Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LAMINASI FIBERGLASS UNTUK MEMPERBAIKI KAPAL IKAN KAYU DI KECAMATAN LEKOK, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Sunardi Sunardi; Sukandar Sukandar; Bambang Setiono
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.495

Abstract

Nelayan di Kecamatan Lekok hampir semua kapal yang digunakan berbahan kayu dengan ukuran rata-rata panjang 10-15 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1 meter. Masalah yang terjadi sekarang harga kapal kayu yang naik seiring dengan naiknya harga bahan baku kayu dan upah tenaga kerja. Perawatan kapal kayu dengan metode tradisional dilakukan setiap minggu untuk membersihkan kulit kapal dari hewan laut dan kerak yang menempel di kulit kapal, 3 bulan sekali kapal di docking untuk penggantian papan yang bocor dan lepas dan juga perbaikan mesin kapal. Metode perbaikan kapal dengan memanfaatkan teknologi laminasi fiberglass ini telah terbukti secara efektif untuk perbaikan kapal, terutama pada bagian kulit lambung kapal. Urutan pengerjaan perbaikan kapal dengan laminasi fiberglass adalah sebagai berikut: mengeringkan dan membersihkan lambung kapal, mengganti papan kayu yang lepas atau bocor, melakukan laminasi dengan menggunakan dempul dari campuran resin dan talek, laminasi fiberglass dengan lapisan MAT dan resin, tahap terakhir yaitu penyelesaian akhir dan pengecatan. Secara teknis metode ini mampu menjaga kapal bertahan sampai dengan 6 tahun dengan kondisi sampai sekarang kulit kapal belum mengalami kerusakan. Beberapa keuntungan yang didapatkan adalah tidak perlu lagi perbaikan kapal pada bagian lambung kapal baik mingguan atau bulanan, kapal cukup dibersihkan dari lumpur pada kulitnya. Keuntungan lainnya, kapal lebih tinggi kecepatannya karena permukaan kapal yang menjadi halus dan tidak ada air yang terserap ke dalam kulit kapal.
A RELATIONAL PERSPECTIVE ON TURNOVER: EXAMINING AFFECTIVE, CONTINUANCE, AND NORMATIVE PREDICTORS Bambang Setiono; Christian Haposan Pangaribuan; Rith Analin Osok; Martinus Fieser Sitinjak
Journal of Management and Business Vol 18, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Department of Management - Faculty of Business and Economics. Universitas Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.52 KB) | DOI: 10.24123/jmb.v18i2.417

Abstract

High rate for employee turnover intention may lead to significant expenses of an organization, including the direct costs of replacing an employee and the indirect costs related to loss of experience and lowered productivity. The aim of the study is to investigate the influence of organizational commitment toward the employee turnover. The research method used in the study is quantitative approach. The primary data were collected by distributing questionnaires to 100 employees of a state-owned electricity corporation in Jakarta, Indonesia. Multiple linear regression shows that all three components of organizational commitment: affective commitment, continuance commitment and normative commitment significantly influenced employee turnover intention.
MANAJEMEN KONFLIK ANTAR PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA TIM SEKOLAH Laila; Bambang Setiono; Phiniel Kurung Pabita; Nanda Putri Amelia Santoso; Laili Komariyah; Yudo Dwiyono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, penyebab, serta strategi manajemen konflik antar pendidik dan pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja tim sekolah. Konflik antar guru merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam organisasi pendidikan karena perbedaan latar belakang, nilai, gaya kerja, dan pandangan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tiga sekolah menengah negeri di Kota Samarinda. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis konflik utama, yaitu konflik peran, konflik interpersonal, dan konflik profesional. Strategi yang paling efektif dalam penyelesaian konflik adalah komunikasi terbuka, mediasi kepala sekolah, serta pembentukan budaya kolaboratif antar pendidik. Manajemen konflik yang dijalankan secara integratif terbukti meningkatkan koordinasi, inovasi pembelajaran, serta kohesi dan kepercayaan antar guru. Dengan demikian, manajemen konflik tidak hanya berfungsi untuk mengurangi pertentangan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat kinerja tim dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis di sekolah.
ANALISIS SWOT : KEBERLANJUTAN PROGRAM KETARUNAAN SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 KONGBENG Indah Ratna Purwanti; Bambang Setiono; Hediati Mahardika; Yustina Situmorang; Anggy Hanggara; Nurlaili; Usfandi Haryaka
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45947

Abstract

This study aims to analyze the sustainability of the cadetship program as a pillar of character education at SMK Negeri 1 Kongbeng through a SWOT approach. The study employed a descriptive qualitative method, with research subjects consisting of the principal, vice principal for student affairs, cadetship supervisors, teachers, and students. Data were collected through interviews and documentation, then analyzed by identifying internal and external factors affecting the sustainability of the cadetship program. The findings showed that, based on the IFAS Matrix, the cadetship program obtained a score of 3.42, indicating that its internal condition was in a strong category. The main strengths of the program lie in its integration with school culture, structured activities, support for the development of discipline, responsibility, and leadership, as well as spiritual habituation. Based on the EFAS Matrix, the program obtained a score of 3.60, indicating that external opportunities were more dominant than threats. Supportive character education policies, community expectations, cooperation with parents, and labor market demands were identified as the main opportunities for the program’s sustainability. The program’s position in Quadrant I, with coordinates of 0.66 and 0.78, indicates that the appropriate strategy is the SO strategy, namely utilizing strengths to seize opportunities. Thus, the cadetship program has good prospects to be maintained and developed sustainably as a pillar of character education at SMK Negeri 1 Kongbeng.