Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Dissemination of the Independent Family Health Evaluation (IFHE) application in creating a healthy village in Tutul Village, Balung District Diyan Indriyani; Asmuji Asmuji; Triawan Adi Cahyanto; Astrid Maharani; Sri Wahyuni A
Community Empowerment Vol 6 No 12 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.176 KB) | DOI: 10.31603/ce.5932

Abstract

The empowerment of village community health is crucial to improve, one of which is by increasing family-based human resources. The ability to recognize the condition of the family's health status at an early stage can speed up the process of assisting health services based on the problems at hand, which can be accelerated with the Independent Family Health Evaluation (IFHE) application system. The dissemination of IFHE was carried out on August 9, 2021 in Tutul Healthy Village task force group, attended by 47 participants from the Community Association (RW) and Posyandu using the direct practice method. Later on, this group continued to disseminate information to the community through trial 1 and trial 2, each of which was held on 11-13 August 2021 for 400 families. From the dissemination program resulted that 319 families had no health risks, 64 families had a low risk, 10 families had a moderate risk and 7 families had a high risk. The IFHE application is very beneficial in quickly identifying the family health status. It is recommended that families routinely report their family's health status through the IFHE, so that the healthcare workers can use the information in making decisions to improve public health
Risiko Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir pada Ibu Hamil dengan Preeklampsia Maretha Florencia; Diyan Indriyani; Sri Wahyuni Adriani; Asmuji Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol 14, No 1 (2022): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v14i1.7952

Abstract

Pendahuluan: Kompleksitas preeklampsia dapat mempengaruhi ibu dan janin. Pada ibu hamil dengan preeklampsia terjadi peningkatan pergerakan sel trofoblas yang menyebabkan gangguan aliran darah melewati arteri dan mengakibatkan iskemia plasenta. Berkurangnya suplai darah ke plasenta pada ibu hamil dengan preeklampsia akan menyebabkan terganggunya aliran nutrisi, karbondioksida, dan oksigen yang menyebabkan asfiksia. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 75 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2021 dengan melakukan penelusuran dokumen rekam medis. Analisis data pada penelitian ini yaitu Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan = 0,05. Hasil: Sebanyak 49 responden (65,3%) mengalami preeklampsia berat, dan 26 responden (34,7%) mengalami preeklampsia ringan. Sedangkan bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 36 responden (48,0%) mengalami asfiksia sedang, 32 responden (42,7%) mengalami asfiksia ringan dan 7 responden (9,3%) mengalami asfiksia berat. Hasil dari uji spearman rho ditemukan bahwa p value = 0,0005 < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara preeklampsia ibu hamil dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Nilai r 0,399 yang berarti hubungan antara preeklampsia ibu hamil dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir memiliki kekuatan korelasi yang lemah dengan arah korelasi positif yang berarti semakin berat preeklampsia, maka semakin besar risiko asfiksia. Simpulan dan Implikasi: Penelitian ini menganjurkan lebih gencarnya upaya untuk pemeriksaan antenatal care dan skrining atau deteksi dini preeklampsia untuk menghindari asfiksia.
Relationship of Marriage Age with Pregnancy Acceptance Readiness in Pregnant Mothers in the Work Area of Sumberjambe Public Health Center, Jember Regency Wilujeng Dwiningtyas; Awatiful Azza; Diyan Indriyani
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Maternity Nursing as A Management in The Provision of Nursing Care
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v3i2.427

Abstract

Introduction: Marriage can be interpreted as a married couple of men and women so commonly referred to as husband and wife. A person is said to be legally married in terms of the age of the two spouses. Law number 16 of 2019 concerning the minimum age limit for marriage for both men and women is the same as the minimum age limit for men, namely 19 years. Couples who are married <19 years are said to be early marriage Method: This study uses quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were primigravida mothers with a total sample of 92 respondents. Using a simple random sampling technique. The collected data were analyzed by chi-square test. Results: in this study, the results of the analysis of the chi-square test with the results of p-value .000 (<0.005) said that there was a relationship between the age of marriage and the readiness of pregnant women. Conclusion: The age of marriage is closely related to the mother's readiness for pregnancy physically, psychologically, financially, and culturally. Married young teenage girls are still a phenomenon now, there needs to be a role from health workers in providing education in the form of information.
Informasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Kompentensi Tim Pelaksana Tugas dan Masyarakat Desa Sehat Berbasis IFHE Diyan Indriyani; Asmuji Asmuji; Triawan Adi Cahyanto; Astrid Maharani; Sri Wahyuni Andriani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.6010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk mewujudkan masyarakat sehat dengan mengoptimalkan potensi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Prakarsa masyarakat  mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong guna mewujudkan tatanan hidup masyarakat melalui paradigma “Desa Sehat” dengan harapan berimplikasi langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut di Desa Tutul Kecamatan Balung telah dibangun pola Desa Sehat yang didasari kemandirian keluarga dalam mengevaluasi kesehatan keluarga secara mandiri. Hal ini dioptimalkan dengan peran Tim Pelaksana Tugas (SATGAS) sebagai koordinator manajemen Desa Sehat berbasis Independent Family Health Evaluation (IFHE). Pemberian informasi kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tim SATGAS Desa Sehat berbasis IFHE serta masyarakatnya. Menggunakan sampel 47 responden yang terdiri dari Tim Satgas, perwakilan RW dan perwakilan Posyandu, dengan Pra Experiment Pre-Post Test Design dan analisa data Paired T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan informasi kesehatan meliputi kesehatan komunitas pendukung desa sehat (p value 0,01), optimalisasi gizi dalam pencegahan stunting (p value 0,02), mengenal penyakit gangguan kardiovaskuler (p value   0,01 ), kehamilan risiko tinggi dan pencegahan kematian periode perinatal (p value   0,04 ). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian informasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan Tim SATGAS Desa Sehat Berbasis IFHE serta masyarakat Desa Tutul.
Persepsi Ibu Muda dan Keluarga tentang Pemberian Imunisasi (Pendekatan Maternal Sensitivity Models Berbasis Keluarga) Diyan Indriyani; Susi Wahyuning Asih
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i1.45

Abstract

Introduction: The health condition of  babies is the responsibility of mothers and the family. One effort to avoid a situation of pain in infants is by immunization. Early mothers with infant care experience is still lacking, need to support the family in order to have proper decision-making ability in the care of babies, one of which is immunization. Therefore, the right perception about immunization in infants is critical owned by the mother and the family. Objective: This study has the objective to explore the perceptions of early mothers and families about immunization approach to maternal sensitivity models. Methods: The research design was participatory research approaches (qualitative) and Participatory Action Reseacrh (PRA). The techniques of data collection was Focus Group Discussion (FGD)  with 50 early mothers as the participants in Regional Health Center of Sumbersari and Sukorambi Jember who had babies. The sampling was done by using purposive sampling in March-August 2016. The data werethen analyzed using descriptive and qualitative methods. Results: The result showed the general condition of pain often experienced by babies are acute respiratory infections, diarrhea and febrile, although some cases of pneumonia occur. Health official are already running a baby care related programs such as immunization, immunization coverage has been good and meet the target. Perceptions of early mothers about immunizations include: to schedule and type of immunization tend to succumb to the health and family perception about immunization is likely to depend wife and health official. Conclusion: It is concluded that immunization coverage has been on target, but the perception of early mothers and families about immunization still needs to be improved. Recommendations in this research that suggested that synergism cooperation among health official, early mothers and families in the optimization of the perception about immunization.
Community empowerment in creative healthy food entrepreneurship as strengthening the community economy in Tutul Village Diyan Indriyani; Asmuji Asmuji; Triawan Adi Cahyanto; Astrid Maharani; Sri Wahyuni Adriani
Community Empowerment Vol 7 No 12 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7932

Abstract

By developing the community's capacity for entrepreneurship, one of which is in the food business, one can empower the community economically. Tutul Village is a productive village with entrepreneurship activities centered on handicrafts, but there aren't any yet in food sector, especially creative healthy food. The team carried out in activities to improve entrepreneurship skills throughout the third year of the Partner Village Development Program, particularly creative healthy food products for pregnant women, nursing mothers, infants, toddlers, school-age children, the elderly, and people with chronic diseases. The training participants were 12 prospective entrepreneurs from 4 hamlets in Tutul Village. The five stages of the training were completed with assistance. Assistance in the form of competency improvement, labeling and packaging, assessment of nutritional content, production permits, and marketing. There are 11 healthy food products with creative presentations that are stimulants for prospective entrepreneurs to develop. Prospective entrepreneurs should be highly motivated to launch new food products so that the marketing of creative healthy food products can be easily recognized by the the general public.
Analisis Status Maternal dan Kepatuhan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Dengan Status Kesejahteraan Janin Diyan Indriyani; Veliyana Sukarji; Yeni Suryaningsih
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 4 (2022): Proceedings SEMNAS PSW 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.015 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i4.112

Abstract

Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kehamilan yang memiliki tujuan untuk mnegidentifikasi kesejahteran ibu dan janin. Kehamilan dapat bersifat normal maupun mengalami komplikasi. Pengukuran kesejahteraan janin dapat diukur berdasarkan gerakan janin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan status maternal dan kepatuhan ANC pada ibu hamil dengan kesejahteraan janin. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang ada di Wilayah Puskesmas Jenggawah Kabupaten Jember, diambil pada bulan Oktober 2020 sampai dengan Januari 2021, dengan jumlah sampel 36 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner, buku KIA dan dan lembar obervasi. Hasil: Status maternal: uisa ibu (P Value: 0,04), usia kehamilan (P Value 0,03), jarak kehamilan (P Value 0,04) dan penyakit yang diderita ibu hamil (P Value 0,01) memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan janin. Sedangkan status maternal: jumlah paritas tidak berhubungan dengan kesejahteraan janin (P Value 0,09), demikian juga kepatuhan ANC juga tidak berhubungan dengan kesejahteraan janin (P value 0,07). Diskusi: Kepatuhan ANC tetap merupakan hal yang penting dilakukan secara teratur oleh ibu hamil, sehingga penting bagi tenaga kesehatan untuk selalu memotivasi ibu hamil melakukan ANC rutin. Melalui ANC dapat diberikan penyuluhan kesehatan dalam menguatkan perilaku ibu untuk mempertahankan kesejahteraan janin.
DUKUNGAN TEMAN SEBAYA MENINGKATKAN ADAPTASI PSIKOLOGIS PASIEN HIV/AIDS Nila Nur Aini; Diyan Indriyani; Sri Wahyuni Adriani
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1362

Abstract

Meningkatnya jumlah infeksi HIV/AIDS di masyarakat telah menimbulkan berbagai masalah, tidak hanya masalah fisik tetapi juga sosial, spiritual serta psikologis pasien. Sehingga membutuhkan proses adaptasi untuk mengatasinya. Salah satu faktor yang di duga mempengaruhi adaptasi psikologis pasien HIV/AIDS adalah dukungan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan teman sebaya dengan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS. Desain penelitian ini adalah desain korelasi dengan pendekatan study cross sectional. Populasi penelitian ini adalah penderita HIV/AIDS yang tergabung di LSM Laskar Kabupaten Jember dengan banyaknya sampel yaitu 60 responden dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya pasien HIV/AIDS mayoritas optimal sebanyak 33 responden (55,0%), adaptasi psikologis pasien HIV/AIDS mayoritas adaptif sebanyak 45 responden (75,0%). Hasil menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya meningkatkan adaptasi psikologis pasien HIV/AIDS. Semakin optimal dukungan teman sebaya maka adaptasi psikologis pasien semakin adaptif (p value = 0,0005). Maka dapat disimpulkan dukungan teman sebaya dapat meningkatkan adaptasi psikologis pasien HIV/AIDS menjadi lebih adaptif. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi intervensi perawat di tempat layanan kesehatan dalam membuat kegiatan rutinan seperti kelompok dukungan sebaya yang berada di lingkup rumah sakit sehingga intervensi pada pasien HIV/AIDS tidak hanya memberi pengobatan untuk kesembuhan fisiknya tetapi juga kesehatan psikis pasien HIV/AIDS. DOI: 10.5281/zenodo.6006712
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERSEPSI DAN PERILAKU PEGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE PADA IBU PRIMIPARA PASCA SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG Nuril Alifia Damayanti; Diyan Indriyani; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/mnj.v1i1.482

Abstract

Intra Uterine Device (IUD) merupakan sebuah alat kontrasepsi yang berguna untuk meminimalisasi risiko kesehatan reproduksi dalam jangka waktu yang lama, dalam penggunaannya perlu adanya optimalisasi persepsi tentang kontrasepsi intra uterine device ini dengan adanya support system dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami dengan persepsi tentang kontrasepsi Intra Uterine Device pada ibu primipara pasca sectio caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini rata-rata sebulan dalam 3 bulan terakhir yaitu 62 pasien, pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan sampel sejumlah 54 responden. Sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dukungan suami dan persepsi menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan Spearman Rho dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil: Didapatkan dukungan suami paling banyak yaitu kategori optimal sejumlah 31 (57,4%), sebagian besar persepsi ibu primipara tentang kontrasepsi IUD berada pada kategori positif sejumlah 37 (68,5%), dan sebagian besar perilaku penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu primipara yaitu belum menggunakan IUD sejumlah 34 (63,0%). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan (p value) <0,0001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,626 dan nilai signifikan (p value) 0,009 dengan koefisien korelasi sebesar 0,350. Kesimpulan: Ada hubungan kuat antara dukungan suami dengan persepsi tentang kontrasepsi Intra Uterine Device pada ibu primipara pasca Sectio Caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung dan ada hubungan cukup antara dukungan suami dengan perilaku penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device pada ibu primipara pasca Sectio Caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung.
HUBUNGAN LAMA TIDUR DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Niken Ramadhani; Nikmatur Rohmah; Diyan Indriyani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/mnj.v1i2.654

Abstract

Latar Belakang: Tidur merupakan kebutuhan setiap manusia, tingkat kenyenyakan tidur tergantung dari beberapa faktor seperti usia, aktifitas, dan penyakit. Kurangnya tidur ddapat menimbulkan dampak pada kesehatan wanita produktif salah satunya siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Lama Tidur denagn Siklus Menstruasi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Metode: desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember rata-rata sebulan selama tiga bulan yaitu 597 mahasiswa, pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan sampel sejumlah 240 responden. Sampling yang digunakan probability sampling dengan teknik Stratified Simple Random Sampling. Pengumpulan data lama tidur dan siklus menstruasi menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan korelasi spearman rank dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil: Hasil penelitian didapatkan responden yang minimal Lama Tidur 2 jam, maximal 7 jam dengan rerata 3,06 dan responden siklus menstruasi paling banyak ≤21 dengan jumlah 105 responden (43,8%). Hasil analisa menunjukkan nilai p<0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,373. Kesimpulan: Ada hubungan antara lama tidur dengan siklus menstruasi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember.