Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Acronym Formation Study in Waspada Medan Daily Newspaper Alkaushar Lingga; Edi Yanto ML; Susy Deliani
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.77 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.030215

Abstract

This study examines the process of making an acronym in the Waspada daily newspaper Medan published on 1, 4 and 6 April 2019. The purpose of this study is to describe the process of forming an acronym in the Waspada Medan daily newspaper published on 1, 4 and 6 April 2019. This research method is a descriptive qualitative method. The research data is sourced from the Waspada Medan daily newspaper on 1, 4, and 6 April 2019. Techniques for collecting data with techniques refer to and are accepted. The results of this study describe the five patterns of the formation of acronyms, namely: (1) Tribal sequencing with tribes, (2) sequencing of tribes with tribes and letters, (3) sequencing of words with tribes and letter, (4) impingement of words with terms and letters, and (5) initial letter. Keywords:acronyms, process, formation, waspada Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang proses pembentukan akronim pada surat kabar harian Waspada Medan terbitan tanggal 1, 4 dan 6 April 2019. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembentukan akronim pada surat kabar harian Waspada Medan terbitan tanggal 1, 4 dan 6 April 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari surat kabar harian Waspada Medan tanggal 1, 4, dan 6 April 2019. Teknik pengumpulan data dengan teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian ini mendeskripsikan lima pola proses pembentukan akronim yaitu: (1) Pengekalan suku dengan suku, (2) Pengekalan suku dengan suku dan huruf, (3) Pengekalan kata dengan suku dan huruf, (4) Pelesapan kata dengan suku dan huruf, dan (5) Pengekalan huruf awal. Kata kunci: akronim, proses, pembentukan, waspada
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Teks Prosedur Melalui Pembelajaran Team Quiz Siswa Kelas VII MTs Islamiyah Petangguhan Galang Rini Putriani Jamil; Susy Deliani; Arianto
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 4 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i4.8258

Abstract

The purpose of this study was to determine the results and interest in learning Procedure text through team quiz learning. The method used in this research is Classroom Action Research method. The samples in this study were 16 students of class VII of Mts Islamiyah Petangguhan Galang. Data to measure the level of student learning completeness is taken from test questions given directly to students. So it can be seen in the pre-cycle action before the implementation of the team quiz learning strategy, out of 16 students there were 4 students who obtained a complete score with a percentage of 25% obtained an average score of 55. While in cycle II the application of the team quiz learning strategy has increased again from 16 students there are 13 students who get a complete score with a percentage of 81.2% and get a score of 78.8. So it can be concluded that the results and students' interest in learning Indonesian language subjects with Procedural Text material have increased greatly with the use of Team Quiz learning strategies.
Membuat Rajutan Dari Benang Wol Sebagai Produk UMKM Pondok Tahfidz Susy Deliani; Siti Fatimah Zahara; Sri Muliatik; Andi Syahputra Harahap; Hasnah Siahaan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan rajutan merupakan suatu produk rajutan hasil kerajinan tangan yang dilakukan secara manual. Kerajinan rajut saat ini telah menjadi bisnis yang populer dan sering dibicarakan. Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya minat masyarakat terhadap bisnis yang kreatif, khususnya barang-barang dari kerajinan rajut mempunyai keunikannya tersendiri, hal ini dikarenakan barang kerajinan rajut memiliki tampilan yang mernarik, mengandung unsur desain atau motif etnik, dan memiliki bahan yang tebal serta tahan lama. Tak sedikit produk fashion yang dibuat dari hasil rajutan, seperti baju, celana pendek, syal, sweeter, aksesoris, tas, dan produk yang lainnya. Merajut merupakan suatu pekerjaan membuat kerajinan menggunakan benang rajut. Kerajinan yang dibuat dapat berupa tas, sesepatu, topi, dan sebagainya. Alat yang dibutuhkan untuk merajut yaitu jarum atau yang biasa disebut dengan haakpen dalam bahasa belanda. Sedangkan bahannya sendiri yaitu benang rajut. Melalui pengembangan kerajinan rajutan yang beragam dan bernilai ekonomis, Pondok Tahfidz Layar Dakwah tidak hanya menciptakan produk yang dapat dijual, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan keterampilan dan soft skills melalui aktivitas merajut. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan individu dan komunitas secara keseluruhan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat itu sendiri, sektor UMKM pada kerajinan tangan yang di hasilkan Santri di Pondok Layar Dakwah memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar ekonomi yang kuat dalam skala kecil rumahan yang dapat berkelanjutan, sehingga industri kerajinan tangan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.