Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Moda : The Fashion Journal

PERANCANGAN KOLEKSI WANITA YANG MENGANGKAT BUDAYA SENI KALIMANTAN TIMUR UNTUK BRAND “DOMINIQUETAN” Dominique Tan; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i1.1485

Abstract

Globalisasi adalah proses integrasi yang terjadi karena pertukaran pandang dunia, produk, pemikiran dan aspek kebudayaan. Indonesia negara sedang berkembang dimana SDM cukup terbatas. Secara umum masyarakat menyadari pentingnya memelihara kekayaan budaya seni lokal namun beberapa pihak berasumsi budaya seni lokal harus dijaga keasliannya karena dapat menyalahi nilai loso s dan tradisi budaya. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya kreati tas untuk mengembangkan dan mengenalkan budaya seni lokal. Perancangan ini dilakukan dalam rangka pembuatan Tugas akhir yang mengankat budaya Kaliamantan Timur dan menggabungkan dengan elemen arsitektur moderen sebagai inspirasi untuk siluet. Metode penggalian data yang digunakan adalah metode kualitatif, yang diharapkan dapat menjawab masalah dengan penciptan sebuah brand fesyen DOMINIQUETAN melalui perancangan 5 buah produk desain busana siap pakai yang menerapkan budaya seni lokal Kalimanatan Timur melalui aplikasi ornamen yang menggunakan teori quotation dan mimicry. Perancangan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memperkenalkan budaya seni Kaliamantan Timur.
PERANCANGAN RESORT WEAR BATIK MANGROVE SEBAGAI IMPLEMENTASI SUSTAINABLE BATIK PADA KOLABORASI BRAND BATIK SERU DAN ANGIE ALEXANDRA Angelynn Gianina Alexandra; Marini Yunita Tanzil; Yoanita Kartika Sari Tahalele
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1488

Abstract

Industri Fashion adalah industri penghasil limbah terbesar kedua di dunia karena tuntutan kecepatan fast Fashion. Akibatnya, di Indonesia, terjadi tuntutan tinggi akan produksi batik dengan harga yang lebih ren- dah sehingga industri batik menjadi UMKM penghasil emisi karbon tertinggi karena tingginya penggunaan kerosin, listrik, pewarna sintetis, konsumsi air, dan menimbulkan pencemaran di sungai-sungai. Namun, batik merupakan warisan budaya yang ditetapkan oleh UNESCO, sehingga diperlukan suatu alternatif batik yang lebih ramah lingkungan, contohnya Batik Mangrove. Berdasarkan karakteristiknya, Batik Man- grove cocok untuk dijadikan resort wear. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data primer yang bersifat kualitatif dan kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang expert di bidang batik dan wastra, design gra s, dan pewarnaan alam, beserta 12 orang extreme user. Hasilnya, proyek kolaborasi Batik SeRu dan Angie Alexandra berupa Koleksi Hangrungkebi, yang terinspirasi dari keindahan lautan Indonesia. Pembuatannya dikerjakan se- cara ramah lingkungan dengan menggunakan pewarna alam dari limbah mangrove. Sebagian dari hasil penjualan dialokasikan untuk konservasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat.
PERANCANGAN PAKAIAN B-LEISURE UNTUK WANITA KARIR DENGAN KONSEP TRANSFORMABLE PADA BRAND LAGOM Devina Gunawan; Yoanita Kartika Sari Tahalele; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1489

Abstract

Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.
APLIKASI PEWARNA ALAM DAN TEKNIK BLOCK PRINTING PADA RESORT WEAR WANITA Maria Cindy Valeria; Yoanita Tahalele; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1793

Abstract

Industri pakaian fast fashion yang menggunakan pewarna sintetis telah mengakibatkan pencemaran lingkungan di bumi, khususnya pencemaran air. Pewarna sintetis sangat berdampak buruk terhadap kualitas air karena bahan-bahan kimia yang terkandung dalam pewarna tersebut tidak dapat larut dalam air. Selain itu, pencemaran air dalam industri fashion juga turut diakibatkan oleh proses pembersihan mesin-mesin digital printing yang digunakan untuk mencetak motif pada kain. Walaupun sudah dibersihkan, masih terdapat sisa-sisa pasta tinta cetak yang masih menempel pada mesin yang langsung terbuang ke saluran pembuangan tanpa melalui proses pengolahan limbah. Dengan adanya permasalahan tersebut, tujuan dari perancangan desain adalah untuk mensubstitusi bahan-bahan sintetis dalam produk fashion menjadi bahan-bahan natural sehingga dapat menjadi produk yang lebih ramah terhadap alam dan lingkungan. Mulai dari serat kain natural, pewarnaan dengan pewarna alam, hingga proses pencetakan motif pada kain menggunakan teknik hand block printing yang memanfaatkan tenaga manusia. Konsep ini akan diterapkan pada produk resort wear, yang permintaannya meningkat seiring dengan minat traveling masyarakat Indonesia yang juga meningkat. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 6 expert panel dan 12 extreme user, observasi studi tipologi, kuisioner online dan eksperimen. Data sekunder diperoleh melalui studi pada buku, jurnal, artikel, video, dan internet. Adapun hasil akhir perancangan yang diperoleh adalah berupa satu koleksi resort wear untuk wanita usia 20-35 tahun yang memiliki hobi bepergian dan berlibur baik ke dalam dan/atau luar negeri dengan kelas sosial menengah ke atas, yang memiliki ketertarikan terhadap produk fashion berbahan natural.
PERANCANGAN BUSANA WANITA DENGAN MENGGUNAKAN UPCYCLE SISA BAHAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN TEKNIK PATCHWORK Marini Yunita Tanzil; Melinda Caroline; Yoanita Kartika Sari Tahalele
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1801

Abstract

Perkembangan produk fesyen khususnya pakaian wanita semakin berkembang mulai dari segi teknik yang di gunakan dalam pembuatan material, details hingga desain yang inovatif. Proses produksi menghasilkan limbah sisa kain yang memiliki dampak buruk dalam 3 aspek yaitu pencemaran tanah jika tertumpuk sehingga mengganggu biota tanah, jika limbah di buang ke sungai dapat menyebabkan saluan air terganggu atau tersumbat dan jika di bakar akan menimbulkan polusi udara. Limbah kain berbahaya jika tidak di olah dengan benar bagi lingkungan sekitar karena susah untuk terurai. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu mengurangi limbah sisa kain dari hasil produksi desainer dan memberikan nilai jual pada produk fesyen. Menggunakan cara upcycle dengan teknik patchwork yaitu menggabungkan beberapa potongan kain sehingga membentuk suatu aplikasi pada pakaian ready to wear deluxe yang memiliki value art dan budaya chinese zodiac. Metode wawancara expert dan extreme user, melakukan survei jurnal maupun sumber internet lainnya. Penerapan upcycle pada kasus limbah kain desainer yang di implementasikan menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada pekerja fesyen tentang bahaya dari limbah produksi sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
PENGGUNAAN BAHAN TENUN IKAT TANIMBAR PADA BUSANA RESORT WEAR Marini Yunita Tanzil; Ivona Maria Tanlain; Dewa Made Weda Githapradana
Moda : The Fashion Journal Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1802

Abstract

Perancangan ini dilakukan dalam rangka menciptakan busana resort wear dengan menggunakan bahan tenun ikat Kepulauan Tanimbar pada Brand Ivona Liem. Adapun perancangan ini bertolak belakang dari permasalahan tenun ikat yang dinilai terlalu formal dalam penggunaannya, motif- motif yang mulai punah karena berkurangnya minat anak muda untuk menggunakan atau mengeksplorasi tenun ikat, sehingga pengrajin tenun mulai berkurang. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Serta data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, dan internet. Adapun hasil akhir yang diharapkan yaitu resort wear untuk wanita berusia 20-35 tahun, kalangan menengah ke atas dan memiliki ketertarikan pada kain tradisional, terkhususnya dari Kepulauan Tanimbar.
PERANCANGAN FASHIONABLE APD UNISEX DENGAN TEKNIK SUMINAGASHI Fabio Ricardo Toreh; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i2.2045

Abstract

Perancangan ini dilakukan dalam rangka menciptakan APD Fashionable untuk unisex dengan teknik Suminagashi. Adapun perancangan ini sesuai dengan kebutuhan zaman yaitu tetap fashionable namun kesehatan juga terjada selama masa pandmei covid 19. Bahan yang digunakan sangat fungsional dan juga water repellent. Penulisan ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer melalui observasi, dan kuesioner. Serta data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, dan internet. Adapun hasil akhir yaitu APD Fashionable dengan teknik Suminagashi untuk unisex berusia 25-45 tahun, kalangan menengah ke atas dan memiliki ketertarikan di bidang fesyen.
DESIGNING READY-TO-WEAR DELUXE FASHION WITH LONTARA BUGIS MOTIFS USING PLASTIC BAG WASTE AND STITCHING TECHNIQUES Valerie, Gricel; Tanzil, Marini Yunita; Tahalele, Yoanita Kartika Sari
MODA Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v6i2.5649

Abstract

Plastic bag waste is one of the largest pollutants damaging the environment. Due to its single-use nature, the impact on the environment is severe. Therefore, the reuse of plastic bag waste is essential. Additionally, the use of Bugis Lontara script, a cultural language, is becoming unrecognized by the younger generation when it is a unique identity of a country. Promoting the Bugis Lontara script is hoped to help raise awareness among public. The project will be a ready-to-wear deluxe party attire. The research method used is qualitative. Primary data collection was conducted through interviews with 6 experts and 12 extreme users, while secondary data sources were obtained from scientific journals, reference books, and online articles. The design stages used are the Design Thinking Stages. Based on primary and secondary data, it was found that the production of plastic bag waste continues to rise annually, and various recycling methods are being implemented in the fashion industry. Moreover, the use of the Bugis Lontara script is rarely known or used, with many young people unaware of it. Therefore, preservation actions are necessary through the fashion industry. The application of motifs is done entirely by hand, enhancing the value of the clothing, which is realized in the form of party attire.
PEMANFAATAN LIMBAH DENIM UNTUK PERANCANGAN STREETWEAR WANITA MENGGUNAKAN TEKNIK INTERLOCKING MODULAR DAN LASER CUT Salsabil, Zafira Salma; Tanzil, Marini Yunita; Tahalele, Yoanita Kartika Sari
MODA Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v7i1.5699

Abstract

The fashion industry, particularly the denim sector, is experiencing rapid growth in Indonesia but also causes significant environmental problems due to poorly managed production waste. This research aims to reduce environmental pollution by utilizing denim waste through interlocking modular and laser cut techniques in the design of women's streetwear. The interlocking modular technique allows the combination of denim fabric modules into strong and aesthetically pleasing structures, while laser cutting is used to precisely cut decorative motifs. This method is developed based on techniques previously applied by Eunsuk Hur. This study employs a qualitative method through interviews with six experts and twelve extreme users, along with observations, literature reviews, journals, and articles. The results indicate that the combination of interlocking modular and laser cut techniques can produce visually appealing women's streetwear collections while reducing fashion industry waste. In the initial stages, denim modules used in the interlocking modular technique were not lined with interfacing, making them prone to damage even after using the laser cut technique. The study found that adding interfacing is crucial to prevent fiber damage. Denim, being a material that is quite challenging to process using the interlocking modular technique, requires in-depth experimentation to adjust methods to achieve the desired aesthetic and functional outcomes. Overall, this research provides valuable insights into experimental approaches in sustainable fashion design. By continuously experimenting and involving users in the development process, it is hoped that this innovation can inspire the local fashion industry to be more mindful of denim waste utilization and support environmental sustainability.