Alifia Zahra Khoirunisa
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Implementasi Model Pembelajaran Project-Work Berbasis Karakter Terhadap Sikap dan Prestasi Belajar Mahasiswa Alifia Zahra Khoirunisa; I. Ketut Sunarya; Dwi Rahdiyanta
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.186 KB) | DOI: 10.21831/dinamika.v5i1.30996

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the implementation of character-based project-work learning model in practical subjects to student attitudes and learning achievement. This research was conducted using the Research and Development approach with a quasi-experiments design. The population of this research is 33 students of Complex Machining Process course in Mechanical Engineering Diploma Study Program of Universitas Negeri Yogyakarta. Research data were collected using observation sheets, documentation, evaluation of learning outcomes and interviews. To determine the effect of the model, t-test analysis techniques were employed. Results of the research are: 1) there are attitude or behaviour differences of the students between the character-based project-work learning model class and the regular class (t = 7.31; p = 0,000); and 2) there are achievement differences of the students between the model classes and the regular class (t = 9.47; p = 0,000).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran project-work berbasis karakter pada mata kuliah praktik terhadap sikap dan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Research and Development. Desain eksperimen menggunakan quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa mata kuliah proses pemesinan kompleks pada Diploma III Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang berjumlah 33 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar observasi, dokumentasi, evaluasi hasil belajar dan wawancara. Untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model pembelajaran project-work berbasis karakter digunakan teknik analisis uji-t. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan adalah: 1) ada perbedaan sikap atau perilaku mahasiswa antara kelas yang diajar dengan model pembelajaran project-work berbasis karakter dibandingkan dengan kelas biasa (t= 7,31; p = 0,000); dan 2) ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa antara kelas yang diajar dengan  model pembelajaran project-work berbasis karakter dibandingkan dengan kelas biasa (t=9,47; p= 0,000).
Semiotika Batik Motif Weton Indonesia karya Omah Kreatif Dongaji dengan Pendekatan Charles S.Peirce Muhajirin Muhajirin; Alifia Zahra Khoirunisa
Sungging Vol 1, No 2 (2022): Sungging Edisi Juli - Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v1i2.55029

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan semiotika batik Weton Indonesia karya Omah Kreatif Dongaji berdasarkan pendekatan Charles S. Peirce. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan snowball. Teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis menurut teori Pierce. Motif-motif batik Weton memiliki makna masing masing dalam penggambarannya yang menampilkan motif batik Weton Indonesia, hal itu merupakan bentuk bahasa yang divisualkan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penciptaan motif batik Weton oleh Rumah Kreatif Dongaji adalah bentuknya yang dapat mewakili simbol keagamaan dan juga proses perekonomian masyarakat Yogyakarta. Motif Weton digambar secara paradigmatik dan komposisi dari sudut pandang pencipta yang mengambil motif utama sebagai point of interest (pusat perhatian menggambarkan motif burung enggang dan peta Indonesia sebagai pendukung). Pertimbangan makna keseimbangan dan komposisi yang digunakan menjadikan salah satu daya tarik tersendiri.   
Pendampingan Pembelajaran Seni Rupa Berkarya Seni Grafis Cetak Tinggi di SMPN 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta Rony Siswo Setiaji; Zulfi Hendri; Kharisma Creativani; Alifia Zahra Khoirunisa; Denny Wahyu Triawan
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2652

Abstract

Fine arts learning really participates in growing and developing all the competencies possessed by students. Fine arts learning at school includes creative activities to gain knowledge and skills in producing creative works of art, including relief printmaking. The fine arts learning service program for creating relief printmaking at SMP N 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta provides benefits for the development of cultural arts materials in schools, because creating relief printmaking on canvas bag media is a new thing for students. The activities of this program include pre-program implementation activities, which are activities for preparing materials, lesson plans, media, and learning models. Program implementation activities are visual arts learning activities creating relief printmaking for class IX. Post-implementation activities of the program are evaluation activities of the community service program, namely filling out items by students related to the implementation of the community service program. Overall the results of the evaluation of the program that we implemented received a positive response as much as 87.3% of students strongly agreed that the program was in accordance with their needs. 88.26% strongly agreed that the program could increase learning motivation and a score of 88.03% stated that the program could encourage students' abilities. Then in the program aspect it can be useful for students obtaining a score of 89.9% and in the program aspect giving rise to student empowerment obtaining a score of 85.6%.