Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

DAMPAK KEBIJAKAN LARANGAN EKSPOR ROTAN MENTAH TERHADAP INDUSTRI FURNITUR ROTAN INDONESIA 2011-2012 Satria, Yudi; Jamaan, Ahmad
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2: WISUDA OKTOBER 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to analyze the impact of the ban policy on the export ofraw rattan towards Indonesian rattan furniture industry. Indonesian supplied theworld raw materials for 75.5%. Indonesia has the advantage in the production ofrattan raw materials, otherwise rattan furniture industry has not yet evolved.Through Permendag No. 35/M-DAG/PER/11/2011, Indonesia protect the rattanfurniture industry. In addition, this study aims to give information about thecondition of Indonesian rattan furniture industry before and after the issuance ofthe policy.This study applies mercantilism perspective. Mercantilism assume thateconomy controlled by political community and especially the government orcountry. Economic dependence on other countries for the mercantile should beavoided. When there is a threat of foreign parties in the free trade, then the statecan provide protection to avoid the impact. Protection theory used to analyze theimpact of the ban policy on the export of raw rattan towards Indonesian rattanfurniture industry. This study applies qualitative research method with libraryresearch.The results of this research founds that the ban policy on the raw rattanexport gives the positives influence on increases the export value of rattanfurniture and an increases in foreign exchange.Keywords: Mercantilism, Protection Policy, Rattan, Value of exports
Analisis Performa Deep Embedded Clustering untuk Pendeteksian Topik Cahyadi, Danu Julian; Murfi, Hendri; Satria, Yudi; Abdullah, Sarini; Widyaningsih, Yekti
Techno.Com Vol. 24 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v24i1.11841

Abstract

Pendeteksian topik adalah solusi untuk mengungkap struktur laten dalam sebuah dokumen. Kerangka umum pendeteksian topik berbasis clustering terdiri dari dua langkah: pembelajaran representasi dan pendeteksian topik melalui clustering. Dalam penelitian ini, Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT) digunakan untuk pembelajaran representasi karena BERT mampu menangkap konteks setiap kata berdasarkan kata-kata di sekitarnya. Representasi teks yang diperoleh dari BERT digunakan untuk pendeteksian topik dengan clustering. Deep Embedded Clustering (DEC) dan Improved DEC (IDEC) adalah model clustering berbasis deep learning yang digunakan dalam penelitian ini untuk pendeteksian topik. DEC dan IDEC mampu mengubah data ke dalam ruang dimensi yang lebih rendah serta mengoptimalkan cluster secara simultan. Output dari teknik clustering berupa kata-kata kunci yang menggambarkan setiap topik cluster. Setelah mendapat kata kunci yang mewakili topik, evaluasi model dilakukan dengan melakukan perbandingan nilai topic coherence menggunakan Topic Coherence - Word2Vec (TC-W2V) sebagai analisis kuantitatif. Penelitian ini merupakan perluasan dari penerapan DEC dan IDEC pada pendeteksian topik dengan menambahkan analisis visualisasi dan kata kunci. Simulasi menunjukkan bahwa DEC dan IDEC mengungguli Uniform Manifold  Approximation and Projection (UMAP)-based k-means (UKM) dan Eigenspace-Based Fuzzy C-Means (EFCM) dari segi nilai TC-W2V, hasil visualisasi, dan kata kunci.   Kata kunci: analisis teks, deep clustering, pemrosesan teks
ANALYSIS OF NEW CHAOTIC MAP AND PERFORMANCE EVALUATION IN ITS APPLICATION TO DIGITAL COLOR IMAGE ENCRYPTION Solihat, Ita Mar'atu; MT, Suryadi; Satria, Yudi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 17 No 3 (2023): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol17iss3pp1553-1564

Abstract

In this research a new chaotic map which is a modification from composition of MS map and Improved logistics map is proposed. New map’s chaotic behavior is proven by the bifurcation diagram and Lyapunov exponent. This map will be used in chaos-based cryptography as a keystream generator and then it will be processed in the encryption and decryption algorithms through XOR operations. The results of the encryption and decryption processes were evaluated by several tests such as key sensitivity analysis, histogram analysis, correlation analysis, and image quality analysis. All the tests are doing to evaluate the performance new chaotic map in encryption of digital color image. Based on the results of several tests, a conclusion can be drawn that the encryption and decryption process is successful and difficult to attack with various kinds of attacks. The key that built from new chaotic map has a good sensitivity.
Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Right Issue Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Satria, Yudi; Budi, Isnarno Setiya
YUME : Journal of Management Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v6i3.6257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berjenis penelitian arsip. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 39 perusahaan. Analisis data penelitian menggunakan uji beda non-parametrik yaitu wilcoxon signed rank test dengan menggunakan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel leverage dan market value sebelum dan sesudah right issue. Sedangkan pada variabel liquidity, activity dan profitability tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah right issue. Keywords : Right Issue, Leverage, Liquidity, Activity, Profitability dan Market Value.
Optimalisasi Saluran Pemasaran Bumdes Pucak Berbasis Website Pada Desa Pucak, Kabupaten Maros Rifai, Didit Fachri; Sukarno, Zulfikry; Satria, Yudi
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.159

Abstract

Dalam memaksimalkan aktifitas pemasaran serta perluasan jangkauan terhadap promosi produk yang akan dipasarkan, salah satu platform digital yang efektif dan efisien saat ini digunakan adalah dengan cara menyediakan saluran promosi dan penjualan digital berupa website atau aplikasi mobile. Media digital seperti ini dapat memudahkan bagi pelaku usaha dalam mempromosikan produknya sekaligus memudahkan calon konsumen dalam menemukan produk yang diinginkan. Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat pemula (PMP) kemitraan BUMDES Puncak Abadi di desa Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dilaksanakan dengan metode pengembangan saluran promosi & penjualan berupa website BUMDES dipadukan juga dengan metode pelatihan berstruktur. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa kehadiran website BUMDES dapat memudahkan para mitra BUMDES dalam menawarkan kepada calon konsumen diluar Desa Pucak dimana selama ini penjualan produk BUMDES hanya ditawarkan kepada para masyarakat didesa sekitar dan keluarga. Adapun tingkat pengetahuan anggota mitra BUMDes setelah dilaksanakan pelatihan pengunaan aplikasi toko online tersebut mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 86,0 %.
Aplikasi Zat Warna Alam Pada Tenunan Serat Doyo Untuk Produk Kerajinan Syabana, Dana Kurnia; Satria, Yudi; Widiastuti, Retno
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 30 No. 1 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v30i1.951

Abstract

AbstrakIsu global akan bahan baku, proses dan produk yang ramah lingkungan semakin berkembang. Pemanfaatan serat alam non tekstil sebagai bahan baku dan penggunaan pewarnaan alam merupakan salah satu alternatif cara untuk menghasilkan produk ramah lingkungan. Tanaman doyo merupakan penghasil serat alam yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan tenun. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan proses pewarnaan alami pada tenunan serat doyo yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan pencelupan panas selama 30 menit menggunakan zat warna alam seperti Tingi, Tegeran dan Jalawe dengan rasio konsentrasi 1:10 fiksasi tawas (50g/l), kapur (40g/l) dan tunjung (20g/l). Hasil pencelupan pada tenunan serat doyo diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari menggunakan standar skala abu-abu. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari pada tenunan serat doyo untuk pewarnaan Tingi dan Tegeran berada pada skala 5 (baik sekali), sementara pengunaan pewarna Jalawe dengan fiksasi kapur dan campuran kapur-tunjung berada pada skala 4-5 (baik). Dari skala hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa pewarnaan alam dapat diterapkan pada serat doyo. Kata Kunci: zat warna alam, serat doyo, uji ketahanan luntur warna terhadap cahaya AbstractGlobal issue of raw materials, processes and products that are environmentally friendly growing. Using of Non Textile natural fiber as raw material and natural dying are one of alternatives way to produce friendly products. Doyo Plant is producing natural fibers that have been used as raw material weaving craft. The purpose of this research is to apply the process of natural dyeing in an environmentally friendly woven fiber doyo. The research was conducted by immersion heat for 30 minutes using natural dyes such as Tingi, tegeran and Jalawe with concentration ratio 1:10 fixation alum (50g / l), lime (40g / l) and Tunjung (20g / l). The result of dyeing woven fiber doyo tested color fastness to sunlight using a gray scale standard. The results of the test color fastness to sunlight for dyes tingi & tegeran has value 5(excellent), while for fixation jalawe with limestone and limestone Tunjung  worth 4-5(good). From the scale of the test results it can be concluded that the natural coloring can be applied to the woven fiber Doyo. Keywords : natural dyestuff, fibers doyo, color fastness to sunlight
Pengembangan Motif Batik Khas Bali Salma, Irfa'ina Rohana; Masiswo, Masiswo; Satria, Yudi; Wibowo, Anugrah Ariesahad
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 32 No. 1 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v32i1.1168

Abstract

ABSTRAKIndustri batik berkembang pesat di Bali, namun motif-motif batiknya tidak mencerminkan identitas khas daerah. Oleh karena itu perlu diciptakan desain motif batik khas Bali yang sumber inspirasinya digali budaya dan alam Bali. Tujuan penelitian dan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik yang mempunyai bentuk  unik dan karakteristik sehingga dapat mencerminkan budaya dan alam Bali. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, perancangan motif, perwujudan menjadi batik, serta uji estetikanya. Dari penciptaan seni ini berhasil diciptakan 5 motif batik yaitu: (1) Motif Jepun Alit; (2) Motif Jepun Ageng; (3) Motif Sekar Jagad Bali; (4) Motif Teratai Banji; dan (5) Motif Poleng Biru. Berdasarkan hasil penilaian “Selera Estetika” diketahui bahwa motif yang paling banyak disukai adalah Motif Jepun Alit, Motif Sekar Jagad Bali,  dan Motif Teratai Banji. Kata kunci: Motif Jepun Alit, Motif Jepun Ageng, Motif Sekar Jagad Bali, Motif Teratai Banji, Motif Poleng Biru ABSTRACT Batik industry is growing rapidly in Bali, but its batik motifs do not reflect the typical regional identities. Therefore, it is necessary to create a distinctive design motif source of Bali excavated  from the repertoire of traditional Balinese arts and culture. The purpose of this research and its art creation is to produce batik motifs that have a unique shape and characteristics  to reflect the Balinese culture and natural surroundings. The method used by gathering and collecting data, designing motifs to  become the embodiment of batik. From the creation of this art had been created 5 motifs, namely: (1) Motif Jepun Alit; (2) Motif Jepun Ageng; (3) Motif Sekar Jagad Bali; (4) Motif Teratai Banji; and (5) Motif Poleng Biru. Based on the results of aesthetical assessment known that the most preferred motif are  Motif Jepun Alit, Motif Sekar Jagad Bali, and Motif Teratai Banji. Key words: Motif Jepun Alit, Motif Jepun Ageng, Motif Sekar Jagad Bali, Motif Teratai Banji, Motif Poleng Biru
Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan Widiastuti, Retno; Syabana, Dana Kurnia; Satria, Yudi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 32 No. 1 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v32i1.1171

Abstract

ABSTRAKKudzu (Pueraria sp.) adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale). Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp.) is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber
Kopi dan Kakao dalam Kreasi Motif Batik Khas Jember Salma, Irfa'ina Rohana; Wibowo, Anugrah Ariesahad; Satria, Yudi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 32 No. 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v32i2.1362

Abstract

ABSTRAK Batik Jember selama ini identik dengan motif daun tembakau. Visualisasi daun tembakau dalam motif Batik Jember cukup lemah, yaitu kurang berkarakter karena motif yang muncul adalah seperti gambar daun pada umumnya. Oleh karena itu perlu diciptakan desain motif batik khas Jember yang sumber inspirasinya digali dari kekayaan alam lainnya dari Jember yang mempunyai bentuk spesifik dan karakteristik sehingga identitas motif bisa didapatkan dengan lebih kuat. Hasil alam khas Jember tersebut adalah kopi dan kakao. Tujuan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik  baru yang mempunyai ciri khas Jember. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, pengamatan mendalam terhadap objek penciptaan, pengkajian sumber inspirasi, pembuatan desain motif, dan perwujudan menjadi batik. Dari penciptaan seni ini berhasil dikreasikan 6 (enam) motif batik yaitu: (1) Motif Uwoh Kopi; (2) Motif Godong Kopi;  (3) Motif Ceplok Kakao; (4) Motif Kakao Raja; (5) Motif Kakao Biru; dan (6) Motif Wiji Mukti. Berdasarkan hasil penilaian “Selera Estetika” diketahui bahwa motif yang paling banyak disukai adalah Motif Uwoh Kopi dan Motif Kakao Raja. Kata kunci: Motif Woh Kopi, Motif Godong Kopi, Motif Ceplok Kakao, Motif Kakao Raja, Motif Kakao Biru, Motif Wiji Mukti ABSTRACTBatik Jember is synonymous with tobacco leaf motif. Tobacco leaf shape is quite weak in the visual appearance characterized as that motif emerges like a picture of leaves in general. Therefore, it is necessary to create a distinctive design motif extracted from other natural resources of Jember that have specific shapes and characteristics that can be obtained as the stronger motif identity. The typical natural resources from Jember are coffee and cocoa. The purpose of the creation of this art is to produce the unique, creative and innovative batik and have specific characteristics of Jember. The method used are data collection, observation of the object, reviewing inspiration sources, design motifs creation and the embodiment of batik. From the creation of this art successfully created into 6 (six) motif, namely: (1) Motif Uwoh Kopi; (2) Motif Godhong Kopi; (3) Motif Ceplok Kakao; (4) Motif Kakao Raja; (5) Motif Kakao Biru; and (6) Motif Wiji Mukti. Based on the results of the “Aesthetics assessment taste" has been noticed that the most widely preferred motif is a Uwoh Kopi motif and Kakao Raja motif. Keywords: Motif Uwoh Kopi, Motif Godong Kopi, Motif Ceplok Kakao, Motif Kakao Raja, Motif Kakao Biru, Motif Wiji Mukti
PENGARUH TEMPERATUR EKSTRAKSI ZAT WARNA ALAM DAUN JATI TERHADAP KUALITAS DAN ARAH WARNA PADA BATIK Satria, Yudi; Suheryanto, Dwi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 33 No. 2 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v33i2.1628

Abstract

Negative impacts especially synthetic dye carcinogenic effect on the environment and the user so natural coloring is now starting to be used because environmentally friendly. The influence of temperature variations on the quality and color direction using natural color teak leaves for batik cloth needs to be examined because the color of the fabric will decline due pelorodan process. The young leaves teak (Tectona grandis) have a wide and large size, used to dye woven materials, have reddish brown color. The method used was variation temperature extraction of 50°C, 75°C and 100°C, fixation of alum, lime, prusi and lotus as well as testing the quality and direction of color. Variations in temperature extraction of teak leaves on cotton fabric and silk using a waterbath expected to know the quality and direction of the colors in batik. Results of testing the fastness to light and washing 40°C for extraction of teak leaf temperature of 50°C, 75°C and 100°C in cotton and silk with fixation alum, lime, prusi or lotus shows good scale with a value of 4 or 4-5. Natural color solution teak leaves with extraction temperature of 100°C resulted in the highest wavelength is 788.50 nm and the absorbance of the total of 0.1402 Abs. Color direction that produced show reddish color will be more visible at 100°C with a fixation alum or lime while prusi or lotus browned.