Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Green accounting Terhadap Tax Avoidance Sektor Industrials Tahun 2022-2024 Tobing, Matthew Bagus Putra Alexander Lumban; Waty, Lenita; Reke, James Sylvanus Uly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan dan penerapan green accounting terhadap praktik tax avoidance pada perusahaan sektor industri selama periode 2022–2024. Meningkatnya tuntutan terhadap akuntabilitas lingkungan dan keterbukaan informasi perusahaan mendorong perhatian yang lebih besar pada hubungan antara praktik akuntansi lingkungan dengan perilaku perusahaan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Data diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sehingga menghasilkan 123 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,204 (>0,05). Sebaliknya, green accounting terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap tax avoidance, dengan nilai signifikansi 0,002 (<0,05). Uji simultan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan green accounting secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, dengan nilai signifikansi 0,005 (<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan pengungkapan lingkungan berkaitan dengan strategi pengelolaan pajak perusahaan, meskipun ukuran perusahaan tidak menjadi faktor penentu dalam perilaku tax avoidance. Dengan demikian, praktik tax avoidance pada perusahaan sektor industri dipengaruhi tidak hanya oleh karakteristik perusahaan, tetapi juga oleh kebijakan pelaporan dan strategi manajerial yang terkait dengan keberlanjutan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya literatur akuntansi serta menjadi bahan pertimbangan bagi regulator dan praktisi dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat.
Pengaruh Kinerja Keuangan dan Green Accounting Terhadap Penghindaran Pajak Manullang, Kenneth Nicholas; Waty, Lenita; Sudjiman, Lorina Siregar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kinerja keuangan yang diproksikan melalui Return on Assets (ROA) dan green accounting yang diukur melalui peringkat PROPER terhadap penghindaran pajak (Effective Tax Rate) pada perusahaan indeks LQ45 periode 2023–2024. Studi ini dilatarbelakangi oleh fenomena kontraksi penerimaan PPh Badan nasional sebesar 18,1% pada akhir tahun 2024 yang dipicu oleh penurunan laba korporasi serta indikasi agresivitas pajak pada emiten elit. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 32 perusahaan (64 unit observasi) yang dianalisis melalui model regresi linear berganda. Pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa residual terdistribusi normal (p=0,200), terbebas dari multikolinearitas (VIF=1,000), dan homoskedastisitas, meskipun terdapat gejala autokorelasi positif (DW=0,974). Hasil penelitian secara parsial mengungkapkan bahwa green accounting berpengaruh negatif signifikan terhadap ETR (p=0,028), yang mengindikasikan bahwa komitmen lingkungan perusahaan berkorelasi dengan peningkatan intensitas penghindaran pajak secara legal melalui biaya pengurang penghasilan bruto. Sebaliknya, kinerja keuangan terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak (p=0,375), menyiratkan bahwa profitabilitas bukan merupakan pendorong utama manajemen pajak bagi emiten LQ45 demi menjaga legitimasi di mata investor. Secara simultan, integrasi kedua variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan (p=0,060) dengan nilai Adjusted R Square sebesar 5,8%. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi regulator dalam merumuskan kebijakan pajak hijau yang lebih spesifik guna memitigasi risiko tax gap pada korporasi besar.