Rismalinda
Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Job Mix Design Beton K-250 Menggunakan Metode DoE (Departemen of Environment) Arifal Hidayat; Rismalinda; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1948

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan komposisi campuran beton rencana K-250 dengan menggunakan metode DoE (Departemen of Environment). Tahapan dalam rancangan campuran beton K-250 kg/cm2 adalah : (1) pengujian saringan agregat; (2) pengujian berat jenis dan penyerapan agregat; (3) pengujian berat isi agregat (4) pengujian kadar lumpur (5) pengujian kadar air. Material agregat menggunakan quary Bangun Purba. Hasil pengujian pada rancangan campuran beton metode DoE terhadap proporsi campuran adukan secara teoritis untuk beton K-250 kg/ per meter kubik yaitu : kebutuhan Semen = 403,85 kg (9 sak semen), Agregat halus = 460,845 kg, Agregat kasar = 1075,305 kg, Air = 210 liter.
Coffee Consumption Factor on Increasing of Alertness and Decreassing of the Risk of Accidents; Analysis Using Bayessian Network Lumba, Pada; Rismalinda; Fathoni, Ahmad
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3352

Abstract

Most of the motorcyclists feel exhausted before they had accident. 50.5% of motorcyclists who have accident sleep at night before the accident for 6 hours and below. The sample consist of 381 respondents who had experienced accident. Data analysis used GeNie 2.0 software. The results show that the motorcyclists who consume coffee are more likely to have accident by 11% and 89% for the motorcyclists who do not consume coffee . The results of the model validation show the Mean Absolute Deviation (MAD) value was 21.07%. Scenario 1 shows that motorcyclists who consume coffee and sleep less than normal sleeping hours have the potential to have accidents. The drivers who drink coffee and drive on a straight road are more likely to have accident than driving on hills or bends. In scenario 3, the road geometry has no effect on the level of fatigue and the probability of accidents that occurred for drivers who consume coffee. In scenario 4 shows that the longer the driving time, thus the driver's fatigue level increases. However, the driver's fatigue level decreases when long duration of driving is over 60 minutes and it is caused by the driver has rested due to the driver is fatigue. Scenario 5 shows that drivers who consume coffee and have side job are more likely to experience fatigue and tend to have accident than drivers who do not consume coffee and the drivers do not have side job.
Analisis Peran Pendamping Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Rokan Hulu Arifal Hidayat; Khairul Fahmi; Rismalinda
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pendamping Desa TeknikInfrasturktur (PDTI) dalam menjalankan tugasnya sebagai pendamping desa menurutpersepsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD)Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian dilakukan dengan cara wawancara dankuesioner sebanyak 21 responden dari pihak dinas DPMPD Kabupaten Rokan Hulu. Data kuesioner di uji dengan rumus indeks kepentingan dan uji data statistik denganrumus korelasi produk moment dan rumus Crosbach Alpha. Kesimpulan akhir daripenelitian yaitu bahwa peran PDTI dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutandi Kabupaten Rokan Hulu menurut persepsi dinas DPMPD memiliki nilai kinerjayang BAIK. Peran PDTI yang harus ditingkat kedepannya adalah sebagai berikut : (1) Melaporkan semua masalah yang timbul dan upaya penanganannya; (2) Koordinasimenjalin hubungan baik dengan birokrasi dan tokoh masyarakat; (3) Membantupenanganan masalah yang berhubungan dengan kegiatan infrastruktur desa; (4)Membimbing pembuatan RAB infrastruktur desa.
Analisis Tanah Urugan Pada Kegiatan Proyek Rekonstruksi Peningkatan Jalan Sei Sitolang – Sialang Rindang Rismalinda; Pada Lumba; Arifal Hidayat; Bambang Edison
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3552

Abstract

Tanah urugan adalah tanah yang digunakan untuk menambah volume atau ketinggian padasuatu struktur bangunan terutama pada jalan raya, tanah urugan digunakan untuk timbunandasar pada sebuah pekerjaan peningkatan jalan dan pada pembuatan jalan baru, hal inidilakukan pada struktur bawah jalan untuk mendapatkan level yang di butuhkan,permukaan yang rata, serta peningkatan stabilitas tanah. Indonesia memiliki lahan gambutseluas 20 juta hektar dimana berada di empat pulau yaitu Pulau Sumatera (35%), Pulau Kalimantan (32%), Sulawesi (3%) dan Papua (30%). Tanah gambut di pulau sumaterakhususnya di Propinsi Riau berjumlahsekitar 4,04 juta hektar atau sekitar 56,1% dari total keseluruhannya .Untuk mendapatkan tanah urugan yang baik perlu dilakukanpengujian terlebih dahulu, Pengujian yang dilakuna menggunakan standart AmericanAssociation of State Highway and Transportation Officials Classification dengan jenis A7-6(yangmaterialnyalolassaringannomor200lebihdari35%,batascairminimal41%, indekplastisitas(PI)minimal11,denganmaterialyangdominanadalahtanahberlempung) dari prasyarat yang pada American Association of State Highway and TransportationOfficials Classification M145 dan CH ( Lanau dan lempung memiliki batas cair lebih dari50% lolos saringan nomor 200) pada Unified, yang harus memiliki nilai California BearingRatio 6% bila diuji dengan American Association of State Highway and TransportationOfficials Classification T 193. Tanah urugan yang memiliki kadar air maksimum 8,13%,berat jenis gabungan 2.564gr/cc, kepadatan kering maksimum 1.873 gr/cc, berat isi1,87gr/cc, Liquit Limit(LL) 31,00 , Platic limit (PL) 19,28 dan plastic Indek (PI) 11,72telah sesuai Dari hasil pengujian sampel tanah urugan yang ada didapatkan hasil yangsesuai dengan atandar pengujian yang ada pada Association of State Highway andTransportation Officials Classification dan unified.
Analyzing Vigilance Rate of Motor Vehicle Driver Using Regression and Structural Equation Modeling (SEM) Lumba, Pada; Ariyanto, Anton; Rismalinda; Rahmi, Alfi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2594

Abstract

This study focuses on the impact of risky driving behavior, monotonous road and fatigue factor on vigilance of motor vehicle drivers. Accident case growth in Indonesia each year were 3.3%. Therefore it need to be conducted study to minimize the risk of accidents. The samples consist of 100 respondents. And then the data were analyzed using regression and Structural Equation Modeling (SEM). Regression analysis shows that latent variable risky driving behavior, latent variable monotonous road and latent variable fatigue can explain latent variable vigilance by 57.6%. Meanwhile, the result  of SEM analysis show that latent variable risky driving behavior, and the latent variable fatigue can explain the latent variable vigilance by 75.3%. The value R square of SEM analysis are higher than regression analysis. There are several cause of differences of R square between regression and SEM analysis, namely: 1) the multicollinearity is not allowed in regression analysis, while it is allowed in the SEM analysis; 2) there is no latent variable in the regression analysis, while there are latent variables and indicators of latent variables in the SEM analysis; 3) the regression analysis is explanatory, while the SEM analysis is confirmatory.