Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sainteks

Analisis Potensi Cadangan dan Kualitas Airtanah di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas Suwarsito Suwarsito; Esti Sarjanti
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.12857

Abstract

Desa Dukuhwaluh selama dekade terakhir ini mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan wilayah menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan dari lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap potensi cadangan dan kualitas airtanah di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive area sampling. Sampel penelitian sebanyak 4 titik sampel, terdiri dari 2 titik sampel di wilayah Dusun Dampit dan 2 titik sampel di Dusun Dukuhwaluh. Data penelitian meliputi data penggunaan lahan, potensi cadangan airtanah, dan parameter kualitas airtanah. Data penggunaan lahan diperoleh dari data Monografi Desa Dukuhwaluh tahun 2010-2020. Pengumpulan data potensi airtanah dilakukan menggunakan geolistrik, sedangkan data kualitas airtanah diukur langsung di lapangan dan uji laboratorium. Parameter kualitas air yang diukur meliputi kandungan bakteri Escherichia colli, pH, TDS (Total Dissolved Solids), ammonia (NH3), dan nitrat (NO3-).  Pengolahan data geolistrik menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Selanjutnya untuk menganalisis data potensi cadangan airtanah digunakan Persamaan Darcy. Parameter kualitas airtanah dianalisis menggunakan matching data, yaitu mencocokkan data penelitian dengan baku mutu persyaratan air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan mempengaruhi potensi cadangan dan kualitas airtanah di Desa Dukuhwaluh., Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Potensi cadangan airtanah di Desa Dukuhwaluh hanya sebesar 2,39 liter/detik, termasuk dalam kriteria “sedang”. Kualitas airtanah di sebagian wilayah Desa Dukuhwaluh sudah melebihi batas ambang baku mutu persyaratan air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Parameter kualitas airtanah yang melebihi baku mutu persyaratan air minum  adalah kandungan amonia (18,7 mg/l) dan bakteri Escerichia colli (positif).
Pengaruh Pola Curah Hujan Terhadap Produktivitas Padi di Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga Falasifa Azizah; Suwarsito Suwarsito; Esti Sarjanti
Sainteks Vol 18, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i1.10567

Abstract

Pola curah hujan sangat mempengaruhi kegiatan budidaya pertanian.  Selain itu, curah hujan seringkali menjadi faktor pembatas terhadap produksi pertanian. Tujuan penelitian adalah (a) untuk mengetahui pola curah hujan di di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, (b) untuk mengetahui produktivitas padi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, dan (c) untuk mengetahui pengaruh pola curah hujan terhadap produktivitas padi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survei. Data penelitian berupa data sekunder, meliputi data produktivitas padi dan curah hujan tahun 2009 – 2018 di Kecamatan Bukateja. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Data penelitian diolah menggunakan tabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola curah hujan di Kecamatan Bukateja termasuk tipe monsunal. Produktivitas padi di Kecamatan Bukateja selama tahun 2009-2018 mengalami fluktuasi, dimana produktivitas padi terrendah terjadi tahun 2014 sebesar 4,9 ton/ha dan produktivitas padi tertinggi terjadi tahun 2018 sebesar 6,8 ton/ha. Pola curah hujan di Kecamatan Bukateja tidak berpengaruh terhadap produktivitas padi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.Kata-kata kunci: tipe Monsoon, pola curah hujan, produktivitas padi.
Kajian Pola Aliran Air Tanah di Area Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Purwokerto Wiwin Bregasnia; Suwarsito Suwarsito; Esti Sarjanti
Sainteks Vol 17, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i1.8507

Abstract

Airtanah merupakan air yang menempati pori-pori batuan di bawah permukaan tanah pada zona jenuh air. Air tanah saat ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola aliran air tanah di area kampus utama Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan. Survei lapangan dilakukan dengan mensensus sumur di area kampus utama UMP untuk memperoleh data kedalaman airtanah. Populasi penelitian adalah air tanah di area kampus utama UMP yang berlokasi di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 16 titik sumur yang ada di kampus utama UMP. Pengumpulan data air tanah dilakukan dengan mengukur kedalaman dan koordinat sumur-sumur di kampus utama UMP menggunakan meteran dan GPS (Global Positioning System). Pengolahan data penelitian dilakukan menggunakan Sofware Surfer 13 untuk mendapatkan hasil peta pola aliran air tanah. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan pola aliran air tanah di area kampus utama UMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pola aliran air tanah di area kampus utama UMP menunjukkan pergerakan dari arah barat laut menuju ke arah tenggara. Pola aliran airtanah cenderung mengikuti kontur permukaan tanah.
Karakteristik Banjir Rob dan Penilaian Kerugian Petani Tambak di Kabupaten Brebes Mohammad Ardin Pahlevi; Esti Sarjanti; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 15, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v15i2.6312

Abstract

Metode penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Populasi penelitian adalah petani tambak ikan bandeng dan rumput laut yang berjumlah 401 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling (10%) dengan mengambil 10% dari populasi berdasarkan wilayah yang terkena banjir dengan ketinggian >50 cm. Jumlah sempel sebanyak 40 petani terdiri dari 32 petani tambak ikan bandeng dan 8 petani rumput laut. Metode pengolahan data menggunakan persentase dan tabel frekuensi. Metode analisis data menggunakan deskripsi kuantitatif dan kualitatif serta penilaian kerugian.Hasil penelitian karakteristik banjir rob pada mangsa peteruan dan mangsa lanjar yang terjadi selama satu tahun, menunjukan bahwa mangsa peteruan dalam satu tahun terjadi selama 21 hari pada bulan Jumadil Akhir, Rajab dan Syaban dengan ketinggian banjir rata-rata 87 cm, terjadi pada pukul 03.00-06.00 dinihari dan  pukul 17.00-20.00 sorehari pada minggu I dan II sedangkan Mangsa Lanjar dalam satu tahun terjadi selama 10 hari pada bulan Muharam dan Safar dengan ketinggian banjir rata-rata 88 cm, terjadi pada pukul 02.00-03.00 dinihari dan pukul 17.00-18.00 sorehari pada minggu I dan III. Kerugian akibat banjir rob yang terjadi dari total 40 (100%), 32 (80%) petani tambak ikan bandeng sebelum terkena banjir rob dan 8 (20%) petani tambak rumput laut sebelum dan yang terkena banjir rob  tidak mengalami kerugian sedangkan 32  (80%) petani ikan bandeng yang terkena banjir rob mengalami kerugian. Kerugian yang paling besar Rp.5.352.000 dengan persentase kerugian (60%) sedangkan yang paling kecil kerugianya Rp.420.000 dengan persentase kerugian (10%) per satu tahun/ satu kali panen.Kata-kata kunci: Banjir rob, kerugian petani tambak ikan bandeng dan rumput laut
Karakteristik dan Pola Distribusi Sedimen di Telaga Cebong, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Mira Rosita; Suwarsito Suwarsito; Esti Sarjanti
Sainteks Vol 17, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i2.8884

Abstract

Telaga Cebong merupakan salah satu telaga yang terletak di D ataran Tinggi Dieng yang dimanfaatkan masyarakat untuk sumber irigasi lahan pertanian. Telaga Cebong telah mengalami sedimentasi sehingga menyebabkan terjadinya pendangkalan telaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola distribusi sedimen di Telaga Cebong, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode survei dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai karakteristik dan pola distribusi sedimen di Telaga Cebong. Sampel penelitian sebanyak 8 titik lokasi, terdiri dari 5 titik lokasi di muara aliran air menuju telaga dan 3 titik lokasi telaga pada kedalaman berbeda. Variabel penelitian meliputi karaktersitik dan pola distribusi sedimen di Telaga Cebong. Data penelitian terdiri dari data sedimen dasar dan sedimen melayang di Telaga Cebong yang diperoleh melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan karakteristik sedimen. Selain itu, analisis data dilakukan menggunakan analisis keruangan untuk menggambarkan pola distribusi sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sedimen di Telaga Cebong didominasi oleh pasir dan debu. Sedimen dasar dan sedimen melayang di Telaga Cebong memiliki ukuran antara 2,0 – < 0,075 mm (antara jenis pasir dan debu). Konsentrasi sedimen melayang di Telaga Cebong masih termasuk dalam kategori baik pada saat tidak hujan, yaitu 10 mg/l dan pada saat setelah hujan yaitu antara 12-30 mg/l. Pola distribusi sedimen di Telaga Cebong bersifat heterogen, yaitu menyebar ke seluruh area telaga.