tanya jawab. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang ditandai oleh antusiasme, keaktifan dalam diskusi, serta kemampuan siswa menjawab pertanyaan  dengan  benar.  Edukasi  DAGUSIBU  efektif  meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan obat yang rasional dan diharapkan mendorong perilaku pengelolaan obat yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK MELALUI PENDEKATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF Wa Ode Sitti Zubaydah; Parawansah Parawansah; Fatimardiyach Rahmi; Selvi Selvi; Waode Shima Indisia; Molifa Dalis; Anisa Fauzia Asri
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2743

Abstract

Stunting is a chronic nutritional issue resulting from prolonged malnutrition during a child's growth and development, leading to impaired physical growth and brain development. The initiative employed an outreach approach conducted as part of a community service program. The objective was to provide the community with direct information regarding stunting, health education, and the family's role in early prevention. The activity took place at the Benu-Benua Community Health Center in Puunggaloba Village, Kendari City, Southeast Sulawesi. The target audience consisted of local mothers with children under the age of five. The program involved presentations covering the definition of stunting, its causes, and prevention strategies. Results indicated active participant engagement and increased awareness regarding the importance of proper child nutrition. However, the findings also revealed that the community's level of knowledge concerning stunting remains low. Therefore, sustained health and nutrition education programs are necessary.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAGUSIBU DI DESA WAWATU BERSAMA PUSKESMAS LALOWARU Elhamayasari Elhamayasari; Rachma Malina; Parawansah Parawansah; Suryani Suryani; Ayi Tri Hapsari; Dewi Rahmawati Rufia; Ance Triana; Asna Ramadani; Alda Rizma; Indar Prasti; Dita Rizqyah
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2149

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan program edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan obat yang benar dan aman, yang dilaksanakan oleh tenaga kefarmasian khususnya apoteker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional berdasarkan konsep DAGUSIBU. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Delima Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada 27 November 2025. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui ceramah, pembagian leaflet, serta diskusi interaktif berupa tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, terutama lansia dan ibu hamil. Hasil kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, serta menurunkan risiko efek samping obat. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi DAGUSIBU terbukti berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat.
EDUKASI DAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN ROAD TO HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) KOTA KENDARI TAHUN 2025 Parawansah Parawansah; Henny Kasmawati; Yamin Yamin; Tridamayanti Fataraing; Hutamy Viranda Rahman; Muh Aidil Adha; Ghina Salsabila Awandhaputri; Rahimah Nurfadilah Dahlan; Dias Tama; Sherly Intan Ardani; Wandarsih Juniarti Akbar
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2165

Abstract

Road to Hari Kesehatan Nasional (HKN) Kota Kendari Tahun 2025 merupakan kegiatan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan edukasi langsung. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Kendari dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Halu Oleo sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menjalin kemitraan antara Tim Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Profesi Apoteker UHO dan Dinas Kesehatan Kota Kendari, berpartisipasi aktif dalam rangkaian Road to HKN Kota Kendari 2025 melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, mendukung kelancaran kegiatan dengan bantuan tenaga dan dokumentasi, serta meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam kegiatan sosial dan edukatif. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan secara langsung, pendampingan pelayanan cek kesehatan gratis, serta dokumentasi kegiatan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang hadir di lokasi kegiatan Road to HKN. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan dan edukasi kefarmasian. Masyarakat memperoleh pemahaman terkait kesehatan mata, tuberkulosis, Beyond Use Date (BUD), prinsip DAGUSIBU serta Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa keterlibatan mahasiswa profesi apoteker dalam pengabdian masyarakat mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara nyata.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe I Putu Sudayasa; Muhammad Fathur Rahman; Amiruddin Eso; Jamaluddin Jamaluddin; Parawansah Parawansah; La Ode Alifariki; Arimaswati Arimaswati; Andi Noor Kholidha
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.37

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. PTM, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35%, normotensi 67,16%, dan hipotensi 4,47%. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan kolesterol dalam batas normal 2,38% dan tinggi 37,31%. Hasil pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07% dan kadar GDS tinggi 14,92%. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04% dan tinggi 8,95%. Perlu memaksimalkan kegiatan posbindu dalam mereduksi kejadian penyakit tidak menular melalui penyuluhan dan screening
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Ditengah Pandemi di Kota Kendari Parawansah Parawansah; Amirudin Esso; Saida Saida
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.90

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang berkhasiat yang di tanam dilahan pekarangan yang dikelola keluarga ditanam dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat obatan itu sendiri.Manfaat lain Tanaman Obat Keluarga (TOGA) selain sebagai obat juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai penambah gizi, bumbu dan dapat menambah keindahan. Dan pemanfaatan obat tradisional tersebut sebagai upaya untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan termaksud pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat dan atau bencana nasional Corona Virus Disease 2019 (COVID 19).Metode pelaksaan yang dilakukan dalam program sosialisasi tanaman obat keluarga (TOGA) ini dibagi menjadi dua tahapan. Tahapan yang pertama yaitu penyuluhan materi tentang defenisi, manfaat tanaman obat keluarga sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh ditengah pandemi covid 19. Untuk Tahap yang kedua yaitu memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan dan memperjelas penggunaan ramuan obat untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan pada masa pandemi covid 19. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya meningkatkan imunitas tubuh pada masa pandemi covid 19 ini dengan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga
Cegah Covid 19 Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Saida Saida; Amirudin Esso; Parawansah Parawansah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.91

Abstract

Corona virus Covid-19 telah menyebar di banyak negara dan menimbulkan korban jiwa.Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Salah satu upaya yg bisa dilakukan adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) denganmenerapkan perilaku kebersihan dalam kehidupan sehari-harinya sertamemperhatikan tingkat kesehatannya. Hidup sehat merupakan hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang karena manfaat yang didapat sangat banyak, mulai dari kesehatan jiwa dan raga hingga kefokusan dalam mengerjakan sesuatu, serta pada kesejahteraan hidup anggota keluarga serta terciptanya suasana yang indah, asri serta damai sehingga membuat lingkungan hidup terasa nyaman. Kelompok mahasiswa KKN tematik uho memiliki misi menjadikan masyarakat kecamatan puwatukendariuntuk menyadari akan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui beberapa program kerja terkait dengan PHBS. Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan tempat cuci tanggan pada rumah sakit, serta penyuluhan cara mencuci tangan dengan tepat, yang dilakukan di beberapa keluarga dan masyarakat sekitar mengingat masih rendahnya kesadaran akan pentingnya kesehatan